Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Personil Baru


__ADS_3

Dr... dr..dr 📞


Bunyi telepon membangunkan felisa yang sedang asyik tidur di akhir pekannya, hari ini sekolah libur, jadi ia lebih bersantai di rumah, mengistirahatkan otak dan badannya setelah bekerja


Ia pun merasa terganggu dengan bunyi panggilan tersebut, mau tak mau ia pun segera mengambil ponselnya dan melihat panggilan tersebut


Rupanya sudah ada lima panggilan tak terjawab dari kakaknya Diora


“Ada apa yah bang Dio menelpon pagi – pagi begini” Ucap Felisa sambil melihat jam di layar hapenya


Waktu menunjukan pukul 05.00 wib, sebenarnya tadi ia sudah bangun untuk sholat subuh namun setelah selesai sholat Felisa melanjutkan tidurnya karena masih mengantuk sehingga ia tak mendengar panggilan telepon dari kakaknya


Ia pun kemudian memencet panggilan telepon untuk menghubungi kakaknya itu


Panggilanpun tersambung, Diora mengangkat panggilannya


“Assalamualaikum bang” Ucap Felisa


“Walaikumsalam, dek” Jawab Diora


“Ada apa yah bang, ko abang telepon jam segini, maaf tadi sehabis sholat Feli ketiduran” Ujar Felisa


“Pantasan tadi abang telepon kamu berulang kali tapi tidak diangkat, abang mau bilang, istri abang mau melahirkan, sudah di rumah sakit dari semalam, nanti selesai sarapan kamu datang ke sini yah, sekalian tolong bawain beberapa baju ganti buat mbak kamu” Ucap Diora menjelaskan


“Oh iya, okey, nanti Feli siapkan” Ucap Feli


“Okey, abang tunggu yah, kalau begitu sudah dulu yah abang mau menemani Melati dulu, assalamualaikum” Ucap Diora pamit


“Walaikumsalam bang” Ucap Felisa kemudian mematikan panggilannya


Rupanya waktu yang ditunggu oleh keluarganya sudah tiba, kakak iparnya itu akan melahirkan anaknya bersama Diora, yang jelas Felisa akan menjadi seorang tante, meskipun bukan yang pertama kali, sebab Felisa sudah mempunyai Reihan, ponakan pertamanya dari bang Putra dan mbak Dena, Felisa berharap ponakan keduanya adalah perempuan, agar bisa ia dandani sepuasnya


Ia pun segera bergegas menuju kamar Diora dan Melati, ia memilih baju Melati di dalam lemari pakaiannya, sebenarnya Feli pun bingung harus membawa baju ganti yang seperti apa, ia pun menelepon Dena untuk meminta saran


“Halo, assalamualaikum mbak” Ucap Felisa


“Walaikumsalam dek” Jawab Dena


“Mbak Dena, mbak Mel mau lahiran, sekarang sudah berada di rumah sakit dari semalam” Ucap Felisa memberitahu kakak iparnya itu


“Iya dek, mbak sama bang Putra sudah tau, semalam bang Dio sudah menelepon kita” Ucap Dena


“Kok bang Dio gak ngasih tau Feli sih mbak, tega banget deh” Ucap Felisa


“Gimana mau ngasih tau kamu, kata bang Dio nelpon adek susah, bang Dio telepon berulang kali tapi gak masuk” Ucap Dena menjelaskan sebab sebelum menghubungi Putra, Diora sudah mencoba menghubungi adik perempuan satu – satunya itu tapi tidak diangkat olehnya


“Oh ya ampun, hape Feli lowbat mbak, habis maraton drakor kesukaan, hehe” Ucap Felisa dengan jujur


“Tuh kan, kata bang Dio juga begitu, trus kamu menelepon mbak ada apa sayang, ada yang bisa mbak bantu” Tanya Dena


“Yah ampun keasyikan ngobrol jadi lupa” Ucap Feli


“Ini mbak, Feli bingung bang Dio minta tolong bawain baju ganti buat mbak Mel tapi Feli gak tau mau bawa baju apa, soalnya baju mbak Mel banyak banget, jadi Feli menelpon buat tanya mbak Dena” Ucapnya kemudian


“Oh begitu, yah udah kamu bawa beberapa baju kemeja aja dek, biar lebih gampang buat mbak Mel menyusui bayi nya nanti pas selesai lahiran” Ucap Dena sebab ia sudah berpengalaman dalam melahirkan sehingga ia menyarankan seperti itu


“Okey mbak, makasih yah, btw mbak sama bang Putra gak jadi datang yah” Tanya Feli


“Mbak dan bang Putra gak bisa datang sekarang dek, nanti insya Allah pas acara akikahan baru kita datang, soalnya sekolah Reihan belum libur dek” Jawab Dena


“Oh iya mbak, okey deh, makasih yah mbak sudah bantuin Feli pilih bajunya” Ucap Felisa


“Iya dek, sama – sama, yah udah buruan kamu siapin terus berangkat kesana, udah tau kan di rumah sakit mana” Tanya Dena


“Okey mbak, Feli tau, tadi bang Dio sudah mengirim alamat rumah sakitnya” Ucap Felisa


“okey syukurlah, yah udah kamu siap – siap dek, salam yah buat semuanya” Ucap Dena


“Iya mbak nanti Feli sampaikan, assalamualaikum” Ucap Felisa pamit dan mematikan panggilannya


Ia pun segera mengambil beberapa baju kemeja buat Melati, ia melipatnya dan memasukannya ke dalam tas, kemudian ia keluar menuju dapur untuk sarapan


Pagi ini ia belum sempat memasak, jadi ia hanya sarapan apa adanya yakni roti dengan selai kacang, dan segelas teh hangat


Sehabis sarapan ia pun bersiap – siap untuk ke rumah sakit, tadi saat sarapan ia sudah menghubungi Tania dan memberitahunya, mungkin sahabatnya itu sudah di depan dan benar saja saat mengunci pintu rumahnya Tania pun memanggilnya


“Fel” Ucap Tania


“Eh Tan” Ucap Feli


“Yuk naik” Ajak Tania

__ADS_1


Ia pun memberikan helm kepada Felisa untuk di pakai, dan mereka pun bergegas menuju ke rumah sakit


Rumah sakit yang mereka tuju bukanlah rumah sakit dimana Melati bekerja, sebab saking paniknya Diora hingga ia lebih memilih membawa Melati ke rumah sakit terdekat, ia ingin memindahkan istrinya tapi sudah terlambat, karna saat di bawa ke sini dan istrinya diperiksa, perawat mengatakan bahwa sudah  pembukaan kedua, alhasil Diora tetap bertahan di rumah sakit tersebut, ia tidak ingin mengambil resiko saat memindahkan istrinya itu, mengingat lokasi rumah sakit ini yang lumayan jauh dari lokasi rumah sakit tempat kerja istrinya


Sesampainya di rumah sakit, Felisa dan Tania pun bergegas masuk, Diora sudah memberitahukan nomor kamar yang Melati tempati, jadi Felisa tidak perlu bertanya kepada bagian loket, mereka hanya bertanya kepada petugas perawat yang sedang lewat


“Mbak, permisi numpang tanya kamar 302 cempaka sebelah mana yah” Tanya Felisa


“Oh mbak jalan lurus aja terus nanti ada persimpangan mbak belok kiri, di situ ruangannya” Ucap perawat tersebut menjelaskan


“Oh iya, terima kasih mbak” Ucap Tania


“Iya, sama – sama”


Felisa dan Tania pun segera menuju ke ruangan Melati, disana sudah ada orang tua Melati


“Assalamualaikum om, tante” Ucap Felisa dan Tania sambil menyalami tangan kedua orang tua tersebut


“Walaikumsalam Fel, Tan” Jawab bapak dan ibu mbak Mel


“Kok gak ada orang tante” Tanya Feli saat masuk ke dalam kamar


Ia meletakan pakaian Melati yang ia bawa ke dalam lemari mini di samping ranjang pasien


“Melati sudah di bawah ke ruang bersalin dan Diora sedang menemaninya, tadi Diora berpesan untuk nungguin kamu, yuk kita sama – sama kesana” Ucap Tante Devanka, mamanya Melati


“Ayo Tan” Ucap Felisa berlalu bersama Tania dan kedua orang tua Melati menuju ruang bersalin yang rupanya tidak jauh dari ruangan tempatnya menginap


Suasana di depan ruang bersalin sangat tenang, tidak ada yang berlalu lalang, hanya beberapa petugas saja yang sesekali lewat, setelah menunggu beberapa menit dan tiba – tiba terdengar suara tangisan bayi


“Oek oek oek” Bunyi suara dari dalam ruangan persalinan


Rupanya personil baru dalam keluarganya sudah hadir


“Alhamdulillah” Ucap ke empat orang tersebut


Ayah dan ibu Melati sangat bahagia menyambut cucu pertama mereka, Dokter pun keluar dari ruangan dengan ekspresi yang bahagia karena berhasil mengeluarkan malaikat kecil dari kandungan ibunya


Di dalam ruangan persalinanpun Diora tak henti – hentinya mengucap syukur atas kelahiran putri pertamanya, yah bayi nya itu berjenis kelamin perempuan, ia sangat cantik seperti ibunya


Setelah dibersihkan, sang bayi cantik tersebut kemudian diberikan kepada Diora untuk di adzani


“Baik suster” Ucap Diora kemudian ia pun mengadzani putri tercintanya tersebut


Sedangkan di bagian luar ruangan, kakek dan nenek baru itu tidak sabar untuk menjenguk cucu mereka, begitupun Felisa dan juga Tania


“Sus, apa boleh kami masuk dan melihat cucu kami” Tanya pak Hendra ayahnya Melati


“Oh sebentar yah pak, ibu dan bayinya akan segera dipindahkan ke ruang rawat nanti disana baru bisa jenguk yah pak, bu” Jawab sang suster yang tadinya hendak berlalu namun di cegat oleh mertua Diora dengan ramah


Tidak lama kemudian beberapa suster pun keluar dan mendorong brankar menuju ke ruang rawat pasien


Keempat orang tersebut juga ikut kesana, Diora pun selalu berada di samping istrinya


Sesampainya di ruangan, ibu Devanka pun memeluk anak gadis satu – satunya tersebut, ia mengucapkan selamat atas kelahiran cucu nya, hal yang sama pun di lakukan pak Hendra, Felisa dan juga Tania


“Fel, kamu bawa pesanan abang gak” Tanya Diora


“Bawa bang, sudah Feli taruh di dalam lemari” Jawab Felisa


Diora pun mengambil sebuah kemeja untuk dipakai istrinya, kedua orang tua Melati maupun Felisa dan Tania keluar sebentar karena Melati ingin berganti pakaian, setelah itu mereka masuk kembali ke dalam ruangan


Diora kemudian pamit keluar kepada mertuanya karna akan pergi menanam ari – ari anaknya


Tak lama kemudian, seorang suster masuk sambil mendorong tempat tidur bayi, kemudian sang suster tersebut mengangkat bayi tersebut dan memberikannya kepada sang ibu


“Ini bayinya bu, silahkan memberikan ASI pertamanya, supaya merangsang pertumbuhan bayi dan dapat berguna untuk kesehatan ibu juga” Ucap sang perawat memberi penjelasan kepada Melati


Maklum saja Melati baru pertama kali melahirkan sehingga ia harus banyak belajar, ia pun sudah beberapa kali mengikuti kelas ibu hamil ataupun membaca buku tentang proses kehamilan dan melahirkan, hingga menyusui, namun ia merasa masih perlu belajar sebab ia hanya perawat biasa dan bukanlah seorang bidan


Ia pun kemudian menyusui bayinya tersebut


Diora pun kembali ke ruangan istrinya


“Dio anak kamu sudah punya nama” Tanya pak Hendra pada menantunya tersebut


“Iya namanya siapa” Ucap bu Devanka


“Sudah pak, namanya Meldia Putri Atmajaya" Ucap Diora


“Wah bagus bang namanya” Ucap Tania

__ADS_1


“Artinya apa bang” Tanya Felisa


“Meldia berasal dari Melati Diora yang artinya pekerja keras


Arti keseluruhannya adalah Putri Atmajaya yang pekerja keras


“Wah keren” Ucap Tania


“Dedeknya cantik sekali” Ucap Felisa saat melihat keponakannya yang sedang berada dalam gendongan ibu Devanka


“Iya cucu nenek cantik sekali” Ucap Devanka


Dr...dr..dr 📞


Panggilan video WA dari Putra, Diora pun mengangkatnya


“Halo, Assalamualaikum bang” Ucap Putra


“Walaikumsalam dek” Jawab Diora


“Ponakan aku udah lahir belum, gimana prosesnya” Tanya Putra


“Sudah dek, alhamdulillah lancar, cewek, namanya Meldia Putri Atmajaya” Jawab Diora sambil mengarahkan kameranya kepada sang bayi


“Wah cantik sekali dedeknya” Ucap Dena yang ikut senang melihat keponakan barunya


“Selamat yah bang sudah jadi ayah” Ucap Putra


“Iya makasih yah, dek” Ucap Diora


“Adek bayi sudah minum susu belum, kok bobo terus gak bangun – bangun” Ucap Reihan yang juga ikut senang melihat sepupunya


“Hahaha, adek bayi sudah minum susu kakak Reihan sayang, kini lagi bobo nanti kalau sudah haus pasti bangun lagi kok” Ucap Diora sambil tertawa, ia merasa gemas dengan keponakan gantengnya itu


“Selamat yah mbak Mel” Ucap Dena


“Iya sayang, makasih yah, cepat balik loh” Ucap Melati


“Siap mbak, pas akikah nanti kita pulang kok” Ucap Dena


“Okey sayang” Ucap Melati


“Iya mbak, Selamat datang yah personil baru di keluarga Atmajaya, semoga sehat selalu dan menjadi anak yang solehah” Ucap Putra dan istrinya Dena


“Iya terima kasih dek” Ucap Diora dan Melati


“Iya bang, sampai jumpa, assalamualaikum” Ucap Putra


Panggilan video pun berakhir


Kini di dalam ruang rawat Melati, Felisa dan juga Tania sedang rebutan untuk menggendong bayi mungil tersebut, mereka pun mengambil gambar – gambar cantik dedek Meldia, dan membagikannya ke postingan media sosial mereka


Suasana penuh haru dan kebahagiaan di rasakan semua orang tersebut, kedua orang tua baru itu sangat bersyukur atas kelahiran putri tercintanya


Begitupun dengan kedua mertua Diora, mereka pun tak mau kalah dalam memotret cucu pertama mereka


Diora pun tak mau kalah, ia juga mengabadikan gambar putri tercintanya


Senyum simpul tidak pernah lepas dari wajah orang – orang tersebut, mereka bahagia menatap malaikat kecil yang sedang tertidur dengan tenang di dalam ranjang bayi nya.


 


 


 


 


 


Kalahiran dan kematian merupakan dua siklus yang akan terus terjadi, begitulah keseimbangan hidup, ada pasang ada surut, ada yang datang dan ada yang pergi, semua itu meninggalkan kenangannya masing – masing


Mengandung dan melahirkan  seorang anak adalah rezeki bagi setiap makhluk yang bernama perempuan, itu merupakan Rahmat terbesar dari sang Pencipta, namun ada beberapa juga yang masih berjuang untuk memilikinya


Bagi para pejuang garis dua tetap semangat 💪


Kalian adalah wanita – wanita hebat, jangan mudah putus asa yah, tetap berusaha dan berdoa, yakinlah bahwa rezeki tidak akan kemana, dan Rahmat Tuhan selalu berlimpah ☺️Okey 👌


 


Terus pantengin karya Author yah, jangan lupa dukung dengan cara like dan komen 🥰 Terima kasih Author ucapkan untuk pembaca setia karya Author 🙏Lope – lope sekebon untuk semuanya ❤️🤗

__ADS_1


__ADS_2