Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Masa Lalu


__ADS_3

Matahari bersinar terang, jarum jam menunjukan pukul 16.00 wib, Felisa kini tengah berada di rumah Tania, lengkap dengan pakaian olahraga dan sepatunya.


"Widi, cantiknya anak mama" Ujar seorang wanita paruh baya, yang masih kelihatan cantik meski usianya tak lagi muda, ibu Riana mamanya Tania sedang memujinya.


Felisa sudah dianggap anak olehnya, persahabatan Tania dan Felisa selalu mengingatkannya akan Retno, ia pun sewaktu muda juga bersahabat dengan ibunda Felisa, bahkan suami mereka berdua pun adalah teman, hanya saja pernikahan Riana dengan suaminya Fahri lebih bertahan lama, dan hanya maut yang memisahkan, berbeda dengan Retno yang harus berpisah dengan Samsul karna Samsul menghilang entah kemana.


*Flashback On


"Retno, no" Panggil Riana kepada sahabatnya itu.


Kini Riana sedang bertamu ke rumah Retno, namun selang beberapa waktu ia memanggil tidak ada sahutan apapun dari dalam rumah, nampaknya rumahnya itu sedang kosong.


Seorang tetangga menyampaikan kepada Riana bahwa Retno dan ketiga anaknya sedang berada di rumah saudaranya yakni paman Felisa.


"Oh baiklah, kalo begitu saya permisi pulang" Pamit Riana pada tetangga Retno tersebut yang di ketahui bernama ibu Jamilah.


Sesampainya di rumah Riana pun nampak khawatir dengan keadaan Retno, entah mengapa ia selalu kepikiran pada sahabatnya itu, dengan cemas ia menanti kepulangan Retno, berharap segera bisa berjumpa.


Pucuk di cinta ulam pun tiba, tak ada angin maupun hujan, Retno bertamu ke rumahnya.

__ADS_1


"Assalamualaikum Riana" Ucap Retno


"Walaikumsalam" Jawab Riana, ia senang melihat kedatangan wanita yang menjadi sahabatnya itu.


"Ada apa kok kemari, ku kira kau masih di rumah saudaramu" Tanya Riana


Retno pun tak menjawab, ia hanya menunduk


Riana merasa ada yang tak beres dengan sahabat nya ini, ia pun mulai bertanya kepada Retno.


"Apa yang sedang terjadi" Tanya Riana


Retno pun menjelaskan perihal kepergian suaminya, Retno bercerita bahwa terjadi pertengkaran hebat antara keduanya, usaha mereka di ujung tanduk, Samsul berniat menggadaikan sertifikat rumah untuk membayar hutang - hutangnya, Retno menolak, sebab ia khawatir akan nasib ketiga anaknya, Samsul patah arang, ia terlalu marah, egonya sebagai lelaki tinggi, dengan langkah gontai ia pamit pergi kepada Retno.


Ayah Felisa itu menghilang seperti di telan bumi, ia pergi meninggalkan anak - anaknya dan juga hutang yang sangat banyak, pihak Bank datang menagih ke rumahnya, Retno mulai menjual apapun isi rumahnya, hanya demi melunasi hutang dan biaya hidupnya bersama anak - anaknya.


Felisa masih kecil, masih kelas 4 SD, Diora sudah kuliah, dan putra masih SMA, ketiga putra - putrinya bahkan belum bekerja, belum berpenghasilan.


Retno menanggung beban itu sendirian, Riana sedih hingga memeluk sahabatnya itu, Samsul benar-benar keterlaluan, sebenarnya kehidupan Felisa sangat enak.

__ADS_1


Samsul adalah seorang pengusaha, dan Retno pandai dalam keuangan, hanya saja nasib berkata lain, ayah Felisa ditipu dan dikhianati oleh rekan kerjanya sendiri, alhasil usaha mereka pun bangkrut dan ibunya harus menanggung semuanya.


Mereka kembali hidup seperti semula, memulai dari nol lagi, hidup sederhana dan apa adanya.


Riana sangat sedih namun ia bangga dengan perjuangan Retno, Ia berhasil mendidik anak - anaknya, Diora bisa menerima keadaan sebab usianya sudah dewasa, begitupun dengan Putra, namun siapa sangka, Felisa melewati semuanya dengan tidak baik - baik saja.


Gadis itu menyimpan luka, entah luka terhadap apa, keadaan kah ataukah ayahnya, hanya Tuhan yang tau isi hatinya.


Felisa tidak mendapatkan sosok penyayang seorang ayah, sebab waktu yang ia habiskan dengan ayahnya begitu singkat, bagi anak perempuan ayah adalah cinta pertama mereka, tidak dengan Felisa, semua itu tidak terjadi dalam hidupnya.


Itulah alasan mengapa ia enggan menaruh hatinya pada sembarangan pria, ia tidak tumbuh dari keluarga yang utuh, banyak hal yang sudah ia lewati, drama kehidupannya tidak main - main, beruntung Tuhan masih sayang kepadanya, sehingga ia tidak salah arah, dan masih jadi gadis yang baik.


Flashback off.


Roda kehidupan seringkali berputar, kadang kau berada di atas angin, lalu kau terjatuh ke bumi, kadang kau punya segalanya, kadang kau tak punya apa - apa, seperti pasang surut air laut, kehidupan pun seperti itu.


Bersyukur adalah kunci nya.


Sabar adalah Rahasianya.

__ADS_1


Hiduplah dengan keduanya, maka kau akan baik-baik saja.


Tetap semangat yah para Readers ☺️💪 Terus dukung karya Author yah ☺️ Terima kasih 🙏


__ADS_2