Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Malangnya Hidup


__ADS_3

Berita yang di sampaikan Tania membuat Romi dan Felisa berfikir bagaimana itu semua bisa terjadi, Sari memang gadis yang berani, dan pergaulannya bebas, namun selama Romi mengenalnya rasanya ia bisa menjaga dirinya sendiri


"Sayang, apa benar yang kamu dengar tadi" Tanya Romi


Ia masih fokus menyetir karena mereka masih di dalam perjalanan


"Iya yank masa aku bohong sih, aku dengar langsung loh dengan telinga aku sendiri, memang sih aku gak nanya ke orang yang ngomong soalnya gak enak juga nanti terkesan kepo lagi" Ucap Tania


"Betul juga beb, tapi kenapa seolah Mira baik - baik aja yah, padahal kakaknya lagi kena musibah" Ucap Felisa


"Abang pernah dengar cerita dari Sari, kalau sebenarnya Sari itu anak angkat, orang tua Mira tidak punya anak sehingga mereka mengangkat Sari sebagai pancingan, ketika Sari sekolah dasar maka lahirlah Mira, namun yang Abang sering dengar Mira nampak cemburu jika orang tua nya lebih memperhatikan Sari" Ucap Romi menjelaskan


"Apa, yang benar bang" Ucap Tania


"Iya, masa sih, selama ini kita berteman, Mira gak pernah cerita sama kita, justru dia yang suka membanggakan kakaknya itu, iya kan beb" Ucap Felisa


"Iya bang, benar kata Felisa, bahkan ada yang omongin mbak Sari gak benar, Mira langsung marah" Ucap Tania


"Yah dalam laut bisa di lihat sayang, hari manusia siapa tau" Ucap Romi


"Betul juga" Ucap Tania


"Lalu sekarang mbak Sari dimana" Tanya Felisa


"Katanya lagi di rumah sakit, kandungannya sudah 6 bulan" Ucap Tania


"Apa" Ucap Romi kaget


"Kenapa Abang kaget, bayi di perutnya itu bukan anak Abang kan" Tanya Tania


"Yah bukanlah sayang, Abang kaget aja kan abang dekat sama dia empat bulan yang lalu bagaimana bisa dia hamilnya enam bulan" Ucap Romi


"Kayaknya dia udah hamil duluan sebelum dekat sama Abang, mungkin waktu itu jika Abang jadi menikah sama mbak Sari maka Abang akan bertanggung jawab terhadap bayi yang di kandungannya" Ucap Felisa


"Astagfirullah, untung Anang cepat sadar yah" Ucap Romi


"Itu tandanya Allah masih sayang sama Abang" Ucap Tania


"Iya sayang kamu benar sekali, Abang makin cinta deh sama kamu" Ucap Romi


"Tania juga" Ucap Tania sayang


"Hum hum hum" Ucap Felisa


"Hahahaha, bang ada nyamuk bang" Ucap Tania


"Sahabat laknat" Ucap Felisa


"Hehehe"


"Ahhahaha"


Tawa Tania dan juga Romi melihat kekesalan Felisa

__ADS_1


"Beb, kamu tau mbak Sari di rawat dimana, kita jengukin yuk" Ucap Felisa


"Kalo aku gak salah dengar di rumah sakit Pelita deh" Ucap Tania


"Oh besok kita jenguk gimana" Ucap Felisa


"Okey" Ucap Tania


"Tapi ngomong - ngomong abang penasaran deh, siapa ayah dari bayi yang di kandung Sari" Ucap Romi


"Iya aku juga" Ucap Tania


"Tapi aku lebih mikir ke Mira kenapa dia tega banget yah sama kakaknya" Ucap Felisa


"Lebih parahnya lagi, kalian tau gak, kalau sebenarnya sertu Nyoman itu pacar mbak Sari waktu SMA" Ucap Tania


"Apa"


"Apa"


Ucap Romi, Felisa terkejut


"Kak Fendi tau loh" Ucap Tania


"Masa bang Fendi tau, kamu jangan asal ngomong deh Tan" Ucap Felisa


"Iya yank jangan omong sembarangan" Ucap Romi


"Fendi yang cerita sama kamu yank" Tanya Romi


"Iya, apa bang Fendi yang cerita" Ucap Felisa


"Gak, beliau gak cerita, tapi orang yang tadi aku dengar cerita mereka di depan toilet yang bilang, katanya pada saat kak Fendi gak sengaja mendengar obrolan mereka, pacar si cewe yang tadi cerita juga ada disana dan melihat serta mendengar percakapan mbak Sari dan sertu Nyoman juga, kayaknya pacar cewe itu prajurit juga tapi gak tau siapa, mungkin pacarnya itu cerita ke cewe ini makanya ia tau" Ucap Tania menjelaskan


"Duh, nanti aku tanya Fendi kalau gitu" Ucap Romi


"Kamu gimana beb,mau nanya apa gak" Tanya Tania


"Biar bang Romi aja yang nanya" Ucap Felisa


"Iya nanti aku tanyain" Ucap Romi


"Kasihan yah mbak Sari" Ucap Felisa


"Iya, katanya dulu Mira gak terlalu suka sama kak Nyoman, soalnya waktu itu belum seganteng sekarang" Ucap Tania


"Hum" Ucap Romi


"Hehehe, maksudnya belum jadi prajurit" Ucap Tania


"Hahahaha, kalian berdua lucu deh" Ucap Felisa


"Beb" Ucap Tania memandangnya tajam

__ADS_1


"Hehehe, maaf maaf" Ucap Felisa


"Tapi kenapa mbak Sari ngerokok yah" Ucap Felisa


"Ngerokok, kapan" Tanya Romi


"Itu loh bang, pas kita buka bersama di resto jaogonya ayam, pas kalian sholat semuanya kan aku gak pergi, kebetulan Mira sama mbak Sari juga gak pergi terus mbak Sari izin ke kita mau naik ke lantai atas yang bebas smoking buat ngerokok" Ucap Felisa


"Apa, kok kamu gak cerita Fel" Tanya Tania


"Hum, waktu itu kan kamu udah putus sama bang Romi" Ucap Felisa


"Iya juga yah" Ucap Tania


"Kalau aku dengar ceritanya dari dua cewe tadi, mbak Sari itu kecewa sama orang tua angkatnya, soalnya mereka lebih membela Mira dibandingkan dirinya, sehingga mbak Sari mulai berani minum terus ngerokok, dan lain - lain, katanya mbak Sari kerja dan ngekost di luar hanya untuk menghindar dan tidak sakit hati atas perlakuan orang tua angkatnya yang sudah berubah, dan itu di picu oleh hasutan dari Mira, tapi mbak Sari tetap sayang sama Mira, mbak Sari tau Mira manipulatif tapi mbak Sari terlanjur sayang sama Mira, baginya Kira adalah adik kesayangannya" Ucap Tania


"Kasihan yah mbak Sari" Ucap Felisa


"Iya, kita gak tau betapa malangnya hidup seseorang karena manusia sering kali menutupinya dengan senyuman" Ucap Tania


"Hum, nasib dan takdir seseorang tidak ada yang tau sayang, mudah - mudahan Sari bertemu dengan kebahagiaannya" Ucap Romi


"Aamiin" Ucap Kedua gadis itu kompak


Romi menghentikan mobilnya karena telah sampai di depan rumah Tania, ia pun mulai turun dan membuka pintu untuk kedua gadis itu turun


"Makasih yah bang untuk tumpangannya" Ucap Felisa


"Iya sama - sama dek" Ucap Romi


"Aku balik duluan yah" Ucap Felisa


Kemudian masuk ke gang dan berjalan ke arah rumahnya, meninggalkan Tania dan kekasihnya berduaan


"Kamu gak mampir dulu bang" Ucap Tania


"Kapan - kapan aja yah sayang, udah malam bagt soalnya" Ucap Romi


"Oh baiklah kalau gitu, hati - hati yah" Ucap Tania


"Iya sayang, salam yah buat Tante" Ucap Romi


"Iya sayang" Ucap Tania


Kemudian Romi masuk ke mobilnya dan mengendarainya pulang ke rumahnya, di tengah jalan ia Fendi menelponnya bertanya mengenai Felisa dan Romi mengatakan jika ia sudah mengantarkan gadis itu dengan selamat, panggilan pun di matikan dan Romi fokus menyetir membelah jalanan malam dengan mobilnya secara tenang.


Bersambung______


Begitulah hidup, terkadang seseorang tersenyum manis seolah semua baik - baik saja namun siapa yang tau jika dalam hatinya merana.


Hati manusia tidak ada yang tau 🤧


Dukung terus karya Author yah, jangan lupa like, komen dan masukan sebagai pavorit jika kalian suka, terima kasih 🙏🥰🤗

__ADS_1


__ADS_2