
Mentari bersinar cerah, burung berkicau dengan indah, seorang gadis sedang menatap wajahnya di cermin, kantung matanya terlihat karena semalaman tidak bisa tidur saking bahagianya
"Oh tidak" Teriak Tania
Riana yang sedang asyik membuat pesanan di dalam dapur terkejut mendengar teriakan anaknya, secepat kilat ia berlari, rasa khawatir menusuk uli hatinya
"Ada apa nak" Tanya Riana panik
"Mama" Panggil Tania
"Iya sayang, kenapa" Ucap Riana
"Kantung mata jelek banget ma" Ucap Tania tanpa rasa bersalah
"Apa" Tanya Riana
"Kantung mata ma, ni lihat ma" Unjuknya pada sang mama
"Ya Allah Tania, kamu itu bikin mama panik aja, kirain ada apa" Ucap Riana kesal
Sampai sesak nafas ia berlari menemui anaknya tak taunya anaknya berteriak hanya karena masalah kecil, memang begitulah kepanikan seorang ibu
"Tania - tania" Ucap Riana sampai geleng - geleng kepala
Sedangkan Tania hanya tersenyum mengingat peristiwa semalam
"Kamu kenapa sayang" Tanya Riana
"Kenapa gimana ma" Tanya Tania
"Mama perhatikan dari tadi kamu berkaca terus senyum - senyum terus, kamu gak kesambet kan sayang" Tanya Riana
"Kesambet ma" Ucap Tania tanpa beban
"Apa, kesambet dimana" Tanya Riana
"Kesambet cintanya bang Romi ma, hehehe" Ucap Tania tertawa
"Ya Allah Tania, mama serius malah bercanda" Ucap Riana memukul pelan lengan anaknya
"Mama ih, nanti lecet lagi, kan jelek kalau pas jadi pengantin" Ucap Tania
"Pengantin" Tanya Riana
"Iya dong ma, anak mama di Lamar semalam" Ucap Tania
"Ya Allah beneran nak" Tanya Riana antuasias juga penasaran
"Iya ma, ni cincinnya dari bang Romi" Ucap Tania sambil memperlihatkan sebuah cincin permata yang melingkar indah di jari manisnya
"Ya Allah nak, selamat yah, mama doakan lancar" Ucap Riana memeluk anaknya itu
"Iya ma" Tania membalas pelukan sang ibu
"Terus kapan Romi lamar kamu secara resmi" Tanya Riana
"Katanya tunggu papanya pulang dari luar kota dulu ma" Ucap Tania
"Oh iya sayang" Ucap Riana
"Ya Allah nak, mama bahagia sekali" Ucapnya
"Iya ma, Tania juga" Ucap Tania
Keduanya larut dalam keharuan mereka
Di tempat lain, kebahagiaan yang sama juga di rasakan oleh Felisa, peristiwa semalam terjadi dalam hidupnya
Selesai sholat subuh tadi Dena telah menceritakan semuanya, dan gadis itu senang mendengarnya, ia juga berterima kasih kepada kakak iparnya itu berkat dirinya lah Fendi termotivasi untuk maju mengahadapi Diora di rumahnya
"Makasih yah mbak" Ucap Feli lagi saat bertemu Dena di dapur
"Udah sayang jangan sungkan, kamu adik mbak juga, jadi sudah sewajarnya mbak juga lakuin hal itu" Ucap Dena
__ADS_1
Felisa langsung memeluk Dena, ia sangat bersyukur sekali
"Mbak gak di peluk juga ni" Ucap Melati yang baru datang
"Mbak udah pulang dinas yah" Ucap Felisa
"Iya sayang" Ucap Melati
"Mbak balik ke RS jam berapa semalam mbak" Tanya Dena
"Seusai Fendi pulang gak lama terus mbak berangkat, kalian udah di kamar masing - masing" Ucap Melati
"Oh gitu yah" Ucap Dena
"Iya sayang" Ucap Melati
"Tapi mbak kok gak di peluk sih" Ucapnya lagi
"Hehehe, iya mbak, sini aku peluk mbak" Ucap Feli
"Kamu peluk Dena aja dek, ini punya Abang" Ucap Diora posesif
"Abang" Ucap Melati kaget saat tangan Diora melingkar di pinggangnya
"Ya Allah aku jadi kangen bang Putra" Ucap Dena
"Hahaha" Tawa Diora
"Ayo Fel kita masuk ke dalam, sakit mata mbak, lihatin pasangan bucin" Ucap Dena
Ia menarik tangan Felisa lalu berjalan masuk ke arah ruang tv
"Mau kemana kalian" Tanya Melati
"Mau nonton mbak, mata kita kelilipan kalau lihat Abang sama mbak bermesraan" Ucap Dena
"Mbak" Panggil Felisa
"Oh iya mbak" Ucap Felisa
"Kalau dia macam - macam bilangin ke mbak" Ucap Dena
"Okey, siap mbak" Ucap Felisa
Tok ... tok.. tok
"Assalamu Alaikum, Feli sayang" Ucap Tania yang baru datang
"Walaikumsalam" Ucap Felisa
"Wih wajah Tania berseri sekali, ada apa ni" Ucap Dena
"Palingan juga bilang ada varian masker terbaru mbak" Ucap Felisa
Ia paling tau kebiasaan sahabatnya ini
"Ih sembarangan aja kalau ngomong, aku punya berita heboh" Ucap Tania
"Masih jam 10 jangan ghibah" Ucap Diora tegas
"Eh ada Abang toh" Ucap Tania
Ia paling takut dengan Diora, namun Diora menganggap Tania seperti Felisa adiknya
"Jangan dengar kata bang Dio Tan, ayo cerita ada berita apa" Ucap Melati
"Ih mbak Mel paling pengertian deh jadi orang, Tania jadi sayang, Saranghae" Ucap Tania sambil memberikan lambang cinta menggunakan jarinya
"Ini punya Abang,no sayang - sayang" Ucap Diora
"Iya deh" Ucap Tania malas
"Ada apa ni Tan, kamu bikin penasaran deh" Ucap Dena
__ADS_1
"Sabar mbak" Ucap Tania
"Iya buruan deh, lama" Ucap Felisa
"Ih penasaran yah, ayo lihat apa yang beda di aku" Tanya Tania sambil berputar - putar
"Hmm baju baru mungkin" Ucap Diora
"Salah" Ucap Tania
"Orderan kue banyak hari ini" Ucap Felisa
"Oh itu juga salah" Ucap Tania
"Kamu pakai masker varian baru yang bikin glow" Ucap Dena
"Salah lagi" Ucap Tania
"Salah terus ni, jadi yang benar apa dong" Ucap Felisa
"Masa gak ada yang bisa tebak sih" Ucap Tania
"Yah udah kamu bilang apa dulu gitu" Ucap Dena
"Gak ada yang mau ngucapin selamat ni buat aku" Ucap Tania
"Selamat karna orderan banyak" Ucap Dena spontan
"Ya Allah bukan mbak" Ucap Dena frustasi
"Lalu apa sayang" Ucap Melati
"Bilang gak, kalau gak Abang sentil ni keningnya, dari tadi bikin penasaran deh" Ucap Diora yang mulai penasaran sama jawaban Tania karna tadi ia salah jawab
"Yah udah deh aku bilang, siap - siap yah semuanya" Ucap Tania
"Iya" Ucap Ke empat orang itu kompak
"Taraaaaa lihat ini apa" Ucap Tania menunjukan jari manisnya
"Cincin Tania, ya Allah" Ucap Melati
"Kirain apa" Ucap Felisa
"Haa" Ucap Tania tidak percaya dengan respon sahabatnya itu
"Selamat yah Tania" Ucap Diora dan Dena kompak
"Makasih Abang, mbak" Ucap Tania
"Loh ko mbak Dena dan Abang ngasih selamat ke Tania, buat apa" Tanya Feli bingung
"Ya salam ni anak" Ucap Diora menepuk jidatnya
"Tania di lamar sama Romi dek makanya di jarinya ada cincin" Ucap Dena menjalankan
"Yup benar sekali" Ucap Tania tersenyum
"Apa, argh yang benar beb" Tanya Felisa bahagia
"Iya Tan, benar apa kata Dena" Tanya Melati yang mulai konek
"Benar beb, semalam bang Romi lamar aku saat kita dinner" Ucap Tania
"Wah selamat yah beb" Ucap Felisa memeluk sahabatnya itu
"Selamat yah Tan, lancar selalu" Ucap Melati
"Makasih beb, makasih mbak" Ucap Tania
Mereka semua masih melanjutkan mengobrol, Tania menceritakan kejadian semalam yang terjadi padanya begitupun Felisa, mereka saling bertukar cerita, Rumah terasa hidup dengan karena obrolan mereka, sudah dua hari bocah wanita dan lelaki di asuh oleh ibunya Melati Devanka sehingga tersisa di keluarga mereka hanya para orang dewasa.
Bersambung_____
__ADS_1