
Sudah seminggu Tania masuk rumah sakit, seminggu pula Felisa bolak balik menjenguknya, ibu Riana pun setia menjaga anak satu - satunya
Tiada kabar berita dari Fendi maupun Romi, mereka seperti ditelan bumi, pesan WA nya tetap bercentang satu abu – abu tidak ada perubahan semenjak pertama kali Felisa mengirimkan pesannya
“Fel” Panggil Melati
“Iya mbak” Jawab Felisa
“Kamu kok udah pulang, gak mampir jenguk Tania” Tanya kakak iparnya itu
“Tidak sempat mbak hari ini, soalnya capek banget habis dari hotel ikut sosialisasi” Ucap Felisa
“Oh ya sudah kamu istirahat, udah makan belum” Ucap Melati
“Sudah mbak, tadi pihak panitia siapkan makan siang sama cemilan sore” Ucap Felisa
“Oh begitu” Ucap Melati
“Iya mbak” Ucap Felisa
"Feli ke kamar dulu yah mbak" Ucapnya
"Iya sayang" Ucap Melati
Felisa pun berlalu menuju kamarnya, tubuhnya sangat lelah ditambah tamu bulanan yang datang tiba – tiba membuatnya sangat tidak bersemangat
Ia pun menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya
Di dapur Melati sedang menyiapkan makan malam untuk keluarga kecilnya, Diora sedang sholat magrib, Melati tidak sempat ikut karena ia pun sedang berhalangan sama seperti Felisa
Sehabis mandi dan berganti pakaian, Felisa pun keluar kamar menuju dapur untuk membantu kakak iparnya itu
“Mbak” Ucap Felisa
“Iya dek” Jawab Melati
“Tadi mbak Dena telepon katanya besok paketnya akan di kirim” Ucap Felisa
“Iya tadi bang Dio udah bilang mbak juga, hp mbak lowbat seharian lupa di charger” Ucap Melati
“Gimana kondisi Tania mbak” Tanya Melati
“Tadi dia sudah lebih baik, Cuma berat badannya menurun drastis mungkin karena penyakitnya” Ucap Melati
“Kasihan Tania” Ucap Felisa
“Mbak kok heran, Tania akhir – akhir ini lebih banyak melamun yah Fel, tidak ceria seperti biasanya” Ucap Melati
“Ia sedang galau mbak” Ucap Felisa
“Galau kenapa” Ucap Melati
“Biasa mbak masalah Cinta” Ucap Felisa
“Oalah pantasan mbak baru ngeh, semenjak Tania dirawat kok mbak gak pernah melihat kekasihnya datang menjenguk, Romi yah nama pacarnya” Ucap Melati mengingat nama kekasih Tania
“Ia mbak” Ucap Felisa
“Fendi gimana” Tanya Melati
“Gimana apanya mbak” Tanya balik Felisa
“Maksud mbak Fendi kabarnya gimana dek” Ucap Melati
“Gak tau mbak” Ucap Felisa
Bagaimana mungkin ia bisa tau kabar prajurit dingin itu sedangkan sudah seminggu sang Danyon itu hilang kabar
“Kamu gak hubungi dia” Tanya Melati
“Udah” Jawab Feli seadanya
“Terus” Tanya Melati penasaran
“Gak ada kabar mbak, hilang” Ucap Felisa
“Hush, jangan ngomong begitu dek, pamali” Ucap Melati
“Aku menghubungi bang Fendi niatnya mau ngasih tau bang Romi mengenai kondisi Tania mbak, tapi bang Fendi nya gak aktif, jadi Feli gak tau bang Romi udah tau kondisi Tania atau belum, Feli pusing ih” Ucap Felisa menjelaskan yang sebenarnya pada iparnya itu
“Lalu bagaimana” Tanya Melati
“Mau bagaimana lagi mbak, kita tunggu aja sampai mereka ngabarin” Ucap Felisa
Di rumah sakit, Tania merasa kasihan terhadap ibunya, akibat dirinya, usaha mereka kini belum bisa beroperasi ulang, karena ibu Riana harus menemaninya di rumah sakit
“Maafin Tania yah mah” Ucap Tania lirih
“Gak papa sayang” Ucap ibu Riana
Dokter pun masuk ke dalam ruangan Tania, ia memeriksa kondisi Tania, rupanya sudah jauh lebih baik dari sebelumnya
“Kalau kondisinya sudah membaik, besok sudah bisa pulang yah bu” Ucap dokter Danu, dokter yang selama ini merawat Tania semenjak di rumah sakit
__ADS_1
“Terima kasih dok” Ucap ibu Riana mewakili anaknya
Dokter Danu tampan dan berkharisma, ia diam – diam menaruh hati kepada Felisa semenjak pertemuan pertama, saat ia hendak memeriksa kondisi Tania, saat itu Felisa sedang berada di ruangan Tania, disitulah awal perjumpaan mereka
“Temannya gak datang yah” Tanya sang dokter
“Gak dok, dia ada urusan” Ucap Tania
“Oh begitu yah, kalau begitu saya permisi dulu mau cek pasien yang lain” Ucap dokter Danu pamit
Dr..dr..dr 📞
“Halo, assalamualaikum Fel” Ucap Tania
“Walaikumsalam Tan, gimana kabar kamu” Tanya Felisa
“Alhamdulillah sudah membaik, besok sudah bisa pulang” Ucap Tania
“Oh syukurlah kalau begitu” Ucap Felisa
“Besok kamu kesini kan” Tanya Tania
“Iya” Ucap Felisa
“Janji yah, tadi kamu ditanyain loh” Ucap Tania
“Hah, ditanyain siapa, tante yah” Ucap Felisa
“Bukan” Ucap Tania
“Lalu siapa” Tanya Felisa
“Rahasia, besok kamu datang baru aku beri tau, hahaha” Ucap Tania sambil tertawa
Ibu Riana senang melihat anaknya yang kini mulai kembali ceria lagi
“kamu kebiasaan suka bikin penasaran” Ucap Felisa
“Biarin” Ucap Tania
“Okey deh, sampai jumpa besok yah, salam buat Tante” Ucap Felisa
“Iya, udah di jawab sama mama, katanya walaikumsalam” Ucap Tania
“Okey beb, bey” Ucap Felisa
“Bey” Ucap Tania
Panggilan telepon itu pun berakhir, karena hari sudah larut, Tania pun memutuskan untuk tidur, begitupun Felisa di seberang sana
Felisa menjalani aktivitasnya sebagai guru seperti biasa, tidak ada yang istimewa, mereka sedang sibuk karena menyiapkan laporan pendidikan atau rapor siswa
“Ibu Tika, wali kelas X MIPA 1 kan” Ucap Felisa
“Iya ibu Feli” Jawab Tika
“Nilai Jasmin belum lengkap bu, saya sudah menghubungi dia untuk mengulang namun ia belum juga menemui saya” Ucap Felisa
“Oh mohon maaf bu Feli saya lupa bilang kalau Jasmin sedang sakit, makanya belum sempat hadir untuk remedial” Ucap Tika
“Oh iya bu, baiklah” Ucap Felisa
Setelah pulang sekolah, Felisa bergegas menuju rumah sakit untuk membantu kepulangan Tania
“Asaalamualaikum semua” Ucap Felisa
“Walaikumsalam” Ucap sang dokter yang baru saja selesai memeriksa Tania
“Walaikumsalam” Jawab bu riana dan juga Tania
“Akhirnya datang juga, hum” Ucap Tania
“Kalau gak datang nanti kamu ngambek lagi, hehehe” Ucap Felisa
Setelah memeriksa Tania dokter Danu pun beralih ke Felisa
“Halo” Ucap sang dokter
“Halo dok” Ucap Felisa seadanya
“Teman kamu sudah bisa pulang hari ini, ibu Riana tolong ikut suster dan mengurus administrasinya” Ucap sang dokter
“Terima kasih dok” Ucap Felisa
“Baik dok” Ucap ibu Riana kemudian mengikuti perawat tersebut
Felisa pun membantu membereskan barang – barang Tania, sang dokter pun belum beranjak ia masih memperhatikan Felisa, Tania yang melihat gerak – gerik dokter Danu pun diam – diam tersenyum
“Hum, kalau begitu saya permisi dulu” Ucap sang dokter
“Iya dok, sekali lagi terima kasih banyak” Ucap Tania dan juga Felisa
“Iya sama – sama” Ucap dokter Danu
__ADS_1
“Fel gimana” Tanya Tania setelah kepergian sang dokter
“Apanya” Tanya Felisa
“Yah kumat lagi lolanya” Ucap Tania
“Doktef Danu bagaimana, ganteng gak” Tanya Tania
“Hum, iya” Jawab Felisa datar
“Kayaknya dia naksir kamu deh Fel” Ucap Tania
“Hahahaha” Tawa Felisa
“Mana mungkin” Jawabnya kemudian
“Feli beneran tau, kamu gak lihat, Dokter Danu menatap kamu aja begitu” Ucap Tania
“Sudah jangan membahas hal itu, mending kita siap – siap buat balik, kamu gak bosan disini terus” Tanya Felisa
“Bosan dong” Jawab Tania
Ibu Riana pun sudah kembali ke kamar rawat anaknya
“Semua sudah siap” Tanya ibu Riana
“Sudah ma, sudah tante” Ucap kedua gadis tersebut
Mereka bertiga pun keluar rumah sakit, ibu Riana sudah mengambil obat Tania juga tadi, sehingga mereka sudah bisa langsung pulang
“Feli, Tania” Panggil seseorang dari mobil sedan putih
“Dokter Danu” Ucap keduanya
“Mari saya antar kebetulan saya mau ke rumah saudara saya disana” Ucap dokter tampan tersebut
“Apa tidak merepotkan dokter” Tanya bu Riana
“Tidak sama sekali bu” Ucap sang dokter
“Baiklah kalau begitu” Ucap Ibu Riana kemudian ketiganya masuk ke dalam mobil dokter Danu
Mereka pun diantar hingga sampai di rumah Tania
“Rumah kamu dimana Fel biar sekalian saya antar” Ucap Dokter Danu
“Saya turun disini aja dok, rumah saya dekat sini kok” Ucap Felisa menolak secara halus
“Oh baiklah kalau begitu” Ucap Danu
Ketiganya pun turun dari mobil karena telah sampai di rumah Tania
“Terima kasih dok untuk tumpangannya” Ucap Ibu Riana
“Sama – sama bu” Ucap sang dokter
“Kalau begitu saya permisi semuanya” Ucapnya kemudian berlalu
Felisa pun membantu Tania hingga ke dalam, setelah itu Tania pun berbaring di kamarnya, ibu Riana menuju ke dapur
“Apa sudah ada kabar Tan” Tanya Felisa
“Belum Fel” Ucap Tania
“Bang Romi hilang kabar beb” lanjutnya kemudian
“Yang sabar yah” Ucap Felisa menenangkan sahabatnya itu
“Iya” Ucap Tania sambil memandangi ponselnya yang gelap, tiada tanda – tanda Romi menghubunginya
“Aku permisi dulu ya Tan” Ucap Felisa
“Makasih yah beb” Ucap Tania
“Iya sama – sama” Ucapnya kemudian keluar untuk mencari ibu Riana
Felisa pun berpamitan kepada ibu sahabatnya untuk pulang ke rumahnya.
Bersambung_____
Wah kemana prajurit dingin alias Fendi itu yah 🤔 Romi juga ?
Duh pak dokter juga tampan, Author pilih mana yah 🥴 Pusing deh 🤧
🙄Yang harusnya bingung aku Thor (Felisa)
Oh iya yah 🤣 maaf - maaf 😁✌️
Terus pantengin karya Author yah Readers sayang 🥰 Saranghae 🤗
__ADS_1