Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Farel Rahman Gunawan


__ADS_3

Malam harinya, Fendi ingin sekali menemui Felisa, namun ia ingat dengan pesan Romi sahabatnya, seandainya saja masa lalu itu tidak pernah terjadi, ia mengingat kembali apa yang menimpanya dahulu, beruntungnya semenjak memasuki dunia militer perlahan - lahan mental Fendi di bentuk, ia bukan lagi pria yang lemah, jika saja ia tak pernah berkecimpung dalam dunia kemiliteran, maka ia pasti akan menjadi pria yang masih hidup dalam kubangan penyesalan dan kesedihan, walaupun itu bukanlah kesalahannya seutuhnya namun ia ada dalam peristiwa tersebut dan Otomatis ia terlibat di dalamnya


*Flashback on*


"Bang, Fendi ikut Abang yah kesana" Ucap Fendi remaja


Ia baru saja pulang sekolah, dengan seragam SMA nya ia merengek meminta ikut dengan abangnya yang anak kuliahan


"Gak bisa dek, Abang mau ketemu sama pacar Abang" Ucap Farel kakaknya


Rahman Gunawan mempunya dua putra yang berbeda usia, Farel Rahman Gunawan adalah anak tertuanya dan Fendi anak keduanya


Farel dan Fendi sangat akrab, jika Farel adalah anak yang cuek dan pendiam maka Fendi adalah kebalikannya


Namun Farel sangat menyayangi Fendi begitupun sebaliknya


Orang tua mereka selalu bepergian ke luar kota karena urusan bisnis sehingga Fendi sering di tinggal dengan kakaknya di rumah, namun adakalanya Fendi harus sendirian di rumah jika kakaknya Farel ada urusan di luar dan pulang larut malam


"Yah udah Fendi ikut, nanti Fendi gak ganggu bang" Ucap Fendi ngotot ingin ikut


"Yah sudah kalau begitu" Ucap Farel


Fendi sendiri sudah mengenal Gisel pacar kakaknya itu, ia gadis yang cantik namun ia telah selingkuh dari Farel namun karena terlalu cinta sehingga Farel di butakan oleh omongan manis Gisel


Fendi tau segalanya sebab ia pernah mendapati Gisel dengan lelaki lain di sebuah kafe saat Fendi dan teman - temannya sedang nongkrong, bahkan hal itu juga di ketahui oleh Romi sahabatnya


Namun sesuai janjinya pada Fendi, Romi pun tidak ingin ikut campur mengenai permasalahkan kakak sahabatnya itu


Di luar rumah sedang hujan deras, Fendi takut di rumah sendirian meski banyak asisten rumah tangga yang menemani tetep saja ia tidak mau


"Abang cuma pergi bentar dek habis itu balik lagi" Ucap Farel kekeh


"Janji bang pulang cepat" Ucap Fendi


"Iya dek, Gisel minta ketemu sama Abang, ada yang mau di omongin" Ucap Farel


"Yah sudah deh bang" Ucap Fendi

__ADS_1


Ia malas mendengar kata Gisel di sebut oleh kakaknya, awalnya ia memuja gadis itu namun setelah tau belangnya ia jadi ilfeel


"Mang Tio, bang Danang, titip Fendi yah" Ucap Farel


"Siap den" Ucap kedua pria tersebut


"Mau saya antar den" Ucap mang Tio


"Tidak usah mang, saya bawa sendiri aja" Ucap Farel


"Oh iya den" Ucap Tio


Farel pun meninggalkan rumahnya, ia menyetir mobilnya menuju kafe tempat pertemuannya dengan Gisel


Fendi yang gelisah di dalam rumah, tidak tenang semenjak kepergian kakaknya itu, apalagi Farel lupa membawa ponselnya


"Den Fendi mau kemana, di luar masih hujan den" Ucap Danang


Fendi mengendarai motornya dengan menggunakan helm dan jas hujan, ia ingin menyusul kakaknya karena perasaannya tidak enak


Sesampainya di kafe Fendi melihat kakaknya Farel keluar dengan wajah yang emosi, Gisel meminta maaf kepadanya, ia masuk ke dalam mobil Farel


"Brengsek itu laki - laki yang berduaan dengan Gisel, tapi Abang mau kemana, aku harus mengikutinya" Ucap Fendi


Ia menyalakan motornya dan mengikuti mobil Farel, di tengah perjalanan sebuah truk melintas dengan kecepatan penuh, Fendi dan pengendara lainnya mencoba memberikan klakson agar Farel mendengar, Fendi berusaha menghentikan mobil Farel yang memberi aba - aba maju, ia berteriak nama Farel berulang kali, sepertinya di dalam mobilnya sendiri Farel sedang bertengkar dengan Gisel, karena kalut, ia tak memperdulikan klakson dan panggilan adiknya, Farel pun mengendarai mobilnya sebab lampu lalu lintas telah berwarna hijau seketika mobilnya langsung terlindas truk, mobilnya terpelanting jauh


Fendi dan pengendara lainnya turun melihat kondisi korban di tempat kejadian


"Abang" Ucap Fendi berteriak


Ia berlari ke mobil abangnya, ia melihat Farel berlumuran darah


Gisel sedang meminta tolong, seolah tuli ia terus meneriaki nama Farel berusaha membangunkannya


Beberapa pengendara membatu Gisel ke rumah sakit, begitupun juga dengan Farel


Mereka di larikan ke UGD, Gisel yang tengah hamil muda mengalami pendarahan hebat, ia kekurangan banyak stok darah, para pengendara lain yang membantu mereka sudah pulang, tersisa Fendi di rumah sakit sedang menanti dokter yang sedang memeriksa kakaknya

__ADS_1


Tak lama dokter pun keluar memberitahu kepergiaan kakaknya Farel, Farel tak bisa di selamatkan, Fendi yang mendengar berita kematian kakaknya terduduk lemas, sekelibat bayangan tabrakan itu melintas di kepalanya, ia tak sadarkan diri, ia pingsan di tempat


Dokter dan beberapa suster membantunya sadar, seorang perawat memintanya mendonorkan darah pada Gisel, perawat itu juga memberitahukan bahwa janin yang di kandung Gisel sudah tidak ada, Fendi tau bahwa itu bukanlah anak kakaknya


Itu adalah anak lelaki brengsek yang di lihatnya dua kali bersama Gisel, ia sangat marah pada gadis itu, baginya perempuan sama saja, Farel adalah lelaki baik, ia sangat mencintai dan berniat menikahi Gisel, bahkan Farel ingin membicarakan hal itu setelah orang tuanya kembali dari luar kota, namun naas harapan itu semua musnah, Farel telah pulang duluan ke haribaanNYA


"Maaf pak, apa golongan darah anda, pasien sangat membutuhkan donor sekarang" Ucap sang perawat


Fendi hanya terdiam, ia masih syok


"Sus, pasien ini sepertinya masih syok, apa tidak ada lagi persediaan kita, coba hubungi unit lainnya siapa tau mereka punya stok" Ucap sang dokter


"Baik dok, akan saya usahakan" Ucap perawat tersebut kemudian berlalu


Satu jam kemudian, keluarga Gisel datang, salah satunya adalah sepupunya, yang merupakan rekan Diora sekarang


Saat kedatangan mereka, tepat saat itu juga, Gisel dinyatakan meninggal, mereka berteriak, menangis kepergian gadis itu, kehilangan banyak darah membuatnya tak bisa selamat


Di sebuah ruangan Fendi mendengar isakan keluarga Gisel, ia juga merasa sedih atas kepergian gadis itu


Saat ia keluar untuk mengurus jenazah kakaknya, tiba - tiba ia langsung di pukuli sepupu Gisel


"Brengsek, kenal kau tidak menolong adikku" Ucap Kakak sepuluh Gisel


Fendi yang sedang lemas pun tak bisa melawan, ia hanya menerima pukulan demi pukulan dari pihak keluarga Gisel, tanpa tau salahnya dimana


Keluarga besar Gisel membenci Fendi, mereka mengganggap Fendi lah penyebab kematian anak mereka


Mereka pulang dengan dendam di dalam dada, meninggalkan Fendi seorang diri, dokter yang mengurus kakaknya datang, ia bertanya apa yang sedang terjadi, seorang suster menjelaskan dan dokter itu nampak marah, karena bukan Fendi penyebabnya, Fendi memang tidak bisa mendonorkan darahnya buat Gisel, sebab golongan darah mereka tak sama, Farel yang mempunyai golongan darah dengan Gisel karena ikut ibunya, sedangkan Fendi mengikuti golongan darah ayahnya Rahman, sehingga ia tak bisa mendonorkan untuk Gisel, dokter tersebut menyesalkan kesalahpahaman yang terjadi, ia terlambat karena sedang mengurus pasien yang lain


Fendi pun menjadi pendiam, saat Rahman dan Betaria di telpon pihak rumah sakit, mereka langsung datang untuk menjemput jenazah anak mereka, Betaria yang melihat Fendi menjadi pendiam pun tak bisa berbuat apapun, Rahman bahkan sangat terpukul kehilangan Farel, dan kini ia melihat anak keduanya seperti orang yang kehilangan harapan, sebab Fendi sendiri sangat dekat dengan Farel, Fendi juga menjauh perempuan, ia menjadi pribadi yang dingin bahkan Romi mengerti keadaanya tersebut


Ia menyalahkan dirinya atas semua yang terjadi, kematian kakaknya membuat ia menjadi berubah, pelariannya hanya iseng mengikuti militer bersama Romi, beruntung sekali ikut ia langsung lolos, berbeda dengan Romi yang harus mencobanya berulang kali baru bisa lolos.


*Flashback Off*


"Besok aku akan bertemu dengan bang Dio" Ucapnya

__ADS_1


Kemudian Fendi pun tertidur, karena ia sangat lelah setelah seharian beraktivitas.


Bersambung________


__ADS_2