
Tak terasa dua hari sudah Felisa mengikuti kegiatan, hari ini terakhir penutupan, Felisa dan dua rekannya kini tengah mengikuti sesi materi terakhir. Ia menyimak dengan seksama, mbak Tika nampak sedang mencatat hal - hal penting dalam pemaparan materi yang di dengar
Laras tidak hadir karena perutnya sedang sakit, nampaknya tamu bulanannya tidak mau diajak kompromi, membuat mood Laras tidak enak dari pagi, alhasil ia mengirimkan pesan kepada Feli dan memberitahukan ketidakhadirannya
Materi pun selesai di bawakan, sang moderator mempersilahkan forum untuk mempertanyakan hal - hal yang belum di fahami, Felisa pun mengajukan sebuah pertanyaan seputar materi yang di paparkan, dan sang pemateri pun menjelaskan kepada Felisa dan forum yang sedang menyimak dan mendengarkan, dan berikutnya di susul pertanyaan - pertanyaan oleh perwakilan dari sekolah - sekolah lainnya
Setelah sesi tanya jawab selesai, moderator pun mengambil alih, ia mempersilahkan sang pemateri terakhir tadi untuk duduk, forum pun bertepuk tangan semuanya, puas dengan materi yang mereka terima, sesuai jadwal sesi berikutnya adalah pentas seni, sebelum acara penutupan
Bapak dan ibu guru dari berbagai sekolahpun menunjukan bakat mereka, ada yang bernyanyi, ada yang menari, ada pula yang membaca puisi, atau sekedar memainkan alat musik yang telah di sediakan oleh panitia, semua orang yang hadir hari itu merasa bahagia, sebab acara yang disajikan tidak membosankan
Ada sesi untuk serius dan ada sesi untuk santai, seusai acara pentas seni, moderator mempersilahkan ketua panitia untuk maju, mempertanggungjawabkan hasil kerjanya, dan sekaligus menutup acara kegiatan yang telah di adakan selama dua hari ini
Tepuk tangan bergemuruh hingga di sudut ruangan, kemudian di lanjutkan dengan sesi foto bersama dengan panitia dan pemateri yang hadir pada saat itu, Felisa dan rekannya Tika tak mau ketinggalan, mereka ikut dalam rombongan
"Mbak Tika nanti Feli minta fotonya yah" Ucap Felisa
"Iya Fel, nanti mbak kirim via WA yah" Jawab Tika
Seusai kegiatan, sebelum pulang mereka diberi pesangon atau dikenal dengan uang duduk dari panitia dan mereka juga mendapat bingkisan tanda mata ikut serta dalam kegiatan, yang isi di dalamnya ada topi dan juga kaos yang bertuliskan berbakti untuk negeri
Tak lupa mereka pun mengambil satu tambahan untuk di berikan kepada Laras, uang pesangon Laras dan bingkisannya dipegang oleh Tika
"Fel, mau langsung pulang atau mau jalan - jalan dulu" Tanya Tika
"Memangnya mbak mau kemana" Tanya Feli
"Mbak mau mampir di Mall, mau beli celana, biar jadi tanda mata dari kegiatan daripada uangnya habis percuma" Ujar Tika
"Hm, Iya juga yah mbak, Feli ikut deh, tapi Feli masih bingung mau beli apa, nanti di sana baru lihat aja" Ucap Felisa
"Okey, yuk sama - sama" Ucap Tika
Mereka berdua pun menyetop angkot untuk ke Mall yang berada di pinggiran kota, jaraknya tak jauh dari tempat hotel kegiatan berada
Sesampainya disana mereka membeli sesuai apa yang di rencanakan oleh Tika, Mall yang mereka datangi berbeda dengan Mall yang didatangi oleh Tania dan Felisa sebelumnya.
Mall itu bernama Sentra Mall, sedangkan yang sekarang mereka kunjungi adalah City mall.
Setelah berkeliling pilihan Felisa jatuh pada sebuah tas mini yang manis
"Bagus gak mbak" Ucap Felisa meminta pendapat seniornya
"Iya bagus Fel" Jawab Tika
"Feli beli ini aja mbak, kebetulan juga lagi diskon" Ucapnya
__ADS_1
"Iya mumpung lagi diskon, harga tanpa diskon aja selangit, beli aja selagi murah, hehehehe" Ucap Tika menasehati
"Hahahaha, iya mbak" Ujar Feli
Setelah selesai berbelanja mereka pun berpisah karna arah pulang mereka berbeda, otomatis angkot yang mereka naik juga berbeda
Felisa kini sedang berada di dalam angkot, sudah setengah perjalanan, ia pun memainkan ponselnya, ia melihat video - video yang sedang viral di aplikasi Tik*** , ia pun tersenyum bahkan tertawa jika ada yang lucu
Ting...
Sebuah notifikasi DM Instagram dari seseorang muncul di atas layar ponselnya
"Apa kabar dek" Isi pesan tersebut
Nama IG bertuliskan Sabira Rezky dengan gambar bayi lucu di dalam gendongan seorang pria, pria yang dikenal oleh Felisa
Feli pun membuka pesan tersebut Ia nampak heran akibat nama dan foto profil yang berubah, sebab sebelumnya foto tersebut menampilkan seseorang sedang berdiri dengan memakai seragam polisi lengkap, namun Ia pun tak mau ambil pusing dan tetap membalasnya
"Alhamdulillah baik kak" Balasan yang diketik olehnya
"Lagi apa" Tanya pria tersebut
"Duduk kak" Balas Feli seadanya.
"Iya kak" Ucap Feli
Pesan itu pun berakhir biasa, tidak ada lagi balasannya, tidak ada percakapan panjang lebar seperti sebelum - sebelumnya, tidak ada rasa hati berbunga - bunga layaknya memori di masa lampau saat masih berdua, yang tersisa hanyalah rasa yang telah pudar dan tak membekas.
Felisa sudah bisa menerima keadaan, sekuat apapun ia mencoba, lelaki itu tak akan kembali kepadanya, apalagi foto profilnya telah menunjukan bahwa telah hadir malaikat kecil dalam kehidupan lelaki yang dulu di cintainya itu
Ia pun mengecek sisa pulsa dan kuotanya, sebuah pesan pemberitahuan dari operator pulsa pun muncul, ia pun membuka menu pesan untuk mengecek, namun nampaknya pesan yang belum dilihat ada dua, ternyata yang satunya tidak bernama, hanya nomor baru doang
Felisa pun membaca satu persatu, hingga ke pesan kedua ia nampak kaget, dari keterangan di pesan sepertinya telah dikirim dua hari yang lalu, dan isinya dari sang prajurit dingin
"Pak kulkas kirim pesan" Tanya felisa dalam hatinya
Pesan tersebut mengajaknya ketemuan, ia pun mengingat dan mencoba mencocokan nomor yang ada dipesan dengan nomor baru yang berada di draft panggilan tak terjawab, ternyata cocok, dua - duanya sama berarti yang menelpon dan mengirimnya pesan adalah si beruang kutub
Komandan prajurit yang punya julukan banyak oleh Felisa, dari komandan dingin, beruang kutub maupun kulkas dua pintu
Bukan bermaksud kurang ajar, hanya saja bagi siapapun yang baru mengenal Fendi akan memikirkan hal yang sama, dari sikap yang ditunjukkan saja sudah menunjukan betapa cuek dan dinginnya lelaki tersebut
Felisa pun menyimpan nomor tersebut dan menamakannya Beruang Kutub, kemudian ia pun membalas pesan tersebut
*To Beruang Kutub
__ADS_1
"Assalamualaikum bang, maaf, Feli baru baca pesannya, soal ajakannya Feli baru tau, maaf lama balasnya" 🙏
Ting ... pesan terkirim
Di tempat lainnya, seorang komandan prajurit sedang melatih otot - ototnya di tengah lapangan bersama prajurit lainnya yang menjadi anak buahnya, berbagai latihan mereka lakukan, Fendi kini tidak sedang memegang ponselnya, ponselnya ia letakkan di saku pakaian PDH nya, saat ini ia sedang memakai kaos putih dengan celana training tentara
Seusai latihan, ia pun bergegas untuk mandi dan mengganti pakaiannya dengan pakaian dinas lengkapnya, hari yang melelahkan untuknya, sudah hampir maghrib rupanya
Adzan berkumandang, sebagian prajurit menjalankan ibadah inti sesuai yang di anut nya, Fendi pun melakukan hal yang sama, ia segera pergi ke musholah dalam kesatuannya untuk berwudhu dan menjalankan perintah sang Penguasa jagat raya
Felisa kini tengah sampai di rumahnya, ia pun segera mandi karna badannya sudah lengket oleh keringat, setelahnya ia pun membuka layar ponselnya, nampaknya belum ada balasan atau pesan yang diterima
Ia pun bersiap untuk makan malam bersama kakak dan iparnya, hari ini Diora sedang berada di rumah, ia sudah jarang lembur, sengaja meminta izin terhadap atasannya agar pulang sesuai waktu kantor, mengingat usia kandungan istrinya sudah memasuki bulan ke delapan, Diora merasa perlu siaga dan waspada menjaga istri dan calon anak mereka
Mereka bertiga pun makan dengan hikmat, sambil sesekali mengobrol tentang kegiatan masing - masing hari ini, Felisa lebih banyak bercerita sebab hanya dia yang aktivitasnya seharian di luar
Dalam sebuah musholah, seorang lelaki tengah khusuk membaca ayat - ayat suci Al-Qur’an di depannya, ia lantunkan dengan suara yang teramat merdu, beberapa prajurit yang belum beranjak dari musholah pun mendengarkan dengan seksama
"Masha Allah suara komandan sangat merdu" Bisik - bisik prajurit lainnya yang merasa kagum dengan apa yang mereka lihat dan dengar
Seusai mengaji dan menutup mushaf nya , Romi mendekat kepadanya, dan bertanya
"Gimana Dan, sudah ada balasan" Tanya nya
"Belum" Jawab Fendi dengan gelengan kepala
"Sabar yah DAN, Insya Allah kalo jodoh tak kemana" Ucapnya menenangkan
"Hm" Ucap Fendi datar
Hatinya mengaminkan perkataan sahabat sekaligus anak buahnya tersebut
"Oh yah DAN, saya permisi duluan" Ucap Romi pamit
Setelah itu, Fendi pun bergegas ke ruangannya, sebenarnya sudah waktunya ia untuk pulang hanya saja ia lupa, bahwa ada beberapa berkas yang belum ia siapkan untuk kegiatan lusa, nampaknya akan ada kegiatan penting dalam kesatuannya tersebut
Hayoo readers tebak, kira - kira kegiatan apa yah yang akan diadakan 🤔
Dan kira - kira bagaimana reaksi Fendi saat menerima balasan pesan dari Felisa ?
Yuk cari tau di episode berikutnya .....---->
Biar kalian tidak penasaran 🤭
Semangat 💪 dan selalu dukung karya Author yah 🤗 Terima kasih juga buat yang sudah dukung 🥰🙏
__ADS_1