
Romi kini telah bersiap dan akan menuju tetangga rumahnya yang tak lain adalah rumah sahabatnya sendiri yakni Fendi
"Mau kemana Rom" Tanya sang mama
"Mau ke sebelah ma" Jawab Romi
"Oh iya sayang" Ucap sang mama
Romi pun menuju pintu rumahnya dan berjalan kaki ke sebelah
"Malam mang" Sapa Romi pada sopir kelurga Fendi
"Malam den" Ucap sopir tersebut
Ia pun langsung bergegas masuk ke dalam rumah
"Assalamu Alaikum" Ucapnya
"Walaikumsalam, Omi" Ucap Betaria
"Malam tante, om" Ucap Romi salim kepada keduanya
"Fendi ada di dalam kamarnya" Ucap Betaria
"Oh iya Tante" Ucap Romi
Ia pun menuju kamar Romi di lantai dua
"Broh" Panggil Romi sambil mengetuk pintu
"Masuk broh" Ucap Fendi
Romi pun masuk ke dalam kamarnya, nampak Fendi yang sedang fokus ke laptopnya
"Lagi ngapain" Tanya Romi
"Nyelesain beberapa kerjaan" Ucap Fendi
"Oh" Ucap Romi
Ia pun langsung duduk di ranjang Fendi
"Ngobrolnya di bawah aja yuk" Ucap Fendi
"Okey" Ucap Romi
Keduanya pun turun ke bawah dan menuju ruang keluarga
"Sayang makan malam yuk" Ucap Betaria
"Duluan aja ma, nanti Fendi sama Romi makannya belakangan aja" Ucap Fendi
"Okey sayang" Ucap Betaria
Kemudian kembali menemui suaminya di ruang makan, meninggalkan anak lelakinya dan sahabatnya berdua di ruang keluarga
"Broh, memangnya mau ngobrol apa" Tanya Romi penasaran
"Oh itu, jadi gini, tadi aku panggil Nyoman dan aku tanya dia, ternyata dia mau cerai sama istrinya" Ucap Fendi
"Apa" Ucap Romi kaget sontak langsung berdiri
"Duduk aja kenapa pake berdiri segala" Ucap Fendi
"Hehehe, reflek broh" Ucap Romi cengengesan langsung duduk kembali
"Lantas gimana ceritanya, bukannya mereka baru nikah dua tahun, dan tahun ini rencananya Nyoman mau daftarin pernikahan mereka" Ucap Romi
"Tadi sudah ku tanyakan juga, namun katanya dia akan mengobrol ke keluarga istrinya untuk meminta cerai" Ucap Fendi
"Rumit juga yah ternyata pernikahan" Ucap Romi
"Hum lalu kalo rumit mau mundur" Tanya Fendi
__ADS_1
"Gak lah, maju dong" Ucap Romi
"Bagus" Ucap Fendi
"Tapi memangnya kenapa si Nyoman sampai mau ceraikan si Mira" Tanya Romi
"Dia sudah tau tabiat asli bininya makanya udah gak betah, janji berubah namun tetap sama gak ada perubahan jadi Nyoman sudah di titik jenuhnya" Ucap Fendi
"Memilih untuk berpisah" Ucap Romi
"Iya, kata dia begitu" Ucap Fendi
"Hum, kasihan juga si Nyoman, udah tau si Mira begitu masih nekad aja di nikahin" Ucap Romi
"Cinta broh" Ucap Fendi
"Bukan itu namanya bego" Ucap Romi tegas
"Kan waktu itu dia belum tau" Ucap Fendi
"Gak tau gimana, dia udah tau, bahkan pernah di kasih tau sama salah satu senior kita malah gak mau dengar" Ucap Romi
"Senior siapa yang ngasih tau" Tanya Fendi
"Bang Dero" Ucap Romi
"Ko si Dero kenal Mira" Tanya Fendi
"Pernah jadi B O, di pake temannya bang Dero" Ucap Romi
"Hah, masa sih" Ucap Fendi
"Iya aku aja kaget, kirain aku si Sari secara Sari kan ngerokok dan kelihatan nakal, si Mira kan alim banget, taunya malah berbeda" Ucap Romi
"Kata bang Dero temannya udah biasa pake, waktu bilang ke Nyoman gak di percaya, makanya bang Dero sempat nasehatin si nyoman" Ucap Romi melanjutkan
"Nasehatin apaan" Tanya Fendi penasaran
"Jangan sampai menyesal katanya" Ucap Romi
"Iya, pas kita bahas di kantor, semua pada langsung ingat omongan bang Dero" Ucap Romi
"Hum, kasihan juga si nyoman" Ucap Fendi
"Iya, tapi biar dia sadar lah, tuh anak di bilangin susah" Ucap Romi
"Terus kamu udah ngasih tau Feli mengenai masalah ini" Tanya Romi
"Udah, tadi habis ngobrol sebelum kau kesini" Ucap Fendi
"Terus dia bilang apa" Tanya Romi
"Yah dia bilang aja, doain aja yang terbaik, urusan mereka kita gak boleh ikut campur" Ucap Fendi
"Benar juga kata Feli" Ucap Romi
"Tania udah tau juga belum" Tanya Fendi
"Kalo Feli udah tau pasti Tania juga udah tau" Ucap Romi
"Kayaknya belum deh" Ucap Fendi
"Udah pasti tau, secara mereka lengket kayak perangko pasti suka bagi informasi" Ucap Romi
"Tapi aku yakin kalau infonya dari Tania, Feli pasti tau, kalau dari Feli duluan kayanya gak mungkin deh" Ucap Fendi
"Yah ampun broh, gak percaya mau taruhan gak" Tanya Romi
"Taruhan apa" Ucap Fendi
"Buset beneran mau taruhan" Tanya Romi
"Kan yang duluan bilang kamu" Ucap Fendi
__ADS_1
"Okey, fix kita taruhan yang menang traktir makan siang enak besok" Ucap Romi
"Okey" Ucap Fendi
"Deal" Ucap Romi mengulurkan tangannya
"Deal" Ucap Fendi berjabat tangan dengan Romi
Romi pun segera menghubungi kekasihnya itu
"Halo beb" Ucap Romi saat panggilannya tersambung
"Halo yank" Jawab Tania
"Sayang kamu sibuk gak" Tanya Romi
"Gak kok yank lagi duduk aja di rumah" Ucap Tania
"Aku boleh nanya sesuatu gak beb" Tanya Romi
"Tanya apa sayang" Ucap Tania
"Feli cerita sesuatu gak ke kamu" Ucap Romi
"Cerita soal apa yank" Tanya Tania
"Tentang Mira" Ucap Romi
"Mira, kenapa dengan Mira sayang, Feli gak cerita apapun tentang Mira, tadi kita cuma ngobrol sama Tante Devanka aja kok" Ucap Tania
Di seberang telepon, Fendi pun tersenyum mendengar jawaban Tania, karena Romi menelepon dengan mode speaker
"Oh gitu, jadi kamu belum tau yah yank" Tanya Romi
"Tau apa yank, kamu jangan bikin penasaran deh" Jawab Tania
"Oh yah udah nanti aku ceritain yah sayang, bentar aku lagi di rumah Fendi nanti aku telepon lagi yah sayang" Ucap Romi
"Okey sayang, salam yah buat semuanya" Ucap Tania
"Iya sayang, Bey" Ucap Romi langsung mematikan panggilannya
"Hahaha hahahah hahahah" Tawa Fendi sekeras mungkin hingga terpingkal - pingkal
"Fendi kamu kenapa nak" Tanya Betaria
"Iya sayang ada apa ini, kamu ketawa sampai segitunya" Tanya Rahman
Mereka baru selesai makan malam
"Pa, ma, gak papa ko, cuma ngetawain Romi" Ucap Fendi
"Kirain ada apa, yah sudah lanjut ngobrol papa sama mama mau tidur duluan yah" Ucap Rahman
"Iya pa" Ucap Fendi
"Iya om" Ucap Romi
Ekspresinya menunjukan kekalahannya, ia hanya pasrah menerima kekalahan
"Benar kan broh yang aku bilang" Tanya Fendi
"Iya broh, iya" Ucap Romi
"Jadi besok makan enak dong" Ucap Fendi
"Hum" Ucap Romi
"Iya atau hum ni" Tanya Fendi
"Iya jadi, besok makan enak, puas" Ucap Romi
"Hahahaha puas banget" Ucap Fendi
__ADS_1
Fendi sangat bahagia melihat wajah Romi saat kalah taruhan dengannya, ia sangat puas mengerjai sahabatnya itu, Romi pun kini ikut tertawa melihat dirinya dan malam itu rumah Fendi menjadi ramai karna tawa keduanya.
Bersambung_____