Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Kejujuran Fendi


__ADS_3

Sore harinya pesanan untuk kawinan sudah selesai, dan yang punya pun sudah mengirimkan saudaranya untuk mengambil pesanan tersebut


"Leganya" Ucap Tania


"Iya" Ucap Felisa


"Terima kasih yah Feli sudah bantuin kita" Ucap ibu Riana


"Sama - sama tante" Ucap Felisa


Mereka bertiga pun beristirahat sambil menikmati kue pesanan yang lebih dan teh hangat


"Wah sedapnya" Ucap Felisa


"Iya" Ucap Tania


Dr... dr...dr 📞


Panggilan telepon di ponsel Felisa


"Halo, assalamu Alaikum" Ucap Fendi


"Walaikumsalam bang" Ucap Felisa


"Maaf dek kalau abang mengganggu, Abang boleh tanya sesuatu" Ucap Fendi


"Tanya apa bang" Ucap Felisa


"Ade sebentar malam ada waktu" Ucap Fendi


"Sebentar malam" Ucap Felisa


"Iya dek, nanti malam Ade sibuk gak" Tanya Fendi


"Gak bang, Feli gak sibuk" Ucap Felisa


"Kalo Abang ajak ketemu boleh gak" Ucap Fendi


"Ketemu" Ucap Felisa


"Iya dek, Abang pengen bicara sesuatu sama ade" Ucap Fendi


"Oh iya boleh bang, jam berapa yah" Ucap Felisa


"Habis isya Abang jemput yah" Ucap Fendi


"Boleh bang" Ucap Felisa


"Baiklah dek, sampai jumpa" Ucap Fendi


"Iya bang" Ucap Felisa


Panggilan pun selesai


"Siapa" Tanya Tania penasaran


"Bang Fendi" Ucap Felisa


"Cie - cie makin lancar ni" Ucap Tania


"Sudah Tania jangan ganggu Feli" Ucap ibu Riana


"Iya ni Tante, Tania ganggu deh" Ucap Felisa


"Bukan gitu ma, Tania cuma pengen ledekin Feli aja ko, hehehe" Ucap Tania


"Sudah - sudah, makan lagi kue nya" Ucap Riana


"Iya Tante" Ucap Felisa


"Pak Fendi bilang apa" Tanya Tania berbisik


"Nanti aja aku cerita setelah ini, gak enak ada tante" Ucap Felisa


"Iya" Ucap Tania


Setelah menikmati kue dan minum teh sore, Tania dan Felisa pun membawa piring dan gelas kotor ke belakang, dan mencucinya, kemudian mereka kembali lagi ke ruang keluarga Tania, kini Riana tidak ikut bergabung, ia akan mandi karena badannya terasa gerah setelah menyelesaikan pesanan kuenya


"Terus gimana" Tanya Tania


"Apanya yang gimana" Tanya Felisa


"Pak Fendi bilang apa" Jawab Tania


"Oh bang Fendi ajak aku ketemuan nanti malam" Ucap Felisa jujur


"Loh, bukannya semalam baru ketemu sama orang tua" Ucap Tania


"Iya" Ucap Felisa


"Kok ketemu lagi, pasti kangen kali" Ucap Tania


"Gak tau, soalnya cuma bilang ada yang mau dibicarakan" Ucap Felisa


"Jangan - jangan beliau mau nembak kamu lagi Fel" Ucap Tania


"Jangan ngawur deh" Ucap Felisa

__ADS_1


"Yah siapa tau memang dia pengen" Ucap Tania


"Kayaknya bang Fendi bukan tipe begitu deh, bukannya pacar kamu juga pernah bilang kalau bang Fendi pengennya serius" Ucap Felisa


"Oh iya yah, lupa, hehehe" Ucap Tania


Ia pun mengingat kalimat kekasihnya Romi tentang sahabatnya itu


"Terus beliau mau bilang apa" Tanya Tania


"Tania Rahardja mana aku tau, kan belum ketemu" Ucap Felisa


"Hahahaha" Tawa Tania


"Iya juga yah, bego kau Tania" Ucap Tania pada dirinya sendiri


"Iya itu tau, hahaha" Ucap Felisa sambil menertawakan tingkah sahabatnya


"Ketemu jam berapa" Ucap Tania


"Habis isya beb" Ucap Felisa


"Oh" Ucap Tania


"Yah udah beb aku balik dulu yah" Ucap Felisa


"Okey, hati - hati yah" Ucap Tania


"Iya" Ucap Felisa


"Sukses yah sayangku" Ucap Tania


Felisa pun kembali ke rumahnya, karena hari sudah sore, sesampainya di rumah, sudah ada Melati dan kakaknya Diora dan juga ponakannya Meldia


"Assalamualaikum" Ucap Felisa


"Walaikumsalam dek" Ucap Melati


"Darimana dek" Tanya Melati


"Dari rumah Tania mbak, tadi bantuin Tante Riana bikin pesanan buat kawinan" Ucap Felisa


"Oh begitu" Ucap Melati


"Iya mbak" Ucap Felisa


Ia pun bergegas masuk ke dalam kamarnya, namun saat di depan pintu, abangnya memanggil


"Dek" Panggil Diora


"Iya bang" Ucap Felisa


"Bang Fendi izin ke Abang" Ucap Felisa


"Iya, dia sudah sering izin beberapa kali kali mau ajak kamu" Ucap Diora


"Oh begitu yah bang" Ucap Felisa


"Iya dek, Abang rasa dia pria yang baik" Ucap Diora


"Mbak juga rasa begitu sayang" Ucap Melati


"Iya mbak" Ucap Felisa


"Yah sudah kamu masuk ke dalam siap - siap kita magrib sama - sama" Ucap Diora


"Iya bang" Ucap Felisa


Ia pun bergegas untuk mandi, karena waktu magrib hampir tiba


Adzan magrib berkumandang, ketiganya langsung bersiap menjalankan kewajiban mereka secara bersama, tentunya di pimpin oleh Diora


Meldia kini sedang asyik bermain


Setelah itu, Diora dan Melati bermain bersama anaknya, sedangkan Felisa membuka mushaf merah muda kesayangannya dan membaca beberapa surah, pilihannya jatuh pada surah Maryam, salah satu surah yang juga ia suka


Hingga waktu isya datang dan mereka pun menjalankannya juga, sehabis itu, Diora dan Melati makan malam bersama, karena anaknya Meldia sudah beristirahat, Felisa tidak ikut karena ia sedang bersiap, karena sebentar lagi, Fendi akan menjemputnya


Lima belas menit kemudian,


"Assalamualaikum" Ucap seseorang dari luar


Melati dan Diora yang telah selesai makan, menuju ruang tamu untuk membuka pintu dan melihat siapa yang datang


"Walaikumsalam" Ucap Diora dan Melati secara


bersamaan


"Malam bang, mbak" Ucap Fendi


"Malam Fen, ayo masuk" Ucap Diora


"Iya bang" Ucap Fendi


Fendi pun masuk dan duduk bersama Melati dan Diora, tak lama kemudian Felisa keluar dari kamarnya, Fendi pun terkesima melihat penampilan gadis tersebut


"Abang" Ucap Felisa

__ADS_1


"Iya dek" Ucap Fendi


"Sudah siap dek" Tanya Melati


"Sudah mbak" Ucap Felisa


"Mbak, bang, kami jalan dulu yah" Ucap Fendi


"Iya, hati - hati yah, jangan pulang terlalu malam" Ucap Diora


"Siap bang" Ucap Fendi


"Mbak, bang Feli pergi dulu yah" Ucap Felisa


"Iya sayang" Ucap Diora dan Melati


Mereka berdua pun kemudian pergi menuju sebuah kafe, yang di hiasi dengan lampu - lampu hias, suasananya sangat romantis


"Wah bagus banget bang" Ucap Felisa


"Kamu suka" Ucap Fendi


"Iya bang" Ucap Felisa


"Syukurlah kalau kamu suka" Ucap Fendi


"Duduk disana yuk" Ucapnya


"Iya bang" Ucap Felisa


Mereka pun mencari tempat di bagian ujung agar mudah mengobrol satu sama yang lainnya, sang pelayan mendekati mereka dan memberikan buku menu


"Kamu makan apa dek" Ucap Fendi


"Lalapan aja bang, sama orange jus" Ucap Felisa


"Okey, mbak " Ucap Fendi


Pelayan pun mencatat pesanan mereka


Setelah makanan datang, mereka makan dengan tenang, sehabis itu mereka pun mengobrol ringan sambil menikmati alunan live musik yang ada


"Dek" Panggil Fendi


"Iya bang" Ucap Felisa


"Abang pengen jujur sesuatu kepada Ade" Ucap Fendi


Fendi pun menceritakan masa lalu sebelum ia masuk dalam dunia prajurit, ia pernah berbuat kesalahan fatal, namun bersyukur orang - orang yang terlibat di dalam tragedi itu sudah meninggal sehingga tidak ada satu pun saksi yang bisa menuntutnya, namun ia hidup dengan rasa bersalah yang membuatnya menjadi pribadi yang lebih tertutup, dan itu semua karena kehilangan saudaranya tersebut


Felisa pun mendengarkan penuturan sang prajurit dengan seksama, ia tak ingin menghakimi atau menyalahkan Fendi karna itu murni bukan kesalahannya, namun bagi orang lain mungkin dia adalah penyebab kejadian itu bisa terjadi


"Dek, Abang pengen serius dengan ade" Ucap Fendi


Matanya kini berkaca - kaca, ia tak perna seserius ini dengan gadis manapun


"Maksud Abang" Ucap Felisa


"Ayo kita ta'aruf, kita saling mengenal dan serius, kalau jodoh kita lanjutin hingga menikah, gimana Ade mau gak sama Abang" Ucap Fendi mantap


"Bismillah bang" Ucap Felisa


"Jadi gimana, Ade setuju" Ucap Fendi


"Iya bang" Ucap Felisa


"Alhamdulillah" Ucap Fendi


Ia sangat senang, perasaannya tidak bertepuk sebelah tangan, ia akan semakin dekat dan belajar mengenal gadis tersebut


"Terima kasih dek" Ucap Fendi


"Iya bang" Ucap Felisa


"Insya Allah bang akan berusaha menjadi yang terbaik buat Ade" Ucap Fendi


"Amin bang, kita sama - sama belajar yah" Ucap Felisa


"Iya dek" Ucap Fendi


Malam itu mereka bahagia, alunan musik indah di telinga, hati mereka berbunga - bunga, suasana romantis mendukung kebahagian mereka, hingga akhirnya mereka pulang, Fendi mengantarkan Felisa ke rumahnya, sesuai dengan janjinya pada Diora dan Melati


"Sampai jumpa dek" Ucap Fendi pamit


"Iya bang, hati - hati di jalan" Ucap Felisa


"Iya dek, salam yah buat bang Dio dan mbak Mel" Ucap Fendi


"Iya bang, walaikumsalam" Ucap Felisa


Fendi pun menghilang dari pandangan Felisa, ia mengendarai motornya untuk pulang ke rumahnya, tentunya dengan perasaan yang bahagia.


Bersambung_________


Wah wah romantis sekali 🤩


Jangan lupa dukung karya Author yah 🥰 Saranghae 🤗

__ADS_1


Nah yang penasaran sama suasana kafe nya ni Author punya foto nya, siapa tau bisa jadi rekomendasi Readers untuk berkencan 😊



__ADS_2