
Sebulan sudah usia si cantik Meldia, ia tumbuh sehat dengen pipi gembul yang menggemaskan, rumah Felisa kini menjadi ramai dengan tawa riang bayi tersebut
Reihan serta papa mamanya sudah kembali ke tempat tugas mereka seminggu yang lalu, menjalankan aktivitas mereka seperti biasa namun selalu memberi kabar untuk keluarganya
Fendi dan Felisa pun kini semakin akrab, mereka saling belajar mengenal satu dan yang lainnya, mereka sering bertukar pesan, jalan bersama maupun sekedar mengobrol lewat telepon, tentunya di saat mereka tidak sibuk, maklum sebagai prajurit Fendi harus lebih mementingkan kepentingan negara dibandingkan urusan pribadinya
Felisa memahami hal itu, sebab ia sudah banyak belajar ketika bersama Rezky dulu, ah masa lalu selalu muncul laksana bayangan, meski sudah melupakan nyatanya ia sering hadir tanpa di sengaja
Berbeda dengan Felisa dan prajurit dinginnya, Tania dan Romi kini dilanda cobaan untuk hubungan mereka, seperti saat ini ia sedang berada di rumah Felisa menceritakan masalahnya, beruntung Melati beserta suami dan anaknya sedang menginap di rumah papa Hendra dan mama Devanka, jadi Tania bisa curhat sepuasnya
“Fel, aku rasa bang Romi gak serius sama aku” Ucap Tania
Ia hendak menangis namun tertahan
“Kenapa kamu pikir seperti itu, bukannya selama ini hubungan kalian baik – baik saja” Ucap Felisa
“Ia bang Romi sangat baik Fel, hanya saja akhir – akhir ini sikapnya berubah” Ucap Tania
“Memangnya dia Ultraman pakai berubah atau jangan – jangan power rangers, hahaha” Ucap Felisa sambil tertawa, Ia mengingat film kartun yang disuka Tania saat masih kecil
“Feli ih orang serius malah bercanda” Ucap Tania kesal dengan sahabatnya itu
“Maaf, maaf, beb” Ucap Felisa
“Serius dong Fel, Hik hik Hik” Ucap Tania sambil menangis, sepertinya ia suda tak sanggup menahan air matanya
“Eh eh jangan menangis dong beb, aku minta maaf” Ucap Felisa sambil memeluk sahabatnya itu
“Jelasin ke aku sikapnya berubah kayak gimana” Tanya Felisa
“Ia udah jarang ngabarin aku Fel, kalau dulu hampir setiap hari ia selalu memberi kabar, berbeda dengan sekarang” Ucap Tania
“Mungkin saja ia sedang sibuk Tan, kamu harus bisa mengerti” Ucap Felisa
“Tapi aku takut Fel, sekarang lagi viral di beberapa media jika ada banyak korban yang berawal halo dek” Ucap Tania
Felisa pun menggelengkan kepalanya mendengar penuturan sahabatnya itu, ia tidak habis pikir Tania akan berpikiran seperti itu
“Tania, harusnya kamu itu lebih percaya sama pacar kamu, kenapa kamu malah memikirkan yang lagi viral” Ucap Felisa
__ADS_1
“Tapi Fel, kebanyakan pelakunya itu prajurit, aku takut bang Romi juga seperti itu, merayu wanita di luar sana dengan sapaan halo dek” Ucap Tania menjelaskan
“Astagfirullah Tania, kamu ini, kuliah capek – capek, pikirannya malah begitu, harusnya kamu lebih bijak menerima informasi” Ucap Felisa
“Belum tentu juga semua prajurit pria itu sama Tan, kalau emang dasarnya bejat yah bejat saja, tidak peduli latar profesinya apa” Ucap Felisa menasehati sahabatnya
“Memangnya kamu pernah mendapati bang Romi melakukan hal itu, atau kamu pernah melihat bang Romi bersama dengan wanita lain dengan mata kepalamu sendiri” Ucap Felisa panjang lebar
“Enggak Fel, tapi” Ucapan Tania menggantung
“Tania, kamu itu harus bisa menerima masa lalu dari kekasihmu, apapun yang ia lakukan dulu, belum tentu menjadikannya buruk di masa sekarang, setiap orang bisa berubah, dan setiap orang juga layak untuk mendapatkan pengampunan, tidak semua orang itu sempurna Tan” Ucap Felisa memberi nasehat
“Tapi dia tidak lagi memberikanku kabar seperti biasanya” Ucap Tania kekeh dengan pemikirannya
“Aku juga tidak mengabari mu terus menerus, bukan berarti aku tidak menyayangimu, hanya saja setiap orang punya waktu masing – masing, entah itu untuk pekerjaannya ataupun waktu untuk diri mereka sendiri” Ucap Felisa
“Mungkin saja kekasihmu sedang sibuk, ia punya tugas dan tanggung jawab yang lumayan berat Tania, dia tidak boleh memikirkan egonya saja, biar bagaimanapun ia punya prioritas utama, bukan berarti ia tidak menyayangimu, namun terkadang kita tidak tau secapek apa saat ia bekerja, kamu harusnya mendukung ia bukannya malah curiga” Ucapnya melanjutkannya
“Jadi maksudmu aku yang harus lebih mengerti” Ucap Tania
“Tentunya, sebab kamu tau sendiri kan tugas prajurit seperti apa” Ucap Felisa
Kini ia mulai menyesali apa yang ia lakukan terhadap kekasihnya tersebut, di era gempuran media seperti sekarang, sumber informasi yang di dapatkan pun kadang ada yang benar maupun tidak, meskipun pada beberapa kasus yang terjadi selalu yang di salahkan adalah sang pria
"Harusnya yang lebih waspada juga si wanita, jangan muda terima gombalan manis para pria, jangan pernah memberikan kesempatan untuk disakiti oleh orang lain, harusnya lebih peduli pada diri sendiri"
"Jangan muda terbujuk pada rayuan, zaman sekarang bukan lagi tentang cerita Qais dan Laila, atau Romeo dan Juliet, yang rela melakukan apapun demi cintanya, sebagai wanita yang sudah ditempa oleh keadaan dan kondisi yang carut marut, harusnya bisa lebih waspada pada apa yang terjadi"
"Jangan hanya karna keinginan dan ambisi semata, menjadikan dirimu gampang dibohongi dan juga dibodohi, meskipun banyak yang seperti itu tapi percayalah masih banyak lelaki baik di luar sana yang tentunya punya jiwa kesatria untuk mendekati sang wanita tentunya tidak dengan modus seperti itu" Ucap Felisa panjang lebar
“Fel, terus gimana dong sekarang” Tanya Tania
“Sekarang kita makan, aku lapar” Ucap Felisa kemudian menuju ke dapur
Ia pun memasak mie instan karna pengen, Tania pun terus mengikutinya
“Fel ayolah bantuin aku” Ucap Tania
“Aku harus bantu bagaimana, Tania belajarlah menyelesaikan urusanmu sendiri, apalagi ini mengenai perasaan, memangnya aku mau jadi nyamuk di antara kalian, ih ogah” Ucap Felisa sambil memasukan mie ke dalam air yang sudah mendidih
__ADS_1
Sepuluh menit kemudian mie nya sudah matang, ia pun mengangkatnya dan mereka pun mulai makan
“Hu panas” Ucap Tania sambil mengipas lidahnya
“Hahahah, galau sih galau Tan, tapi makan harus lihat – lihat dong, itu kuah asapnya aja masih mengepul, kamu main seruput aja, haha” Ucap Felisa menertawakan sahabatnya itu
“Calon ny. Gunawan, harap tenang dong, aku tuh lupa kalau mie nya baru angkat” Ucap Tania
Fyuh...
Felisa yang sedang minumpun menyemburkan kembali minumannya, perkataan Tania refleks membuatnya kaget, mukanya langsung memerah seperti buah ceri yang sudah masak
“Tania ih, basah kan jadinya” Ucap Felisa sambil mengelap bajunya dengan tisu
“Hahahah, rasain siapa suruh ledek aku” Ucap Tania tertawa
Mereka pun memakan mie tersebut dengan lahap, sesi curhat akhirnya selesai, Tania pun mencuci mangkok yang ia dan Felisa gunakan
“Mah, makasih yah untuk nasehatnya” Ucap Tania
Ia meniru adegan seseorang yang sedang berbicara kepada seorang ustadzah dalam sebuah acara, yang mana acara tersebut sering ditonton mamanya Riana di salah satu stasiun televisi
Ia pun pamit kepada Felisa karena hari sudah petang, ada beberapa orderan yang harus ia selesaikan.
Bersambung _______
Duh Author lupa nama acaranya apa, kira – kira Readers ada yang tau gak ? 🤔
Semoga aja Masalah Tania cepat selesai yah
Jangan lupa terus dukung karya Author yah semuanya ☺️ Terima kasih 🤗
__ADS_1