Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Kemanisan


__ADS_3

Di sebuah ruangan, seorang pria sedang tersenyum manis memandang ponselnya, ia sedang melihat seorang gadis tengah bernyanyi dengan penuh penghayatan, lelaki itu terus memandang gadis tersebut dan sesekali ikut menyanyikan lagu yang di nyanyikan gadis itu


Tok...tok...tok


"Selamat siang komandan" Ucap seorang prajurit


"Komandan" Panggilnya lagi


Rupanya komandan itu masih asyik sendiri dan tidak mendengarkan panggilan dari anak buahnya


"Komandan" Ucap prajurit dengan tegas


"Astaga" Ucap Fendi terkejut


"Ada apa Serka Ari" Ucap Fendi


"Maaf komandan, ada tamu untuk komandan" Ucap prajurit bernama Ari tersebut


"Tolong suruh masuk" Ucap Fendi tegas


"Siap komandan" Ucap Serka Ari


Tamu yang di maksud pun masuk bertemu dengan Fendi, dan Fendi menerima tamunya dengan baik


Di tempat lain, Felisa sedang duduk bersama dengan Tania di rumahnya Tania


"Beb" Panggil Felisa


"Iya beb, ada apa" Ucap Tania


"Kamu udah ketemu bang Romi" Tanya Feli


"Belum beb, semalam bang Romi nelpon cuma aku udah tidur, katanya antar kamu sama mbak Dena yah" Ucap Tania


"Iya beb, ketemu di jalan jadi bang Romi ngasih tumpangan buat kita" Ucap Felisa


"Iya, memangnya kalian kemana" Tanya Tania


"Karaokean beb, kemarin mbak Dena nanya kamu cuma kamu kan lagi sibuk bikin orderan" Ucap Felisa


"Iya beb, soalnya mama udah terlanjur nerima jadi yah di buat deh" Ucap Tania


"Iya, rezeki jangan di tolak beb" Ucap Felisa


"Yup betul sekali ibu Feli yang cantik menawan hati" Ucap Tania


"Hahahah, bisa aja ibu pengusaha ini" Ucap Felisa


"Hahahah, duh jadi tersipu" Ucap Tania


"Aduh - aduh asyik sekali kalian, ini minum dulu tehnya" Ucap Riana


"Makasih mama sayang" Ucap Tania


"Makasih Tante" Ucap Felisa


"Iya sayang" Ucap Riana


"Cobain brownis nya beb, aku yang buat loh" Ucap Tania


"Beneran kamu yang buat" Tanya Felisa


"Iya dong beb, gak percaya banget deh" Ucap Tania


"Iya sayang, itu Tania yang buat" Ucap Riana


"Iya Tante, aku cobain ni beb" Ucap Felisa


"Ayo cobain beb" Ucap Tania

__ADS_1


Felisa pun mencoba kue buatan sahabatnya itu


"Gimana beb rasanya" Tanya Tania


"Gimana yah, hum" Ucap Felisa berfikir


"Apa beb, gak enak yah" Ucap Tania frustasi


"Hahaha, enak beb, cuma kemanisan, kamu taruh gulanya berapa banyak ini" Tanya Felisa


"Iya aku menaruhnya sekilo, hehehe soalnya takut gak manis" Jawab Tania


"Hahahah, busyet, diabetes kita beb, kalo kebanyakan makan kue kamu" Ucap Felisa


"Sayang kamu kok gak nanya mama dulu" Ucap Riana


"Iya ma, tadi mama lagi keluar jadi gak sempat nanya" Ucap Tania


"Oalah kalau gitu kamu ngira - ngira dong" Ucap sang mama


"Iya beb di taksir aja gitu, terus nambahin susu kan juga bisa, kalau kamu pakai keduanya sekaligus dengan jumlah yang sama banyak, pasti kemanisan beb, padahal kue kamu mengembangnya udah bagus" Ucap Felisa menjelaskan


"Iya beb, aku kan masih belajar" Ucap Tania membela diri


"Iya beb, biar jadi pelajaran buat ke depannya" Ucap Felisa


"Siap beb" Ucap Tania


Riana tersenyum melihat keduanya, ia sangat bangga kepada anaknya Tania yang sudah mulai belajar membuat kue buat mengembangkan usaha mereka


Awalnya Riana takut dan khawatir jika nanti ia sakit maka Tania tidak bisa melanjutkan usaha mereka karena ia belum bisa membuatnya namun sekarang wanita paruh baya itu tak perlu lagi khawatir karena anak wanita satu - satunya sudah mau belajar membuat kue sesuai dengan harapannya, walaupun pada percobaan pertama gagal namun ia akan membantu anaknya itu agar lebih mahir ke depannya


"Kapan - kapan ajarin aku dong beb" Ucap Tania


"Iya beb nanti aku ajarin" Ucap Felisa


"Oh yah gimana kabar bang Fendi, kalian udah ketemu atau belum" Tanya Tania


"Hubungan aku sama bang Fendi baik aja Tante cuma semenjak pulang dari luar negri belum ketemu lagi Tante" Jawab Felisa


"Tapi masih komunikasi kan kalian" Ucap Tania


"Kalau komunikasi juga jarang mungkin masih sibuk" Jawab Felisa mencoba berfikir positif


"Syukurlah kalau begitu, Tante sih doain yang terbaik untuk anak - anak Tante, Tania, kamu, semoga ke depan kalian hidup bahagia dengan pasangan yang menyayangi dan mencintai kalian beb" Ucap Riana


"Aamiin Tante" Ucap Felisa


"Aamiin ma" Ucap Tania


"Yuk minum beb" Ucapnya lagi


"Okey beb" Ucap Felisa kemudian minum teh yang sudah di buatkan mama Riana


Mereka bertiga pun menikmati cemilan yang tersedia di atas meja


"Beb, kamu lapar gak, Kita makan siang yuk" Tanya Tania


"Ayo Fel, makan siang dulu" Ucap Riana mengajak


"Iya Tante" Ucap Felisa


Mereka pun lanjut makan siang di ruang makan


Felisa sudah tidak sungkan berada di rumah Tania, ia sudah mengganggap Riana seperti ibunya sendiri


Selesai makan, mereka duduk bersama di ruang Tv, hari ini tidak ada orderan yang di terima, Riana sengaja memilih libur sehari, uang memang harus di cari tapi kesehatan jauh lebih penting


Saat sedang bercanda dengan sahabatnya, tiba - tiba ponsel Felisa berdering, pucuk di cinta ulam pun tiba, komandan dingin yang tadi di bicarakan menghubunginya

__ADS_1


"Beb, bang Fendi telepon" Ucap Felisa


"Angkat beb" Ucap Tania


Dr ..dr...dr 📞


Panggilan masuk di ponsel Felisa masih terus berbunyi


"Halo assalamu Alaikum bang" Ucap Felisa


"Walaikumsalam dek, gimana kabarnya" Tanya Fendi


"Alhamdulillah baik bang, kalau Abang" Jawab Felisa


"Alhamdulillah baik juga dek, oh yah lagi ngapain dek" Tanya Fendi


"lagi duduk sama Tania dan Tante Riana bang" Jawab Felisa


"Oh iya dek, Abang mau ngomong serius sama kamu, besok kamu sibuk gak dek" Tanya Fendi


"bisa ketemu gak dek" Lanjutnya


"Gak sibuk kok bang, Boleh, memangnya mau ketemu di mana bang" Tanya Felisa


"Nanti Abang chat lokasinya yah dek" Jawab Fendi


"Iya bang" Ucap Felisa


"Yah sudah kalau begitu, salamin yah buat Tania dan Tante Riana" Ucap Fendi


"Iya bang, nanti Feli sampaikan" Jawab Felisa


"Iya dek, assalamu Alaikum" Ucap Fendi


"Walaikumsalam bang" Ucap Felisa


Felisa mematikan panggilan dan menaruh ponselnya di atas meja


"Cie - cie yang udah lama gak ketemu mau ketemu ni ye" Ucap Tania menggoda


"Aku gak di ajak ni" lanjutnya


"Nanti kamu jadi obat nyamuk lagi" Ucap Felisa


"Hahahah iya juga yah" Ucap Tania tertawa


"Hehehe" Tawa Felisa


"Oh yah beb, Tante, dapat salam dari bang Fendi" Ucapnya kemudian


"Walaikumsalam" Ucap Tania


"Walaikumsalam nak" Ucap Tania


"Wah, jadi kangen sama bang Romi" Ucap Tania


"Hum, Tante anak Tante ini sudah kena virus bucin Tan, sehari gak ketemu kayak orang sakau" Ucap Felisa melapor pada Riana


"Iya Fel, Tante aja pusing kalau dia lagi kumat" Ucap Riana


"Hahaha bawa ke RS aja Tante" Ucap Felisa tertawa


"Ih mama sama Feli, kalian kejam" Ucap Tania


Hahahah


Hahahah


Hahahaha

__ADS_1


Tawa ketiga wanita itu menggema dalam ruangan rumah Tania, mereka terus bercanda dan bercerita, Riana pun membagikan pengalaman hidupnya kepada kedua gadis tersebut dan Felisa maupun Tania setia mendengarkan nasehat wanita hebat tersebut.


Bersambung______


__ADS_2