
Felisa nampak uring – uringan sejak seminggu yang lalu, bagaimana tidak, lelaki yang di kagumi nya tidak ada kabar berita, bahkan Romi yang terbiasa bercerita ke Tania pun tak mengatakan apapun kepada kekasihnya, bagaimana mungkin Romi mau bercerita, sedangkan ia sedang di tugaskan ke wilayah yang susah sinyal, alhasil Tania belum tau keadaan Fendi sebenarnya
“Fel” Panggil Tania
“Hum” Jawab Felisa
“Jangan mondar mandir terus beb, pusing aku lihatnya” Ucap Tania
Felisa pun kini duduk dan terus memandangi ponselnya, status WA yang biasa di buat prajurit dingin itu pun tidak nampak
“Kemana yah bang Fendi” Ucap Felisa
“Iya, bang Romi juga sudah 4 hari ini gak ada kabar” Ucap Tania
Mereka pun bertanya – tanya tentang keadaan kedua prajurit tersebut
“Kamu telepon aja beb” Ucap Tania
“Sudah beb, tapi gak masuk” Ucap Felisa
“Iya, aku juga pas nelpon bang Romi juga gak bisa” Ucap Tania
“Kalian kenapa” Tanya Melati yang tiba – tiba masuk di kamar Felisa
“Hehe gak kenapa – kenapa kok mbak” Ucap Tania
“Dek” Panggil Melati
“Iya mbak” Jawab Felisa
“Kamu gak papa” Ucap Melati
“Iya mbak” Ucap Felisa
“Mbak sama bang Dio dan Meldi mau ke rumah mama Devanka, kalian gak papa kan kalau kita pergi” Ucap Melati
“Iya mbak gak papa kok, hati – hati yah mbak” Ucap Felisa
"Tan, titip Feli yah" Ucap Melati
"Siap mbak" Ucap Tania
"Mbak Mel kayak Feli anak kecil aja" Ucap Felisa dengan bibirnya yang mulai manyun
“Okey, nanti kalau lapar makan aja yah Tan” Ucap Melati
“Siap mbak, laksanakan” Ucap Tania
Melati pun pergi bersama suami dan anaknya ke rumah orang tuanya, tinggalah Felisa dan Tania yang berduaan di di dalam rumah
Dr...dr...dr 📞
“Halo sayang” Ucap Romi
“Halo abang” Ucap Tania
“Gimana kabar kamu” Tanya Romi
“Baik bang, abang kemana aja, kangen tau” Ucap Tania manja
“Maaf abang sedang bertugas, gak sempat pamit ke kamu, soalnya berangkatnya dadakan, disini sinyalnya susah, ini abang sedang di area pantai buat nyari jaringan” Ucap Romi
“Iya bang, abang sama pak Fendi yah” Ucap Tania
“Gak sayang” Ucap Romi
“Allahu Akbar” Lanjutnya
“Ada apa bang” Tanya Tania
“Abang lupa dek, Fendi lagi di kota C, mamanya kecelakaan, ia berangkat dari seminggu yang lalu, abang lupa bilang ke kamu, maaf yah, Fendi menyuruh kita buat jaga Feli sayang” Ucap Romi
__ADS_1
“Astagfirullah, oh begitu, okey sayang, nanti aku sampein ke Feli beb” Ucap Tania
“Okey sayang, sudah dulu yah” Ucap Romi
“Iya bang, hati – hati” Ucap Tania
“Siap” Ucap Romi
Panggilan pun di matikan, Tania bergegas menemui Felisa yang sedang mengangkat jemuran di luar
“Fel” Panggil Tania
“Iya” Ucap Felisa
“Aku punya kabar penting” Ucap sahabatnya itu
“Apa” Ucap Felisa
Felisa pun mengangkat keranjang pakaian ke dalam rumah, sepertinya cuaca akan turun hujan
“Pak Fendi Fel” Ucap Tania
“Bang Fendi kenapa Tan” Ucap Felisa mulai panik
Perasaannya tak menentu
“Pak Fendi gak kenapa – Napa, tapi ibunya” Ucap Felisa
“Kenapa ibunya” Ucap Felisa
“Ibunya kecelakaan beb seminggu yang lalu, sekarang pak Fendi sedang berada di kota C” Ucap Tania
“Ya Allah, Astagfirullah” Ucap Felisa
“Mungkin sekarang pak Fendi sedang merawat ibunya makanya ia jarang aktif” Ucap Tania
“Iya beb” Ucap Felisa
"Hum" Ucap Felisa
"Kalau kamu suka sama bang Fendi, coba belajar buka hatimu, jangan memikirkan masa lalu yang membuatmu terluka beb, faham kan" Ucap Tania bijaksana
“Kamu yang sabar yah, kalau jodoh takkan kemana kok” lanjutnya menasehati Felisa
“Iya sayangku” Ucap Felisa
“Makan yuk, lapar” Ucap Tania
Memang sudah memasuki jam makan siang, kedua sahabat itu pun menuju dapur untuk mengisi perutnya yang sudah keroncongan
“Habis ini mau langsung pulang atau gimana” Tanya Felisa
“Gak ah, mama lagi ke rumah sodara, di rumah sepi, aku nemenin kamu aja disini” Ucap Tania
“Okey” Ucap Felisa
Setelah makan mereka pun menonton drama pavoritnya
Di luar hujan mulai turun deras, nampaknya Melati dan kakaknya akan menginap di rumah orang tuanya, karena cuaca yang tidak mengizinkan mereka untuk pulang
Angin kencang dan suara geledek pun bergemuruh saling menyahut
“Beb, tidur siang yuk” Ucap Tania
“Yuk” Ucap Felisa
Mereka pun bergegas ke kamar, dan menyelimuti tubuh mereka dengan selimut tebal
“Nyamannya” Ucap Tania
Mereka pun tertidur, sambil di temani bunyi hujan yang berirama di atas genting rumah Felisa
__ADS_1
Kedua gadis tersebut seperti bayi, mereka tidur dengan sangat lelap
Senja menyingsing, langit telah berhenti mengeluarkan air matanya, semburat orange di awan menampakan keindahan mahakarya Tuhan
Diora dan istri beserta anaknya belum juga pulang dari rumah mertuanya
Ting ....
Sebuah bunyi pesan masuk di ponsel Felisa
"Dek, kita akan nginap disini" Ucap Melati
"Okey mbak" Ucap Felisa membalas pesan kakak iparnya
Tania pamit pulang ke rumahnya karena mamanya sudah pulang
"Beb, aku ke rumah bentar, nanti aku balik lagi' Ucap Tania
"Okey beb, salam yah buat tante" Ucap Felisa
Tania pun beranjak menuju rumahnya, setengah jam kemudian ia datang kembali, karena ia akan menemani Felisa sesuai janjinya kepada Felisa
"Beb, nonton yuk" Ucap Tania
"Film apa" Ucap Felisa
"Kita nonron horor beb" Ucap Tania
"Ih nanti ga bisa tidur lagi, nonton yang komedi romantis aja beb" Ucap Felisa menawarkan
"Oeky, boleh juga" Ucap Tania
Tania pun menyelahkan laptopnya yang ia ambil tadi di rumah, ia pun menyetel film Romantis yang di perankan oleh aktor ternama
Mereka berdua pun menontonnya hingga film selesai, dan mereka menyudahinya dan segera tidur, karena waktu telah menunjuakan pukul 23.00 wib
"Tidur yuk beb" Ucap Felisa
"Yuk, aku juga ngantuk" Ucap Tania
Kedua gadis tersebut menyimpan laptop yang mereka pakai, lalu menyimpannya di atas meja,
lalu menarik selimut untuk di pakai keduanya
"Selamat malam Feli sayang" Ucap Tania
"Selamat malam" Ucap Felisa
Mereka menutup malam mereka dengan seuntai doa tidur, agar malaikat menjaga mereka tatkala sedang beristirahat
Matahari menyongsong cerah, seorang gadis sedang menjalankan aktivitas rumahnya, sebab sedang libur sekolah, dua hari yang lalu, para murid telah menerima rapot, dan sekolah di liburkan karena sudah selesai semester
“Dek” Panggil Melati
Pagi - pagi sekali mereka pulang ke rumahnya
“Iya mbak” Jawab Felisa
“Dena sama Putra telepon mbak dan bang Dio kemarin, tanyain kamu mau liburan ke tempat mereka lagi atau gak” Tanya Melati
“Kok mbak Dena sama mbak Putra gak nelpon Feli” Tanya balik Felisa
“Nomor kamu gak aktif sayang pas mereka hubungi” Jawab Melati
"Oh begitu' Ucap Felisa
Melati pun kini bergegas ke dapur untuk menggantikan Felisa memasak, setelah masakannya di rasa cukup, mereka pun menyediakannya di atas meja.
Bersambung_____
__ADS_1