Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Buka Kado


__ADS_3

Malam harinya acara telah selesai, keluarga Felisa saat ini sedang membuka kado ulang tahun Meldia


Fendi dan Romi pun masih setia di rumah tersebut, namun interaksi Fendi lebih banyak bersama Dena, Dena memahami situasi yang di alami sepupunya itu, untuk itu ia lebih memilih mengobrol dengan Fendi


Felisa sendiri juga kasihan melihat Fendi, ia seperti orang asing, namun lelaki itu masih saja bertahan dan tak ingin pulang, Diora sendiri yang melihat adiknya memandang ke arah lelaki itu menarik nafas beras


"Apa yang harus aku lakukan Tuhan" Ucap Diora pelan


"Bang, abang" Ucap sang istri


"Iya sayang, ada apa" Jawab Diora


"Tolong lihat Meldia, bangun gak dia" Ucap Melati


Anaknya itu sudah tidur dari acara selesai, mungkin karena kelelahan


"Okey, Abang ke kamar dulu" Ucap Diora


"Iya bang" Jawab Melati


Papa Hendra dan mama Devanka menatap menantu dan anaknya itu, mereka tersenyum


"Pa, Dio ngambek tapi masih gak lupa anak istri yah" Ucap Devanka


"Iya dong, sama kayak papa kan" Ucap Hendra


"Iya betul" Ucap Devanka


Kedua suami istri lanjut usia itu pun kembali membuka kado ultah cucu mereka


"Beb, gerah keluar yuk" Ucap Tania


"Iya" Ucap Felisa


Felisa pun berdiri bersama dengan Tania, mereka ke arah depan, berkumpul bersama Dena dan juga Fendi


"Bang Putra mau kemana" Tanya Dena


Ia melihat suaminya ikut berjalan keluar


"Mau ketemu istri Abang lah" Ucap Putra


"Hum hum hum" Ucap Tania


"Sesama pasangan bucin jangan hum aja" Ucap Dena


"Hehehe, tau aja mbak" Ucap Tania


Fendi hanya menatap Felisa, ia telah mengobrol banyak dengan Dena, setidaknya itu sedikit membuka pikirannya, ia bertekad akan mengambil hati Diora


"Abang gak makan dari tadi" Ucap Felisa


"Masih kenyang dek" Ucap Fendi


"Aku ambil cemilan dan teh buat Abang yah" Ucap Felisa


"Buat kita gak di ambil ni" Ucap Putra


"Abang mau, Dena ambil yah" Ucap Dena


"Bang Romi juga mau, Tania ambil yah" Ucap Tania


"Mau sayang" Kompak Putra dan Romi menjawab


Ketiga wanita itu langsung ke dalam mengambil cemilan untuk para lelaki yang sedang menunggu di luar


Diora masih setia menemani anaknya di kamar


"Mel, suami kamu kok gak keluar - keluar" Ucap Devanka


"Iya ma, mungkin ketiduran" Ucap Melati

__ADS_1


Ia tau sikap Diora sebenarnya, ia hanya gengsi dan gak ingin bertemu dengan Fendi berbeda dengan asiknya Putra yang bersikap netral


Mungkin itu di picu karena Putra sendiri merupakan ipar dari Fendi karena Dena adalah sepupu lelaki itu, Putra sendiri tidak mau terlalu ikut campur menurutnya jika adiknya bahagia maka ia akan mendukung apalagi ia sudah mengenal Fendi, Putra juga sudah memutuskan bahwa besok ia akan berbicara serius dengan kakaknya itu, ia tak ingin masalah ini berlarut - larut


"Oh yah kalian sendiri, tugas lancar" Tania Putra


"Iya bang, lancar, besok kita mau berangkat" Jawab Romi


"Berangkat kemana" Tanya Putra


"Berangkat misi perdamaian bang, kita di minta untuk ke luar negri, negara tetangga bang" Ucap Fendi


"Oh iya, semangat yah, buktikan bahwa prajurit Indonesia itu tak takut apapun" Ucap Putra


Ia sendiri dulu sangat ingin menjadi tentara, namun karena kondisi ekonomi keluarga mereka maka Putra dan Diora lebih memilih bersekolah dan bekerja saja


"Siapa yang mau berangkat bang" Tanya Dena


"Oh ini Romi sama Fendi biasa tugas negara" Ucap Putra


"Apa benar bang" Tanya Tania


"Iya sayang, setelah Abang pulang maka Abang akan datang menemui ibu kamu" Ucap Romi mantap


"Beneran bang, janji" Ucap Tania


Matanya sudah berkaca - kaca dia tidak tau lagi harus berkata apa


"Ih Abang gak romantis" Ucap Tania


"Yah kan nanti tunggu pulang dulu baru abis romantis" Ucap Romi


Felisa hanya terdiam mendengar obrolan Romi dan Tania, ia bahkan hanya pasrah atas hubungannya dengan Fendi


"Dek" Panggil Fendi


"Iya bang" Ucap Felisa


"Gak papa bang,aku hanya terharu" Ucap Felisa


"Kamu mau juga kayak Tania" Tanya Fendi


"Maksud Abang" Tanya balik Felisa


"Gak ko abang cuma nanya aja, ini punya Abang kan" Ucap Fendi sambil mengambil teh dan cemilan dari tangan Felisa


Gadis cantik itu jadi kikuk sendiri


"Tapi Abang harus sering hubungi aku yah" Ucap Tania manja


"Iya, Abang usahain" Ucap Romi


"Abang gak boleh macam - macam di negri orang, Abang harus ingat Abang punya aku, awas aja kalau aku lihat abang macam - macam disana" Ucap Tania


Romi mengelus kepala gadis itu, ia sangat gemas dengan Tania


"Abang janji sayangku, sini teh Abang, nanti dingin lagi kamu pegang terus" Ucap Romi


"Hehehehe, lupa, ini bang" Ucap Tania


Dena juga memberikan punya suaminya, sambil makan cemilan mereka terus mengobrol, hingga orang tua Melati pamit pulang


"Kita pulang dulu yah nak, Dena, Putra semuanya" Ucap Devanka


"Iya Tante, hati - hati yah Tante" Ucap Dena


"Iya sayang" Ucap Devanka


"Om hati - hati di jalan yah" Ucap Putra


"Iya sayang" Ucap Hendra

__ADS_1


"Mari kami permisi" Ucap Hendra


Melati tidak menemani orang tuanya ke luar karena mereka sudah berpamitan di dalam, ia pun menyusul suaminya ke dalam kamar


Di lihatnya Diora sedang melamun di samping anaknya yang sedang tertidur


"Abang" Panggil Melati


Diora tidak menjawab


"Abang" Panggil Melati lagi


"Eh iya sayang" Ucap Diora


"Abang lagi ngapain ko melamun" Ucap Melati


"Gak ko sayang, oh yah papa sama mama udah pulang" Tanya Diora


"Udah bang, barusan" Ucap Melati


"Oh iya, maafin Abang yah gak nemenin" Ucap Diora


"Iya gak papa" Ucap Melati


"Bang" Panggil Melati


"Iya sayang" Ucap Diora


"Romi, Putra dan Fendi lagi ngobrol di depan, Abang gak ikut gabung dengan mereka" Ucap Melati


"Abang ngantuk sayang, capek" Ucap Diora berbohong


"Oh yah sudah kalau begitu, aku keluar dulu yah bang, Abang istirahat" Ucap Melati


Ia tak bisa memaksakan suaminya


Ia pun bergabung dengan yang lainnya


"Mbak, bang Dio mana" Tanya Dena


"Udah tidur sayang, tadi mbak nyuruh lihat Meldia eh dianya ikut ketiduran" Ucap Melati


"Oh iya mbak" Ucap Dena


"Mbak Mel, semuanya kita balik duluan yah, sampai jumpa lain waktu lagi" Ucap Romi


"Eh memangnya Romi mau kemana" Tanya Melati


"Mau tugas negara mbak ke negri tetangga" Ucap Tania


"Oh gitu, duh Rom udah cocok ni buat jadi istri, jadwal suami udah hafal" Ucap Melati menggoda Tania


"Hehehe, iya mbak makanya mau secepatnya aku gaskin biar gak di ambil orang" Jawab Romi


"Aamiin, setuju banget tuh,nanti kita bantuin ngurus perlengkapannya" Ucap Melati antusias


"Ih masa mbak ngurus punya aku aja, Feli juga dong mbak, aku maunya barengan ma Feli" Ucap Tania


"Aamiin, mbak doain paling kencang" Ucap Dena


"Aamiin, mbak juga" Ucap Melati


Felisa dan Fendi hanya diam - diam mengamini dalam hati, wajah keduanya tersipu malu


Setelah itu Romi dan Fendi meminta pamit, karena besok harus beraktivitas kembali, Tania juga sehingga mereka berjalan bersisian bertiga sebab mobil mereka diparkir di depan rumah Tania, Felisa dan yang lainnya hanya menatap ketiga orang itu berjalan pulang


"Masuk yuk" Ucap Melati


Dan mereka pun masuk ke dalam rumah dan beristirahat.


Bersambung________

__ADS_1


__ADS_2