Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Tak Sengaja Bertemu


__ADS_3

Merasa kesal dengan kekasihnya karena telepon dan sms nya tidak di balas dan di angkat, Tania mematikan ponselnya agar tidak dapat di hubungi oleh lelaki pujaan hatinya itu


Ia kini sedang membantu ibunya Riana di dapur, pesanan kali ini sedang banyak dari orderan biasanya


"Pesanan dari mana ma" Tanya Tania


"Ini ada orang nikahan di kampung sebelah, sama pesanan pelanggan tetap kita" Jawab sang ibu


"Bukannya mama kemarin bilang katanya cuma buat pelanggan tetap, ko sama orang nikahan juga" Ucap Tania


"Iya, yang nikahan baru pesan semalam sayang, dadakan" Ucap Riana


"Kok di terima ma, gak di tolak aja" Tanya Tania


"Hus rezeki sayang jangan di tolak, lagian yang nikah masih teman mama, jadi gak enak buat nolak" Ucap Riana


"Oh, memangnya pesan berapa banyak" Tanya Tania


"Tiga ratus dos sayang, ambilnya nanti malam habis magrib" Jawab Riana


"Oh iya ma" Ucap Tania


Ia pun membantu mamanya membuat kue - kue pesanan tersebut


"Tan" Panggil sang mama


"Iya ma" Jawab Tania


"Tadi Romi kesini tapi mama bilang kamu nginap di rumah Feli, kalian udah ketemu" Tanya Riana


"Belum ma" Jawab sang anak


"Ko belum, dia gak jadi kesana yah" Ucap Riana


"Jadi ma, cuma pas datang, aku sama Feli belum bangun" Ucap Tania


"Astagfirullah, jadi Romi berkunjung kesana gak ketemu kamu karna kamu masih tidur, memangnya semalam begadang" Tanya Riana


"Hehehe, iya ma" Ucap Tania


"Astagfirullah, Tania, mama gak bisa ngomong lagi kalau begitu" Ucap Riana


"Hehehe" Tania hanya bisa tertawa


Kemudian terus membantu sang mama di dapur


Hal berbeda di lakukan Felisa, kini ia sedang berada di supermarket bersama kakak iparnya Dena sebab Melati sedang bekerja


"Mbak, yang ini bukan" Tanya Felisa sambil menunjukan salah satu merk sabun


"Iya sayang, ambil 3 aja yah" Ucap Dena


"Okey" Ucap Felisa


"Feli, Dena" Ucap seorang wanita paruh baya memanggil keduanya


Sontak saja Felisa dan Dena yang sedang mengambil beberapa barang di rak, menoleh ke arah sumber suara


"Tante" Ucap keduanya kompak


Dena pun menyalami Tantenya itu, begitu pun Felisa meski ia terlihat segan namun ia tetap bersikap ramah


"Tante Beti kesini sama siapa" Tanya Dena

__ADS_1


"Sendiri aja sayang" Ucap Betaria


"Om Rahman gak nemenin" Tanya Dena


"Gak sayang, om lagi ke luar kota, Tante gak ikut soalnya ada beberapa urusan disini" Jawab Betaria


"Oh iya tante" Ucap Dena


"Kamu ko datang gak main - main ke rumah Tante" Ucap Betaria


"Fendi pasti senang ketemu kamu" Lanjut Betaria


"Udah ketemu kok Tante, di acara ulang tahun Meldi, anak saudara ipar aku, Fendi datang sama Romi, aku belum sempat main ke rumah Tante, insya Allah nanti sebelum balik aku mampir yah" Ucap Dena


"Oh yah, Fendi tumben ke acara ulang tahun, oh yah sudah kalau begitu nanti kabarin aja kalau mau datang" Ucap sang Tante


Felisa hanya menyaksikan obrolan keduanya


"Feli juga yah nanti main ke rumah Tante" Ucap Betaria mengajak gadis cantik tersebut


"Iya Tante" Ucap Felisa


"Tenang aja tante nanti Dena main sama Feli ke sana" Ucap Dena tersenyum


"Bagus kalau begitu sayang, oh yah sini Tante bayarin sekalian" Ucap Betaria


"Gak papa ni tan" Tanya Dena


"Iya gak papa, atau kalian masih mau belanja biar sekalian" Ucap tantenya


"Okey Tante, aku cuma mau ambil beberapa cemilan aja ko buat Reihan dan Meldia" Ucap Dena


Ia pun ingin menyebutkan nama Feli namun di urungkan sebab ia tak mau image adik iparnya itu buruk di depan calon ibu mertuanya


"Mbak, kenapa senyum - senyum Tante nungguin kita" Ucap Felisa


"Hehehe, iya dek, yuk" Ucap Dena


Setelah mengambil beberapa cemilan, mereka berdua bergegas ke kasir dimana sudah ada Betaria di sana


"Sudah sayang semuanya" Tanya wanita cantik itu


Meski beberapa kerutan sudah muncul di wajahnya karena faktor usia yang tak lagi muda, namun aura cantiknya masih tetap terpancar


"Mbak, hitung semuanya yah, sekalian dengan belanjaan saya tadi, cuma tasnya di pisahkan sama punya saya" Ucapnya pada kasir wanita yang melayani mereka


"Iya Bu" Ucap kasir tersebut


"Total semuanya ini bu" Ucap kasir sambil menunjukan arah di layar mini


"Ini mbak" Ucap Betaria sambil memberikan kartu ATM nya


"Pun nya bu" Ucap kasir


"Terima kasih ibu" Ucap kasir


Ia pun mengembalikan kartu Atm pelanggan dan membungkus semua belanjaan dengan plastik yang berbeda


"Ini bu, terima kasih sudah berbelanja" Ucapnya


"Terima kasih kembali mbak" Ucap Betaria


"Iya bu" Ucap sang kasir

__ADS_1


Felisa dan Dena mengambil barang belanjaannya


"Tante aku pegangin punya tante" Ucap Dena


"Gak usah sayang, Ringan kok" Ucap Betaria


"Beneran Tante gak papa" Tanya Dena


"Iya sayang, btw kalian mau langsung pulang atau masih berbelanja" Tanya Betaria


"Kita mau cari makan dulu Tante" Ucap Dena


"Oh yah sudah kita makan, tante dengar di mall ini ada resto yang enak" Ucap Betaria


"Aku gak tau Tante, soalnya baru kesini lagi" Ucap Dena


"Yuk kita kesana katanya dekat stan jagonya ayam" Ucap Betaria


"Iya Tante" Ucap Feli dan Dena kompak


Mereka hanya mengikuti wanita paruh baya itu, hingga tiba di restoran yang di tuju


"Yuk sayang pesan" Ucap sang tante


"Feli makan yah nak" Ucapnya lagi


"Iya Tante" Ucap Felisa


"Gak usah maluhati yah, pokonya bebas mau makan apa aja, kali ini tante yang traktir, kapan lagi coba ketemu kalian berdua di luar begini" Ucap Betaria


"Hehehe, Tante mah suka terbang melulu sama om" Ucap Dena


"Hahahaha memangnya Tante burung terbang - terbang, kasihan om kamu sayang kalau Tante gak ngurusin" Ucap Betaria


"Iya deh, yang selalu romantis, papa sama mama aja itu sama Tante dan om, katanya sama - sama bucin, hehehe" Ucap Dena


"Ah mama papa kamu bisa aja, namanya usia pernikahan ga mudah lagi sayang jadi harus pintar - pintar ngerawat" Ucap Betaria


"Iya tante" Ucap Dena


"Feli juga yah nak, besok - besok kalau nikah harus bisa jaga suami dan rumah tangga" Ucap sang tante menasehati


"Iya Tante" Ucap Felisa


"Tapi Tan, si Fendi gerakannya lambat banget gak kayak om deh, sat set langsung jadi" Ucap Dena


"Iya Tante aja heran, tuh anak lambat, Fel maafin anak Tante yah, kamu yang sabar nanti Tante hukum tuh anak kalau lama bertindak" Ucap Betaria


"Hehehe, iya Tante" Ucap Felisa


"Hahaha, hukum aja Tante, Dena aja gemas lihatnya" Ucap Dena


"Kalian berdua, suka kayak kucing sama tikus" Ucap Betaria


"Hehehe" Tawa Dena


Pesanan mereka datang, dan mereka mulai menyantap makanan mereka


"Hum, enak yah" Ucap Betaria


"Iya Tante" Kompak kedua gadis itu menjawab


Mereka lantas melanjutkan makan mereka dan tetap mengobrol dengan seru, Felisa sudah tidak sungkan lagi karena mamanya Fendi orang yang asyik, namun dia tetap menghormati beliau karena usia mereka tetaplah berbeda.

__ADS_1


Bersambung______


__ADS_2