
Seminggu sudah Felisa izin, hari ini ia kembali menjalankan aktivitas dan memenuhi tanggung jawabnya, namun sebisa mungkin ia tetap menjaga kesehatannya agar tidak terlalu kelelahan
Di sisi lain juga, Fendi sering mengingatkannya untuk menjaga pola makan, bahkan dalam kesibukannya Fendi masih tetap berusaha memberikan perhatian kepada gadis tersebut
Di tempat lain, Tania sedang mengobrol dengan Romi, ia sedang berkunjung ke markas kekasihnya itu, disini pula ia baru mengetahui bahwa Fendi bukanlah orang sembarangan, ia di hormati tidak hanya oleh pacarnya Romi, namun juga dengan prajurit – prajurit lainnya
“Bang” Panggil Tania
Romi sedang memakan makan siang buatan pacarnya, Tania sedang belajar memasak akhir – akhir ini
“Iya” Jawab Romi
“Jadi pak Fendi itu komandan abang” Tanya Tania
“Hum” Jawab Romi
Ia sedang mengunyah makanannya
“Kok abang bisa akrab” Ucap Tania
Romi menyudahi makannya karena telah selesai, ia pun meminum air dari botol kemasan
“Fendi sama abang sudah bersahabat sejak lama, orang tua kami berteman, dan kami adalah tetangga, jadi kami sudah akrab semenjak kecil, hanya saja, Fendi itu cerdas makanya pangkatnya jauh lebih tinggi dari abang” Ucap Romi menjelaskan
“Oh begitu” Ucap Tania
“Jadi rumah yang di sebelah rumah abang, itu punya keluarganya pak Fendi bang” Tanya Tania
“Iya sayang” Ucap Romi
Memang Tania sudah mengetahui seluk beluk tentang Romi, karena Romi selalu berterus terang kepadanya, ia bahkan pernah di ajak Romi ke rumahnya, awalnya Tania merasa grogi pas tau ternyata kekasihnya adalah orang terpandang dan kaya raya, rumahnya saja lebih bagus dari rumah Tania
Beruntung ibu dan ayahnya Romi sangat baik dan menerimanya, bahkan mereka tidak peduli dengan latar belakang Tania, padahal Tania mengira orang kaya akan jahat seperti di sinetron yang ibunya sering nonton, ternyata pada kenyataanya tak semua seperti itu, keluarga Romi adalah salah satunya
“Rumah abang besar, rumah pak Fendi jauh lebih besar yah” Ucap Tania
“Wah hebat” Lanjutnya
“Iya sayang, karena papanya Fendi itu pengusaha terkenal, namun keluarganya tidak pernah sombong” Ucap Romi
“Oh begitu” Ucap Tania
“Iya sayang” Ucap Romi
“Tapi kasihan Felisa deh bang” Ucap Tania
“Kenapa memangnya” Tanya Romi
“Sepertinya ia mengira pak Fendi menyukai wanita lain” Ucap Tania
“Apa” Ucap seorang lelaki yang tak lain Fendi
“Pak Fendi” Ucap Tania kaget
“Maksud pacar kamu apa Rom” Tanya Fendi
__ADS_1
“Iya sayang tolong jelasin” Ucap Romi
Tania pun sedikit takut, berhadapan dengan Fendi, apalagi komandan tersebut seperti sedang mengintrogasinya, ia pun menarik nafas dan mencoba menjelaskan kepada prajurit dingin tersebut
"Hum" Ucapnya
“Jadi kata Feli, ia pernah ngomong sama pak Fendi terus pak Fendi bilang kalo pak Fendi sudah menemukan seorang wanita yang pak Fendi sukai, hanya saja belum mengajak wanita itu untuk lebih serius” Ucap Tania
“Terus” Tanya Fendi penasaran
“Aku sangka wanita yang di sukai pak Fendi adalah sahabatku Feli, karena saat itu aku mendengar dengan jelas kalau wanita yang pak Fendi sukai adalah Feli, jadi aku pikir Feli hanya salah faham, namun” Ucap Tania menggantung
Kedua lelaki yang mendengar penuturannya menjadi semakin penasaran dengan ceritanya
“Namun apa sayang” Tanya Romi
“Namun beberapa hari lalu sebelum Feli masuk rumah sakit, aku ke rumahnya dan disana ia bercerita kalau pernah bertemu dengan pak Fendi yang saat itu sedang jalan dengan seorang wanita, dan wanita itu terlihat cantik dan juga cerdas” Ucap Tania
“Wanita” Ucap Fendi
“ Broh, wanita siapa, yang mana” Tanya Romi
Fendi pun menggelengkan kepalanya menandakan isyarat tidak tau, ia juga bingung wanita siapa yang dimaksud
“Kalau tidak salah, ketemunya di Mall” Jawab Tania
“Siapa yah namanya, aku lupa pak” lanjutnya
“Astagfirullah” Ucap Fendi
“Valeri” Ucap Fendi
“Nah itu” Ucap Tania
“Valeri sepupu kamu broh” Ucap Romi
“Apa, sepupu” Ucap Tania bingung
“Iya sayang, Valeri itu sepupunya Fendi” Ucap Romi
“Wah gawat berarti Felisa salah faham dong bang” Ucap Tania
“Iya” Ucap Romi
“Kamu ketemu Feli broh di Mall” Tanya Romi
“Iya broh, kami bertemu, namun saat itu Feli juga sedang jalan berdua dengan dokter sok ganteng itu” Ucap Fendi kesal mengingat sosok Danu
“Dokter Danu pak” Ucap Tania
“Hum” Ucap Fendi
"Hahaha" Tawa Tania
Fendi dan Romi pun melihatnya dengan ekspresi yang tidak bersahabat
__ADS_1
"Yank, jangan mode bercanda sama harimau yang sedang bangun" Ucap Romi dalam hati
Ia sangat mengenal Fendi, sekarang mode seriusnya sedang on, ia tak suka ada orang yang bercanda
Kalaupun Tania, mungkin ia masih bisa memaklumi karena Tania merupakan sahabat gadis pujaannya
Tania yang mengerti isyarat kekasihnya pun faham, ia mulai kembali serius
"Hum, maaf - maaf pak" Ucapnya
“Jadi waktu itu Feli cerita kalau pergi menonton bioskop dengan dua rekan kerjanya pak, terus mbak Mel menyuruh Feli buat beli popok Meldi di swalayan dalam Mall, eh tak taunya ketemu sama dokter Danu, tak lama kemudian dua rekan Feli pamit pulang duluan, makanya yang bapak lihat cuma tinggal Feli sama pak dokter” Ucap Tania menjelaskan
“Oh begitu, aku mengira mereka berkencan” Ucap Fendi
“Pak dokter memang naksir sama Feli namun Feli biasa saja pak” Ucap Tania
“Bahkan kata mbak Mel, kabarnya dokter Danu sedang dekat dengan teman seprofesinya, dan rumor tersebutlah yang sedang beredar di rumah sakit, namun beliau selalu memberi perhatian kepada Feli, makanya kita taunya ia naksirnya sama Feli pak” Ucapnya melanjutkan
“Oh begitu sayang ceritanya” Ucap Romi
“Iya beb” Ucap Tania
Tania bersyukur dengan kata lain ia dapat membantu sahabatnya untuk membuat klarifikasi kalau tidak kesalahpahaman prajurit dingin tersebut bisa saja berlanjut dan tidak menutup kemungkinan akan mempengaruhi perasaannya terhadap sahabatnya yakni Felisa
“Broh ternyata kamu yang salah faham” Ucap Romi
“Iya” Ucap Fendi
Tak lama kemudian Tania pamit pulang karena jam istirahat Romi juga telah selesai dan ia harus lanjut bekerja
“Pamit dulu yah pak” Ucap Tania
“Iya” Ucap Fendi
“Hati – hati yah sayang” Ucap Romi
“Okey” Ucap Tania
Ia pun mengendarai motornya untuk kembali ke rumah
“Komandan kayaknya harus maju” Ucap Romi
“Iya” Ucap Fendi
Mereka berdua kembali ke ruangan masing – masing untuk menjalankan aktivitas mereka
Karena kesibukannya, Fendi pulang sangat larut, tubuhnya begitu lelah, ia bahkan tak melihat ponselnya seharian ini
Sesampainya di rumah ia langsung mandi dan berganti pakaian, ia pun menuju dapur rumahnya untuk makan malam, karena sibuk ia sampai belum makan malam
Jam menunjukan pukul 01.00 wib, ia makan dengan tenang tanpa membangunkan asisten rumah tangganya, tidak tega rasanya jika harus menyuruh mereka bekerja di waktu istirahatnya
Sehabis makan setelah bersantai beberapa menit, ia pun langsung menuju kamarnya dan beristirahat, badannya terasa lelah karena aktivitas seharian.
Bersambung______
__ADS_1
Dukung terus karya Author yah 🥰 Saranghae 🤗