
Jam menunjukan pukul 16.30 wib
Dua orang lelaki dengan kaos sederhana namun masih kelihatan rapi sedang bersiap ke rumah gadis pujaan mereka, sesampainya di kampung sang gadis dua lelaki tersebut pun menuju komplek perumahan para gadis yang akan di temui mereka, karena rumahnya saling berdekatan, Romi pun memilih memakirkan mobilnya di depan rumah sang pacar tepatnya mantan pacar
“Broh, kita turun disini aja yah” Ucap Romi
“Okey” Ucap Fendi
Kedua lelaki itupun turun dari mobilnya, Romi pun beranjak untuk menemui Tania, Fendi mengikuti saja
Tok ... tok... tok
“Assalamualaikum” Ucap Romi
“Walaikumsalam” Ucap sang punya rumah
“Sebentar” Ucap ibu Riana berjalan dari dapur untuk membuka pintu depan rumahnya
“Romi” Ucapnya kaget
“Halo tante” Ucap Romi
“Iya halo” Ucap ibu Riana
“Silahkan masuk” Ucapnya melajutkan
Romi dan Fendi pun bergegas masuk ke dalam
“Ada apa yah kesini” Ucap Riana, ia memang sedikit kecewa kepada Romi namun ia harus bisa menjaga sikapnya
“Tania ada tante” Tanya Romi
“Tania sedang ke rumah Felisa” Ucap ibu Riana
“Oh” Ucap Romi
“Kamu kemana aja Romi, kenapa baru kemari” Tanya ibunya Tania
Romi pun menceritakan keberadaannya selama seminggu ini, Fendi pun hanya menyimak apa yang dikatakan oleh sahabatnya itu
“Oh begitu, rupanya ada salah faham disini” Ucap ibu Riana mengambil kesimpulan
“Iya bu” Ucap Romi
“Nyusul aja Romi ke rumahnya Feli, mereka pasti sedang berkumpul” Ucap Ibu Riana
“Iya tante, saya pamit kesana dulu” Ucap Romi
“Tau kan dimana rumah Feli” Tanya bu Riana
“Tidak tau tante, hehehe” Ucap Romi jujur karena ia belum pernah ke rumah Felisa
“Aku tau broh” Ucap lelaki dingin yang diam sejak tadi
“Ya Allah, nak Fendi yah” Ucap ibu Riana
“Iya tante” Ucap Fendi
“Maaf yah tante baru ngeh sama kamu, nak Romi nanti perginya sama nak Fendi aja, soalnya nak Fendi tau dimana rumahnya” Ucap ibu Riana
“Siap tante” Ucap Romi
Kemudian ia pamit pada ibu Riana dan mereka menuju rumah Felisa, saat diperjalanan Romi terus memandang sahabatnya itu dengan tatapan tidak percaya
“Broh” Panggil Romi
“Iya, aku tau isi otakmu” Ucap Fendi
“Aku pernah kesini waktu akikah keponakannya, mbak Dena yang undang, tak taunya mbak Dena kakak iparnya Feli” Ucap Fendi menjelaskan
“Oh begitu, kok gak ngajak” Ucap Romi
“Kamu gak diundang bestie” Ucap Fendi meledek sahabatnya itu
Nyes..
“Sakitnya tuh disini, auw” Ucap Romi sambil bernyanyi
“Cih” Cibir Fendi melihat tingkah sahabatnya itu
Saat hampir mendekati rumah Felisa, kedua lelaki tersebut melihat sebuah motor yang terparkir
“Broh, motor siapa tuh” Tanya Romi
“Hum, gak tau” Ucap Fendi acuh
__ADS_1
Saat di depan rumah gadis tersebut, sayup – sayup terdengar suara tawa dua gadis yang mereka kenal, mereka berduapun saling memandang satu sama yang lainnya
“Assalamualaikum” Ucap keduanya bersamaan
“Walaikumsalam” Ucap Melati
“Eh Fendi, silahkan masuk” Ucap Melati
“Terima kasih mbak” Ucap Fendi
Di dalam rumah, Felisa maupun Tania kaget dengan kedatangan dua prajurit tersebut, apalagi ditambah mereka sedang tidak sendiri ternyata sudah ada tamu yang lain, yang sejak tadi bercengkrama dengan mereka
“Bang Romi” Ucap Tania lirih
Ekspresinya datar tanpa senyuman, ia hanya memandang lelaki tersebut tanpa menyapa
“Silahkan duduk Fen, kalau boleh tau ini siapa” Ucap Melati
“Perkenalkan saya Romi mbak, temannya Fendi” Ucap Romi memperkenalkan diri
“Oh begitu, saya Melati kakak iparnya Feli” Ucap Melati
“Silahkan duduk” Ucap Melati
“Mari bang” Ucap Felisa ikut mempersilahkan
Oek oek oek...
Suara bayi berumur tiga bulan yang sedang menangis di kamarnya, sepertinya ia terbangun karena kelaparan
“Semuanya, mbak permisi ke dalam yah, Meldia udah bangun soalnya” Ucap Melati pamit pada tamu adik iparnya itu
“Iya mbak” Ucap semuanya kompak
Feli pun pamit ke belakang untuk membuat minuman, sedangkan Romi mengajak Tania untuk berbicara berdua di depan teras rumah Felisa
“Sayang, kita bicara di depan boleh” Ucap Romi
“Hum, baiklah” Ucap Tania
Mereka pun duduk di depan teras rumah, meninggalkan dua lelaki beda profesi yang sedang saling menatap tajam di ruang tamu
“Bang Fen, bang Romi kemana” Tanya Feli yang kembali dengan membawa dua cangkir teh di atas nampan
“Sedang di luar berbicara dengan Tania” Ucap Fendi
“Iya terima kasih” Ucap Fendi
“Bang Fen kenalin ini dokter Danu, dokter Danu kenalin ini bang Fendi” Ucap Felisa memperkenalkan keduanya
Kedua lelaki itu pun berkenalan, namun dengan datar tanpa ekspresi apapun
“Oh yah Fel, lanjut yang tadi, kamu lebih senang kue apa” Tanya dokter Danu mengambil start
“Feli suka kue apa aja dok, namun lebih suka brownis” Ucap Felisa
Prajurit dingin hanya menyaksikan obrolan keduanya dengan ekspresi yang tak terbaca, sepertinya ia sedang menahan gejolak api di dalam dadanya
“Oh yah bang Fen gimana kabarnya, abang sama bang Romi ko baru datang” Tanya Feli
Ia mencoba mencairkan suasana sebab ia tak enak hati karena tamunya ada dua orang
“Alhamdulillah baik dek, kami baru pulang dari hutan dek, habis latihan bertempur” Ucap Fendi jujur
“Oh pak Fendi abdi negara yah” Tanya dokter Danu
“Iya” Jawab Fendi
“Kalau boleh tau tugas dimana” tanya dokter
Felisa hanya diam sambil mendengarkan
“Hum, tugas di markas 7**” Ucap Fendi seadanya
“Saudara saya juga seorang prajurit, ia bertugas di batalyon 7** juga, pangkatnya sudah Lettu, mungkin saja pak Fendi kenal” Ucap dokter Danu antuasias
“Namanya siapa” Tanya Fendi
“Lettu Arif Prayoga, nama saudara sepupu saya” Ucap dokter Danu
“Oh iya saya kenal” Ucap Fendi
“Pasti pak Fendi kenal karena pangkatnya saja sudah Lettu, dia punya anak buah banyak, mungkin saja pak Fendi merupakan salah satu anak buahnya” Ucap Danu terkesan meremehkan Fendi
Fendi pun tidak terpancing, memang benar ia mengenal Lettu Prayoga, namun di bandingkan Fendi, pangkat saudara sang dokter masih di bawahnya, namun ia tak mau sombong, sebab gadisnya ini belum tau siapa dirinya
__ADS_1
“Mungkin beda kompi dokter” Ucap Fendi mencoba ramah
Di teras rumah, dua kekasih yang sempat putus sudah kembali bersama, berkat penjelasan dari Romi, kesalahpahaman antara keduanya sudah diselesaikan, Tania pun kini sudah lebih mengerti
“Masuk ke dalam yuk bang” Ucapnya
“Yuk” Ucap Romi
Mereka berduapun ikut bergabung dengan yang lainnya, percakapan mereka terus saja terjadi, Danu sangat membanggakan pekerjaan adik sepupunya, Romi yang mendengarkannya pun telinganya di buat panas oleh ocehan sang dokter, namun ia mencoba bersikap biasa saja, karena jika sang dokter tau yang sebenarnya mungkin ia akan lebih malu
“Bukan waktu yang tepat, belum saatnya” Ucap Fendi berbisik ke Romi
Romi pun menganggukan kepalanya
Percakapan mereka terhenti saat adzan magrib berkumandang, sang dokter pamit untuk pulang ke rumahnya, berbeda dengan sang prajurit yang meminta izin untuk melaksanakan kewajibannya, Felisa dibuat kagum oleh kesalehan lelaki dingin tersebut
“Dek boleh abang izin numpang sholat” Tanya Fendi
“Boleh bang” Ucap Felisa
“Kita sholat berjamaah aja yuk” Ucap Tania
“Boleh” Ucap Felisa
“Tan, tolong bantu arahkan bang Fendi sama bang Romi berwudhu di belakang yah, aku mau panggil mbak Mel dulu” Ucap Felisa
“Okey” Ucap Tania
Ia pun mengarahkan dua lelaki tersebut menuju ke belakang sebab dirinya yang paling tau seluk beluk rumah Felisa
Felisa pun menuju kamar Melati
“Mbak, mau ikutan sholat sama kita gak” Tanya Feli
“Kalian duluan aja yah dek, mbak bujukin Meldi dulu yah” Ucap Melati
“Iya mbak” Ucap Felisa
Ia pun kemudian menuju ke belakang untuk ikut berwudhu, selesai berwudhu mereka pun menjalankan kewajiban di ruang keluarga milik Felisa dengan dipimpin oleh Fendi sebagai imamnya
Bacaan Alfatiha dan surah – surah pendek yang dilantunkan Fendi sangat merdu
Felisa dibuat merinding oleh bacaannya, mereka sangat khusyuk sekali menjalankannya, hingga akhir salam dan doa pun, mereka meminta dengan penuh keyakinan kepada AZZA Wajallah
Sehabis sholat, mereka pun melipat kembali mukenah dan sarung yang digunakan, Fendi dan Romi memakai sarung milik Diora yang diberikan Felisa
Mereka pun pamit untuk kembali karena hari sudah malam
“Salam yah dek buat mbak Mel” Ucap Fendi
“Iya bang” Ucap Felisa
“Abang pulang dulu yah sayang” Ucap Romi pada Tania
“Iya bang, hati – hati yah” Ucap Tania
“Iya sayang” Ucap Romi
Kedua lelaki tersebut kemudian berlalu menuju mobilnya yang terparkir di depan rumah Tania dan kembali ke rumahnya dengan perasaan yang bahagia
Sedangkan di rumah Felisa setelah kepergian Tania kembali ke rumahnya, Felisa pun teringat kembali Fendi yang menjadi imam, ia sangat kagum pada lelaki tersebut, saat berdoa pada sholat isya, ia berdoa dengan sangat kyusuk entah apa yang sedang ia minta, namun yang jelas, ia meminta dengan segenap hatinya
“Semoga dikabulkan ya Rabh, Aamin” Gumamnya menyudahi
Ia beranjak lalu makan malam bersama kakak ipar dan kakaknya Diora yang baru saja pulang, setelahnya ia tidur dengan bunga mimpi yang indah.
Bersambung_______
Hai...hai...hai
Terus dukung karya Author yah 🥰
saranghae Readers semua ❤️
Bagi yang mau bersilaturahmi boleh berkunjung ke kontak IG milik Author @yylatuconsina 😊
Salam pertemanan semuanya 🤗
__ADS_1