Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Kedatangan Sepupu


__ADS_3

Puasa sudah di pertengahan, Felisa menjalaninya dengan bahagia, tahun ini banyak pelajaran berharga, ia sudah bisa mengikhlaskan yang bukan takdirnya, namun tetap saja ia merasa sepi karena ibunya tidak bersama dengan mereka, namun ia meyakini ibunya juga sedang menjalaninya di sana, tentunya dengan bahagia juga sebab bisa bersama dan dekat sama Tuhan


Tok..tok..tok


"Assalamu Alaikum" Suara dari luar


"Walaikumsalam" Ucap Melati


Ia segera beranjak dari duduknya untuk membuka pintu


"Halo Mel" Ucap seorang wanita


"Hai mbak" Ucap Melati


"Masuk mbak" Ajaknya


"Iya, terima kasih" Ucap sang tamu


"Silahkan duduk mbak" Ucap Melati


"Iya" Ucap wanita tersebut


"Fel" Teriak Melati


"Iya mbak" Ucap Felisa


"Ayo kesini, lihat siapa yang datang" Ucap Melati


"Iya mbak, sebentar" Ucap Felisa dari kamarnya


Tak lama ia pun keluar dan kaget melihat siapa yang datang


"Mbak Ela" Ucap Felisa


"Halo Fel" Ucap Ela sepupunya


"Apa kabar mbak" Tanya Felisa


"Baik dek, kalau kamu" Ucap Ela


"Alhamdulillah baik juga mbak" Ucap Felisa


"Ini adek Fais yah" Ucapnya lagi


"Iya sayang" Ucap Ela


"Babang Fais, salamin Tante Feli" Ucap Ela pada anaknya itu


Sang anak langsung menyalami Felisa dan juga Melati


"Wah pintarnya udah gede yah" Ucap Melati


"Iya Mel" Ucap Ela


"Mama mau makan" Ucap bocah tersebut


"Eh gak puasa yah" Ucap Felisa


"Hahaha dia mah gak puasa dek" Ucap Ela


"Hehehe, iya mbak" Ucap Felisa


"Abang mau makan apa" Tanya Melati


"Mie gereng" Ucap Fais


"Eh mie apa" Tanya Melati


"Mie goreng Mel, dia biasa nyebutnya salah" Ucap Ela


"Oh mie goreng yah" Ucap Felisa


"Iya dek" Ucap Ela


"Yuk ikut Tante, kita masak di belakang" Felisa


Fais pun menggandeng tangan Felisa kemudian keduanya berjalan menuju arah dapur meninggalkan Melati dan Ela di ruang tamu


"Udah lama yah gak ketemu" Ucap Melati


"Iya Mel" Ucap Ela

__ADS_1


"Dio masih di luar kota yah" Tanya Ela


"Iya, minggu depan baru balik" Ucap Melati


"Oh iya btw anak kamu mana" Ucap Ela


"Lagi bobo di kamar" Ucap Melati


"Oh lagi tidur yah" Ucap Ela


"Ia habis main kecapean" Ucap Melati


"Iya, kalau mereka main kecapean pasti tidurnya gampang, kalau gak, susah banget" Ucap Ela


"Oh yah, mungkin karena Meldi masih kecil kalo yah jadi tidurnya gampang, kalau Fais gimana gampang tidur atau gak" Ucap Melati


"Hum, Fais kan baru lima tahun, jadi paling nyuruh minum susu, terus di bujuk langsung tidur, gak tau kalau gedenya gimana, kata teman aku kalau udah gede nanti bakalan agak sulit" Ucap Ela


"Oh yah, semoga saja kita bisa yah melewati fase itu" Ucap Melati


"Iya" Ucap Ela


"Oh yah, yuk kita taruh barang kalian" Ucap Melati


"Okey" Ucap Ela


Kemudian Melati membantu Ela membawakan barang - barang nya ke kamar Dena dan Putra


Setelah membantu Ela beberes kemudian mereka menghampiri Felisa dan Fais di dapur


Terlihat Fais sedang asyik memakan mie gorengnya dengan lahap, sedangkan Felisa sedang menemani bocah tersebut


"Wah enak yah" Ucap Ela


"Enak ma" Ucap Fais


"Fais udah bisa makan sendiri yah El" Tanya Melati


"Iya Mel sudah biasa, cuma kamu manjanya kambuh yah minta di suap" Ucap Ela


"Mbak, aku ke rumah Tania dulu yah" Ucap Felisa


"Iya dek" Ucap Melati


"Iya sayang gak papa" Ucap Ela


"Fais mau ikut Tante" Ucap Fais


"Eh" Ucap Felisa kaget


"Gak bisa sayang, Tante Feli mau ketemu teman" Ucap Ela


"Mau ikut, mau ikut" Ucap Fais merengek


"Gimana dek" Ucap Melati


"Yah udah mbak gak papa, tapi habisin dulu mie nya" Ucap Felisa


"Asyik" Ucap sang bocah


Fais pun makan dengan lahap, sedangkan Ela dan Melati tersenyum melihat bocah tersebut


"Mama" Ucap Meldi menangis


"Sebentar yah El, Meldi kayaknya udah bangun" Ucap Melati


"Iya Mel" Ucap Ela


"Meldi siapa ma" Ucap Fais


"Adek Meldi anaknya Tante Melati sayang" Ucap Ela


"Ma, udah habis" Ucap Fais


"Yuk cuci tangannya sayang" Ucap Ela


"Okey" Ucap Fais


Ela membantu anaknya mencuci tangan


Kemudian ketiganya beranjak ke arah depan, nampak Melati yang baru keluar dari kamarnya

__ADS_1


"Wah cantiknya" Ucap Ela


"Halo Abang" Ucap Melati


"Ini adek Meldi ma" Ucap Fais


"Iya sayang" Ucap Ela


Melati pun menurunkan anaknya untuk berkenalan dengan Fais, bocah laki - laki tersebut kemudian memeluk Meldia, nampak ia tertarik dengan sepupunya tersebut


"Tante, Fais gak jadi ikut, mau main aja sama adek Meldi" Ucap Fais


"Oh gak jadi ni" Ucap Felisa


"Iya Tante" Ucap Fais


"Okey deh, kalau gitu Tante pergi dulu yah, mbak Mel, mbak Ela, Feli pergi dulu yah" Ucap Felisa


"Iya sayang hati - hati" Ucap kedua wanita dewasa tersebut


Ela pun memutar TV yang ada di ruang keluarga sedangkan Melati mengambil mainan di dalam kamarnya untuk anak dan keponakannya bermain


Kemudian Melati kembali dengan mainan yang sangat banyak untuk bocah - bocah tersebut, ia meletakan semua di atas lantai, dan dua bocah tersebut sangat senang melihat semua permainan tersebut, beruntung Raihan meninggalkan beberapa mobil - mobilnya di rumah sehingga bisa di pakai oleh Fais untuk bermain


Karena kedua bocah sedang asyik bermain, kedua orang tua itu asyik menonton tv sambil terus bercerita


Sedangkan di rumah Tania, Felisa sedang asyik bercerita dengan Tante Riana, sedangkan Tania sendiri sedang membungkus pesanan yang akan di ambil oleh pelanggan, sudah dua hari ini mereka tidak berjualan di pasar karena sibuk membuat pesanan pelanggan tetap yang memesan dengan jumlah yang sangat banyak, sehingga mereka tak perlu lagi berjualan di pasar kali ini


"Feli kapan ni kenalin doi ke Tante" Ucap Riana


"Hehehe, belum ada Tante" Ucap Riana


"Puasa gak boleh boong loh, dosa tau" Celetuk Tania


"Hahahah" Tawa Riana


"Nak jangan begitu, muka Feli merah ni jadinya" Ucap Riana lagi


"Gak papa ma, biarin dia marah" Ucap Tania


"Ih Tante, Tania jahat" Ucap Felisa


"Tania" Ucap Riana


"Iya ma, ampun" Ucap Tania


"Lalu gimana nak Feli lanjutannya" Ucap Riana


"Apa yang berlanjut tante" Ucap Felisa


"Hahaha" kini giliran Tania yang tertawa


"Tania" Ucap Riana lagi


"Hehe, ampun ma, habis Feli nya gak konek sih" Ucap Tania


"Beb, maksud mama, jadi gimana doi nya" Ucap Tania


"Oh, masih dekat aja Tante" Ucap Felisa akhirnya mengerti


"Oh masih pendekatan yah" Ucap Riana


"Iya Tante" Ucap Felisa


"Iya, pendekatan aja dulu sayang, kalau cocok baru deh" Ucap Riana


"Hehe, iya Tante" Ucap Felisa


"Dengar tuh Fel, dekat dulu baru maju" Ucap Tania


"Hum, ngomong terus, kamu sendiri gimana nak" Ucap Riana berbalik bertanya pada anaknya


" Hehehe, mama ih" Ucap Tania


"Hahahaha, malu ni ye" Ucap Felisa tertawa


"Hahaha" Tawa Riana dan juga Tania


Mereka bercerita seperti layaknya keluarga, Riana menganggap Felisa seperti anaknya sendiri begitupun Felisa yang sudah nyaman dengan Riana, Tania pun tidak cemburu melihat kedekatan Felisa dengan Ibunya, ia bersyukur sahabatnya tidak merasa kesepian karena Riana juga peduli kepadanya.


Bersambung______

__ADS_1


Dukung terus karya Author yah 🥰 Terima kasih 🙏❤️


__ADS_2