
Sinar matahari bersinar terang, Felisa sedang menjemur pakaian di samping rumahnya, Melati dan Diora sedang membawa Meldi berkunjung ke rumah ibunya Devanka
"Fel" Panggil Tania
"Hai" Ucap Felisa
"Banyak yah Fel" Tanya Tania
"Lumayan, bantuin dong biar cepat selesai panas nih" Ucap Felisa
"Okey" Ucap Tania
Ia pun segera membantu Felisa menjemur pakaian - pakaiannya, selesai itu mereka berdua masuk ke dalam rumah dan duduk di kasur milik Felisa
"Tan" Panggil Felisa
"Hum" Jawab Tania
Ia sedang sibuk melihat majalah
"Puasa gak" Tanya Felisa
"Gak, lagi dapet" Ucap Tania
"Oh, berarti cuma Tante aja yah" Ucap Felisa
"Iya" Ucap Tania
"Lapar gak" Tanya Felisa
"Gak, udah makan tadi sebelum kesini" Ucap Tania
"Oh, btw kamu gak jualan" Ucap Felisa
"Gak, kata mama tunggu setelah puasa tiga hari, soalnya kalau begini, semua masih makan makanan rumahan dulu lagian belum rame juga" Ucap Tania
"Oh begitu, memangnya kamu mau jualan dimana" Ucap Felisa
"Jualan di pasar, sebagian lagi posting biar bisa lewat online juga kayak biasanya" Ucap Tania
"Pasar sebelah mana" Tanya Felisa
"Rencananya sih dekat area masuk, biar orang mudah untuk lihat" Ucap Tania
"Wah bagus tuh, strategis juga tempatnya" Ucap Felisa
"Iya dong" Ucap Tania
"Tapi memangnya kamu udah punya tempat buat jualan nanti, seperti etalase" Ucap Felisa
"Udah kok, kemarin udah beli terus udah bawa kesana" Ucap Tania
"Oh syukurlah kalau begitu" Ucap Felisa
"Iya beb" Ucap Tania
"Oh yah, Fel" Ucap Tania
"Iya beb" Ucap Felisa
"Kemarin aku ketemu bang Romi" Ucap Tania
"Bagus dong, terus" Ucap Felisa
"Bang Romi ngajak serius" Ucap Tania
"Apa" Ucap Felisa
"Jangan teriak beg*, kuping aku sakit" Ucap Tania
" Hehehe" Ucap Felisa tertawa
Ia begitu kaget mendengar penuturan sahabatnya itu
"Terus, kamu jawab apa" Ucap Felisa
"Bingung beb" Ucap Tania
"Loh kok bingung, bukannya bagus yah di ajak serius" Ucap Felisa
"Bagus sih, cuma aku belum siap" Ucap Tania
"Kenapa, kamu belum siap" Ucap Felisa
"Iya beb, kamu kan tau, kehidupan aku sama mama bagaimana, apalagi aku gak kayak kamu" Ucap Tania
"Gak kayak aku bagaimana" Ucap Felisa
"Yah kamu bekerja, sedangkan aku" Ucap Tania melemah
__ADS_1
Ia terlalu rendah diri
"Beb" Ucap Felisa
"Hum" Ucap Tania
"Gak ada manusia sempurna di dunia ini beb, aku bekerja kamu bekerja semua orang bekerja, apapun pekerjaannya asalkan halal dan menghasilkan sudah sangat Alhamdulillah, dan jika kamu menemukan pria yang bisa menerima kamu apa adanya, kenapa kamu masih merasa bingung" Ucap Felisa menasehati panjang lebar
"Maksud kamu" Ucap Tania
"Tania sayang, jika bang Romi tidak mempermasalahkan status dan latar belakangmu lantas mengapa kamu bingung" Ucap Felisa
"Tapi Fel, aku bukan cuma bingung tapi juga ragu" Ucap Tania
" Hah, ragu kenapa" Ucap Felisa
"Ragu sama bang Romi beb, masa lalunya terlalu buruk untuk aku terima" Ucap Tania
"Astaga Tania, kalau kamu memandang masa lalunya dan menganggap itu adalah hal terburuk lantas mengapa kau menerima dia sebagai kekasihmu, apa selama ini kau tak bisa menerima dia, apakah setahun lebih ini tidak berarti" Ucap Felisa
"Jika bang Romi mendengar perkataanmu apa dia tidak kecewa" Ucap Felisa
" Tapi Fel" Ucap Tania
"Ku rasa kau cerdas, namun ternyata kau begitu bodoh beb" Ucap Felisa
"Kok bodoh sih" Ucap Tania tidak terima
"Bagaimana bisa kau ragu dan bingung sama bang Romi, bukankah selama ini sudah cukup jelas kau melihat segala kebaikannya" Ucap Felisa
"Tapi Fel, kalau kau berada di posisi ku apa kau akan melakukan itu, atau misalnya" Ucap Tania
"Misalnya apa Tan" Ucap Felisa frustasi
Ia sangat bingung dengan pemikiran sahabatnya ini
"Misalnya pak Fendi berada di posisi bang Romi, apa kamu mau menerimanya" Ucap Tania
"Jelas aku terima, apa yang salah, kalaupun bang Fendi lebih buruk dari bang Romi sekalipun akan aku terima, semua waktu yang kau lalui sudah lebih dari cukup untuk meyakinkanmu pada orang sebaik bang Romi beb, jangan sampai kamu menyesal, sebab orang baik tidak datang dua kali Tan, pikirkan hal itu" Ucap Felisa
Ia nampak sedikit marah
"Astagfirullah, aku lagi puasa" Ucap Felisa
"Kamu curhatnya gak ingat waktu deh" Ucapnya
"Hehehe maaf, mana aku tau reaksi kamu akan seperti ini" Ucap Tania
Bunyi sesuatu yang jatuh di dalam rumah
"Siapa beb" Ucap Tania
"Ayo kita lihat" Ucap Felisa
Mereka bergegas melihat siapa yang ada di dalam rumah
Saat keluar dari kamarnya, Tania dan Felisa sangat terkejut melihat siapa yang telah berada di rumahnya
"Bang Fendi" Ucap Felisa
"Iya dek" Ucap Fendi
"Halo Pak" Ucap Tania
"Halo" Ucap Fendi
"Bang Fendi sama siapa kesini" Ucap Felisa
"Romi" Ucap Fendi
"Bang Romi" Ucap Felisa kaget
"Maksud bapak, bang Romi tadi juga kesini" Ucap Tania
"Iya" Ucap Fendi datar
Jujur ia merasa kecewa atas Tania, sahabatnya Romi mungkin sekarang sedang galau dan bersedih
Saat mereka datang, mereka sudah memberi salam namun tidak ada yang menjawab sedangkan pintu rumah Felisa terbuka lebar, mereka pun melangkah masuk dengan terus memanggil nama Felisa sang pemilik rumah, namun naas saat hendak berjalan ke ruang keluarga, Fendi dan Romi harus mendengar percakapan kedua gadis tersebut, awalnya mereka pikir percakapan itu biasa saja, hingga saat Tania curhat tentang keseriusan Romi dan mendengar jawabannya
Begitupun saat mendengar respon Felisa, sangat membuat hati Fendi merasa senang, namun naas tidak dengan sahabatnya Romi, saat mendengar hal tersebut, ia sangat kecewa dan sakit hati, gadis yang di sayanginya selama ini, ia pikir dapat menerimanya apa adanya, menerima masa lalunya, namun sayang di luar dugaan, gadis itu ternyata ragu dengan dirinya
"Kemana bang Romi pak" Ucap Tania
"Sudah pergi" Ucap Fendi
"Apa" Ucap Tania
"Maksud Abang" Ucap Felisa
__ADS_1
"Dia udah pergi tadi" Ucap Fendi
"Kapan pak" Ucap Tania
"Sekarang mungkin sekitar lima belas menit" Ucap Fendi saat melihat jam di tangannya
" Apa" Ucap Tania
"Beb coba lihat di depan" Ucap Felisa
"Iya beb" Ucap Tania
Ia pun berlari ke depan namun tidak ada siapa - siapa, saat pergi ke rumahnya berharap ia melihat mobilnya Romi, namun juga tetap tidak ada, nampaknya lelaki itu sudah pergi
"Tania" Panggil Riana
"Iya ma" Ucap Tania
"Kamu darimana, tadi Romi kesini terus ibu suruh ke rumah Feli" Ucap Riana
"Bang Romi" Ucap Tania
"Iya kenapa Romi" Ucap Riana
"Bang Romi udah pergi Bu" Ucap Tania lemas
Ia menahan air matanya
"Oh Romi udah pulang yah" Ucap ibunya Riana
"Iya bu" Ucap Tania
"Oh yah sudah kalau begitu, ini kamu tolong bawa ke Feli, ini ada takjil buat berbuka nanti" Ucap Riana
"Iya ma" Ucap Tania
Ia pun kembali ke rumah Felisa
"Bang Fendi kesini naik apa" Ucap Felisa
"Semobil tadi sama Romi, cuma Romi udah balik duluan, maafin Abang dek, tadi Abang sama Romi gak sengaja dengar percakapan kalian" Ucap Fendi jujur
"Ya Allah, Abang" Ucap Felisa kaget
"Terus bang Romi gimana bang" Ucap Felisa
"Ia nampak sangat kecewa" Ucap Fendi
"Fel" Ucap Tania lemas dan tidak bisa lagi menahan air matanya
Beruntung ia tidak puasa
"Beb" Ucap Felisa
Ia bergegas memeluk sahabatnya itu
"Duduk dulu beb" Ucap Felisa
"Bang Romi gak ada beb" Ucap Tania
"Ini dari mama buat kamu" Ucapnya sambil memberikan kue buatan mamanya
"Makasih yah" Ucap Felisa
"Iya, Hik Hik hik" Ucap Tania menangis terseduh - seduh
Ia kehilangan Romi, ia berusaha mengejar namun kekasihnya itu sudah pergi
"Dek, Abang pulang dulu yah" Ucap Fendi
"Gak papa ni bang, maaf yah bang jadi begini" Ucap Felisa
"Iya dek gak papa" Ucap Fendi
"Salam yah buat bang Dio dan mbak Mel" Ucapnya
"Iya bang, hati - hati yah" Ucap Felisa
"Iya dek" Ucap Fendi
Ia pun segera meninggalkan rumah Felisa
Beruntung tadi ia sudah SMS anak buahnya untuk menjemputnya
Di dalam rumah Felisa, Tania menangis mengingat perkataannya terhadap Romi, ia yakin Romi kecewa saat mendengarnya, Felisa hanya bisa diam sambil menemani sahabatnya yang sedang bersedih, ia hanya bisa menguatkan sahabatnya tersebut.
Bersambung________
Dukung terus karya Author yah Readers 😊
__ADS_1
Terima kasih 🙏 🥰🤗❤️