
Sesampainya di tempat wisata yang menjadi tujuan mereka, ternyata sudah banyak pengunjung, ada yang pergi bersama keluarganya dan juga yang bersama kekasihnya, mereka pun menepikan mobilnya di lahan yang sudah disediakan untuk parkir oleh tim pengelolah area tersebut
“Wah bagus banget yah Fel” Ucap Tania kagum setelah turun dari mobil
“Iya” Ucap Felisa
“Kita kesana yuk” Ajak Romi sambil membawa cemilan mereka
Lumayan banyak yang mereka beli untuk persediaan, Fendi pun ikut membawa beberapa
“Duduk disana aja beb” Ucap Tania
“Pak sewa tikarnya berapa pak” Tanya Fendi kepada seorang bapak yang menjajakan tikar kepada pelanggan
“ 20 ribu pak” Ucap bapak tersebut
“Oh ini pak saya sewa satu” Ucap Fendi sambil memberikan uang Lima puluh ribuan
“Ini pak kembaliannya” Ucap bapak tersebut
“Tidak usah pak buat bapak saja” Ucap Fendi
“Terima kasih pak” Ucap bapak tersebut
Lagi – lagi Felisa dibuat kagum dengan hal – hal kecil yang dilakukan Fendi, Felisa menjadi lebih mengetahui pribadi sang prajurit tersebut
“Buka disini aja Pak Fendi” Ucap Tania memberi ide
Fendi pun membuka tikar tersebut di bawa pohon rindang, mereka pun duduk sambil mengarah ke arah pantai, menikmati hamparan kerikil dan deburan ombak yang menghantam ringan karena ada kapal yang lewat
“Wah sejuknya” Ucap Tania
“Iya” Ucap Romi
Mereka pun bercanda sambil menikmati cemilan yang mereka bawa
“Foto bareng yuk beb” Ucap Romi mengajak yang lainnya
“Boleh” Ucap Tania
Romi pun mengambil ponselnya dan membuka aplikasi kamera kemudian ia mengambil beberapa gambar mereka
“Wah bagus gambarnya” Ucap Tania
“Beb foto disana yuk” Ajaknya
“Yuk” Ucap Romi
Ia pun berdiri akan mengikuti Tania, namun sebelumnya ia mengajak Fendi dan Felisa untuk berfoto
“Broh siap” Ucap Romi
Fendi dan Felisa pun siap, kemudian Romi pun mengambil gambar mereka dengan view yang bagus
“Okey, nanti aku kirim, aku kesana dulu yah broh, Fel” Ucap Romi
“Iya bang” Ucap Felisa
Romi pun berlari mengikuti Tania yang sudah lebih dulu bermain ombak
Feli dan Fendi nampak grogi karena ditinggal berdua
“Hum” Ucap Fendi menetralkan perasaannya
“Bang, dek” Ucap mereka bersamaan
“Adek duluan aja” Ucap Fendi
“Gak papa abang duluan aja” Ucap Felisa
“Oh ya sudah kalau begitu” Ucap Fendi
Ia pun memulai pembicaraan antara keduanya
“Adek sudah punya pacar” Tanya Fendi dengan hati – hati
“Kalau mantan punya, kalau sekarang tidak pacaran bang” Jawab Felisa
“Kenapa” Tanya Fendi
“Hum, gak mau pacaran, maunya ta’aruf aja bang” Ucap Felisa
“Oh begitu” Ucap Fendi
“Iya bang” Ucap Felisa
“Kalau misalnya ada cowo yang ajak ade serius, mau tidak, tapi cowo itu punya masa lalu yang kurang enak” Ucap Fendi hati – hati
“Hum” Ucap Felisa berfikir
“Kalau dia berniat serius dan jujur insya Allah Feli bisa pikirkan” Ucap Felisa jujur
“Begitu yah dek” Ucap Fendi
__ADS_1
“Iya bang” Ucap Felisa
Fendi ingin berbicara yang sebenarnya, ia ingin jujur tentang masa lalunya sebelum memulai sesuatu yang serius dengan Felisa, namun ia sangat takut dengan respon gadis tersebut, ia takut jika gadis pujaannya ini akan menjauh
“Kalau abang sendiri bagaimana” Tanah Felisa
“Apa yang bagaimana dek” Tanya balik Fendi karena belum faham
“Maksud Feli, abang sendiri sudah punya kekasih atau belum” Ucap Felisa hati – hati
“Kalau mantan punya, kalau pacar tidak ada” Ucap Fendi
“Kok bisa” Ucap Felisa
“Kenapa” Lanjutnya
“Kurang lebih sama seperti adek, tidak ingin pacaran lagi tapi maunya taaruf dan serius” Ucap Fendi
“Oh begitu yah bang” Ucap Felisa
“Iya dek” Ucap Fendi
“Udah nemu” Tanya Felisa dengan hati yang berdebar
Ia takut jika Fendi sudah memiliki calonnya
“Sudah nemu namun belum bisa miliki” Ucap Fendi
“Maksudnya” Ucap Felisa
“Abang sudah ketemu sama dia, tapi belum beraksi masih abang doakan” Ucap Fendi
“Oh begitu” Ucap Felisa
“Iya dek” Ucap Fendi tersenyum
Berbeda hal dengan Fendi, Felisa nampak bersedih ketika mendengar jawaban dari prajurit dingin tersebut, dalam hatinya ia berkata
“Rupanya ia sudah punya calon, beruntung sekali gadis itu” Ucap Felisa
“Dek ... dek” Panggil Fendi karena Felisa melamun
“Eh iya bang” Ucap Felisa
“Kamu menginginkan cowo seperti apa” Tanya Fendi
“Tidak muluk – muluk bang” Ucap Felisa
“Seperti bagaimana, jangan bilang kalau baik, itu sudah biasa dek” Ucap Fendi
“Hum” Ucap Fendi mengangguk mengiyakan
“Kalau abang, tipe cewe yang disukai seperti bagaimana” Ucap Fendi
“Seperti adek” Ucap Fendi
Uhk ... Uhk... Uhk..
Felisa yang sedang meminum minuman ringan pun langsung tersedak, Fendi refleks menepuk punggungnya dan memberikan tisu kepada Felisa
“Hati – hati dek” Ucap Fendi
“Maaf bang, btw makasih yah” Ucap Felisa karena Fendi telah membantunya
“Iya dek, maaf abang cuma bercanda” Ucap Fendi
“Yah ternyata cuma bercanda” Gumam Felisa dalam hati
“Iya gak papa bang” Ucap Felisa kemudian
“Abang ingin punya calon yang baik akhlak dan juga agamanya dan yang sayang sama keluarga” Ucap Fendi
“Oh begitu, semoga diperlancar yah bang” Ucap Felisa
“Aamiin aamiin Allahuma Aamiin” Ucap Fendi dalam hatinya
“Iya aamiin dek, makasih yah” Ucap Fendi kemudian
“Iya bang sama – sama” Ucap Felisa
“Broh, ayo kesini” Panggil Romi
“Ayo Fel kesini” Panggil Tania
“Ayo dek kesana” Ucap Fendi
“Iya bang” Ucap Felisa
Mereka berdua pun menyusul Romi dan Tania ke pantai
Mereka berfoto bersama, membuat ukiran nama dengan kerikil yang dibentuk jadi huruf kemudian berlarian, Fendi dan Felisa pun tertawa melihat tingkah Romi dan Tania yang sangat menghibur karena bertingkah menjadi duyung
“Abang yakin bang Romi prajurit” Tanya Felisa
__ADS_1
“Yakin gak yakin dek” Ucap Fendi
“Hahaha” Tawa keduanya
Cekrek ... Cekrek ... Cekrek
Mereka mengambil gambar yang banyak
“Foto berdua yuk dek” Ucap Fendi mengajak
“Boleh bang” Ucap Felisa
Fendi pun mengambil gambar mereka berdua dengan berlatar laut yang indah
“Cie bang romantisnya Rama dan Sinta” Ucap Tania
“Hahahaha iya serasa dunia milik berdua” Ucap Romi kompak dengan kekasihnya
Fendi dan Felisa pun hanya tersenyum dengan candaan mereka
Hari sudah mulai gelap, beberapa pengunjung sudah mulai pulang, air laut yang surut pun sudah mulai pasang, suasana di tempat wisata tersebut sudah mulai gelap meskipun ada beberapa pasang lampu warna warni di pepohonan namun tetap saja tidak mengurangi suasana yang mulai sunyi
Namun ada beberapa pasang kekasih yang masih bertahan untuk melihat matahari tenggelam
“Wah bagus banget” Ucap Tania
Romi pun mengambil gambar pemandangan tersebut
Fendi hanya melihat Felisa, bahkan pemandangan matahari tenggelam pun kalah dengan keindahan gadis di sampingnya tersebut, sedangkan gadis yang dipandangnya sedang asyik menikmati pemandangan
“Pulang yuk” Ucap Tania
“Ayo” Ucap semuanya kompak
Mereka pun membersihkan sampah cemilan ke tempatnya kemudian mengembalikan tikar sewaan kepada pemiliknya
“Terima kasih pak” Ucap Felisa
“Sama – sama nak” Ucap si bapak
“Ini dek ada sedikit cemilan” Ucap Fendi sambil memberikan sisa cemilan kepada anak lelaki bapak tersebut
“Terima kasih kak” Ucap sang anak
“Serasi sekali nak, bahagia selalu yah kalian semoga selalu harmonis” Ucap si bapak mendoakan
Ia mengira Fendi dan Felisa adalah pasangan suami istri
“Aamin ya Allah” Ucap Fendi dalam hati
“Aamin” Felisa pun mengamini dalam diam
“Terima kasih pak, kami permisi dulu” Ucap Fendi
“Iya hati – hati nak” Ucap bapak tersebut
Mereka berempat pun menuju mobil yang di parkir, sesampainya di sana sang petugas meminta uang parkir dan biaya masuk tempat tersebut karena mereka belum membayar saat awal datang
“Berapa bang” Tanya Romi
“Kalau biaya masuk mobil 15 ribu bang ditambah parkir 2 ribu” Ucap sang petugas jaga
“Ini bang” Ucap Romi memberikan uang 20 ribu
“Kembaliannya bang” Ucap petugas
“Ambil aja bang” Ucap Romi
“Makasih bang” Ucap Petugas
Mereka berempat pun segera pulang karena perjalanan yang masih panjang, Romi dan Fendi harus mengantarkan dua hadis tersebut kembali ke rumah mereka dengan selamat, padahal Fendi dan Romi tinggal di kota, namun mereka harus bolak balik lagi, tapi mereka lakukan dengan senang hati, karena hari ini mereka bisa kencan bersama, dan yang paling bahagia adalah sang prajurit dingin, Fendi sangat senang karena kencan pertamanya dengan gadis pujaannya berjalan dengan lancar dan berakhir dengan indah.
Bersambung_______
Hai .... hai ... hai
Siapa yang pengen ikut lihat pemandangannya ni Author kasih lihat yah
*Ini saat sore yah 😊
*Nah yang ini saat matahari tenggelam dan mulai Gelap
Gimana menurut Readers ?
Bagus kan 😊
Dukung terus karya Author yah 🤗 Saranghae semuanya 🥰
__ADS_1