
Sore harinya, Fendi sedang mengontrol ke lapangan, ia sedang melihat prajurit - prajuritnya berlatih
"Serka Romi" Panggil Fendi
"Siap Dan" Ucap Romi
"Minggu depan kamu juga ikut" Tanya Fendi
"Iya Dan, siap" Ucap Romi
"Baiklah kalau begitu" Ucap Fendi
Kemudian ia berlalu meninggalkan yang lainnya
Ia ada pertemuan dengan beberapa kolega lainnya
Satu jam kemudian, latihan selesai di lakukan, para prajurit pun bubar dan Romi dan yang lainnya menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri
Selesai mandi, Romi pun menuju lokernya untuk mengganti pakaian, setelah itu ia melihat ponselnya
Sebuah pesan dari pacarnya Tania, kemudian ia berniat menelpon pacarnya itu
"Halo assalamu Alaikum sayang" Ucapnya
"Walaikumsalam bang" Ucap Tania
"Sayang maaf yah tadi nelpon, Abang gak angkat soalnya tadi ada latihan di lapangan" Ucap Romi
"Iya bang, gak papa, Tania cuma mau ngomong sesuatu aja ko bang" Ucap Tania
"Mau ngomong apa sayang" Ucap Romi
"Ini aku mau bilang, ponsel Feli kan di pegang sama bang Dio, jadi nanti dia kesulitan hubungi pak Fendi jadi aku rencananya mau pinjamkan hape aku buat di pake Feli biar bisa komunikasi sama pak Fendi gitu bang" Ucap Tania
"Oh iya sayang, lalu Abang bisa bantu apa sayang" Ucap Romi
"Fendi gak hafal nomor pak Fendi bang, terus juga aku kan gak punya nomornya juga, jadi aku mau minta nomornya dari Abang" Ucap Tania
"Oh yah sudah nanti Abang kirim yah kontaknya" Ucap Romi
"Iya bang" Ucap Tania
"Terus kamu lagi ngapain sayang" Tanya Romi
"Aku lagi di rumah Feli bang, bang Dio tadi kecelakaan jadi lagi di obati mbak Mel" Ucap Tania
"Astagfirullah, terus keadaan bang Dio gimana sayang" Ucap Romi
"Keadaannya baik - baik aja sayang, cuma luka - luka, terus badannya pada sakit semua, mau di bawa ke rumah sakit tapi bang Dio gak mau, jadi mbak Mel yang tangani" Ucap Tania menjelaskan
"Oh iya sayang, syukurlah kalau begitu, padahal nanti malam Fendi mau kesitu" Ucap Romi
"Apa bang" Ucap Tania
"Lebih baik jangan bang, gak enak, bang Dio nya lagi sakit, takutnya gak bisa nerima tamu" Ucap gadis manis itu
"Iya sayang, Abang juga ngerti keadaan bang Dio, nanti deh Abang bilang sama Fendi" Ucap Romi
"Iya bang" Ucap Tania
"Yah udah kalau gitu, Abang lanjut kerja dulu yah sayang" Ucap Romi
"Iya bang, jangan lupa kirim nomornya bang" Ucap Tania
"Siap" Ucap Romi
Panggilan pun berakhir
Romi pergi menuju ke ruangan Fendi
"Selamat siang Dan, Danyon kemana yah" Ucap Romi
"Danyon lagi ketemu koleganya" Ucap seorang komandan
"Oh iya Dan, siap, terima kasih" Ucap Romi
__ADS_1
"Siap" Ucap komandan tersebut
"Saya permisi Dan" Ucap Romi memberi hormat
Kemudian berlalu ke musholah, sebab adzan magrib telah tiba
Saat hendak mengambil wudhu, ia di kejutkan dengan sapaan sahabatnya
"Dan" Ucap Romi melihat Fendi
"Kayak lihat hantu kamu" Ucap Fendi
"Maaf Dan" Ucap Romi
Kemudian mereka berdua mengambil wudhu dan bergegas melaksanakan kewajibannya
Setelah sholat, Romi pun berbincang dengan Fendi di pelataran masjid
"Dan" Panggil Romi
"Ada apa" Ucap Fendi
"Dan, jadi habis ini ke rumah Feli" Tanya Romi
"Jadi, ini saya mau kesana" Ucap Fendi
"Sebaiknya jangan Dan" Ucap Romi
"Kenapa jangan" Tanya Fendi
"Tania baru habis telepon, dia ngabarin bang Dio kecelakaan dan sedang di rawat sama istrinya mbak Mel" Jawab Romi
"Astagfirullah, keadaannya bagaimana" Ucap Fendi
"Keadaannya baik aja karena tidak terlalu parah mungkin sekarang sedang beristirahat karena katanya badan - badannya sakit semua" Ucap Romi
"Ya Allah kenapa semua bisa seperti ini" Ucap Fendi
"Sabar Dan, insya Allah semua ada hikmahnya" Ucap Romi
"Oh yah Dan, satu lagi, tadi aku kirim nomor kamu ke Tania, katanya biar kamu bisa komunikasi sama Feli karena hapenya masih di pegang sama kakaknya" Ucap Romi
"Beneran kamu Serka Romi" Ucap Fendi
"Iya Dan, sudah saya kasih tadi" Ucap Romi
Baru sesaat Romi berbicara, sebuah pesan masuk ke ponsel Fendi
"Ada pesan dari nomor baru" Ucap Fendi
"Coba lihat nomornya" Ucap Romi
Fendi pun menunjukan nomor baru tersebut
"Di buka aja Dan, itu nomornya Tania" Ucap Romi
"Okey" Ucap Fendi
Ia pun membuka pesan tersebut dan wajahnya langsung berubah bahagia, ternyata pesan dari Felisa
Dengan tersenyum ia pun membalas pesan tersebut
"Hum" Ucap Romi
Namun tak di gubris oleh Fendi, ia terus fokus membalas pesan dengan gadis tersebut
"Duh jadi obat nyamuk aku" Sindir Romi
Fendi pun tidak menggubrisnya
Ia saling bertukar pesan hingga adzan isya berkumandang, dan mereka pun menghentikan aktivitas mereka karena segera menjalankan kewajiban mereka
"Untung adzan" Ucap Romi
"Hehehe, yuk masuk" Ucap Fendi
__ADS_1
"Siap Dan" Ucap Romi
Mereka bersama dengan prajurit lainnya masuk ke dalam masjid
Setelah sholat, Fendi dan Romi pun bergegas ke ruangan masing - masing, mereka bersiap untuk pulang
Saat sedang berjalan di koridor, mereka bertemu dan Fendi pun bertanya kepada Romi
"Taruh aja motornya disini, kamu pulang sama saya" Ucap Fendi
"Siap Dan" Ucap Romi
Fendi pun memberikan kunci mobilnya kepada Romi dan Romi pun membuka pintu belakang untuk Fendi, setelah keduanya masuk, Romi pun melajukan mobilnya menuju rumah
Sesampainya di rumah, Romi pun mempersilahkan Fendi untuk turun, kemudian ia memberikan kunci mobil kepada sahabatnya itu
"Terima kasih Dan" Ucap Romi
"Iya" Ucap Fendi
"Saya permisi Dan" Ucap Fendi
"Jangan lupa besok pagi" Ucapnya
"Siap Dan" Ucap Romi
Kemudian ia berlalu ke rumahnya begitupun juga dengan Fendi
Ia bahagia setelah bisa berkomunikasi dengan pujaan hatinya
"Duh anak mama senyam senyum ni pa" Ucap Betaria
"Mama" Panggil Fendi
"Halo sayang, kamu kenapa" Tanya Betaria
"Kenapa lagi sayang, pasti lagi happy" Ucap Rahman
"Papa mama kok pulang gak ngabarin" Ucap Fendi
"Sengaja biar kejutan" Ucap Rahman
"Oh yah sayang besok sibuk gak" Tanya sang mama
"Sedikit ma, tapi cuma sampe siang" Ucap Fendi
"Ajakin Feli main kesini dong, mama kangen" Ucap Betaria
"Mama punya oleh - oleh buat Feli" Ucapnya lagi
"Ada apa sayang, kenapa gak jawab mama" Tanya Betaria
"Iya sayang, ada apa" Tanya Rahman
Ia melihat wajah anaknya yang berubah sedih
"Iya sayang cerita sama mama" Ucap Betaria
"Yuk duduk sayang, bilang sama papa" Ucap Rahman
Hanya Fendi satu - satu nya anak mereka yang tersisa, mereka tak tega melihat kesedihan di wajahnya, cukup mereka kehilangan anak pertama mereka, mereka tak ingin kehilangan anaknya lagi sehingga mereka sangat menyayangi Fendi
Fendi pun kemudian duduk dan menceritakan semuanya kepada orang tuanya
Betaria dan Rahman hanya bisa mengelus dadanya, mereka memberikan support dan mendoakan yang terbaik untuk anaknya dan Fendi bersyukur memiliki mereka dalam hidupnya.
Bersambung_____
Begitulah orang tua, selalu mendoakan terbaik untuk anak - anaknya
Panjang umur untuk semua orang tua di muka bumi ini,sehat dan selalu bahagia 🤲
Dukung terus karya author yah, terima kasih 🙏
Banyak cinta untuk para Readers setia semuanya ❤️☺️ Saranghae ❤️
__ADS_1