Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Hari Raya


__ADS_3

Sebulan sudah penduduk bumi berpuasa, keluarga Felisa dan Tania beberapa di antara kaum muslimin yang menjalankannya, kini tiba saatnya menuju kemenangan


Beruntung pagi ini cuaca sangat cerah, walaupun semalam Felisa dan yang lainnya harus berpayung bersama demi mengeluarkan zakat fitrahnya, langit mendung selepas magrib dan tanah di guyur hujan yang yang sangat deras


Pagi ini sangat indah, Takbir, Tahlil dan Tahmid di kumandangkan, suasana sudah terasa semenjak semalam, anak - anak membawa obor keliling kampung sambil melantunkannya


Walaupun semalam penuh drama karena mereka teringat almarhumah ibu mereka, namun mereka masih bersyukur bahwa bisa di pertemukan dengan hari ini


Ramadhan sudah berakhir dan hari ini mereka menuju kemenangan, kemenangan dari menahan hawa nafsu selama sebulan, menahan lapar juga dahaga


Hari ini mereka kembali fitrah, suci seolah terlahir kembali, sebulan sudah mereka beribadah penuh, dari puasa hingga tarawih, walaupun penuh drama karena sebagai wanita pasti saja ada halangannya, namun Felisa dan para wanita lainnya bersyukur bahwa mereka mampu melaluinya meskipun tetap selepas ini mereka akan membayarnya


"Dek, buruan" Panggil Melati


"Iya mbak" Ucap Felisa


Ia sedang mengambil mukenahnya dan bergegas keluar kamar, karena mereka akan pergi bersama untuk menunaikan sholat Id


"Sudah siap semua" Tanya Diora


"Sudah bang" Jawab semuanya


Mereka lantas berangkat ke masjid, di jalan mereka berpapasan dengan tetangga yang lainnya


Hingga tibalah mereka dan nampaknya banyak sekali masyarakat yang juga sudah berdatangan, beruntung pihak remas dan masyarakat membantu membuat tenda tambahan di pelataran masjid sehingga yang lainnya dapat menjalankan ibadah tersebut


"Sayang, Abang di sana yah" Ucap Diora menuju saf barisan para lelaki


"Iya bang" Ucap Melati


"Yuk kita disana" Ucap Melati


"Iya mbak" Ucap Ela dan Felisa


kemudian mereka mengambil tempat di barisan para wanita


Saat duduk bersama mereka semua melantunkan takbiran


Banyak sekali para tetua yang menangis, bapak - bapak, ibu - ibu, bahkan remaja yang sudah balig


Hingga seorang imam memberikan arahan jika sholat akan segera di laksanakan


Beliau juga memberitahukan tata cara sholat Id, agar tidak ada yang lupa, maklum setahun sekali baru di laksanakan


Setelah menjelaskan sang imam pung mengambil posisinya, dan ia memimpin sholat tersebut, para jamaah mengikuti imam hingga selesai, beruntung pengeras suara masjid berfungsi dengan sangat baik sehingga pada jamaah mendengar dengan jelas setiap perkataan imam


Setelah sholat berakhir, pada jamaah tidak beranjak mereka mendengarkan tausiah yang di sampaikan sehabis itu mereka pun saling memaafkan, meskipun tidak saling kenal karena ada beberapa juga yang dari kampung lainnya atau yang baru datang dari luar kota, namun mereka tetap bersilaturahmi, begitulah nikmat Islam dan iman, semua bersaudara tidak memandang apapun


Felisa dan keluarganya beranjak pulang


Tiba di rumah, mereka saling maaf memaafkan


"Bang, maafin Melati yah, kalau ada salah selama ini" Ucap Melati


"Iya sayang, abang juga yah" Ucap Diora


Mereka saling sayang dan memaafkan, begitupun yang lainnya Felisa dan Ela juga melakukan hal yang sama


Ela pun menelpon suaminya melalui panggilan video di aplikasi, dan mereka saling memaafkan


Begitupun juga Dena dan Putra, mereka tidak bisa mudik tahun ini, sehingga kali ini permintaan maaf hanya bisa melalui udara


Namun tidak mengapa tetap menjalankan silaturahmi antar saudara sudah lebih dari pada cukup


"Yuk kita makan" Ucap Melati


"Mama, minta duit" Ucap Faiz


"Ya Allah mama lupa kasih Abang uang lebaran, sebentar yah sayang" Ucap Ela


Ia masuk sebentar ke kamarnya lalu kembali lagi dengan beberapa lembar uang


"Ini untuk Abang, dan ini untuk Adek Meldi" Ucap Ela


"Makasih mama" Ucap Faiz mencium pipi mamanya


"Makasih Tante" Ucap Meldia bocah berumur dua tahun 6 bulan


"Makasih yah El" Ucap Melati


"Ini juga buat abang Faiz" Ucap Diora


"Makasih Om" Ucap Faiz


"Ini dari Tante Feli" Ucap Felisa

__ADS_1


Ia memberikan kepada Faiz dan juga Meldia


"Dan ini juga untuk Tante Feli" Ucap Diora dan Melati


"Makasih" Ucap Felisa


Ia sangat senang di berikan THR


"Yuk kita makan" Ucap Ela


Mereka semua beranjak ke dapur setelah menaruh mukenah masing - masing


Sudah tersaji di atas meja berbagai menu makanan hasil karya ketiga wanita tersebut


"Bang, habis ini kita ke rumah mama atau sore" Ucap Melati


"Abis ini aja dek, kita langsung ke sana" Ucap Diora


"Iya bang" Ucap Melati


"Hore, ke rumah nenek" Ucap Meldia


"Abang ikut dong" Ucap Faiz


"Kita semua kesana aja gimana" Ucap Melati


"Tapi kita gak punya kendaraan mbak" Ucap Felisa


"Iya Mel, kayaknya gak ada ojek deh yang beroperasi kan lebaran" Ucap Ela


"Iya juga yah" Ucap Melati


"Teman aku juga pasti ke rumah mama mertuanya jadi gak bisa pakai mobilnya" Ucap Ela


"Gini aja Ela tunggu aja nanti Abang datang lagi buat jemput Ela, gimana" Ucap Diora


"Gak repot bang" Ucap Ela


"Gak kok" Ucap Diora


"Okey, kalau begitu nanti Feli nyusul sama Tania, tapi agak lama, kan Feli mau ke rumahnya dulu" Ucap Felisa


"Okey deh" Ucap yang lainnya


Setelah beristirahat beberapa menit, kemudian mereka bersiap ke rumah mama Devanka


"Yuk sayang" Ucap Diora


"Iya bang" Ucap Melati


"Pergi dulu yah" Ucap Diora


"Hati - hati di jalan" Ucap Felisa dan juga Ela


Setelah mengantar Melati, Diora pun kembali ke rumahnya menjemput Ela dan juga Faiz


"Dek, nanti nyusul yah" Ucap Diora


"Iya bang, siap, Abang lama kan disana" Tanya Felisa


"Iya sampai sore kita disana" Jawab Diora


"Okey" Ucap Felisa


"Feli mau ke rumah Tania dulu" Ucapnya


"Jangan lupa kunci pintu dek" Ucap Ela


"Siap" Ucap Felisa


Saat selesai kunci pintu rumahnya dan hendak beranjak ke rumah sahabatnya


Tiba - tiba Bu Jamilah memanggilnya


"Feli" Ucap Bu jamila


"Iya bu, minal Aidin Wal Faidzin yah bu, mohon maaf lahir dan batin" Ucap Felisa


"Iya ibu juga yah, yang lain kemana" Tanya Bu Jamilah


"Lagi ke rumah mertuanya bang Dio Bu" Ucap Felisa


"Oh ke rumah Bu Devanka di kampung sebelah" Ucap Bu jamilah


"Iya Bu" Ucap Felisa

__ADS_1


"Oh ya sudah kalau begitu nanti balik aja baru ibu kesini lagi" Ucap Bu Jamilah


"Iya siap ibu" Ucap Felisa


"Kamu mau ke rumah Tania yah" Tanya Bu Jamilah


"Iya Bu" Ucap Felisa


"Yuk sama - sama kita kesana, ibu juga mau silaturahmi sama Bu Riana" Ucap Bu Jamilah


Sesampainya di rumah Tania


Mereka disambut ramah, banyak kue di ruang tamu Tania


"Beb, maafin aku yah kalau banyak salah" Ucap Felisa


"Iya aku juga beb, huhu" Ucap Tania terharu


Air matanya tak bisa terbendung, ia menangis haru


"Udah beb, aku lapar, mau makan kue" Ucap Felisa


Ia juga bersialturahmi dengan ibunda sahabatnya, ibu jamilah langsung pulang soalnya masih Karus ke rumah kerabat


"Yuk sayang makan" Ucap Bu Riana


"Iya Tante" Ucap Felisa


Ia mencicipi semua kue yang ada di atas meja


"Kuat tampung beb tuh perut" Ucap Tania


"Kuat dong, hahaha" Ucap Felisa


Saat hendak makan, Romi video call Tania


"Halo bang" Ucap Tania


"Halo dek, minal Aidin yah, maaf kalau Abang banyak salah" Ucap Romi


"Iya bang, Tania juga yah" Ucap Tania


"Iya dek, Tante mana" Ucap Romi


"Ni mama, ada Feli juga" Ucap Tania


Romi pun mohon maaf kepada ibu kekasihnya dan juga Felisa, begitupun juga ibu Riana


"Maaf yah dek, belum sempat ke rumah, maklum yah dek tugas negara" Ucap Romi


"Iya bang, gak papa, semangat" Ucap Tania


"Iya sayang" Ucap Romi


"Feli Abang kamu juga sibuk banget ni lihat" Ucap Romi


Ia mengarahkan ke arah Fendi yang sedang memberikan arahan kepada sebagian prajurit


Ia sedang mengontrol dan bertanggung jawab atas pasukannya


"Iya bang, salamin yah bang" Ucap Felisa


"Siap laksanakan" Ucap Romi


"Udah dulu yah dek, Abang mau lanjut jaga dulu" Ucap Romi


"Iya bang" Ucap Tania


Panggilan pun berakhir


"Bang Romi sama pak Fendi sibuk banget beb jadi kamu harus mengerti yah" Ucap Tania


"Iya nak, kita maklumin aja yah, mereka abdi negara, sudah sewajarnya berbakti dan menjaga NKRI" Ucap bu Riana


"Iya tante" Ucap Felisa


Kemudian mereka melanjutkan obrolan dan makan, hingga Tania dan Felisa pamit untuk berangkat ke rumah ibu Devanka


Nampak semua orang bergembira di hari raya, perjalanan Felisa dan Tania di hiasi pemandangan yang indah, banyak masyarakat yang sedang saling berjabat tangan, merangkul saat berpapasan di jalan, mereka bahagia dan tersenyum melihatnya.


Bersambung_____


Dukung terus karya author yah guys ☺️ terima kasih 🙏


Love you all 🥰❤️

__ADS_1


__ADS_2