
Sebulan sudah penduduk bumi berpuasa, keluarga Felisa dan Tania beberapa di antara kaum muslimin yang menjalankannya, kini tiba saatnya menuju kemenangan
Beruntung pagi ini cuaca sangat cerah, walaupun semalam Felisa dan yang lainnya harus berpayung bersama demi mengeluarkan zakat fitrahnya, langit mendung selepas magrib dan tanah di guyur hujan yang yang sangat deras
Pagi ini sangat indah, Takbir, Tahlil dan Tahmid di kumandangkan, suasana sudah terasa semenjak semalam, anak - anak membawa obor keliling kampung sambil melantunkannya
Walaupun semalam penuh drama karena mereka teringat almarhumah ibu mereka, namun mereka masih bersyukur bahwa bisa di pertemukan dengan hari ini
Ramadhan sudah berakhir dan hari ini mereka menuju kemenangan, kemenangan dari menahan hawa nafsu selama sebulan, menahan lapar juga dahaga
Hari ini mereka kembali fitrah, suci seolah terlahir kembali, sebulan sudah mereka beribadah penuh, dari puasa hingga tarawih, walaupun penuh drama karena sebagai wanita pasti saja ada halangannya, namun Felisa dan para wanita lainnya bersyukur bahwa mereka mampu melaluinya meskipun tetap selepas ini mereka akan membayarnya
"Dek, buruan" Panggil Melati
"Iya mbak" Ucap Felisa
Ia sedang mengambil mukenahnya dan bergegas keluar kamar, karena mereka akan pergi bersama untuk menunaikan sholat Id
"Sudah siap semua" Tanya Diora
"Sudah bang" Jawab semuanya
Mereka lantas berangkat ke masjid, di jalan mereka berpapasan dengan tetangga yang lainnya
Hingga tibalah mereka dan nampaknya banyak sekali masyarakat yang juga sudah berdatangan, beruntung pihak remas dan masyarakat membantu membuat tenda tambahan di pelataran masjid sehingga yang lainnya dapat menjalankan ibadah tersebut
"Sayang, Abang di sana yah" Ucap Diora menuju saf barisan para lelaki
"Iya bang" Ucap Melati
"Yuk kita disana" Ucap Melati
"Iya mbak" Ucap Ela dan Felisa
kemudian mereka mengambil tempat di barisan para wanita
Saat duduk bersama mereka semua melantunkan takbiran
Banyak sekali para tetua yang menangis, bapak - bapak, ibu - ibu, bahkan remaja yang sudah balig
Hingga seorang imam memberikan arahan jika sholat akan segera di laksanakan
Beliau juga memberitahukan tata cara sholat Id, agar tidak ada yang lupa, maklum setahun sekali baru di laksanakan
Setelah menjelaskan sang imam pung mengambil posisinya, dan ia memimpin sholat tersebut, para jamaah mengikuti imam hingga selesai, beruntung pengeras suara masjid berfungsi dengan sangat baik sehingga pada jamaah mendengar dengan jelas setiap perkataan imam
Setelah sholat berakhir, pada jamaah tidak beranjak mereka mendengarkan tausiah yang di sampaikan sehabis itu mereka pun saling memaafkan, meskipun tidak saling kenal karena ada beberapa juga yang dari kampung lainnya atau yang baru datang dari luar kota, namun mereka tetap bersilaturahmi, begitulah nikmat Islam dan iman, semua bersaudara tidak memandang apapun
Felisa dan keluarganya beranjak pulang
Tiba di rumah, mereka saling maaf memaafkan
"Bang, maafin Melati yah, kalau ada salah selama ini" Ucap Melati
"Iya sayang, abang juga yah" Ucap Diora
Mereka saling sayang dan memaafkan, begitupun yang lainnya Felisa dan Ela juga melakukan hal yang sama
Ela pun menelpon suaminya melalui panggilan video di aplikasi, dan mereka saling memaafkan
Begitupun juga Dena dan Putra, mereka tidak bisa mudik tahun ini, sehingga kali ini permintaan maaf hanya bisa melalui udara
Namun tidak mengapa tetap menjalankan silaturahmi antar saudara sudah lebih dari pada cukup
"Yuk kita makan" Ucap Melati
"Mama, minta duit" Ucap Faiz
"Ya Allah mama lupa kasih Abang uang lebaran, sebentar yah sayang" Ucap Ela
Ia masuk sebentar ke kamarnya lalu kembali lagi dengan beberapa lembar uang
"Ini untuk Abang, dan ini untuk Adek Meldi" Ucap Ela
"Makasih mama" Ucap Faiz mencium pipi mamanya
"Makasih Tante" Ucap Meldia bocah berumur dua tahun 6 bulan
"Makasih yah El" Ucap Melati
"Ini juga buat abang Faiz" Ucap Diora
"Makasih Om" Ucap Faiz
"Ini dari Tante Feli" Ucap Felisa
__ADS_1
Ia memberikan kepada Faiz dan juga Meldia
"Dan ini juga untuk Tante Feli" Ucap Diora dan Melati
"Makasih" Ucap Felisa
Ia sangat senang di berikan THR
"Yuk kita makan" Ucap Ela
Mereka semua beranjak ke dapur setelah menaruh mukenah masing - masing
Sudah tersaji di atas meja berbagai menu makanan hasil karya ketiga wanita tersebut
"Bang, habis ini kita ke rumah mama atau sore" Ucap Melati
"Abis ini aja dek, kita langsung ke sana" Ucap Diora
"Iya bang" Ucap Melati
"Hore, ke rumah nenek" Ucap Meldia
"Abang ikut dong" Ucap Faiz
"Kita semua kesana aja gimana" Ucap Melati
"Tapi kita gak punya kendaraan mbak" Ucap Felisa
"Iya Mel, kayaknya gak ada ojek deh yang beroperasi kan lebaran" Ucap Ela
"Iya juga yah" Ucap Melati
"Teman aku juga pasti ke rumah mama mertuanya jadi gak bisa pakai mobilnya" Ucap Ela
"Gini aja Ela tunggu aja nanti Abang datang lagi buat jemput Ela, gimana" Ucap Diora
"Gak repot bang" Ucap Ela
"Gak kok" Ucap Diora
"Okey, kalau begitu nanti Feli nyusul sama Tania, tapi agak lama, kan Feli mau ke rumahnya dulu" Ucap Felisa
"Okey deh" Ucap yang lainnya
Setelah beristirahat beberapa menit, kemudian mereka bersiap ke rumah mama Devanka
"Yuk sayang" Ucap Diora
"Iya bang" Ucap Melati
"Pergi dulu yah" Ucap Diora
"Hati - hati di jalan" Ucap Felisa dan juga Ela
Setelah mengantar Melati, Diora pun kembali ke rumahnya menjemput Ela dan juga Faiz
"Dek, nanti nyusul yah" Ucap Diora
"Iya bang, siap, Abang lama kan disana" Tanya Felisa
"Iya sampai sore kita disana" Jawab Diora
"Okey" Ucap Felisa
"Feli mau ke rumah Tania dulu" Ucapnya
"Jangan lupa kunci pintu dek" Ucap Ela
"Siap" Ucap Felisa
Saat selesai kunci pintu rumahnya dan hendak beranjak ke rumah sahabatnya
Tiba - tiba Bu Jamilah memanggilnya
"Feli" Ucap Bu jamila
"Iya bu, minal Aidin Wal Faidzin yah bu, mohon maaf lahir dan batin" Ucap Felisa
"Iya ibu juga yah, yang lain kemana" Tanya Bu Jamilah
"Lagi ke rumah mertuanya bang Dio Bu" Ucap Felisa
"Oh ke rumah Bu Devanka di kampung sebelah" Ucap Bu jamilah
"Iya Bu" Ucap Felisa
__ADS_1
"Oh ya sudah kalau begitu nanti balik aja baru ibu kesini lagi" Ucap Bu Jamilah
"Iya siap ibu" Ucap Felisa
"Kamu mau ke rumah Tania yah" Tanya Bu Jamilah
"Iya Bu" Ucap Felisa
"Yuk sama - sama kita kesana, ibu juga mau silaturahmi sama Bu Riana" Ucap Bu Jamilah
Sesampainya di rumah Tania
Mereka disambut ramah, banyak kue di ruang tamu Tania
"Beb, maafin aku yah kalau banyak salah" Ucap Felisa
"Iya aku juga beb, huhu" Ucap Tania terharu
Air matanya tak bisa terbendung, ia menangis haru
"Udah beb, aku lapar, mau makan kue" Ucap Felisa
Ia juga bersialturahmi dengan ibunda sahabatnya, ibu jamilah langsung pulang soalnya masih Karus ke rumah kerabat
"Yuk sayang makan" Ucap Bu Riana
"Iya Tante" Ucap Felisa
Ia mencicipi semua kue yang ada di atas meja
"Kuat tampung beb tuh perut" Ucap Tania
"Kuat dong, hahaha" Ucap Felisa
Saat hendak makan, Romi video call Tania
"Halo bang" Ucap Tania
"Halo dek, minal Aidin yah, maaf kalau Abang banyak salah" Ucap Romi
"Iya bang, Tania juga yah" Ucap Tania
"Iya dek, Tante mana" Ucap Romi
"Ni mama, ada Feli juga" Ucap Tania
Romi pun mohon maaf kepada ibu kekasihnya dan juga Felisa, begitupun juga ibu Riana
"Maaf yah dek, belum sempat ke rumah, maklum yah dek tugas negara" Ucap Romi
"Iya bang, gak papa, semangat" Ucap Tania
"Iya sayang" Ucap Romi
"Feli Abang kamu juga sibuk banget ni lihat" Ucap Romi
Ia mengarahkan ke arah Fendi yang sedang memberikan arahan kepada sebagian prajurit
Ia sedang mengontrol dan bertanggung jawab atas pasukannya
"Iya bang, salamin yah bang" Ucap Felisa
"Siap laksanakan" Ucap Romi
"Udah dulu yah dek, Abang mau lanjut jaga dulu" Ucap Romi
"Iya bang" Ucap Tania
Panggilan pun berakhir
"Bang Romi sama pak Fendi sibuk banget beb jadi kamu harus mengerti yah" Ucap Tania
"Iya nak, kita maklumin aja yah, mereka abdi negara, sudah sewajarnya berbakti dan menjaga NKRI" Ucap bu Riana
"Iya tante" Ucap Felisa
Kemudian mereka melanjutkan obrolan dan makan, hingga Tania dan Felisa pamit untuk berangkat ke rumah ibu Devanka
Nampak semua orang bergembira di hari raya, perjalanan Felisa dan Tania di hiasi pemandangan yang indah, banyak masyarakat yang sedang saling berjabat tangan, merangkul saat berpapasan di jalan, mereka bahagia dan tersenyum melihatnya.
Bersambung_____
Dukung terus karya author yah guys ☺️ terima kasih 🙏
Love you all 🥰❤️
__ADS_1