Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Berjuang


__ADS_3

Seminggu setelah kepulangan para prajurit tersebut, mereka menyelesaikan tugasnya dengan baik, hari ini seorang pemuda sedang bersantai di rumahnya, nanti malam adalah malam minggu, Romi akan mengajak Tania untuk makan makan,ia telah mempersiapkan segalanya dengan matang untuk kekasihnya itu


Di rumah yang berbeda, seorang lelaki juga tengah mempersiapkan dirinya untuk menemui pihak keluarga sang wanita, ia bertekad akan melewati berbagai rintangan yang ada, semalam ia sudah mencurahkan semuanya di hadapan Tuhannya, sehingga kali ini hatinya mantap untuk menemui mereka


Sebenarnya dari kemarin - kemarin ia ingin sekali bertemu namun karena rutinitas dan beban pekerjaan yang menumpuk membuatnya dirinya di tuntut penuh untuk bertanggung jawab menyelesaikan, negara membutuhkannya, ia tak bisa meninggalkan tugas hanya karena urusan pribadi, hati luhurnya sudah ia persembahkan untuk bangsa dan tanah air


Ia lantas berdiri dari duduknya, mengambil ponsel di kamarnya lalu menghubungi seseorang, entah siapa yang ia hubungi, pembicaraan mereka lewat udara itu nampak serius, raut wajahnya terlihat tegas


"Ia, nanti malam aku kesana" Ucapnya


"Habis isya, baiklah" Ucapnya lagi menjawab


"Iya sampai ketemu disana" Ucapnya lalu menutup panggilan antar keduanya


(Author : Hmm kira - kira siapa yang di hubungi Fendi yah) 🤔


Dr ..dr..dr 📞


"Halo" Ucap Fendi tegas saat mengangkat panggilan


"Halo broh" Ucap Romi


"Ada apa" Tanya Fendi


"Nanti malam kamu ada acara" Tanya Romi


"Kenapa broh" Ucap Fendi


"Aku punya voucher restoran lebih, kalau mau aku kasihkan buat kamu" Ucap Romi


"Oh terima kasih, malam ini aku ada urusan sebentar" Ucap Fendi


"Oh baiklah kalau begitu" Ucap Romi


"Okey broh" Ucap Fendi


Panggilan pun berakhir


Jam di dinding terus berputar, detik dan menit berdenting, senja mulai nampak, beberapa jam lagi ia akan berjuang, namun sayangnya bukan di medan perang, ia berusaha melawan rasa gugupnya, ia berdiam diri di kamarnya sambil menanti waktu maghrib


Tak lama adzan berkumandang, ia bersiap - siap menunaikan kewajibannya, selesai itu ia melantunkan ayat - ayat dalam kitab sucinya, ia bermunajat kepada Tuhan yang maha membolak balikkan hati, ia meminta dengan sangat khusyuk, berharap apa yang ia inginkan bisa terkabul


Seorang wanita paruh baya sedang berada di balik pintu, ia melihat anaknya dengan tatapan haru, bulir air matanya jatuh, ia tak menyangka anak semata wayangnya ini kini sedang memperjuangkan seseorang, padahal ia tahu, anaknya ini tidak peduli dengan wanita, anaknya ini berhati dingin seperti es batu, namun ia bersyukur es itu telah mencair


Betharia tersenyum, ia sungguh ingin memeluk anaknya itu, ia menghapus air matanya


Fendi yang baru selesai sholat pun terkejut melihat ibunya


"Mama" Panggilnya


"Iya nak" Jawab Betaria


"Mama dari tadi yah di situ, maaf Fendi gak tau" Ucap Fendi

__ADS_1


"Iya sayang, mama mau peluk Fendi, boleh kan" Tanya sang mama


"Boleh dong ma" Ucap Fendi


Betharia langsung memeluk anaknya itu, ia sangat mengenal Fendi dengan baik, anaknya ini bukan lelaki pengecut, jika suaminya Rahman sangat dekat dengan almarhum Farel anaknya, Betharia sangat dekat dengan Fendi, ia tidak pernah membedakan keduanya, namun ia ingin membuat putra - putranya seimbang dalam mendapatkan kasih sayang, tanpa rasa cemburu antar siapa pun


Dan mereka berhasil, Farel dan Fendi tumbuh bersama dengan cinta dan saling menyayangi , mereka saling berbagi apapun yang mereka punya, Farel adalah kakak terbaik untuk Fendi, begitupun Fendi merupakan adik yang baik untuk Farel, namun karena takdir yang membuat mereka terpisah secara fisik namun bathin tidak pernah, selamnya Farel hidup di hati keluarganya


Betaria menangis haru di pelukan Fendi


"Ada apa ma, ko nangis" Tanya Fendi khawatir


"Tidak nak, mama hanya gak nyangka anak mama sekarang sudah jauh lebih dewasa" Ucap Betaria


"Iya ma" Jawab Fendi


"Mama doakan semoga Fendi berhasil yah mendapatkan restu dari keluarga Feli, mama doa in juga biar semuanya lancar, dan Fendi bisa bahagia hidup dengan orang yang Fendi cintai" Ucap sang mama


"Makasih yah ma" Ucap Fendi


Ia memeluk mamanya dengan erat, bulir air matanya jatuh karena terharu dengan ucapan sang mama


"Mau pergi jam berapa kesana nak" Tanya Betaria


"Rencananya habis isya ma" Jawab Fendi


"Apa gak kemalaman sayang, perjalan dari sini ke rumah Feli kata kamu lumayan jauh" Ucap Betaria


"Iya ma, terus gimana yah ma" Tanya Fendi


"Iya ma, kalau gitu Fendi siap - siap dulu sekarang" Ucap Fendi


"Iya nak" Ucap Betaria


"Mama ke luar dulu yah, mau nelpon papa" Ucap sang mama


"Iya ma" Ucap Fendi


Ia pun memilih kemeja terbaik dan juga celananya, ia ingin terlihat rapi di mata keluarga sang pujaan


"Cocok" Ucapnya setelah bercermin


Tidak lupa ia memakai parfum dan menata rambutnya


"Wah anak mama ganteng banget" Ucap sang mama


"Hehehe makasih ma" Ucap Fendi


"Ni papa mau bicara" Ucap Betaria


Fendi mengambil ponsel dari sang mama, ia berbicara dengan papanya, nampak wajahnya serius sekali, namun di akhir pembicaraan ia nampak tersenyum


"Aamiin, makasih pa, Fendi akan berusaha" Ucap Fendi

__ADS_1


"Siap pa" Ucapnya lagi


Lalu tak lama panggilan di ponsel tersebut terputus


"Papa bilang apa" Tanya sang mama


"Papa doain dan ngasih semangat ma" Jawab Fendi


"Semangat juga yah sayang" Ucap Betaria


"Makasih ma, aku berangkat yah ma" Ucap Fendi memeluk sang mama dan mencium tangannya


"Iya nak, hati - hati" Ucap Betaria


Fendi berjalan keluar rumah saat hendak masuk ke mobilnya tiba - tiba banyak suara berteriak ke arahnya


"Semangat berjuang yah den Fendi"


"Semangat yah tuan"


"Hati - hati"


Teriak para pekerja di rumahnya


Fendi hanya bisa tersenyum dan berterima kasih


Kemudian ia menjalankan mobilnya menuju rumah Felisa


Betaria nampak tersenyum menatap kepergian anaknya


Di sisi lain, Romi sedang menjemput Tania di rumahnya, ia baru saja tiba


"Assalamu Alaikum" Ucapnya


"Walaikumsalam" Jawab Tania dan sang ibu


"Mau berangkat sekarang bang" Tanya Tania


"Boleh" Ucap Romi


"Hati - hati di jalan yah nak" Ucap Riana


"Iya Tante" Ucap Romi


Mereka berdua pun berangkat menuju restoran tempat dimana peristiwa besar akan terjadi, Romi tersenyum menatap Tania yang nampak terlihat cantik


Di perjalanan lain, seorang lelaki juga tengah fokus mengendarai mobilnya, ia baru saja selesai sholat isya di sebuah musholah kecil di pinggir jalan, tadi ia mampir untuk menjalankan kewajibannya dan sekarang ia akan menuju rumah sang gadis


"Tunggu abang dek" Ucapnya


Ia mengendara dengan semangat pejuang yang membara.


Bersambung____

__ADS_1


Terima kasih untuk semua Readers tersayang yang sudah selalu setia membaca karya author dan juga buat Readers baru Saranghae ❤️😘🥰🤗 Lope Sekebon buat kalian semua ❤️


__ADS_2