Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Kisah Tania


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, Felisa dan Tania pun menjalani rutinitasnya seperti biasa, kini mereka kembali berpacu dengan tugas pokok yang harus di selesaikan.


Felisa mulai sibuk menyusun soal- soal untuk UAS anak didiknya, bekerja sebagai guru adalah impiannya sejak lama, Felisa ingin mencerdaskan anak bangsa, niat itulah yang menjadi bekal sehingga seperti apa ia sekarang.


Mata pelajaran yang di ampuh nya bahkan bukan kaleng - kaleng, Kimia dan Matematika.


Sebenarnya Kimia adalah jurusannya, hanya saja ia juga menyukai Matematika, dan di sekolah tempat ia mengajar kekurangan guru tersebut, sehingga ia pun mengambil tugas tambahan sebagai guru tersebut.


Tidak jadi masalah baginya, toh masih sama - sama satu bidang, bidang perhitungan, pikirnya.


Berbeda dengan Felisa, Tania kini disibukkan dengan usahanya, Tania tidak bekerja seperti Felisa, ia lebih suka berdagang, dagangan makanan tentunya.


Sebenarnya usaha Tania tidak murni buatannya, ia hanya menjual hasil karya mamanya, mama Tania pandai membuat kue, dari kue basah sampai kue kering yang biasa disuguhkan saat lebaran, Ibu Riana mamanya Tania sangat pandai membuatnya.


*Flashback on


Satu tahun silam, papa Tania meninggal dunia tiga hari sebelum lebaran akibat penyakit jantung yang di derita beliau, Tania dulu gadis yang manja, papanya selalu memberikan apa yang dia minta, namun sekarang keadaan berbeda, untuk itulah ia bertekad membuka usaha agar bisa membantu perekonomian keluarga.


Semenjak papanya pergi, ekonomi keluarga Tania mulai merosot, Tania adalah anak tunggal, ia mempunyai beberapa sepupu namun tidak terlalu akrab, untuk itulah Tania lebih suka berteman dengan Felisa, baginya Felisa sudah seperti saudara.


*Flashback off


Tut...tut..tut... Bunyi ponsel Tania 📞


"Halo, Assalamu’Alaikum Fel" Jawab gadis tersebut.


"Walaikumsalam Tan, jadi kan temani aku nyari buku di Gramedia" Tanya Felisa dari seberang.

__ADS_1


"Oh iya jadi, jam berapa Fel"


"Jam satu siang, bisa kan"


"Okey, habis makan siang aku jemput yah Fel"


"Okey Tan, siap"


"Sip, bey Feli sayang, eh ngomong - ngomong"


Tut.


Ucapan tania menggantung sebab telepon telah di matikan sepihak, sahabatnya itu memang lain dari yang lain, belum selesai Tania berbicara, sudah di matikan oleh Felisa.


"Untung sayang" Gumam Tania.


Tok ... tok ... tok.


"Assalamualaikum, Felisa" Ucap Tania.


"Walaikumsalam" Jawab si empunya rumah.


Rupanya bukan Felisa namun melati kakak iparnya yang menjawab salam Tania.


"Eh Tania, silahkan masuk sayang" Ucap melati.


"Iya kak, terima kasih" Jawab Tania.

__ADS_1


"Silahkan duduk dulu, mbak panggilin Feli, tuh anak kayaknya ketiduran deh, atau kamu mau langsung masuk ke kamar aja, silahkan" Tawar melati.


Melati faham bahwa Tania bukan hanya sekedar sahabat adik iparnya namun melati sudah menganggap Tania sebagai keluarganya, begitupun Felisa yang sudah di anggap anak oleh ibu Rania,mamanya Tania.


"Feli bangun ih, kebiasaan tidur kayak kebo, susah di bangunin, katanya mau ke Gramedia" Ucap Tania sambil menggoyangkan badan sahabatnya berusaha membangunkan.


Felisa pun terbangun dari tidurnya, dan segera bersiap, sebenarnya Felisa sudah mandi dan siap, hanya saja karna lama menunggu Tania jadinya ia tertidur, alhasil sekarang dia hanya mencuci muka kemudian memoles bedak kembali dan mengambil tas selempangnya lalu berjalan keluar kamar.Tania sudah menunggunya di depan.


"Mbak Mel, Feli ke Gramedia dulu yah" Pamitnya.


"Iya sayang, hati-hati yah di jalan" Ucap melati pada adik ipar kesayangannya itu.


Melati anak tunggal sama seperti Tania, bedanya kedua orang tua melati masih hidup, Melati menikah dengan Diora Atmajaya, kakak tertua Felisa.


Saat satu tahun menikah melati pun mengandung namun naas semenjak insiden waktu itu kandungannya keguguran, alhasil hingga sekarang ia belum memiliki seorang anak, namun ia tak berkecil hati, sebab suami dan adik iparnya tidak terlalu mempermasalahkan.


Mereka begitu mendukung dirinya, bahkan Felisa pun sering mendoakan dirinya agar cepat di berikan momongan.


"Felisa ingin punya ponakan yang cantik, kan yang ganteng udah, anak bang Putra" Begitu kata adik iparnya itu.


 


Insiden apa yang pernah terjadi pada Melati dan Diora ?


Apakah Felisa juga mengalaminya ?


Support terus karya Author, biar Author lebih semangat 💪☺️🙏

__ADS_1


__ADS_2