Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Melepas Rindu


__ADS_3

Di rumah sakit, Felisa masih terbaring lemah, tangannya masih di infus, Melati dan Ela setia menjaganya, karena Diora harus kembali ke kantornya


"El, mbak titip Feli yah, mbak harus balik dulu ke rumah soalnya Meldi nangis terus" Ucap Melati


"Iya mbak, nitip Fais juga yah mbak, bawa kesini aja biar mbak gak repot urus di rumah" Ucap Ela


"Iya nanti mbak kesini lagi sama mereka berdua" Ucap Melati


Di koridor rumah sakit, Tania dan Riana nampak panik, mereka bertanya kepada perawat dimana letak ruangan pasien atas nama Dara Felisa Atmajaya


"Tania" Panggil Melati


"Mbak" Jawab Tania


Ia berjalan ke arah Melati


"Tania, Tante Ria" Ucap Melati


"Iya mbak,gimana keadaan Feli mbak" Tanya Tania


"Alhamdulillah Feli udah melewati masa kritis, sekarang lagi istirahat di kamar, kondisinya masih lemah" Ucap Melati panjang lebar


"Kok bisa mbak, Feli jahat banget, mbak juga kok Tania gak di kabarin sih" Ucap Tania


"Sayang jangan begitu nak" Ucap Riana


"Maaf yah dek, nanti mbak akan jelasin ke kamu, tapi tidak sekarang soalnya mbak harus ke rumah, Meldi nangis terus mama Devanka panik" Ucap Melati


"Iya sayang, pergilah biar Feli kita yang jagain" Ucap Riana


"Makasih yah Tante, disana ada Ela juga kok" Ucap Melati


"Kamarnya dimana mbak" Tanya Tania


"Lurus aja terus belok kiri, kamar nomor 25" Ucap Melati


"Oh iya mbak" Ucap Tania


"Saya duluan yah Tante" Ucap Melati


"Iya sayang, hati - hati" Ucap Riana


Melati pun meninggalkan Riana dan juga Tania


Mereka sedang menuju kamar rawat Felisa


"Assalamu Alaikum" Ucap Tania dan Riana


"Walaikumsalam" Ucap Ela


"Mbak El, Feli kenapa" Ucap Tania


Ia sedih melihat kondisi sahabatnya itu


"Sakit apa nak, Feli nya" Ucap Riana


"Tipes Tante, sama radang pada lambungnya" Ucap Ela


"Astagfirullah" Ucap Riana


"Tapi udah mendingan kayaknya Tante cuma harus istirahat dan jaga pola makan, biar gak infeksi" Ucap Ela


"Oh syukurlah kalau begitu" Ucap Riana


"Mbak, ko nomor Feli gak aktif, padahal aku hubungi ulang - ulang loh mbak, aku sampai gak tau kabarnya" Ucap Tania


"Feli gak pegang hape sayang" Ucap Ela


"Kenapa mbak, apa hapenya rusak" Tanya Tania


"Bukan begitu sayang, ceritanya panjang" Ucap Ela


"Ada apa sih mbak, tadi mbak Mel juga bilang nanti di cerita in" Ucap Tania


"Mbak Mel, bilang begitu, terus apalagi" Ucap Ela


"Itu aja mbak" Ucap Tania


"Hum, kirain ada lagi" Ucap Ela

__ADS_1


"Memangnya ada apa nak, sama Feli" Ucap Riana


"Bang Dio pegang hape nya Feli Tante, dan ia melarang Feli berhubungan dengan Fendi" Ucap Ela


"Apa" Ucap Tania kaget


"Kenapa mbak" Ucapnya


"Iya nak, kenapa Dio gak suka sama Fendi" Ucap Riana


"Ela gak tau juga Tante, sepertinya karena masa lalu Fendi yang di nilai bang Dio kurang baik, bang Dio takut Feli akan tersakiti jika sama Fendi" Ucap Ela


"Tapi Feli sendiri gimana mbak" Ucap Tania


"Feli berusaha keras yakini bang Dio, tapi bang Dio gak mau dengar ucapan Felisa, ia mengambil ponsel Feli, Feli nangis dan ia jatuh sakit karena jarang makan dan tidur pun tidak teratur, mungkin ia kepikiran, mbak kasihan jadinya sama dia" Ucap Ela


"Hik hik hik" Tania mulai menangis mendengar penderitaan sahabatnya itu


"Bang Dio tega banget" Ucap Tania


"Sabar nak, kasihan Feli nanti kalau kamu nangis gini" Ucap Riana


Ia sangat merasa kasihan terhadap Felisa, baginya sudah seperti anak sendiri


"Broh" Ucap Romi


Tanpa sepengetahuan Tania dan yang lainnya di dalam, ternyata Romi dan Fendi mendengar semuanya, mereka mendengar ucapan Ela


Fendi bahkan menangis setelah mengetahui apa yang terjadi, hampir saja ia berpikir negatif karena gadis cantik itu tak lagi menghubunginya, ia jadi salah sangka, malah sekarang ia di hadapkan dengan kenyataan dimana sang gadis ternyata tidak memegang ponselnya


Ia pun menangis sedih, pujaan hatinya itu bahkan masuk rumah sakit karena memikirkan keadaan hubungan mereka


"Broh, kamu baik - baik saja" Ucap Romi


"Iya" Ucap Fendi


Ia berusaha tenang, menghapus air matanya, biar bagaimanapun ia harus kuat


"Yuk kita masuk" Ucap Romi


"Tapi bang Dio" Ucap Fendi


Ia merasa segan dengan kakak lelaki Felisa, bukan ia tidak berani menghadapinya hanya saja ia tak ingin membuat keributan di rumah sakit


"Yuk" Ajak Romi


Ia juga merasa sedih melihat kondisi sahabatnya ini


"Assalamu Alaikum" Ucap Romi dan Fendi


"Abang" Ucap Tania kaget


"Fendi" Ucap Ela


"Halo mbak, Tante, Tania" Ucap Romi dan juga Fendi menyapa mereka


Fendi menatap gadis di depannya ini, air matanya jatuh meluruh, kekuatannya memudar, ia merasa sedih tatkala menatap gadis cantik yang sedang terbaring di atas brankar rumah sakit


"Pak Fen" Ucap Tania


"Feli" Ucapnya tertahan


Romi memegang tangannya, seolah memberi isyarat agar tak bersuara


"Ayo kita semua keluar" Ucap Riana


"Tapi Tante" Ucap Ela


"Sudah nak, sementara biar mereka bersama" Ucap Riana


Ia mencoba memberikan ruang untuk Feli dan juga Fendi


"Kita jaga di luar sebelum bang Dio dan Mel datang" Ucap Ela


"Ayo mbak" Ucap Tania


Riana tersenyum melihat Ela, ia bersyukur Ela memahami maksudnya


"Ayo bang" Ajak Tania

__ADS_1


"Broh, aku tunggu di luar" Ucap Romi


Sepeninggal Romi dan yang lainnya, Fendi mendekati ranjang Felisa, ia duduk di sebuah kursi dan menggenggam erat sebelah tangan gadis itu yang tidak terpasang infus


Ia mulai terisak saat memandang wajah pucat gadis yang disayanginya itu


"Dek, maafin Abang" Ucapnya terisak


"Maafin Abang dek" Ucap Fendi


Ia tak mampu berkata apapun, hanya maaf yang keluar dari bibirnya


Merasa ada yang mengusik tidurnya, perlahan Felisa pun membuka matanya, ia terkejut melihat keberadaan lelaki yang di sayanginya itu


Ia mengusap kepala lelaki tersebut


"Abang" Ucapnya lemah


"Adek" Ucap Fendi


Ia menatap Felisa yang terbangun


"Maaf yah Abang bangunin ade" Ucapnya


Felisa menggelengkan kepalanya


"Adek haus gak, Abang ambil minum" Ucap Fendi


"Boleh" Ucap Felisa pelan


Kondisinya masih lemah


Fendi pun dengan gerakan terlatih, mengambil air dan memberikannya kepada Felisa, ia membantu gadis itu minum


"Makasih" Ucap Felisa


"Sama - sama" Ucap Fendi


Mereka saling menatap, memberikan kekuatan masing - masing lewat genggaman erat


"Abang akan perjuangkan kamu dek, apapun yang terjadi Abang akan hadapi" Ucap Fendi yakin


"Janji" Ucap Felisa


"Janji sayang" Ucap Fendi


Tanpa sadar kata indah itu muncul dari bibirnya, Felisa terharu mendengarnya


Fendi pun menangis, ia meluapkan kesedihan dan rasa kangennya terhadap gadis tersebut


"Abang sangat merindukan kamu dek" Ucap Fendi


"Feli juga bang" Ucap Felisa yang ikut menangis


Mereka melepaskan kerinduan mereka namun baru beberapa saat mengobrol, mereka harus di pisahkan sebab Melati dan Diora telah datang


"Dek, Abang janji nanti kesini lagi, kamu sehat - sehat yah sayang" Ucap Fendi


"Iya bang, bang hati - hati yah" Ucap Felisa


"Ayo broh kita pergi, Fel kita balik yah" Ucap Romi


"Iya bang" Ucap Felisa


"Sayang Abang balik yah, Tante, mbak" Ucap Romi berpamitan


Begitu juga Fendi, mereka segera bergegas keluar dari ruangan dan mengambil jalan dengan arah berlawanan dari Melati dan juga Diora


Tak lama kemudian suami istri itu muncul, dan mendapati Felisa yang sedang bercanda dengan Tania, Ela dan juga Tante Riana


Mereka pun tersenyum melihat keceriana di wajah gadis cantik itu.


Bersambung________


Cie cie cie 🀭


Author deg - deg kan loh jadinya 😁 Takut ketahuan Melati dan Diora


Kayaknya pendukung Felisa dan Fendi wajib dapat tropi ni soalnya mereka jago banget actingnya

__ADS_1


Good job buat Romi, Tania, mbak Ela dan Tante Riana ☺️ Makasih sudah jagain mereka πŸ™


makasih juga buat para Readers yang sudah setia dukung karya Author πŸ™ Love you all πŸ₯°β€οΈ


__ADS_2