Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Takdir Persahabatan Yang Sama


__ADS_3

Keesokan harinya, saat Tania terbangun, ponselnya terus berbunyi tanpa henti banyak notifikasi yang masuk, entah itu pesan atau pun panggilan tak terjawab


Ia pun membuka matanya dan melihat satu persatu pemberitahuan yang ada, nampaknya ada beberapa pesan yang di kirimkan oleh sahabatnya yakni Felisa


Ia pun segera menghubungi kembali sahabatnya itu


Dr.. dr..dr 📞


"Halo, assalamu Alaikum" Sapa Felisa


"Walaikumsalam beb, maaf baru bangun" Ucap Tania


"Hum, kebiasaan deh" Ucap Felisa


"Maaf beb" Ucap Tania


"Btw ada apa" Ucapnya lagi


"Kamu mandi terus ke rumah aku, aku penasaran sama cerita kamu" Ucap Felisa


"Eh bukannya yang mau cerita kamu yah" Ucap Tania


"Duh kita bagi 50 : 50 aja ceritanya" Ucap Tania


"Eh buset kayak saham aja 50 : 50, hahaha" Ucap Felisa tertawa


"Hahahaha maklum otak jualan" Ucap Tania


"Hahaha, yuk buruan kesini" Ucap Felisa


"Ojek beb, mandi dulu" Ucap Tania


"Okey" Ucap Felisa


Kemudian mematikan panggilannya


"Eh buset siapa yang nelpon siapa yang tutup ni" Celetuk Tania heran pada sahabatnya itu


Namanya juga Felisa, ia di kenal dengan tingkahnya itu


Di rumahnya, Felisa sedang asyik menelpon dengan Fendi


"Dek, nanti bukber di rumah Abang yah" Ucap Fendi


"Kapan bang" Tanya Felisa


"Nanti Abang kabarin yah dek, soalnya papa sama Mama juga lagi di luar kota" Jawab Fendi


"Oh iya bang siap" Ucap Felisa


"Iya dek" Ucap Fendi


"Kalau gitu abang tutup dulu yah dek, mau lanjut kerja" Ucap lelaki tersebut


"Iya bang, semangat" Ucap Felisa


"Iya terima kasih dek" Ucap Fendi


"Sama - sama" Ucap Felisa


Panggilan pun berakhir


"Cie yang habis telepon" Ucap Melati


"Hehehe, mbak" Ucap Felisa


"Fendi yah dek" Ucap Melati


"Iya mbak" Ucap Felisa


"Oh yah lupa, bang Dio telepon besok sepupu kalian mau datang dari luar kota, rencananya sih mau tinggal beberapa hari di rumah" Ucap Melati


"Siapa mbak" Ucap Felisa


"Siapa tadi namanya, itu loh yang dulu pernah datang terus nginap disini juga sama anak dan suaminya" Ucap Melati


"Oh itu mbak Ela namanya mbak" Ucap Felisa


"Nah itu dek" Ucap Melati


"Oh iya mbak" Ucap Felisa

__ADS_1


"Mbak dinasnya jam berapa" Lanjutnya


"Jam 6 dek" Ucap Melati


"Oh iya mbak, berarti nanti mbak gak buka disini dong" Tanya Felisa


"Iya sayang" Ucap Melati


"Meldi bobo dimana mbak" Ucap Felisa


"Bobo di rumah mama Devanka malam ini" Ucap Melati


"Oh iya mbak" Ucap Felisa


"Yah sudah mbak ke swalayan bentar sama Meldi, kamu jaga rumah yah" Ucap Melati


"Siap" Ucap Felisa


Melati pun berangkat bersama anaknya


Tak lama kemudian Tania datang


"Assalamu Alaikum Feli" Ucap Tania


"Walaikumsalam" Ucap Felisa


Tania pun masuk ke dalam rumah, mendapati Felisa yang sedang menonton tv sendirian


"Sunyi amat beb, mbak Mel sama Meldi kemana" Ucap Tania


"Lagi ke swalayan" Ucap Felisa


"Oh" Ucap Tania


Kemudian duduk di samping Felisa


Tiba - tiba Felisa mematikan tv dan beranjak


"Eh ko di matiin sih, mau kemana" Tanya Tania


"Mau ke depan, kita cerita di ruang depan aja" Ucap Felisa


"Soal semalam, aku penasaran" Ucap Felisa


"Penasaran soal apa" Ucap Tania


"Soal mbak Sari sama bang Deni" Ucap Felisa


"Eh memangnya mereka kenapa" Ucap Tania


"Mereka gak papa, cuma pengen tau aja tentang mereka" Ucap Felisa


"Ya elah jiwa intelnya muncul nih, sebentar juga pasti dapat info ni anak" Ucap Tania


"Hahaha" Tawa Felisa


"Udah sini buruan duduk" Ucap Felisa


"Iya bawel, puasa gak sih beb, semangat betul" Ucap Tania


"Puasa dong, kan kita bukan ghibah cuma pengen cerita aja" Ucap Felisa


"Iya deh iya" Ucap Tania


"Jadi kamu kenal bang Deni dimana" Tanya Felisa


"Yah kenal semalam" Ucap Tania


"Masa, kok akrab banget" Ucap Felisa


"Gak tau" Ucap Tania


"Kamu gak curiga" Ucap Felisa


"Curiga apaan" Ucap Tania


"Yah bang Deni kayak akrab banget sama kamu, kayaknya dia suka deh" Ucap Felisa


"Ngawur beb" Celetuk Tania


"Gak beb, lihat deh dia perhatian banget, untuk ukuran orang yang baru kenal gak mungkin seperti itu" Ucap Felisa

__ADS_1


"Maksud kamu gimana beb" Tanya Tania


"Maksud aku, kamu yakin baru kenal bang Deni semalam" Tanya Felisa


"Hum" Ucap Tania


Ia sedang mengingat tentang Deni


"Oh ya ampun beb, aku baru sadar" Ucap Tania


"Memangnya dari tadi kamu pingsan" Ucap Felisa manyun


"Hehe, maksud aku, aku baru ingat" Ucap Tania


"Ingat apa" Ucap Tanya Felisa


"Aku pernah ketemu bang Deni saat berkunjung ke markas bang Romi" Ucap Tania


"Kamu yakin beb" Ucap Felisa


"Iya, kalau gak salah bang Deni saat itu lagi piket, terus aku izin ke beliau buat ketemu bang Romi" Ucap Tania


"Oh pantasan, dia ingat kamu, tapi kamu nya gak ingat sama dia" Ucap Felisa


"Iya beb, sepertinya begitu, hehe" Ucap Tania


"Iya makanya dia akrab banget sama kamu, seperti nya dia tertarik sama kamu" Ucap Felisa


"Sudahlah beb, jangan di bahas, aku malas bahas soal gituan" Ucap Tania


"Kenapa, kamu belum move on dari bang Romi" Ucap Felisa


"Udah beb, cuma jalani biasa aja dulu" Ucap Tania


"Yah udah juga ini lagi jalani, lagian kelihatannya bang Deni baik orangnya" Ucap Felisa


"Iya dia baik kok, sopan juga" Ucap Tania


"Nah itu tau" Ucap Felisa


"Iya, eh kamu bilang mau ngomong apa tentang mbak Sari" Tanya Tania


"Hum" Ucap Felisa


"Yah dia malah melamun" Ucap Tania


"Hehehe" Tawa Felisa


"Hum, kamu tau dan kenal mbak Sari beb" Ucap Felisa


"Kalau kenal dekat sih gak, cuma sekedar tau aja" Ucap Tania


"Iya aku juga, kan kita lebih akrab sama Mira" Ucap Felisa


"Iya kan teman kita Mira bukan mbak Sari" Ucap Tania


"Iya" Ucap Felisa


"Terus" Ucap Tania


"Yah aku gak mau su udon yah, cuma aku rasa mbak Sari gak cocok deh sama bang Romi" Ucap Felisa


"Eh kenapa bilang begitu, itu pilihan bang Romi" Ucap Tania


"Iya aku tau pilihannya dia, tapi aku ngerasa kayaknya salah pilihan aja kali ini" Ucap Felisa


"Jangan gitu beb, kita harus hargain" Ucap Tania


"Masya Allah, bestie aku udah legowo sekarang, udah nerima" Ucap Felisa


"Iya dong beb, asalkan bang Romi bahagia, aku juga pasti ikut bahagia" Ucap Tania tersenyum


"Yah udah deh, kita doain aja semoga pilihannya benar, dan bang Romi selalu bahagia, bestie aku ini juga selalu bahagia, amin" Ucap Felisa


" Amin" Ucap Tania


Tidak ada yang menyangka bahwa persahabatan lama mungkin saja membentuk takdir yang sama pula, hubungan percintaan Felisa maupun Tania sedikit mirip, bedanya Felisa sering di mengalah pada keadaan dan Tania tidak ingin mengalah pada egonya sendiri


Namun meski begitu, kedua gadis itu pun selalu bersyukur atas kehidupan mereka masing - masing.


Bersambung________

__ADS_1


__ADS_2