
Setelah setengah jam berkendara, akhirnya Felisa dan Tania sampai juga di telah janjian untuk buka bersama, pilihan tempatnya jatuh pada restoran jagonya ayam
"Beb, Sini helmnya" Ucap Tania
"Nih" Ucap Felisa
Tania pun membuka helmnya dan mengambil hel Felisa kemudian mengaitkannya ada jok motor
"Dih kunci beb" Ucap Felisa
"Iya, takut hilang, hehehe" Ucap Tania
"Oh, okey lah" Terang Felisa
"Yuk masuk" Ajaknya kemudian
Tania agak grogi, ia melihat penampilannya di kaca spion miliknya
"Udah cantik beb, yuk" Ucap Felisa
"Ayo" Ucap Tania
Mereka saling bergandengan tangan, nampak dari luar di dalam ruangan sudah banyak di penuhi oleh teman - teman mereka
"Sepertinya udah rame di dalam beb" Ucap Tania
"Iya beb" Ucap Felisa
"Yuk" Ajaknya
"Bismillah" Ucap Tania sambil mendorong pintu restoran
Semua mata memandang mereka, Bahkan pengunjung lainnya pun ikut menatap takjub dengan penampilan kedua gadis tersebut
"Masya Allah Feli, Tan, kalian cantik banget" Ucap salah satu teman bernama Mira
"Makasih" Ucap Felisa dan juga Tania
"Kenalin Fel pacar aku, Sertu Nyoman" Ucap Mira
"Feli"
"Tania"
"Nyoman"
Ucap ketiganya saling berkenalan
Ternyata pacar Mira adalah anak buah Romi dan juga Fendi, sehingga ia mengundang komandannya juga ikut, sebab Romi juga merupakan kekasih dari Kakak Mira yang bernama Sari
Teman - teman mereka yang lain sangat terpesona melihat penampilan mereka, banyak dari teman pria yang mengajak mereka duduk bersama
"Ehm" Ucap seseorang dengan dingin
Mereka semua pun menengok siapa yang datang, ternyata orang itu adalah Fendi yang baru saja datang
"Siap Dan" Ucap Nyoman dan beberapa prajurit lainnya memberi hormat
Felisa sangat heran melihat lelaki tersebut sangat begitu di hormati, sedangkan Tania bersikap biasa saja sebab ia sudah tau Fendi yang sebenarnya dari Romi mantan kekasihnya
"Tan" Bisik Felisa
"Iya beb" Ucap Tania
"Ko pada hormat sama bang Fendi yah" Ucap Felisa
"Iya kan pak Fendi Danyon mereka" Ucap Tania
"Hah" Ucap Felisa kaget
"Dek" Panggil Fendi
__ADS_1
"Iya bang" Ucap Felisa kikuk
"Jangan grogi beb, kan mbak Dena pernah cerita cuma kamu gak konek aja" Ucap Tania
"Apa iya" Ucap Felisa
"Iya, kamu aja yang lupa, aku aja masih ingat" Ucap Tania sedikit berbohong
Memang benar Kakak ipar Felisa yakni Dena perna bercerita perihal pangkat sepupunya itu hanya saja tidak menyebutkan secara detailnya
"Oh begitu" Ucap Felisa
Fendi pun berjalan mendekati Felisa dan mengambil posisi tempat duduk di samping Felisa, sedangkan Tania pun juga sama, jika Fendi di sebelah kanan gadis tersebut maka Tania di sebelah kirinya
"Broh" Ucap Romi
Ia baru turun dari lantai dua bersama Sari
Tania yang melihatnya pun agak kaget, namun Felisa menggenggam tangannya memberi kekuatan, ia pun berbisik kepada sahabatnya tersebut
"Tenang beb" Ucap Felisa
Repleks Tania pun melihat ke arah sahabatnya itu, Felisa menutup kedua matanya memberi kode dan sinyal kepada Tania bahwa semua baik - baik saja, sehingga Tania pun mulai tenang, tidak SE grogi semula saat mendengar suara Romi
Ia pun duduk dengan tenang, dan mulai mengobrol dengan salah satu prajurit teman Nyoman yang duduk di sampingnya
Diam - diam Romi pun melihat ke arah Tania, walaupun ia sangat kecewa terhadap Tania namun ia tak bisa menutup perasaannya yang menatap kagum kepada Tania, apalagi melihat Tania dekat dengan lelaki lain, lantas membuatnya merasa cemburu, namun ia sadar ada Satu di sebelahnya
"Hai" Ucap Fendi
"Dari tadi yah" Ucap Romi
"Gak kok baru aja" Ucap Fendi
"Oh yah kenalin, pacar aku, Sari" Ucap Romi
"Sari" Ucapnya memperkenalkan diri
"Hai Fel" Tegur Romi
"Halo bang" Ucap Felisa tersenyum
"Felisa" Ucapnya memperkenalkan diri
"Tan" Panggil Felisa
Tania pun menengok ke arah Felisa
"Halo Sari" Ucap wanita tersebut
"Oh halo, Tania" Ucap Tania tersenyum
Kemudian ia kembali fokus bercerita dengan lelaki di sebelahnya
Romi dan Sari mengambil tempat berhadapan dengan Tania dan juga Felisa
Tania belum menyadari jika mantannya berada tepat di hadapannya
Dua orang teman mereka datang dengan pesanan ayam yang banyak, mereka memesan paket combo untuk 10 orang
Felisa tidak menyukai cola, ia ingin bertukar dengan sahabatnya Tania
Namun sayang, Tania juga mendapat minuman Cola, sedangkan ia pun tak bisa meminum cola karena riwayat penyakitnya
Melihat hal tersebut, Romi maupun Fendi pun menukar minuman mereka, namun sayang Romi kalah cepat dengan anak buahnya yang berada di sebelah Tania
"Makasih yah bang Deni" Ucap Tania
"Iya, sama - sama dek" Ucap Sertu Deni
Romi sangat panas melihat interaksi keduanya, sedangkan Sari sedang asyik membenarkan penampilannya
__ADS_1
"Dek, minum punya Abang" Ucap Fendi
"Makasih yah bang" Ucap Felisa
Fendi dan Felisa pun menyadari tingkah Romi, wajahnya terlihat merah menahan amarah yang memuncak
Bedug magrib pun tiba, tandanya berbuka
"Alhamdulillah" Ucap semuanya
"Selamat berbuka" Ucap mereka
Mereka pun makan dengan tenang, setelah itu beberapa pria dan wanita izin untuk sholat di masjid sebelah restoran tersebut
"Dek, Abang sholat dulu yah" Ucap Fendi
"Beb, aku sholat dulu yah" Ucap Tania
"Iya bang, iya beb" Ucap Felisa
Tersisa Felisa, Mira dan Sari yang tetap tinggal di tempat mereka
"Mira lagi berhalangan juga yah" Ucap Felisa
"Iya Fel, dari kemarin" Ucap Mira
"Oh, sama kayak mbak Sari yah" Ucap Felisa
"Gak ko, lagi malas aja, hehehe" Ucap Sari
"Oh" Ucap Felisa sambil mengangguk
"Dek, mbak ke atas dulu yah mau ngerokok" Ucap Sari
"Iya mbak" Ucap Mira
"Fel" Ucap Sari
"Eh iya mbak" Ucap Felisa kikuk
Sari pun naik ke lantai atas, area yang bebas merokok
Felisa di buat heran dengan tingkah Sari, ia tak menyangka gadis secantik Sari adalah pecandu rokok
"Fel, maafin kakak aku yah, dia emang suka merokok" Ucap Mira
"Eh iya, gak papa kok" Ucap Felisa
Di bandingkan dengan Sari, Mira adalah teman mereka yang paling baik dan sopan, Mira juga taat beragama, Felisa bersyukur Mira juga mendapat pacar yang kelihatannya baik seperti Nyoman
"Kamu kenal yah sama pak Fendi" Ucap Mira
"Eh" Ucap Felisa
"Iya kenal Mir" Ucapnya kemudian
"Nampaknya kalian sangat dekat yah, aku dukung Fel, ku dengar pak Fendi itu dingin orangnya namun berhati baik, ia adalah komandan Batalyon yang sangat di cintai sama prajurit - prajuritnya" Ucap Mira
Felisa sangat merasa tersanjung bisa dekat dengan pria seperti Fendi yang tidak sombong dengan jabatannya, selama mereka kenal dan berusaha untuk jujur dan terbuka, baru kali ini ia mengetahui jabatan Fendi yang sebenarnya, ia pun menerima dengan lapang, dan tidak kesal dengan Fendi, karena sebenarnya sejak awal ia sudah curiga, hanya saja ia pikir Fendi sama halnya seperti Romi, namun ternyata jauh di atas Romi
"Hehehe iya Mir" Ucap Felisa
"Aku doain lancar jaya yah beb" Ucap Mira
"Aamiin, makasih yah" Ucap Felisa
Kemudian mereka saling bercerita panjang hal, sambil menunggu kedatangan yang lainnya.
Bersambung_______
Terima kasih untuk semua dukungannya 🙏🙏🥰
__ADS_1
Lope pooooooooolllll ❤️❤️❤️❤️