
Setelah sampai di rumah mertua abangnya, Felisa dan Tania langsung bergegas masuk ke dalam
"Assalamu Alaikum" Ucap keduanya
"Walaikumsalam" Jawab yang punya rumah dan yang lainnya
Felisa pun menghampiri orang tua dari kakak iparnya itu beserta keluarga besarnya, ia menyalami satu persatu, begitupun juga Tania, ia mengikuti sahabatnya
"Duduk nak" Ucap Devanka
"Iya Tante" Ucap Felisa
"Feli sudah datang, yuk foto bersama" Ucap Devanka
"Tania ikut aja yuk foto" Ucapnya lagi
"Kayaknya Tania gak usah deh Tante, biar Tania yang fotoin aja" Ucap Tania tak enak hati
Sebab yang hadir semuanya adalah keluarga besar Melati dan juga ada keluarga Diora, ia hanya orang luar rasanya tidak tepat jika ikut bergabung
"Memangnya gak papa sayang" Ucap Devanka
"Iya Tante gak papa kok" Ucap Tania
"Oh yah sudah sayang, habis ini kamu gabung yah, soalnya kan udah sewa fotografer juga" Ucap Devanka
"Iya Tante siap" Ucap Tania
Setelah sesi foto keluarga besar mereka, foto selanjutnya Tania ikut bergabung dengan yang lainnya, mereka semua mengenal baik Tania, karena sering kemana - mana dengan Felisa, besti nya susah maupun senang, mau ke segala penjuru juga ikut
"Yuk kita makan, Tante udah masak banyak loh" Ucap Nyonya rumah Devanka
Mereka semua pun langsung berpencar mengambil makanan sesuai selera masing - masing
"Beb" Ucap Tania
"Iya" Ucap Felisa
"Ini mah kita bakal kenyang seumur hidup" Ucap Tania
"Hahaha, seharian kali" Ucap Felisa
"Kan di tampung di perut, stoknya bisa setahun loh" Ucap Tania
"Idih, ngasal, bisa bengkak tuh perut seumur hidup gak BAB" Ucap Felisa
"Hahahaha, iya juga yah" Ucap Tania tertawa
"Habis ini kita kemana lagi" Tanya Tania
"Pulang" Ucap Felisa
"Kok pulang" Ucap Tania
"Iya dong, kalau udah kenyang enaknya ngapain" Ucap Felisa
"Tidur" Celetuk Tania
"Nah itu tau, memangnya kamu mau tidur di rumah orang atau di jalan" Ucap Felisa
"Gak sih" Ucap Tania
"Kan, kita tidur dulu nanti habis itu baru kita jalan kemanapun, isi tenaga dulu" Ucap Felisa
"Setuju beb" Ucap Tania
__ADS_1
Kemudian mereka lanjut maka lagi dan saling bercengkerama serta tertawa
Keluarga Melati sangat baik, sehingga Tania merasa senang disana
"Tante kita pulang dulu yah" Ucap Felisa pamit
"Iya sayang kalian semua hati - hati di jalan yah" Ucap Devanka
"Iya ma" Ucap Melati
"Dio bawa motornya hati - hati" Ucap sang papa mertua
"Iya pa" Ucap Diora
Setelah pamit mereka pun bergegas pulang karna hari sudah sore
Selama perjalanan pemandangan yang sama seperti saat pergi di temui ulang oleh Tania dan juga Felisa, masih banyak yang berlalu lalang, biasanya jalanan sunyi namun karna hari ini hari raya, dan tidak ada kendaraan yang lewat selain kendaraan pribadi maka banyak yang berjalan kaki
"Beb masih ramai juga yah" Ucap Tania
"Iya, jadi harus hati - hati takut ada yang lewat" Ucap Felisa
"Iya, siap beb" Ucap Tania
Setelah menempuh perjalanan, sampailah mereka di rumah Felisa, Tania langsung meminta pamit kepada yang lainnya
"Nanti malam jadi datang kan" Tanya Felisa
"Siap" Jawab Tania sambil memberikan klakson motornya
Diora membuka pintu, dan mereka semua masuk ke dalam
Melati membawa putrinya ke dalam kamar sebab ia tidur di perjalanan, begitupun dengan Ela
Sedangkan Felisa memilih masuk ke kamarnya juga karena ia sudah sangat mengantuk
Masih pukul 14.30 wib, masih ada waktu untuk tidur siang
Suasana rumah menjadi sunyi, sebab penghuninya terlelap di kasur masing - masing
Di tempat lainnya,
"Dan" Panggil Serka Romi
"Iya ada apa" Ucap Fendi
"Beberapa prajurit sudah di bagi lokasinya" Ucap Romi
"Baguslah kalau begitu, tetap berjaga dan bekerja sama dengan prajurit dari instansi lainnya untuk menjaga keamanan" Ucap Fendi tegas
"Siap Dan" Ucap Romi tegas
Serka Romi kembali menjalankan tugasnya sedangkan Fendi memilih istirahat sebentar
Ia meneguk air kemasan botol, rasa dahaganya pun hilang, setengah hari sudah ia di sibukkan dengan kerjaan lapangan, walaupun ia berpangkat tinggi, namun bertanggung jawab pada segenap prajuritnya sudah menjadi tugasnya, jadi ia harus menjalankannya dengan sebaik - baiknya
Walaupun harus di bayar dengan harga yang mahal, sebab di hari Raya ini ia tidak bisa berkumpul dengan keluarganya dan tentunya orang - orang yang ia sayang, termasuk gadis cantik yang sedang dekat dengannya
Padahal suasana seperti ini sudah biasa olehnya, karena rutin saat hari raya di lakukan, namun entah mengapa ada yang berbeda di tahun ini
Felisa, ia teringat gadis itu
"Pasti sedang tidur siang" Gumamnya
Dan benar saja, di rumah gadis tersebut, seorang gadis masih terlelap, sepertinya ia kelelahan dan juga kekenyangan
__ADS_1
Ia bahkan sedang bermimpi indah, bertemu sang pangeran
Jam menunjukan pukul 17.00 wib
Felisa pun terbangun, yang lainnya lebih awal bangun tadi bahkan Meldi dan Faiz sudah cantik dan ganteng karena habis mandi
Felisa segera bersih - bersih, ia akan menjalankan kewajibannya karena sudah terlewat
Selepas sholat ashar, ia bergabung dengan yang lainnya
Beberapa tetangga datang dan bersilaturahmi, mereka saling mengobrol
"Dek tolong ambil minumannya lagi" Ucap Melati
"Iya mbak" Ucap Felisa
"Gak usah Mel" Ucap Bu Sri tetangga yang baru datang dari luar kota
"Gak papa Bu" Ucap Melati
"Tadi saya datang cuma ada Feli" Ucap Bu Jamilah
"Iya Bu, tadi ke rumah mama dulu" Ucap Melati
"Iya Mel, ibu dan bapak kamu sehat kan" Tanya Bu Jamilah
"Alhamdulilah sehat Bu" Ucap Melati
"Alhamdulillah" Ucap Ibu - ibu tetangga
Diora tidak bergabung dengan barisan para ibu, ia sedang berbincang di teras dengan para teman kantornya yang sedang datang bertamu
"Broh maaf yah, bini aku lagi sama ibu - ibu komplek, gak bisa gabung" Ucap Diora
"Iya santai broh" Ucap rekan - rekan kerjanya
Mereka saling mengobrol dan bercerita
Setelah itu mereka kembali ke rumah masing - masing sebab hari sudah mau magrib
Setelah selesai magrib, Felisa sedang berdandan, Tania akan menjemputnya
"Dek, mau kemana" Tanya Ela
"Iya cantik banget" Ucap Melati
"Mau ke rumah teman sama Tania" Ucap Felisa
"Oh, btw kok Fendi gak datang yah" Ucap Melati
"Tugas negara mbak" Ucap Tania yang tiba - tiba muncul
"Oi ni anak kayak jelangkung aja" Celetuk Ela
"Udah salam dari tadi gak ada jawaban yah aku masuk aja" Ucap Tania
"Hehehe, maaf yah" Ucap Melati
"Iya mbak, widih bestie aku cantiknya" Ucap Tania
"Makasih, yuk jalan" Ucap Felisa tersenyum
Kemudian mereka berdua pamit dan berangkat ke rumah temannya menggunakan motor Tania.
Bersambung______
__ADS_1