
Di dalam studio, mereka menuju tempat duduk masing-masing, film pun sudah di mulai dari 15 menit yang lalu.
Baru saja duduk di tempatnya, adegan hantu yang muncul sudah mengagetkan Felisa, otomatis ia pun kaget dan tanpa aba-aba menggenggam tangan seseorang yang duduk di sebelahnya, sialnya bukan tangan Tania yang dia pegang, melainkan tangan orang lain.
Dia pun berusaha menoleh ke samping dan terperanjat, karna orang yang meninggalkannya tadi di depan toilet kini berada tepat di sampingnya.
Hampir saja membuat Felisa berteriak namun berusaha cepat menutup mulutnya, ia ingat bahwa sedang berada di bioskop, jangan sampai teriakannya membuat heboh para penonton, padahal adegan yang berlangsung belom ada sesi tegangnya bisa malu dia.
Walaupun cahaya dalam studio remang namun tak bisa menutup pandangan Felisa terhadap pria di depannya, apalagi pria itu duduk tepat di sebelah kirinya, ia baru sadar tempat duduknya berjajar dengan Romi di ujung, di susul Tania, Felisa lalu Fendi dan ada beberapa tempat duduk lainnya yang masih kosong.
Felisa pun membenarkan duduknya, ia lebih memilih menatap layar besar di depannya daripada berpikir keras tentang keberadaan pria di sampingnya, dia pun tak menyangka bahwa hantu nyata kini ada di sampingnya, dibandingkan hantu yang tadi muncul di layar, bagi Feli, Fendi jauh lebih menakutkan.
"Hiiii Ngeri" Gumamnya perlahan.
"Kamu kenapa Fel" Tanya Tania.
"Gak apa apa kok Tan" Jawab Felisa
Film pun berjalan setengah, di layar memunculkan adegan mesra, si pemeran utama pria sedang mencium sang wanita, Tania melihat adegan itu dengan penuh seksama, berbeda dengan Felisa yang sudah uring-uringan dan tidak betah, dia pun menutupi matanya dengan tangan.
__ADS_1
Namun sebelum hal tersebut dia lakukan ternyata sebuah tangan yang kokoh lebih dulu menutup matanya, rupanya dari tadi Fendi sudah memperhatikan gerak gerik Felisa, adegan di layar membuat wanita itu risih.
Maklum saja, Felisa mungkin sudah berpacaran dengan Rezky, namun lelaki itu tak pernah sembarangan menyentuhnya apalagi berbuat hal yang tidak-tidak, itulah mengapa Rezky punya kesan yang baik di mata Felisa.
"Kamu baik-baik saja" Tanya Fendi.
"Iya" Jawab Felisa.
"Kamu lucu sekali, hm" Fendi pun berdehem untuk mengatur debaran jantungnya.
Felisa pun kaget mendengar perkataan lelaki tersebut, yang ada di pikirannya ada apa dengan beruang kutub ini.
Mereka pun menonton hingga film berakhir.
"Wah seru banget filmnya" Ucap Tania antusias.
"Filmnya bagus kan" Romi menimpali.
"Ihhh seram begitu apanya yang seru" Cibir Felisa.
__ADS_1
Fendi pun hanya mendengarkan, tanpa ikut menimpali, ia hanya tersenyum melihat bibir Felisa yang di tekuk manyun, entah apa yang kini ada di pikirannya, hanya Fendi dan Tuhan yang tau.
"Makan yuk" Ajak Romi
Mereka pun setuju dan memilih gerai KFC untuk menuntaskan rasa lapar mereka, di sela - sela makan hanya Tania dan Romi yang berbincang, Felisa memilih fokus ke makanannya begitupun Fendi, mereka makan dengan tenang.
Setelah acara makan selesai, mereka berempat pun berpisah, Tania dan Romi jauh lebih akrab dari sekedar teman Ig.
Bagaimana dengan Felisa dan Fendi ?
Akankah takdir memihak pada mereka ?
Atau ada yang lainnya ? 🤔
Terus pantengin karya Author dan jangan lupa klik suka dan komen yah biar Author lebih semangat 💪
__ADS_1