Prajurit ! I Love You

Prajurit ! I Love You
#Bridesmaids Dadakan


__ADS_3

Kicau burung bernyanyi, menyambut hari baru yang telah tiba, rembulan tak terlihat lagi berganti dengan mentari pagi, cuaca hari ini cerah, secerah perasaan gadis cantik yang baru bangun dari sujud panjangnya, ia pun membuka mushaf Qur’an merah muda yang diberikan kakaknya Putra, surah Ar-Rahman menjadi pavoritnya, ia pun melantunkannya dengan khusyuk, tak terasa pada bagian tengah surah tersebut air matanya jatuh berderai mengingat betapa besarnya nikmat yang di berikan Tuhan kepadanya


“Maka nikmat mana lagi yang mau aku dustakan” Gumamnya


Betapa pengasih dan penyayang sekali Tuhan sehingga ia bisa seperti sekarang, ia pun menyudahi bacaan surah tersebut dan beralih ke surah Al Insyirah, air mata pun tiada henti keluar dari mata indahnya, ia bersyukur Tuhan memberinya kelapangan dalam melewati semua hal yang terjadi dalam hidupnya


“Alhamdulillah” Ucapnya


Setelah membaca dua surah tersebut, ia pun menyudahinya dan menutup mushaf cantik tersebut, ia pun melafalkan doa dengan segenap hati kepada Allah SWT, Tuhan pencipta alam semesta


Setelah beribadah ia pun kemudian menuju ke dapur, membuat sarapan untuk dirinya, sehabis itu tak lupa ia pun membersihkan rumahnya, membuka pintu dan jendela – jendela agar malaikat dapat masuk memberinya rezeki dan rahmat Tuhan yang berlimpah, ia melakukan aktivitasnya seorang diri, Melati dan Diora masih belum kembali


“Assalamualaikum Feli” Ucap Tania


“Walaikumsalam” Ucap si empunya rumah


Ia pun menuju ke depan pintu dimana sahabatnya berada


“Tumben datang pagi – pagi” Ucap Felisa


“Hehe, iya ni tadi habis antar pesanan terus singgah deh” Ucap Tania


Ia baru saja mengantarkan pesanan kue buat bu Jamila tetangga samping rumah Felisa, bu Jamilah memesan kue pada Tania untuk acara akikahan cucunya yang akan diadakan pagi ini


“Kamu siap – siap, biar kita duduk di depan sebentar lagi pihak keluarga ibu Jamila akan melempar permen dan juga uang koin” Ucap Tania


Begitulah tradisi di daerah tempat tinggal mereka, jika ada bayi yang akan diakikahkan maka pihak keluarga akan menyembelih seekor kambing dan saat acara inti pihak undangan akan membaca  sholawat Nabi dan mengeluarkan bayi ke depan pintu dan pihak keluarga akan membagikan permen atau uang koin kepada anak – anak maupun undangan yang telah menanti di luar rumah


“Aku udah siap, ayo kita keluar” Ucap Felisa


Ia tak perlu bersiap lagi sebab pakaian yang di gunakannya masih sopan dan lagian ia sudah mandi sebelum subuh


“Ayo” Ajak Tania menarik lengan sahabatnya


Mereka pun ikut dalam acara tersebut bersaing memperebutkan permen maupun uang koin dengan para tetangga yang ada, bukan karna mata duitan tapi memang tradisi ini sangat seru dilakukan bagi keduanya, mengingatkan mereka saat masa kecilnya


“Kamu dapat berapa Fel” Tanya Tania


“Aku dapat 10 ribu” Ucap Felisa selesai menghitung jumlah uang koin yang ia peroleh


“Aku juga dapat 10 ribu” Ucap Tania


Kini mereka sedang berada di ruang tamu rumah Felisa


“Lumayanlah buat beli es boba, hehe” Ucap Tania


“Kamu udah sarapan belum” Tanya Felisa


“Belum tadi buru – buru jadi tidak sempat” Ucap Tania


“Sarapan bareng yuk, aku masak nasi goreng” Ajak Felisa


“Ayo” Ucap Tania


Mereka berdua pun menuju dapur untuk sarapan nasi goreng yang di buat Felisa


“Wah enak sekali Fel, makasih yah” Ucap Tania


“Iya, sama – sama” Ucap Felisa


“Oh ya, sebentar jadi kan ke pesta pernikahan sodara mbak Dena” Tanya Tania


“Jadi dong, kan di undangan nikahnya jam 9 dan resepsinya jam 11 siang” Jawab Felisa


“Terus kita datangnya jam berapa” Tanya Tania


“Kita datang buat resepsi aja yah, gimana, soalnya kalo buat ijab kabul aku gak kenal sama sodara mbak Dena yang nikah, jadi kurang enak hati gitu” Ucap Felisa


“Btw memangnya kamu hari ini gak jualan Tan” Tanya Felisa


“Gak, soalnya sudah antar pesanan tadi pagi, kata mama hari ini libur dulu” Jawab Tania


“Okey deh kalo gitu” Ucap Felisa


“ Yup” Ucap Tania


Setelah menghabiskan sarapannya Tania pun pamit pulang, dan Felisa kini sedang menyetrika pakaian pestanya, hari minggu ini ia akan pergi ke kondangan dengan Tania sesuai dengan undangan yang dikirimkan oleh Dena minggu lalu


Jam menunjukan pukul 10.00 wib

__ADS_1


Pip pip pip ...


Bunyi klakson motor Tania, Felisa pun keluar dengan dandanan yang sudah siap


“Masha Allah Felisa, ini kamu” Tanya Tania


Ia takjub dengan penampilan Felisa, mengingat keseharian Felisa yang jarang tersentuh dengan riasan membuatnya terlihat lebih cantik saat berdandan


“Ih Tania, ini akulah masa orang lain, memangnya ada yang salah yah sama dandanan aku” Tanya balik Felisa


“Siapa bilang, malah kamu cantik banget, aku saja tadi pangling lihat kamu” Ucap Tania


“Kamu bisa aja, kamu juga cantik kok” Ucap Felisa memuji Tania


“Kok kita bisa samaan yah warna dressnya” Ucap Felisa


“Iya dong kan kita bestie, punya koneksi yang kuat, hihi” Ucap Tania  


“Kayak WiFi aja” Ucap Felisa


“Hahaha” Tawa keduanya


Mereka berdua pun berangkat ke tempat acara, sesampainya disana sudah pukul 11.30 wib mereka terlambat 30 menit, untung saja sang pengantin belum masuk ke dalam gedung acara, dan kursi pelaminanpun masih kosong


“Masuk yuk” Ajak Tania


“Yuk” Ucap Felisa


Saat mereka masuk banyak pasang mata yang memandang ke arah keduanya, mereka terpesona dengan kecantikan dua gadis tersebut, apalagi dengan gadis di belakang yang memakai tas putih senada dengan gaunnya, siapa lagi kalau bukan Felisa


Seorang pramutamu pun mendekat mempersilahkan mereka duduk di kursi yang masih kosong


Ting...


Sebuah pesan masuk di ponsel Tania


From korban tulang ayam ❤️


“Kamu cantik banget beb” Ucap Romi dalam pesannya


Tania pun bingung dengan isi pesan yang dikirimkan oleh Romi pasalnya ia belum memposting penampilannya di sosial media manapun miliknya


“Jangan bingung sayang nanti jelek mukanya” bunyi pesan kedua yang di kirimkan oleh Romi


“Hatimu” 😘 Isi pesan Romi


“Serius ih” Ucap Tania membalas


“Arah jam 9 dari tempat duduk kamu”


Karna kurang faham mengenai sudut, Tania pun bertanya kepada Felisa, ia pun berbisik di telinga sahabatnya tersebut


“Fel, arah jam 9 dari tempat duduk kita dimana yah” Ucap Tania


“Sebelah kiri kita, kamu lihat bingkai bunga yang di sebelah sana, itu arahnya” Ucap Felisa menunjuk arah yang di maksudkan Tania


Tepat saat Felisa menunjukan arahnya, Romi pun berdiri dari tempat duduknya, Tania kini dapat melihat rupa kekasihnya tersebut


“Ganteng banget beb” Pesan Tania yang dikirimkan kepada Romi


“Kamu juga cantik sayang” Romi pun membalas dengan memujinya juga


Suara sang pembawa acara bergema dalam gedung, ia mempersiapkan diri untuk memanggil sang pengantin untuk masuk ke dalam gedung namun ucapannya berhenti tatkala staf weding organizer mengentikannya dan membisikkan sesuatu ke telinga sang pembawa acara, mereka terlihat panik


Pihak keluarga sang mempelai pria pun menanyakan apa yang sedang terjadi


“Ada Apa” Tanya Fendi


Ia menatap curiga akan gerak – gerik staf pernikahan tersebut, sehingga ia pun bergegas mencari tau


“Kita kekurangan dua bridesmaids”


*Jadi buat pembaca semua yang belum tau bridesmaid di kenal juga sebagai pengiring pengantin yah guys, sengaja Author pake bahasa asing biar keren gitu* 🤭


“Bagaimana bisa” Tanya Fendi


“Keduanya tidak bisa hadir karna ada masalah dengan perutnya” Ucap staf tersebut


“Ada apa broh” Tanya Romi menghampiri sahabatnya

__ADS_1


“Ada masalah broh, kita kekurangan pengiring pengantin wanita karna keduanya sedang sakit” Ucap Fendi menerangkan


“Hm” Pikir Romi sejenak


Ia pun segera menghubungi kekasihnya Tania


Dr...dr...dr 📞


“Halo beb, ada apa” Tanya sang gadis


“Beb ke tempat aku sebentar, ada urusan genting beb” Ucap Romi langsung ke inti tanpa basa basi


Ia pun langsung mematikan telepon secara sepihak


Tania merasa bingung, ia pun mengajak Felisa untuk segera ke tempat Romi berada


“Fel yuk ikut sama aku, ada urusan penting” Ucap Tania


“Ada apa Tan” Ucap Feli kebingungan


Tania pun tidak menjawab pertanyaan sahabatnya itu, ia terus berjalan ke tempat kekasihnya Romi


“Beb” Panggil Tania


“Hai sayang” Ucap Romi menghampiri kekasihnya


“Beb, tolong bantuin kita yah” Ucap Romi


Felisa makin kebingungan dengan situasi yang terjadi, sama halnya dengan Fendi yang tidak berucap satu kata apapun, ia hanya menatap Felisa tanpa berkedip sedikitpun


Terpesona ni ceritanya 🤭


“Bantu apa beb” Tanya Tania


“Kamu dan Felisa bisa kan jadi pengiring pengantin wanita, soalnya dua orang yang ditunjuk berhalangan hadir” Ucap Romi


“Tapi beb kita gak punya gaun yang sama dengan yang lainnya” Ucap Tania


“Gak apa – apa mbak tetap pakai baju mbak aja karna warnanya senada kok” Ucap stap pernikahan tersebut


Memang warna gaun pengiring pengantin sama dengan warna gaun yang dipakai Felisa dan Tania, hanya saja motifnya berbeda


“Bagaimana mbak, apakah bisa, soalnya sebentar lagi pengantin harus sudah berada di dalam ruangan” Ucap mbak Lita staf pernikahan tersebut yang mulai panik


“Gimana beb” Tanya Romi


“Gimana Fel” Tanya Tania meminta izin sahabatnya


“Mau bagaimana lagi, ya udah boleh” Ucap Felisa


Keempat orang tersebut merasa lega dengan jawaban Felisa


“Jadi begini, mbak Felisa berpasangan dengan pak Fendi di bagian paling depan, sedangkan mbak Tania berpasangan dengan pak Romi, disusul dua pasangan yang lainnya, bagaimana” Ucap Lita menjelaskan


“Okey” Ucap kedua pasangan tersebut


“Kalo begitu tolong ikut saya” Ucap Lita mengajak empat orang tersebut untuk bersiap di posisi mereka masing – masing, dua pasangan pengiring pengantin lainnya sudah menanti kedatangan mereka


Pernikahan pun berjalan dengan lancar, semua mata terpusat pada sang pengantin yang kini sedang bersalaman dengan para tamu undangan, tak kalah menarik perhatian juga sepasang pengiring pengantin yang tadi berjalan di arah paling depan


Fendi dan Felisa terlihat seperti pasangan yang sempurna, sang pria terlihat sangat tampan dengan balutan tuxedo berwarna navi dan sang wanita terlihat sangat cantik dengan gaun putih dengan aksen merak di bagian bahunya


Keduanya nampak gugup saat berjalan beriringan, detak jantung keduanya berdetak dengan sangat cepat, mereka merasakan perasaan yang satu sama yang lainnya, namun semua itu tidak mudah dijabarkan dengan kata, entah sampai kapan perasaan itu dibiarkan diam dan tak muncul ke permukaan, mungkin semesta punya jawabannya


Pesta pun berakhir dan semua  tamu undangan pun mulai meninggalkan gedung acara, begitupun dengan dua pasangan pengiring pengantin  yang kini kembali dengan perasaan yang bahagia yang hanya bisa dinikmati oleh mereka sendiri.


 


 


Hayo siapa yang suka ke acara kondangan ?


Kalo tiba – tiba ditunjuk sebagai pengiring pengantin apa yang akan readers lakukan ?


Komen di bawah yah ☺️


Terus dukung dan pantengin terus karya Author yah 🥰 dan bagi yang sudah setia mendukung, Author ucapkan banyak terima kasih 🙏☺️


 

__ADS_1


 


 


__ADS_2