Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
Bab 104. Semua Indah Pada Waktunya


__ADS_3

"Mas lanjut latihan dulu, ya? Minggu depan Gyantara Music Group akan manggung di acara pernikahan dokter Brama dan dokter Yashinta, semalam ia memberitahu ku secara dadakan. Kali ini nuansa Gyantara music bertema religi, jadi kami harus berkolaborasi dengan salah satu vokalis band yang memang pandai membawakan lagu religi. Nanti akan ada dua orang biduanita kemari untuk bekerja sama dengan tim kami, mas harap kau bisa memakluminya!'' pinta Daniel yang sedang video call dengan Stefanie yang masih terlihat galau karena Brama dan Yashinta menikah duluan dari mereka yang jelas-jelas duluan dekat dan lamaran dengan Daniel.


''Iya,'' hanya satu kata yang diucapkan Stefanie, dirinya masih belum bisa menerima kenyataan yang ada. Apalagi Daniel calon suaminya sibuk dengan latihan musiknya, tentunya satu minggu ini ia akan merasa kesepian karena tidak ada yang menemani seperti biasanya.


''Kok, iya sih? tumben irit bicara?'' goda Daniel sengaja menghibur kekasihnya yang rewel itu.


''Mas, sih sibuk sendiri! nanti siapa yang menemani aku pas acara pernikahan dokter Brama dokter Yashinta? haruskah aku pergi sendiri?'' protes Stefanie terdengar manja sambil memanyunkan bibirnya.


''Kau gabung bersama Papa dan Mama, atau tidak nanti kumpul bareng bersama Tiara. Di sana juga banyak sanak saudara kami. Jadi, jangan takut kesepian! kaupun boleh naik ke atas panggung menemani mas tampil, anggap saja dokter Brama dan dokter Yashinta telah menjadi sepupumu meski kita belum menikah!'' ujar Daniel dengan menenangkan Stefanie.


''Baiklah, latihan yang baik agar nanti penampilan mas dan groupnya good looking di hari H.'' Stefanie mengakhiri percakapannya ketika melihat teman-teman Daniel sudah berdatangan untuk latihan musik.


Stefanie pun bergegas membersihkan dirinya, ia hendak keluar memanjakan dirinya dengan spa ke salon ternama untuk mempercantik dirinya agar tampil lebih elegan di acara pernikahan dokter Brama dan Yashinta nantinya. Ia tidak ingin terlihat acak adul, setidaknya meskipun ia belum menikah. Ia ingin mempersembahkan yang terbaik di hari istimewa kedua dokter yang sangat luar biasa itu.


***


Di sisi lain.


''Sayang, akhirnya semua indah pada waktunya! kau lihat kartu undangan ini, dokter Brama dan dokter Yashinta akan segera menikah!''


Abiseka ikut bahagia melihat sepupunya akan mengakhiri masa lajangnya, setelah sebelumnya sempat patah hati karena belum move on dengan Tiara istrinya.


Tiara diam sejenak, ia seperti berada di alam mimpi ketika mendengar mantan calon suaminya akhirnya menikah.


''Kenapa diam? kau cemburu?'' tanya Abiseka, ketika melihat istrinya tidak merespon apa yang ia katakan.

__ADS_1


''Tidak Mas, tidak ada yang perlu aku cemburukan. Aku sudah punya mas Abi, dokter Brama adalah sekelumit dari masa laluku.''


Tiara menyandarkan kepalanya di bahu Abiseka yang terlihat merajuk padanya lantaran salah paham jika dirinya masih menyimpan rasa pada Brama.


''Benarkah?'' Brama pun mengecup sekilas bibir istrinya yang kini telah menjadi candu untuknya.


''Masss!'' des*ah Tiara dengan sedikit manja, hormon bumilnya seolah menuntunnya untuk bermanja-manja dengan suaminya.


''Apa sayanggg?'' tanya Abiseka yang mengira jika istrinya meminta senam pagi untuk menyalurkan hasratnya yang bergelora.


''Aku pengen Mass!'' ucap Tiara yang sengaja menggoda suaminya.


''Bolehhh!'' Abiseka hendak mendekatkan wajahnya pada Tiara, namun sang istri menghindarinya.


''Bukan yang itu Mas, Tia pengennya mas kupasin mangga untukku sebelum kita berangkat kerja!" ujar Tiara sambil mengusap pipi suaminya yang terlihat memerah menahan nafsu birahinya yang baru akan mencapai puncaknya.


Tiara terkekeh, ''Maaf, untuk pagi ini libur dulu ya mas? Tia hanya ingin ngemil banyak, biar si dedek tumbuh sehat!'' ujar Tiara meletakkan tangan Abiseka di perutnya.


Abiseka pun mengusap lembut perut Tiara, tak lupa pula ia meninggalkan jejak kecupan di sana. Agar si cabang bayi merasa nyaman dengan sentuhan daddynya.


''Daddy kupas mangga untuk mommy mu dulu ya, Nak?'' ujar Abiseka dengan tersenyum bahagia ketika berbincang-bincang dengan bayi yang ada dalam perut Tiara.


Tiara pun ikut tersenyum bahagia, akhirnya kedukaan yang dulu pernah menyelimuti jiwanya kini telah berganti dengan sejuta rasa bahagia yang begitu indah mewarnai cerita cinta mereka.


''Alhamdulillah, semua indah pada waktunya!'' batin Tiara dengan tak henti-hentinya mengucapkan rasa syukur setelah sebelumnya ia melewati proses yang begitu rumit ketika ujian datang menerpa dalam hidupnya.

__ADS_1


Gagal menikah dengan Brama, sempat membuat Tiara patah arang. Namun, hari ini baik dirinya maupun Brama telah sama-sama belajar ikhlas untuk menerima segala takdir yang telah digariskan oleh sang pemilik kehidupan pada mereka.


''Mas Bram, semoga kau berbahagia bersama dokter Yashinta. Semoga Allah lancarkan ikatan kalian menuju pernikahan sampai di hari H nanti!'' gumam Tiara sambil membaca surat undangan yang dikirimkan oleh Brama pada dirinya dan suaminya.


Air mata Tiara pun luruh sudah ketika mengingat kenangan masa lalu, antara dirinya dan Brama. Hari ini, ia turut merasa bahagia ketika mendengar kabar dokter muda itu akan segera menikah dengan sosok wanita sholehah yang tentunya begitu sangat mencintai Brama.


''Sayang, kau menangis?'' tanya Abiseka sambil meletakkan buah mangga yang telah dikupasnya di samping istrinya yang sedang meneteskan air mata.


''Aku terharu Mas, akhirnya dokter Brama dan dokter Yashinta menemui kebahagiaannya!'' ucap Tiara sambil menyandarkan kepalanya di bawah suaminya.


''Alhamdulillah sayang, semuanya indah pada waktunya!'' ujar Abiseka sambil mengusap-usap pucuk kepala istrinya, hari ini entah berapa kali Abiseka mengucapkan kalimat indah itu yang begitu sangat menyejukkan hati Tiara ketika mendengarnya.


''Terima kasih Mas, kau senantiasa menenangkanku. Aku bersyukur memilikimu!'' Tiara merengkuh erat tubuh suaminya, dada bidang itu menjadi tempat ternyamannya untuk bersandar setelah hampir 3 bulan pernikahan mereka.


''Mas suapi mangganya, aaaaa ... buka mulutnya!'' Abiseka menyuapi Tiara dengan penuh kasih, dunia seolah terasa indah bagi pasangan halal yang sudah saling memiliki itu.


''Mas, berarti walimahan kita baru bisa diumumkan ketika memasuki 5 bulan pernikahan kita. Sebab, bulan depannya Daniel dan Stefanie juga ingin melangsungkan pernikahannya, kita yang duluan menikah. Akan tetapi, mereka yang duluan walimahan?'' seru Tiara dengan terkekeh ketika menyaksikan keunikan yang terjadi dalam kisah cintanya dengan Abiseka suaminya.


Abiseka pun ikut tertawa mengingat kisah cintanya dengan Tiara yang penuh warna, ''Kita kan married by accident! jadi hukum percintaannya beda dengan dokter Brama dan dokter Yashinta, apalagi dengan kisah cinta Daniel dan Stefanie mereka memiliki cerita tersendiri,'' ujar Abiseka sambil menampakkan deretan gigi putihnya.


Pemuda yang kini ditumbuhi semak belukar yang begitu banyak membuat ia terlihat sangat tampan di mata Tiara, karena sang istri sangat menyukai laki-laki yang memiliki bulu-bulu halus menghiasi wajahnya.


''Mas, aku sangat mencintaimu!'' ucap Tiara terdengar lembut, sambil memainkan bulu-bulu halus yang menghiasi dagu dan area sekitar wajah suaminya.


''Aku juga mencintaimu sayang, sangat mencintaimu!'' Abiseka mengecup lembut kening Tiara, keduanya pun larut dalam alunan nada cinta di antara penghuni bumi mayapada.

__ADS_1


''Sebening duka mu, sebening itu pula rasa cintaku padamu Tiara Chandani Putri!'' batin Abiseka yang hanya sang pemilik cinta dan dirinya lah yang dapat mendengarkan bisikan hatinya yang kini dipenuhi rasa cinta terhadap Tiara.


__ADS_2