Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
113. Malam Yang Syahdu


__ADS_3

Malam pun semakin larut, sepasang pengantin yang baru saja menikmati indahnya syurga dunia pun begitu terlihat sangat berhasrat mengulangi percintaan mereka untuk yang kedua kalinya, semilir angin menerpa celah jendela kamar keduanya seolah memberikan akses untuk Daniel dan Stefanie menikmati malam yang syahdu.


''Sayang, terima kasih kau telah memberikan mahkota berharga mu untuk ku. Semoga di dalam sini akan lahir anak dan keturunan kita yang sholih dan sholihah.'' Daniel mengusap perut istrinya dengan penuh kasih dan ketulusan berharap mereka akan segera memiliki calon buah hati seperti Gala Abiseka dan Tiara.


''Aamiin. Kita harus sering-sering membuatnya mas, biar cepat bertumbuh menjadi bayi.'' Stefanie tampak antusias menggoda suaminya untuk mengulangi percintaan mereka.


''Kamu yakin ingin mengulanginya, sayang?'' Daniel menarik dagu Stefanie dan mengecup bibir merah nan ranum itu dengan deru nafas yang semakin memburu.


Stefanie menggangguk pelan, ia pun balas mengecup bibir Daniel dengan begitu lembut dan menggoda, sehingga terjadilah pertukaran saliva. Keduanya pun saling memagut dan menyesap dengan hasrat yang sama-sama bergelora.


''Kita menciptakan pahala lagi ya sayang?'' bisik Daniel dengan suara serak khas orang yang sedang menahan nafsu birahinya.


Stefanie pun menikmati setiap sentuhan lembut suaminya yang bergerilya di setiap inci tubuhnya.


''Masss, ini benar-benar memabukkan!'' desah Stefanie dengan suara yang bergemulai sehingga semakin bangkitkan sisi lelaki suaminya.


''Apa kau akan tahan untuk yang kedua kalinya? sebab jika aku sudah memulai maka diriku tidak akan bisa berhenti!'' Daniel memberikan pernyataan, sebab ia sangat yakin istrinya akan merasa kesakitan lantaran selaput dar* nya telah sobek pada saat mereka melakukan sesi percintaan ronde pertama.


''Sakitnya mungkin hanya sebentar sayang, jika sudah mencapai puncak kenikmatan ia tidak akan sakit lagi begitu menurut teori yang aku baca. Dan aku ingin mempraktekkannya sekarang,'' ucap Stefanie terdengar polos.


Daniel pun semakin bersemangat beraktivitas di atas tubuh isterinya untuk yang kedua kalinya.


Dua anak manusia yang sudah halal saling menyentuh itu pun terus melanjutkan melodi cintanya sampai dipuncak kenikmatan.


''Mas, aku sudah tidak kuat lagi!'' keluh Stefanie yang sudah berulang kali mencapai puncak pelepasan. Berbeda dengan Daniel, ia seolah-olah tidak berhenti memompa meskipun sudah dua jam berlalu pertempuran sengit itu terus ingin ia lakukan. Daniel merasakan candu pada tubuh pasangan halalnya.

__ADS_1


''Sebentar lagi sayang,'' ujar Daniel di sela-sela aktivitas memompanya. Ia pun mengerang penuh kenikmatan seiring tertanamnya benih kenikmatannya di dalam rahim Stefanie untuk yang kedua kalinya.


''Semoga bertumbuh Daniel kecil di rahimmu sayang,'' ujar Daniel sambil tersenyum bahagia ketika telah sampai di puncak kenikmatannya.


Stefanie terkulai lemas, ia hanya bisa mengaamiinkan dalam hati do'a yang teruntai dari lisan suaminya.


''Kau boleh tidur sayang, maaf jika aku terlalu bersemangat. Dirimu seolah menjadi candu untuk ku.'' Daniel mengecup sekilas bibir Stefanie, sampai istrinya pun tertidur pulas bertumpu pada telapak tangan kekarnya. Ia pun akhirnya terlelap dalam satu selimut dengan istrinya setelah melewati malam yang syahdu penuh dengan kenikmatan surga dunia yang tiada tara.


''Apakah cucu menantuku sudah menikmati malam indahnya?'' ujar omma Zanna yang masih belum terlelap, mereka masih berkumpul di ruang keluarga bersama anak menantunya.


''Sepertinya sudah ma, aku sudah tidak sabaran ingin menimang cucu.'' Ameera begitu sangat bersemangat untuk memiliki cucu dari Daniel dan Stefanie.


''Aamiin, harapan mama begitu juga Nak. Sebentar lagi cucu menantuku Gala dan Tiara yang akan memiliki anak, semoga setelah ini Brama dan Yashinta juga segera memberikan cicit untuk ku.'' Oma Zanna terlihat bahagia sebab ketiga cucu kesayangannya sudah memiliki pasangan masing-masing.


''Syukurlah, dua hari lagi mama hendak pulang ke desa. Sudah satu bulan mama meninggalkan rumah semenjak pernikahan Brama dan Yashinta. Semoga ada salah satu cucuku yang hendak mengantarkan ku pulang.'' Omma Zanna yang sudah sepuh itu begitu sangat merindukan kampung halamannya.


''InsyaAllah, nanti Ameera dan mas Dylan saja yang mengantarkan mama pulang ke kampung!'' ujar Ameera ibunya Daniel. Dylan pun menyanggupi permintaan istrinya.


''Sebaiknya mama tidur dulu, hari sudah menunjukkan pukul dua belas malam khawatir kesehatan mama terganggu jika tidur terlalu larut.'' Ameera mengingatkan ibunya. Omma Zanna pun segera masuk ke kamar tidurnya sebagaimana yang dititahkan Ameera.


Ameera adalah adik bungsu dari Naraya Tarakanita mamanya Brama. Sedangkan kakak sulung mereka adalah Starla mamanya Abiseka. Mereka bertiga bersaudara perempuan semua, meskipun jarang berkumpul bersama, mereka sangat akur dan tidak pernah bertengkar. Setiap permasalahan selalu diselesaikan dengan kepala dingin, sehingga membuat mereka tidak pernah sering bertentangan satu teman lain.


Di tengah malam yang syahdu itupun keluarga dari Daniel pun terlelap dalam tidur panjangnya.


***

__ADS_1


''Sayang, terima kasih untuk semuanya!'' Gala Abiseka tampak mengecup kening Tiara setelah menyudahi pergulatan panasnya mengalahkan Daniel dan Stefanie juga Brama dan Yashinta yang baru hangat-hangatnya menikmati malam pengantin barunya.


''Mas, Tia bobo dulu ya? sudah ngantuk berat!'' Tiara nampak memejamkan matanya yang mulai menyipit menahan kantuknya setelah menyudahi sesi bercinta dengan suaminya yang tak pernah mengenal kata lelah jika urusan ranjang.


''Iya sayang,'' angguk Abiseka sambil mengusap-ngusap perut Tiara. Ia tersenyum dalam keheningan malam mengingat kisah asmaranya dengan Tiara yang kini telah mencapai puncak bahagia.


''Sayang, baik-baik di perut mommy ya? bulan depan daddy akan mengumumkan pada dunia jika mommy dan daddy sudah resmi menjadi suami istri, meskipun usia kandungan mommy mu sudah berusia 5 bulan saat ini, tapi daddy merasa bangga memiliki kalian.''


Abiseka meneteskan air mata harunya mengingat begitu kelam masa lalunya. Ia menyesal karena telah menodai Tiara tanpa ikatan yang halal. Akan tetapi, sekarang ia begitu sangat bahagia setelah Tiara berkenan menerima dirinya sebagai suami seutuhnya setelah sebelumnya Tiara begitu kekeuh untuk mengakhiri pernikahan mereka di ujung perceraian.


''Ya Allah, terima kasih atas nikmat dan anugrahmu yang tiada tara, aku berjanji mulai saat ini detik ini diriku akan selalu berada di jalan-Mu. Dan satu janjiku takkan berpaling dari-Mu!'' gumam Abiseka, ia pun terlelap dengan perasaan hati dan pikiran yang begitu tenang dan nyaman.


Malam yang syahdu menjadi saksi cintanya yang begitu dalam pada Tiara istrinya.


***


''Mas, kenapa perut ku mual sekali!'' keluh Yashinta. Sebab semenjak pulang dari resepsi pernikahan Daniel dan Stefanie, wanita bercadar itu mulai merasakan tidak enak badan.


''Subhanallah, sayang. Sebentar, mas ambilkan minyak aroma terapi. Sepertinya kau sedang masuk angin.'' Brama merasa khawatir melihat keadaan istrinya yang tiba-tiba sakit.


Meskipun berprofesi sebagai seorang dokter Brama merasa sangat panik melihat keadaan istrinya yang terlihat lemas dan pucat. Dokter juga manusia, memiliki rasa kecemasan yang tidak tara, jika melihat sang istri terkulai lemah.


Brama pun mengambil alat-alat medisnya untuk mengecek keadaan Yashinta. Ia baru saja ingin menempelkan stetoskop di dada istrinya, tapi Yashinta berusaha untuk menghindari Brama.


''Mas, menjauhlah! Maaf, aku tidak sanggup mencium bau parfummu, itu semakin membuatku sangat mual!'' sela Yashinta sambil menutup mulutnya agar tidak muntah mencium aroma tubuh Brama. Yang mungkin akan membuat suaminya tersinggung oleh tingkah absurdnya barusan.

__ADS_1


__ADS_2