Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
Bab 51. Di Tinggal Tidur ( Mencuri Ciuman )


__ADS_3

''Taraaa, makanannya sudah siap! sayur beningnya sudah masak, biar mas yang suapin ya? ini pertama kalinya aku memasak dalam sepanjang nafas hidupku, demi istri tercinta!'' ujar Abiseka dengan seutas senyum kebahagiaan yang nampak menghiasi wajah blasteran Indo-Turkinya.


Keringat dingin nampak mengucur deras dari dahinya dan juga pelipisnya, tapi semua itu tak dihiraukannya, ia merasa senang karena dapat memenuhi permintaan istrinya yang sangat dicintainya. Walaupun harus berbekal mbah Google sebagai petunjuk cara memasak sayur bening spesial untuk ibu hamil yang ia sendiri sebenarnya belum mengetahui cara memasak yang benar.


Namun, Abiseka berusaha untuk menjadi sosok suami yang baik bagi Tiara, terlepas Tiara menghargai dirinya atau tidak, Abiseka akan terus kalau berusaha memberikan perhatian khusus untuk istrinya.


''Tia, ayo makan sayang! Tadi katanya lapar, kasihan bayi kita nanti dia lapar di dalam perut mommynya, jangan sampai anak kita ke kekurangan gizi akibat mommynya telat makan,'' sela Abiseka sambil menyeka keringatnya yang semakin mengucur deras.


Celemeknya pun belum sempat ia lepaskan ketika habis memasak demi untuk memberitahukan istrinya bahwa ia telah berhasil memasak sayur bening yang dimintai oleh istrinya, akan tetapi melihat Tiara bergeming membuat Abiseka pun mendekati istrinya yang ternyata sedang tertidur pulas dan sama sekali tidak mendengar ucapannya.


''OMG, ia terlelap. Yach, aku ditinggal tidur? Lalu bagaimana sayur bening ini? Kalau dibiarkan lama-lama nanti kedinginan dan nggak enak lagi dimakan, apa nanti dipanaskan lagi ya? biarkan saja istriku terlelap dulu,'' gumam Abiseka sambil melepaskan pakaian memasaknya dan hendak membersihkan tubuhnya yang telah bercampur bau keringat akibat bergelut dengan aktivitas dapur yang baru sekali ini digelutinya.


Sementara Tiara nampak pulas dalam tidurnya, setelah menghabiskan begitu banyak cemilan dan aneka makanan tanpa memperdulikan lagi aktivitas suaminya yang telah berkorban untuk memasak demi memenuhi permintaannya. Namun, sang permaisuri seolah acuh dan sibuk dengan dunianya sendiri. Habis ngemil dan merasa kekenyangan langsung terlelap tidur tanpa mempedulikan lagi sekelilingnya.


Selama masa kehamilannya entah kenapa Tiara kerap kali tertidur di pagi hari, tubuhnya berasa lemas dan sangat malas. Inginnya terus diperhatikan lebih dan duduk manis bak ratu yang harus selalu diteloni oleh sang rajanya. Tak peduli sesibuk apapun suaminya, ia ingin suaminya selalu memperhatikannya lebih dan selalu berada di dekatnya meski lisannya kerap kali menolaknya akan tetapi hatinya tidak bisa berdusta bahwa ia sangat membutuhkan sosok Abiseka ayah biologis dari bayi yang dikandung olehnya.


Abiseka pun selesai dari ritual mandinya, ia nampak terlihat segar. Dengan atasan kaos dan celana santai selutut sehingga menampakan tubuh atletisnya, yang begitu terlihat sangat sempurna di mata kaum hawa yang melihatnya.


Akan tetapi, sang istri tercintanya sama sekali tidak menyadari jika suaminya kini telah ikut berbaring di sisinya dan memeluk tubuhnya dengan penuh kasih.

__ADS_1


"Tia, kau tampak anggun sekali meskipun sedang tertidur pulas seperti ini. Aku suka dengan semua yang ada dalam dirimu.''


Abiseka membelai lembut pipi istrinya, ia terus memandangi wajah ayu yang terpampang nyata di hadapannya bak putri tidur yang begitu terlihat manis dan menggoda jiwanya.


''Ya Allah, jangan sampai aku melakukan hal-hal yang membuat hasrat ku semakin tak terkendalikan hingga aku mengecap manisnya tanpa seizinnya dan membuatnya marah padaku." Abiseka terus berperang melawan keinginan nafsunya yang kini telah mencapai di ubun-ubun.


"Maafkan aku Tia!" Abiseka mengecup kening Tiara dengan bibir yang bergetar sambil menahan nafsu birahinya yang semakin tak tertahankan.


"Ya Allah, jangan sampai aku hilang kendali hingga melakukan hal yang menyakitinya.''


Abiseka berusaha menahan rasa sesak di bawah sana, ingin rasanya ia menyentuh wanita yang kini telah halal untuk digaulinya, akan tetapi Gala Abiseka tetap berusaha agar dirinya tidak sampai menyentuh Tiara yang sedang tertidur pulas dengan memanfaatkan keadaan mencuri kesempatan dalam kesempitan.


Abiseka menempelkan bibirnya di bibir mungil milik istrinya, ia pun mengecup lembut bibir merekah nan menggoda itu dengan deru nafas yang memburu di ikuti keinginan hawa nafsu yang begitu menggebu-gebu yang telah sampai menjalar di ubun-ubunnya.


Perlahan Abiseka menyesap bibir manis itu dengan penuh nafsu, Tiara yang sedang terlelap pun seolah memberi akses untuk suaminya mencumbuinya dengan hasrat yang menggila.


Desah*n nafas Tiara dalam keadaan mata yang masih terpejam seolah semakin membuat Abiseka semakin berhasrat untuk beraktivitas di atas bibir putri tidur yang sama sekali masih enggan bangun dari peraduannya.


"Maafkan aku, sebab telah mencuri ciuman mu sayang,'' ucap Abiseka sambil menerbitkan senyum termanisnya setelah 20 menit beraktivitas di bibir istrinya. Membuat Abiseka menyeringai senang sebab haratnya yang telah tersalurkan meski harus mencuri ciuman sang putri tidurnya.

__ADS_1


''Cup, satu kecupan yang manis di pipi kiri dan kanan. Cup, untuk kecupan di kening dan ini satu kali lagi di bibir ranumnya, semuanya milikku! aku yakin satu hari nanti kita akan bisa melebur kembali menjadi satu menyatukan hasrat antara dua hati yang memang sudah terikat janji suci. Aku ingin melakukan semua itu atas dasar cinta dan atas izin mu. Maafkan, jika untuk ciuman aku terpaksa mencurinya karena hasratku sudah tidak bisa untuk ke bendung lagi wahai istriku!''


Abiseka membersihkan sisa saliva di bibir istrinya bekas sesapannya yang ia curi saat sang istri sedang tertidur lelap. Abiseka menuju kamar mandi untuk melanjutkan hasratnya yang tertunda sebab sesuatu di bawah sana masih terasa sesak untuk segera dituntaskan.


''Maafkan aku wahai Tuhanku, aku terpaksa melakukan ini. Aku tidak ingin menyakiti istriku mengingat dirinya belum sepenuhnya menerima ku dalam hidupnya. Aku tidak ingin memaksanya untuk melakukan hubungan suami istri sebelum dirinya benar-benar siap untuk memberikan haknya padaku."


Abiseka yang terpaksa menuntaskan hasratnya di toilet sebab jika segera tidak dituntaskan akan berpengaruh pada fisik dan mentalnya dan juga kepalanya yang terasa berdenyut jika tidak segera dituntaskan biduk hawa nafsunya yang memang telah membuncah sampai di ubun-ubunnya.


Tiara mengerjapkan netranya, ia melihat sekelilingnya. Semua terasa hening, "Aku dimana?'' Tiara masih mengumpulkan nyawanya dan berusaha mengembalikan ingatannya sebab ia terlalu lama terlelap hingga tidak menyadari jika kini dirinya telah berada di dalam tokonya.


"Oh iya, tadi kan aku sudah berada di toko bersama suamiku? Mas Abi dimana? apa yang terjadi padaku? Tiara mengusap bibirnya yang terasa basah oleh air liur, apa aku sedang bermimpi? tadi aku merasa ada yang beraktivitas di atas bibirku? apa itu hanya igauan mimpiku saja!'' bathin Tiara sambil memijat kepalanya yang terasa sakit.


Tiara seolah-olah berada di alam mimpi bercinta dengan suaminya sendiri, padahal semua itu bukan mimpi dan memang terjadi nyata adanya. Ia sama sekali tidak menyadari jika suaminya telah mencuri ciumannya ketika dirinya sedang terlelap.


''Ya Allah ... kepalaku pusing sekali, perutku berasa mual. Aku ingin muntah," ucap Tiara sambil menutup mulutnya. Agar jangan sampai termuntah diatas kasurnya.


Tiara pun beranjak dari kasurnya dan setengah berlari menuju toilet, ia pun mendorong pintu toilet dengan kerasnya tanpa menyadari jika di dalam tersebut ada penghuninya.


"Aaaaa, tidakkkk!'' Tiara histeris, seraya menyemburkan isi perutnya di dada bidang suaminya yang baru saja menyelesaikan ritual mandinya untuk yang kedua kalinya akibat menuntaskan hasratnya yang terpendam di kamar mandi tanpa ada sosok istri yang menemaninya untuk memuaskan nafsu birahinya.

__ADS_1


__ADS_2