
''Baiklah, aku akan bersabar untuk itu. Setelah papa dan mama pulang dari sini. Kita langsung pulang ke apartemen Mas ya? Sampai di sana kita lanjutkan kembali permainan kita yang sempat tertunda.''
Abiseka masih tetap kekeuh memegang ucapan Tiara agar kembali melanjutkan aktivitas bercinta mereka yang belum sempat terealisasikan karena kehadiran orang tuanya di sisi mereka.
''Iya, hubby. Bawel sekali, sana temui Papa dan Mama di ruang tengah jangan mengikutiku terus. Nanti dikira mereka kita sedang melakukan hal yang umum dilakukan oleh pasangan suami istri. Tiara malu jika Papa dan Mama menyaksikan langsung keromantisan yang terjadi di antara kita saat ini,'' ucap Tiara sambil mengusir suaminya secara halus.
''Baiklah, tapi janji ya nanti kita lanjutkan lagi sesi yang tadi?'' pinta Abiseka untuk yang kesekian kalinya.
''Iya suami ku, cepetan nanti Mama dan Papa curiga jika Mas berlama-lama di sini. Nanti Tia temani sampai Mas puas dan kewalahan,'' ujar Tiara tanpa filter.
''Cuppp, terima kasih istri ku!'' ucap Abiseka sambil mengecup pipi istrinya.
''Ya Allah, inikah resiko punya suami yang memiliki tingkat kebucinan yang parah. Selalu mencuri kesempatan dalam kesempatan,'' omel Tiara di dalam hatinya.
Sementara Abiseka malah senyam-senyum di hadapan kedua orang tuanya, setelah dirinya puas mengerjai Tiara istrinya.
''Mengapa kau senyam-senyum sendiri, Nak? apa kau baru saja mendapat jackpot?'' tanya Papa Reyhan yang merasa ada kejanggalan dalam diri putranya.
''Bukan hanya sekedar dapat jackpot, Pa. Lebih dari itu, aku sangat bahagia sekali sebab istri ku sekarang telah membukakan pintu hatinya untuk ku. Kebahagiaan yang sangat luar biasa yang belum pernah aku rasakan sebelumnya,'' ujar Abiseka dengan menampakkan binar wajah bahagia.
''Syukurlah Nak, jaga dan sayangilah istri mu seperti papa menyayangi mama mu.''
Papa Reyhan melirik ke arah istrinya dengan penuh kasih, sehingga membuat mama Starla merasakan kebahagiaan yang teramat sangat hingga sampai detik ini suaminya terus menyayanginya dan tak pernah sekalipun menyakitinya.
__ADS_1
Percakapan ketiganya pun terhenti ketika Tiara berjalan dari arah dapur membawa tampah yang berisi minuman dan camilan untuk disuguhkan pada kedua orangtua suaminya.
''Sayang, kenapa tidak minta tolong Mas untuk membawakannya? nanti kamu kelelahan,'' ucap Abiseka dengan sigap mengambil alih tampah yang ada di tangan istrinya.
''Nggak apa-apa kok Mas, ini tidak berat. Tiara masih bisa membawakannya,'' pungkas Tiara dengan menerbitkan senyumnya melihat perhatian suaminya yang terkesan berlebihan.
''Kau adalah permata hatiku Tia, dan Mas tidak ingin melihat dirimu kesulitan dalam hal apapun. Ingat, didalam sini ada calon buah hati kita, kau harus banyak istirahat.''
Abiseka pun meletakkan tampah yang berisi minuman dan camilan itu pada kedua orang tuanya, membuat papa dan mamanya mengukir senyumnya melihat anaknya yang begitu terkesan berlebihan menaruh perhatian pada menantunya.
''Lihat lah, Pa! anak kita benar-benar bucin parah pada istrinya. Mama tidak menyangka jika anak manja ini bisa berubah seperti ini, padahal sebelumnya ia begitu sangat merepotkan dan susah diatur. Sekarang, ia bisa mandiri dan bertanggung jawab terhadap istrinya. Ia seperti papa ketika dahulu begitu sangat memperhatikan mama,'' ucap Mama Starla sambil menyeruput teh buatan menantunya.
''Alhamdulillah, Ma. Semoga seiring berjalannya waktu anak kita terus berproses menjadi dewasa menjadi sosok suami dan ayah yang baik untuk anak-anaknya nanti,'' timpal Papa Reyhan.
''Nak Tiara, rencananya kalian mau tinggal dimana nanti? Apa ikut bersama di rumah papa dan mama? biar nantinya mama tidak kesepian dan punya teman. Jika ada kamu tentunya rumah akan terasa sangat ramai,'' ujar mama Starla.
''Tia maunya tinggal di toko ini saja Ma, memulai semuanya dari nol. Toko ini baru saja Tia buka sekitar empat bulan yang lalu. Ini pun masih sewa dalam kurun waktu satu tahun pembayaran, jadi bebas untuk berkreasi berdasarkan maunya Tia. Tapi, Mas Abi maunya tinggal di apartemennya saja. Tia sebagai seorang istri ikut maunya suami,'' ujar Tiara dengan mengingat kembali bagaimana ia berproses untuk membuka usaha yang bergerak dalam bidang obat-obat herbal.
''Maa syaa Allah, kamu beruntung Nak Abi bisa mendapatkan seorang istri yang mandiri nan sholiha mau berjuang susah payah dari nol dan tidak mengandalkan orang tua. Mama harap kamu bisa belajar banyak dari istri mu,'' ucap Mama Arla pada putra semata wayangnya.
''InsyaAllah, Ma. Jika Tiara setuju ruko ini bisa Abi kembangkan menjadi lebih luas lagi dan juga bisa dibangun menyatu dengan rumah pribadi. Biar istri ku tidak bolak-balik lagi dari apartemen kemari,'' ujar Abiseka yang memang memiliki tabungan lebih dari hasil Gyantra Music Grupnya yang telah lama ia geluti.
Akan tetapi, untuk saat ini ia vakum bermain musik lantaran istrinya tidak menyukai hobby yang ia tekuni. Tiara lebih menyukai sosok suami yang religius dan lebih menonjol dalam bidang ilmu syar'i. Dan Abiseka baru akan berproses untuk menjadi imam yang baik untuk Tiara dengan banyak belajar pada orang-orang Sholih.
__ADS_1
Demi Tiara, Abiseka rela meninggalkan dunia musicnya yang sebenarnya bisa mencetak pundi-pundi rupiah yang sangat banyak dalam waktu singkat. Mengingat begitu banyak yang menggemari lagu-lagu yang dibawakan olehnya dan teman-temannya.
Tiara terdiam sejenak mendengar penuturan suaminya, apa mungkin suaminya bisa membeli ruko ini dan lahan sekitarnya. Mengingat lahan di pinggiran jalan raya itu nominal harganya pun sangat fantastis. Apalagi tempatnya juga sangat strategis.
''Nggak apa-apa Mas, ruko ini kita sewa saja. Tia tidak ingin merepotkan mas Abi,'' ucap Tiara dengan nada serius.
''Dihadapan kedua orang tua ku. Aku ingin menunjukkan segala kesungguhan ku, jika aku bisa menjadi pria yang bertanggung jawab dan sosok suami yang baik untuk mu. Ku mohon Terimalah niat baikku!'' ucap Abiseka setengah memelas.
Sementara kedua orangtuanya nampak senang dengan kesungguhan Abiseka untuk memberikan kebahagiaan pada menantunya.
''Nak Tiara, papa harap terimalah niat baik suamimu! papa yakin ia mampu untuk itu. Abiseka memang anak nakal sekaligus manja, namun ... diam-diam ia sudah punya tabungan dan investasi tersendiri untuk masa depan istri dan anak-anaknya. Ia sekarang benar-benar ingin berubah menjadi laki-laki yang bertanggung jawab karena dirimu,'' tegas papa Reyhan yang ikut nimbrung dalam percakapan anak menantunya.
Mama Arla terdiam, ia tiba-tiba teringat janjinya kepada sahabatnya untuk menjodohkan Abiseka dengan anak temannya yang masih menempuh pendidikan di luar negeri.
''Astagfirullah, aku hampir lupa jika Abiseka mempunyai pacar yang akan segera menjadi calon tunangan sebelum dirinya menikah dengan Tiara. Bagaimana ini? apa yang harus aku katakan pada Stefanie Amber Linn dan keluarganya? aku benar-benar melupakan satu hal, akibat terlalu fokus dengan pernikahan Gala Abiseka dan Tiara yang terkesan dadakan.''
Mama Arla tiba-tiba memijit kepalanya yang terasa pusing memikirkan kisah kehidupan anaknya yang begitu rumit. Padahal, tanpa sepengetahuan kedua orang tuanya Abiseka sudah duluan menyelesaikan perkaranya dengan Stefanie yang mungkin sekarang sudah move on darinya dan melanjutkan kebahagiaannya bersama Daniel.
''Ada apa, Ma? kenapa mama terlihat gusar?'' tanya Abiseka dengan nada cemas ketika melihat rona wajah mamanya berubah pias.
''Tidak apa-apa Nak, sepertinya mama dan papa pamit dulu, ada pekerjaan penting yang belum mama selesaikan,'' ucap Mama Starla atau sering disapa Arla itu bangkit dari duduknya dan buru-buru berpamitan dengan anak menantunya untuk menyelesaikan perkara anaknya yang menurutnya sangat berat.
''Kok buru-buru sekali Ma?'' Tiara ikut menimpali.
__ADS_1