Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
Bab 76. Antara Istri dan Mantan Kekasih ( Hawa Cemburu )


__ADS_3

Abiseka pun menutup tirai yang membatasi antara brankar Tiara istrinya dan mantan kekasihnya Stefanie. Ia menjadi gamang dengan perasaannya sendiri antara istri dan mantan kekasih. Dua-duanya pernah menempati posisi yang istimewa di hati Abiseka Gyantara.


Stefanie menangis sesenggukan, meskipun sudah ada Daniel yang mendampinginya tetap saja rasa sakit dihatinya melihat kebersamaan Abiseka dan Tiara begitu sangat menusuk jantung dimana ia teringat kembali bagaimana Abiseka mengkhianatinya dan lebih memilih wanita lain yang kini telah berstatus sebagai istrinya, tetap saja Stefanie masih merasakan gurisan luka yang menganga lebar dihatinya.


Setelah satu bulan ia menginjakkan kakinya di Indonesia, baru kali ini Stefanie dapat bersua langsung dengan Abiseka dan istrinya tanpa sengaja.


''Hiks ... hiks ... hiks." Stefanie terus mengeluarkan bulir air matanya, melepaskan segala beban yang mendera dihatinya.


''Tefa, jangan begini. Kau bilang kau sudah move on darinya, tapi kenapa kini kau menangisinya? apa arti diriku dimata mu? tidakkah kau menganggap ku ada disini?'' sergah Daniel yang mulai hadir rasa cemburunya terhadap Stefanie yang ternyata masih memikirkan lelaki lain selain dirinya.


Stefanie mengusap bulir air matanya, dapat ia menyaksikan guratan kekecewaan dimata Daniel terhadap tingkah absurdnya yang tidak tetap pendirian karena nyatanya dirinya masih saja memikirkan mantan kekasihnya walaupun tidak sepenuhnya mengingat lagi karena nyatanya Stefanie betah berada di sisi Daniel.


''Mas, maafkan aku!'' ucap Stefanie sambil memegang perutnya yang terasa nyeri.


''Jangan pikirkan apa-apa! yang penting kesehatan mu.'' Daniel terlihat dingin, namun tetap menunjukkan rasa perhatiannya pada gadis yang dicintainya.


Stefanie semakin didera rasa bersalah terhadap pemuda yang kini begitu sangat memperhatikannya dengan segala ketulusan tanpa sedikitpun terlihat guratan lelah dimatanya. Daniel adalah sosok laki-laki yang selalu siaga menemaninya dalam suka maupun duka.


Dokter Yashinta yang baru saja hadir di dalam ruangan IGD tersebut pun segera memeriksa kondisi Stefanie yang dari sejak tadi meringis kesakitan.


''Boleh saya tahu sebelum sakit Nona mengkonsumsi makanan apa?'' tanya dokter Yashinta dengan suara lembut.


''Bakso beranak dengan sambal dan saus yang sangat banyak dok,'' ujar Stefanie sambil meringis menahan rasa sakitnya.


Stefanie merasa terpukau dengan pesona dokter Yashinta yang berbalut pakaian syar'i yang dikenakannya serta wajah dokter Yashinta yang tertutup cadar membuat Stefanie terbesit rasa malu ketika melihat penampilan dirinya sendiri dari ujung rambut sampai ujung kaki hampir saja menampakkan auratnya terekspos sempurna di mata orang-orang yang melihatnya.


Dokter Yashinta pun dengan kesabaran dan ketelatenan memeriksa indikasi penyakit yang dialami oleh Stefanie.


''Saya sarankan, sebaiknya jangan terlalu sering makan sambal dalam porsi yang banyak khawatir bisa menyebabkan asam lambung meningkat dan bisa menyebabkan usus buntu dan memang makan makanan yang terlalu pedas tidak baik untuk kesehatan!'' terang dokter Yashinta sambil tersenyum dibalik cadar ketika melihat reaksi Stefanie yang nampak tak berkedip memandang ke arahnya.


Yang lebih membuat Dokter Yashinta tersenyum gadis bermata biru itu ternyata ditemani oleh Daniel Mahesa Syailendra sepupunya dokter Brama Adyaksa Kyswara.


Daniel merasa tidak asing dengan dokter muda yang ada di hadapannya, perlahan netranya pada bet nama yang tertera di jas putih yang dikenakan oleh dokter yang menangani penyakit Stefanie.


''Anda dokter Yashinta bukan?'' tanya Daniel meyakinkan.

__ADS_1


Dokter Yashinta menganggukan kepalanya sambil tersenyum dibalik cadarnya membuat hawa cemburu dari sosok Stefanie Amber Lynn tiba-tiba menyeruak masuk lewat celah hatinya.


Iya, Stefanie cemburu melihat keakraban diantara dokter Yashinta dan Daniel yang memang telah resmi menjadi kekasihnya.


Stefanie sangat memahami jika Daniel menyukai wanita muslimah yang sangat religius. Dan itu membuat Stefanie merasa jika Daniel memiliki ketertarikan pada dokter Yashinta.


''Maa syaa Allah, baru saja kita bertemu di kajian ustadz Abu Ammar 2 minggu yang lalu. Ketika itu aku ingat sekali kajian saat itu membahas tentang aurat wanita yang memang diwajibkan menutup seluruh tubuhnya sampai ke dadanya dan juga membahas tentang hukum bercadar pada seorang wanita muslimah. Dan aku tidak menyangka dokter langsung menerapkan itu,'' ceplos Daniel tanpa sengaja, sehingga membuat Stefanie semakin terdeteksi hawa cemburu pada laki-laki yang akan menjadi calon suaminya.


Dokter Yashinta yang sangat peka dan menyadari akan kecemburuan Stefanie pun segera mengalihkan pembicaraannya tanpa banyak basa-basi.


''Alhamdulillah, atas izin Allah ... perlahan sebagai seorang hamba kita berproses untuk menjadi lebih baik demi menggapai keridhaan-Nya. Semoga kita semua selalu diberikan hidayah oleh Allah,'' ucap dokter Yashinta dengan nada selembut mungkin tanpa menyudutkan siapapun yang ada di sekelilingnya.


''Dokter Yashinta adalah wanita yang hebat,'' ujar Stefanie yang ikut nimbrung dalam percakapan demi menekan rasa cemburunya kepada dokter Sholihah yang ada di hadapannya.


''Nona juga hebat, terbukti Allah memberikan kecantikan, kesempurnaan dan kenikmatan hidup yang sangat luar biasa untuk Nona,'' ucap Dokter Yashinta sambil tersenyum pada Stefanie.


Stefanie semakin mengagumi kepribadian dokter Yashinta, yang sama sekali tidak menampakkan sisi kesombongannya meskipun sebenarnya ia layak mendapat gelar wanita muslimah yang memiliki kedudukan yang tinggi dalam kehidupannya di kancah masyarakat.


''Oh ya, maaf. Nama Nona siapa?'' tanya dokter Yashinta sambil mencatat resep obat yang harus ditebus oleh gadis bermata biru yang ada di hadapannya.


''Baiklah, saya resepkan obat anti nyeri dan juga obat lambung untuk nona Tefanie, semoga lewat obat ini bisa menjadi wasilah kesembuhan untuk nona,'' ujar dokter Yashinta menyerahkan resep obat itu pada Daniel yang ia yakini memiliki hubungan khusus dengan Stefanie.


Stefanie mengangguk pelan, dokter Yashinta dan berapa orang perawatnya pun telah memberikan obat pereda nyeri untuk dikonsumsi oleh Stefanie sambil menunggu Daniel menembus resep obatnya.


''Nona Stefa, silahkan beristirahatlah dahulu! sampai rasa nyeri di perutnya hilang. Baru nanti diperbolehkan pulang, tidak perlu rawat inap. InsyaAllah, rasa sakitnya akan berkurang.''


Dokter Yashinta pun ingin segera beranjak pergi dari hadapan Stefanie, akan tetapi gadis itu menahannya.


''Dokter sudah lama mengenal Daniel?'' tanya Stefanie dipenuhi rasa ingin tahu.


''Baru 2 tahun terakhir ini, ia kan sepupunya dokter Brama dan juga sepupunya Gala Abiseka Gyantara. Kebetulan, Abiseka dan istrinya ada di sini!'' Terang Dokter Yashinta sambil menunjukkan ruangan pembatas tirai yang bersebelahan dengan Stefanie.


''Iya ... Aku sangat mengenalnya,'' lirih Stefanie dengan menahan rasa sesak di dadanya ketika mendengar nama Gala Abiseka disebut di hadapannya.


Dokter Yashinta seolah-olah bisa menangkap raut kesedihan di mata gadis bermata biru yang ada di hadapannya seperti menyimpan kenangan pahit yang tak terlupakan dalam hidupnya.

__ADS_1


Namun, percakapan keduanya terhenti ketika Abiseka menyingkap tirai yang bersebelahan dengan Stefanie. Ia hendak membawa Tiara pulang, sebab istrinya sudah merasa lebih nyaman setelah mendapatkan perawatan dari tim medis. Tiara pun tidak perlu rawat inap sebab rasa kram di perutnya pun sudah tidak terasa lagi.


''Nona Tiara, kalian hendak pulang?'' tanya dokter Yashinta.


''Iya, dokter. Alhamdulillah, aku sudah merasa lebih baik.'' Tiara nampak mengembangkan senyumannya dari wajahnya yang memang terlihat seperti baby face. Sehingga orang-orang mengira Tiara masih seperti anak remaja.


''Alhamdulillah, hati-hati di jalan! jaga kandungannya baik-baik, jangan terlalu banyak pikiran dan imbangi dengan makanan yang bergizi agar calon buah hatinya tumbuh sehat didalam sana!'' nasehat dan anjuran yang disampaikan oleh dokter Yashinta kepada pasangan muda yang baru saja mengarungi bahtera rumah tangganya.


''InsyaAllah ... terima kasih dokter atas segala perhatian dan sarannya,'' ujar Tiara sambil menggandeng tangan suaminya dengan penuh rasa manja.


Mood bumil Tiara selalu ingin berada di dekat suaminya dan tak ingin jauh barang sedetik pun.


Stefanie yang mendengarkan percakapan tersebut dibuat kaget ketika mendengar Tiara hamil.


''Whatttt? hamilll?'' ceplos Stefanie tanpa sengaja.


Abiseka yang mendengar ucapan yang spontan dari bibir mantan kekasihnya pun seketika gugup. Ia khawatir Stefanie menduga-duga hal yang buruk tentangnya dan juga menganggap istrinya bukan wanita yang baik-baik lantaran baru saja menikah namun telah diketahui mengandung anaknya.


Tiara menundukkan pandangannya, ia merasa malu mendengar pertanyaan Stefanie yang tiba-tiba menjurus padanya. Apalagi ia belum mengenal Stefanie dan masih merasa asing dengannya. Akan tetapi, Stefanie seolah-olah merudungnya dengan pertanyaan yang sedikit mengiris qalbunya.


''Sayang, kita langsung pulang saja ya? jangan berpikiran yang macam-macam, demi bayi kita!'' ucap Abiseka dengan menenangkan istrinya agar tidak baper mendengar ucapan Stefanie barusan.


Antara Istri dan mantan kekasih membuat Abiseka merasakan panas dingin akibat memikirkan kerumitan yang ada di hati dan pikirannya saat ini.


''Kau belum menjawab pertanyaanku Gala Abiseka Gyantara! kenapa harus pergi dengan terburu-buru? tidak ada hal yang perlu untuk kau takutkan karena sudah jelas nyatanya bahwa dirimu bukanlah laki-laki yang baik-baik dan kalian pun telah memiliki calon buah hati lalu apa yang membuatmu merasa khawatir!'' cecar Stefanie yang mulai bangkit sisi amarahnya sebab Abiseka tetap pada pendiriannya seolah-olah tak mengenalnya.


Abiseka merasa tertohok mendengar ucapan Stefanie yang sama sekali tidak diharapkannya demi menjaga perasaan istrinya agar tidak merasakan kecemburuan terhadapnya.


''Ini apa maksudnya, Mas? kenapa calon tunangannya Daniel mencecarmu dengan pertanyaan seperti itu?'' sela Tiara yang semakin baper dengan situasi yang ada.


Hawa cemburu pun tiba-tiba menyelimuti wanita yang kini sedang berbadan dua itu ketika melihat Stefanie melemparkan pertanyaan pada suaminya di luar dugaannya.


''Sa-sayang, dengarkan aku! Ini tidak seperti yang kau kira,'' ucap Abiseka sambil menyentuh lembut kedua pipi istrinya yang mulai memanas ingin menumpahkan air mata kesedihannya.


Antara istri dan mantan kekasih, benar-benar membuat Abiseka bagai buah simalakama.

__ADS_1


''Katakan sejujurnya pada ku, Mas! jangan menutupi hal apapun dariku!'' tegas Tiara sambil menggoyang kedua bahu suaminya berharap mendapat jawaban dari sosok pemuda yang kini sudah mulai mengisi relung hati dan jiwanya.


''Ma-afkan aku Tiara!'' ucap Abiseka dengan nafas tersendat. Ia khawatir istrinya akan marah dan salah paham padanya jika ia mengatakan hal yang sebenarnya bahwa dirinya dan Stefanie pernah memiliki hubungan spesial.


__ADS_2