
''Tia tidak apa-apa Mas, terima kasih sudah melindungi dan menenangkan istrimu yang tidak labil ini.''
Tiara berusaha untuk melawan rasa takut dan tertekannya oleh sikap Viola yang kerap kali menyakiti dirinya semaunya. Padahal Tiara sedikit pun tidak pernah ingin menyakiti Viola, baginya Viola tetap sahabatnya.
Akan tetapi, hati Viola terlalu keras untuk dilunakkan. Entah apa sebabnya, sebaik apa pun sikap Tiara namun tetap buruk dalam pandangan Viola.
''Apa kita pulang saja, masalah Gerry biarkan menjadi urusan yang berwajib. Bebaskan ia sekarang juga, dan kita tidak perlu bertemu dengannya, bagaimana?'' Abiseka tidak ingin istrinya merasa tertekan dan terbebani setelah mendengar keributan yang dibuat oleh Viola barusan.
''Tidak apa-apa Mas, aku kuat kok. Kita harus bertemu Gerry saat ini juga,'' ucap Tiara meyakinkan.
Gerry pun segera keluar dari ruang tahanan dengan di temani oleh dua petugas kepolisian.
''Tiara, kalian di sini?'' tanya Gerry yang merasa kaget akan kehadiran pasangan muda tersebut.
''Iya,'' angguk Tiara.
''Maaf, atas persetujuan kalian aku dibebaskan dari balik jeruji ini?'' tanya Gerry dengan rasa tak percayanya.
''Iya, atas permintaan istriku! jadi, aku berharap berterima kasih kepadanya!dan jangan sampai mengulangi kesalahan yang sama lagi. Mengenai masalah biaya operasi ibumu sudah kami tangani kau tinggal menjenguknya dan merawatnya di sana,'' ucap Abiseka yang tidak ingin membiarkan istrinya berbicara lama-lama dengan laki-laki lain selain dirinya.
''Gerry, apa kabarmu? maaf, suamiku memang begini adanya. Ia sangat menyayangiku, hingga apa-apa pun yang ia bicarakan semua tentangku. Senang melihat kau telah bebas. Terima kasih atas perhatian dan pertolongan mu ketika itu. Jika tidak aku mungkin sudah mati kelaparan oleh siksaan Viola sahabatku sendiri. Hanya ini yang bisa kulakukan untukmu, membebaskanmu dari balik jeruji ini agar kau bisa lebih leluasa merawat ibumu.'' Tiara menerbitkan senyum persahabatan pada Gerry. Membuat Gerry kehabisan kata-kata untuk menjawab setiap ucapan wanita yang ada di hadapannya.
''Ya Allah, aku benar-benar tidak menyangka di balik keanggunan Tiara, ia memiliki sisi kebaikan dan jiwa sosial yang begitu tinggi kepada orang-orang yang lemah dan membutuhkan pertolongan sepertiku! aku tidak menyangka jika dirinya rela melepaskan aku dari balik jeruji padahal telah jelas aku bekerja sama untuk menyakitinya demi untuk mendapatkan uang untuk pengobatan Ibuku, akan tetapi ia sama sekali tidak dendam namun justru membalas semuanya dengan kebaikan.'' Gerry tertunduk malu, ia hanya berani bergumam di dalam hati tanpa sanggup menatap wajah Tiara yang terpancarkan ketulusan.
__ADS_1
''Terima kasih atas kebaikan tuan Abiseka dan nona Tiara, semoga suatu saat nanti aku bisa membalas kebaikan kalian dengan kebaikan yang lebih baik. Aku terpaksa melakukan ini semua demi ibuku, kau berhak menghukumku tuan Abiseka Gyantara!'' ungkap Gerry dengan memberanikan diri menatap sekilas wajah Abiseka yang memang terkenal di dunia musiknya dan juga pemilik dari PT Fortuna Gyantara Oil yang terkenal di seantero jagat raya.
''Kau tidak perlu membalas kebaikan kami, cukuplah menjadi dirimu sendiri dan jangan pernah lagi mengulangi kesalahan yang sama. Jika kau butuh pekerjaan datanglah ke PT Fortuna Gyantara, kau bisa di lapangan atau di kantor sesuai kemampuanmu. Jadi, tidak perlu lagi bergabung dengan pekerjaan yang tidak halal seperti ini sampai menghalalkan banyak cara demi unt, menyakiti seseorang. Aku sangat bersyukur memiliki istriku, ia begitu sangat baik. Bukan saja hanya cantik dari luarnya akan tetapi di dalamnya justru lebih cantik lagi, kau lihat di balik anggunan Tiara, ia mampu untuk menggodaku agar bisa membebaskan mu yang sebenarnya bisa saja aku menyebloskanmu ke penjara dalam kurun waktu yang sangat lama!'' ucap Abiseka sambil terkekeh, ia pun menepuk-nepuk pundak Gerry seperti saudaranya sendiri.
''Terima kasih tuan Abi!'' ucap Gerry sambil ikut terkekeh. Ia tidak menyangka jika Abiseka yang terkesan dingin dan datar bisa tersenyum ramah padanya yang telah mendapat julukan mafia alias penjahat setelah berkomplotan dengan Viola.
''Sama-sama, kami berangkat dulu! jika butuh apa-apa ini kartu namaku dan juga alamat perusahaanku, jangan sungkan-sungkan jika membutuhkan sesuatu.''
Abiseka yang mulanya cemburu dengan kedekatan istrinya dan Gerry pun akhirnya sepakat untuk menjalankan persahabatan dengan pemuda tersebut meskipun pernah menjadi penjahat untuk istrinya, mengingat kebaikan Gerry yang telah memperhatikan Tiara ketika disekap membuat hati nurani Abiseka pun terenyuh untuk membalas kebaikan Gerry dengan kebaikan yang lebih baik.
Gerry pun melepaskan kepergian Tiara dan Abiseka penuhi rasa bahagia di hatinya. Ia bahagia karena akan bertemu ibunya di rumah sakit.
Gerry memesan taksi online bermodalkan uang yang ada di kantongnya, uang hasil kerjasamanya dengan Viola tempo hari. Ia ibu yang sangat dirindukannya, setelah 3 hari tidak mengunjunginya.
Akan tetapi, langkahnya tertahan, ia tetiba saja memikirkan Viola.
''Gadis itu apa kabarnya? bukankah ia juga mendekam di balik jeruji? apakah kedua orang tuanya sudah menemuinya? bukankah ia sangat pintar menyimpan rahasia untuk menutupi segala kebohongannya?'' gumam Gerry dengan memutar balik tubuhnya menuju ke ruangan di mana Viola di tahan.
''Mau apa kau kemari? dasar pria tidak berguna? Gara-gara kecerobohan mu kita mendekam dibalik jeruji? tunggu dulu kenapa dirimu bisa keluar seenaknya seperti itu dan tidak mengenakan pakaian tahanan lagi?'' tanya Viola ketika melihat Gerry sudah berpenampilan seperti layaknya orang yang bebas dari tahanan.
''Aku hanya ingin melihat keadaan mu nona Viola Arzeta!'' seru Gerry dengan tersenyum miring ke arah Viola yang mencoba untuk berontak lantaran tidak betah mendekap di balik jeruji yang begitu sangat memenjarakan hati dan jiwanya.
''Kau tidak perlu berbaik hati denganku, bukankah kau pun sesama tahanan denganku?'' tanya Viola dengan rasa penasarannya ketika melihat Gerry tiba-tiba datang di hadapannya.
__ADS_1
''Aku sudah bebas dari tahanan atas permintaan nona Tiara, ternyata di balik ke anggunan Tiara, ia memiliki hati nurani yang bersih dan penuh kasih terhadap sesama. Ia membebaskanku dari tahanan lantaran aku pernah menyelamatkannya dari kekejianmu dan tidak membiarkannya kelaparan saat engkau memasungnya. Oleh sebab itu, aku diberi keringanan untuk hanya sementara berada di balik jeruji. Ia mengizinkanku untuk menjaga dan merawat ibuku, tidak sepertimu yang selalu memaksa kehendak mu dan memanfaatkan keadaan orang lain yang sedang lemah. Akan tetapi, aku sangat berterima kasih padamu karena telah membantuku walaupun semua itu iming-iming keterpaksaan, aku harus berkomplotan denganmu untuk membekap Tiara. Aku menyesal telah menyakitinya,'' ucap Gerry dengan segala kejujurannya.
''Dasar penghianat! kau benar-benar curang, kembalikan uangku! sia-sia aku membayarmu jika pada kenyataannya kau mengkhianatiku!'' Viola mengamuk akan kecurangan Gerry yang tidak menuruti perintahnya.
''Maaf, bukannya aku mengkhianatimu. Akan tetapi, aku tidak ingin menyakiti Tiara. Dia wanita yang baik, kau tenang saja aku akan menggantikan uangmu yang telah ku gunakan jika nantinya diriku sudah memiliki pekerjaan tetap,'' pungkas Gerry yang sebenarnya tidak tega melihat Viola mengamuk.
''Jangan berlagu kau Gerry Geraldi Matulessy, kau saja pengangguran terselubung mana mungkin bisa menggantikan uang ku? dasar mafia gadungan!'' umpat Viola Arzeta pada Gerry yang terlihat santai dan tenang sebab telah keluar dari balik jeruji.
''Maaf, aku harus pergi! kasian ibu ku yang sedang di rawat di rumah sakit tidak ada yang menjaganya. Untung saja ada tuan Abiseka dan nona Tiara yang memantau orang tuaku melalui orang suruhannya, jika tidak ... aku tidak tahu nasib ibuku,'' lirih Gerry sambil menjauh pergi meninggalkan Viola yang masih berada dalam penjara.
''Gerry, tunggu aku! bantu aku keluar dari tempat laknat ini! aku pun ingin bebas,'' pekik Viola yang berharap pertolongan dari Gerry.
Akan tetapi, Gerry seolah tak mendengar. Ia semakin jauh dari hadapan Viola. Setelah berpamitan pada anggota kepolisian, ia pun segera menaiki taksi online yang dipesannya menuju rumah sakit xx.
''Semua ini gara-gara dirimu Tiara Chandani Putri! lihatlah pembalasan ku!'' gertak Viola sambil melayangkan tinjunya kedinding, hingga tangannya terluka dan mengeluarkan darah segar. Ia pun menghisap darah yang mengalir dari jari-jari jemarinya. Membuat semua orang yang berada di sisinya bergidik ngeri melihat pemandangan yang ditampilkan oleh Viola.
''Tiara aku membenci mu, sangat membencimu!'' ucap Viola sambil menjilati darahnya yang ia khayalkan sebagai Viola. Seolah-olah ia sedang memangsa wanita yang sudah merebut semua kebahagiaannya itu.
***
''Mas Abi, terima kasih sudah mengizinkan ku untuk beraktivitas di toko herbal lagi!'' ucap Tiara terdengar antusias, ia pun tersenyum ceria sambil membersihkan etalase tokonya yang sudah beberapa hari ini tidak di bukanya.
''Sama-sama sayang! dan yang paling penting jaga kesehatanmu, dan calon bayi kita. Jangan lupa minum suplemennya, agar kondisimu tetap bugar sepanjang hari.'' Abiseka tetap memberikan perhatian penuh pada Tiara sampai akhirnya nanti Tiara bisa melahirkan buah hati mereka kedunia.
__ADS_1