
Yashinta segera keluar dari kamar mandi, ia ingin segera menunjukkan pada suaminya. Jika ia benar-benar positif hamil.
Rona bahagia terpancar dari binar mata Yashinta ia begitu sangat bersyukur atas anugerah terindah yang telah diberikan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam kehidupan rumah tangga mereka.
Brama yang masih fokus mempersiapkan perlengkapan alat sholat untuk ia dan istrinya pun dibuat terperangah dengan tingkah istrinya yang tak biasa.
''Sayang, kenapa kau begitu terlihat gembira sekali?'' tanya Brama sambil memandang wajah cantik milik Yashinta, wajah ayu dan sangat meneduhkan. Tidak bosan-bosan ia memandang mahkhluk Tuhan yang paling cantik itu, wanita yang telah menjadi penyejuk kalbu untuknya dalam mengarungi bahtera hidup.
Yashinta mengembangkan senyumannya, ''Lihat ini Mas, aku positif hamil. Kita akan punya baby!'' seru Yashinta sambil menunjukkan hasil testpacknya. Ia merangkul tubuh Brama yang masih terperangah atas apa yang didengar olehnya.
''Alhamdulillah, benarkah itu sayang? kita harus segera memberitahukan kabar baik ini kepada kedua orang tua kita, mereka akan segera punya cucu.'' Brama mengecup lembut kening Yashinta, tak lupa pula kedua pipi yang bersemu itu juga menjadi imbas untuk Brama mengecupnya demi untuk menunjukkan rasa bahagianya ketika mendapati istrinya telah mengandung buah hati mereka.
''Mas.'' Yashinta terdengar manja, ia pun refleks melabuhkan kecupan singkat di bibir Brama.
''Ummi Yashinta Patrisia Gertrudis, kau mulai terlihat sisi nakal dan menggodanya!'' ujar Brama dengan setengah berlari mengejar istrinya yang telah melenggang masuk ke kamar mandi setelah memberikan kecupan hangat padanya.
''Maafkan istrimu yang labil ini Abi Brama Adyaksa Kyswara, aku mencintaimu!'' seru Yashinta sebelum menutup pintu kamar mandi.
Brama menyugar rambutnya, ''Sayang kau begitu sangat menggoda ku!'' Brama tersenyum di balik pintu kamar mandi, ketika istrinya tidak memberi celah untuknya. Bidadarinya sengaja menutup rapat pintu kamar mandi sambil terkekeh kecil mengingat keagresifannya yang mulai berani mencium suaminya duluan saking bahagianya karena kini di rahimnya telah bertumbuh buah cinta mereka.
''Ya Allah, betapa nikmatnya pacaran yang halal!'' batin Yashinta dan Brama hampir bersamaan. Meskipun keduanya berbeda ruangan namun dua hati itu tetap menyatu.
__ADS_1
Akhirnya semua pun indah pada waktunya, saat bahagia itu menyapa tak ada lagi luka dan kepedihan yang mendera kecuali rasa kasih dan cinta tumbuh bersemai dihati dan jiwa yang pernah gersang. Itulah yang dirasakan oleh Brama dan Yashinta saat ini, tak ada lagi duka dan kecewa yang mendera kecuali rasa bahagia yang tiada tara.
***
Hari demi hari, detik waktu pun bergulir. Hari ini menjadi moment yang paling membahagiakan untuk Tiara dan Gala Abiseka Gyantara. Tepat di usia 6 bulan kandungannya, Tiara dan suaminya mengumumkan kepada dunia, jika kini mereka sudah resmi menjadi pasangan halal yang layak untuk diketahui publik agar tidak lagi menimbulkan fitnah di antara mereka, setelah sebelumnya pernikahan mereka hanya diketahui pihak keluarga saja kala Tiara masih di rawat di rumah sakit.
Di stasiun televisi swasta diumumkan acara walimahan mereka yang begitu terlihat indah dan megah bagaikan taman syurgawi yang menyejukkan pandangan mata.
Ribuan tamu undangan yang terdiri dari beberapa pejabat penting, pengusaha, kolega, orang-orang biasa nampak menghadiri acara walimahan yang dikemas dengan nuansa islami itu. Lantunan tilawah Qur'an berlanjut dengan tabuhan rebana dan tembang islami menjadi penghibur untuk semua yang hadir disana.
Acara walimahan yang sempat tertunda itu pun, kini berjalan dengan sangat meriahnya. Kedua pasangan yang memang sudah halal dari sejak berapa bulan yang lalu itu, kini tampak seperti pengantin baru yang baru saja mengikrarkan janji suci.
Abiseka tidak henti-hentinya mengucapkan kata syukur atas nikmat yang telah dikaruniakan Allah dalam mengarungi bahtera rumah tangga mereka yang sebelumnya begitu banyak liku, onak duri yang merintangi. Kini pasangan itu pun merasakan betapa nikmatnya bersama pasangan yang halal.
''Mas!'' hanya satu kata terucap dari lisan Tiara, bulir bening membasahi wajahnya, ia begitu sangat bahagia mendapatkan kejutan istimewa dari suaminya. Walimahan yang penuh dengan nuansa religius, semakin membuat Tiara begitu diratukan oleh suaminya.
''Maa syaa Allah, semoga Allah selalu melimpahi keberkahan untuk pernikahan kalian, langgeng sampai kakek nenek berlanjut ke jannah!'' do'a yang teruntai dari lisan Brama. Ia kini telah mengikhlaskan wanita yang dulu pernah singgah di hatinya hidup bersama dengan Gala Abiseka Gyantara sepupunya, tidak ada lagi rasa kebencian kecuali hanya rasa cinta karena Allah yang terpatri di hati.
Brama tidak kalah eratnya menggenggam jemari tangan Yashinta, mengalahkan kemesraan Tiara dan Abiseka. Mereka pun terkekeh bersama sambil mengabadikan kebersamaan mereka yang tidak akan pernah terlupakan dalam sejarah perjalanan hidup mereka.
''Tunggu dulu brother, kami ikut nimbrung!'' seru Daniel sambil menarik pergelangan tangan Stefanie untuk ikut naik ke pelaminan berpose bersama dengan dua pasangan muda yang kini sudah merangkap sebagai saudara utuh untuk mereka.
__ADS_1
"Pelan-pelan, Mas! high heel ku terlalu tinggi, nanti aku jatuh gimana? orang-orang akan menertawakanku,'' protes Stefanie dengan menarik gaun pestanya yang hampir mirip dengan gaun putri muslimah Indônesia yang sedang tampil di atas pentas.😂😂
''Maafkan aku sayang, aku terlalu bersemangat!'' Daniel pun refleks mengangkat tubuh Stefanie ala bridal, dan membawanya naik ke pelaminan menyusul Brama dan Yashinta yang telah berdiri bersebelahan dengan Tiara dan Abiseka.
Fotografer pun siaga mengabadikan moment yang berharga itu, jadilah Stefanie berpose dalam dekapan mesra suaminya.
Tawa dari keluarga dan seluruh tamu undangan bergemuruh melihat aksi Daniel yang tanpa rasa canggung sedikit pun menggendong tubuh istrinya, seolah merekalah raja dan ratunya yang begitu menikmati indahnya bersama pasangan yang halalnya.
Kedua orang tua mereka masing-masing tak henti-hentinya mengembangkan senyumannya melihat kebahagiaan yang terpancar dari putra-putri mereka.
Kehadiran seorang pemuda yang dulu pernah dibebaskan oleh Abiseka dan Tiara dari balik jeruji pun kini turut hadir di meriahnya pesta Gala dan Tiara.
''Selamat atas walimahannya tuan Abiseka Gyantara dan Nyonya Tiara, semoga Allah subhanahu wa ta'ala memberkahi pernikahan kalian, bahagia dunia hingga akhirat. Aku pun datang kemari hendak menyampaikan amanah dari Viola Arzeta ketika aku menjenguknya di RSJ. Alhamdulillah, sekarang keadaannya sudah lebih baik, hari ini ia akan kembali dipindahkan ke kantor polisi untuk menyelesaikan masa tahanannya selama 5 tahun kedepan. Viola menitipkan surat ini untukmu!'' ujar Gerry dengan memberikan sepucuk surat untuk Tiara.
''Terima kasih, syukurlah jika Viola sudah membaik. Semoga hidayah Allah senantiasa mengiringinya!'' lirih Tiara ketika mendapati kiriman sepucuk surat dari Viola Arzeta yang dulu pernah menjadi sahabatnya sekaligus orang yang telah tega menjebaknya dalam lumpur hitam bersama Abiseka yang kini telah sah menjadi suami seutuhnya dalam hidup Tiara.
Gerry pun segera bergabung dengan tamu undangan lainnya, acara walimahan Abiseka dan Tiara masih terus berlanjut sampai dengan waktu yang memang telah ditentukan. Semua tamu undangan nampak menikmati jamuan dan hiburan di acara walimahan yang super mewah itu, semua yang hadir ikut merasakan bahagia melihat Tiara dan Abiseka bak pangeran dan sang putri di kerajaan nabi Sulaiman dan ratu Balqis pada zamannya, duduk berdampingan di singgasana indah mereka.
Alhamdulillah, maha suci allah yang telah menciptakan setiap makhlukNya berpasang-pasangan. Dengan itu pula mereka merasakan kenyamanan bersama pasangan yang halalnya, begitupun dengan Abiseka dan Tiara. Keduanya begitu menikmati indahnya bersama pasangan yang halal. Tak terbayangkan sebelumnya dalam pikiran Tiara dirinya kini bisa bertahan menjalani biduk rumah tangga, bersama laki-laki yang sebelumnya sama sekali tidak dicintainya. Nikah paksa tersebut kini berujung bahagia, tidak ada lagi duka yang menyelimutinya yang ada hanyalah rasa bahagia menyelimuti keduanya.
***
__ADS_1
Disisi lain, di balik jeruji. Seorang gadis tersungkur di atas sajadahnya, panjatan do'a-do'a tak henti-henti terucap dari bibir keluhnya. Ia benar-benar menyesali semua kesalahan dan dosa-dosanya, air mata membasahi pipi mulusnya. Isak tangis itu benar-benar tulus dari kedalaman hatinya.
Viola Arzeta terus-menerus menyesali kesalahannya, ''Ya Allah ... ampuni hamba atas kesalahan dan dosa yang pernah hamba perbuat di masa lalu. Semoga Tiara mau memaafkan ku dan kembali menjadi sahabat ku seperti dulu lagi, setelah apa yang kuperbuat padanya. Aku ikhlas ya Rabb berada di balik jeruji ini untuk menebus semua kesalahanku,'' isak Viola dalam tangis penyesalannya.