Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
Bab 96. Kamu Kan Calon Istriku?


__ADS_3

Yashinta dan Brama pun disibukkan dengan aktivitas masing-masing, dokter Brama fokus dengan jadwal operasinya sedangkan Yashinta fokus dengan memeriksa pasien penyakit dalamnya. Sejenak, keduanya mengesampingkan kepentingan pribadinya demi keselamatan para pasiennya. Akan tetapi, hati keduanya saling bertaut satu sama lain.


Tak henti-hentinya senyuman keduanya pun nampak terpancar dari rona wajah masing-masing di sela-sela aktivitasnya.


Kehadiran Yashinta dalam hidupnya kini mewarnai hati dokter muda yang pernah patah hati itu.


''Alhamdulillah, operasi ku berjalan lancar. Terima kasih ya Rabb kata atas segala nikmat dan karuniam-Mu. Aku benar-benar merasa sangat bahagia kehadirannya begitu sangat mewarnai hari-hariku menjadi penyemangatku untuk tetap bertahan hidup.''


Dokter Brama terus membayangkan wajah yang terkasih sambil melepaskan sarung tangannya setelah selesai mengoperasi pasiennya. Ia pun tidak sabaran ingin bertemu dokter Yashinta pada jadwal makan siangnya.


''Assalamu'alaikum, calon bidadari dunia dan akhiratku! ini aku bawakan makanan spesial untukmu,'' ucap dokter Brama dengan nyelonong masuk ruang kerja dokter Yashinta yang baru saja selesai memeriksa pasiennya.


''Wa'alaikumsalam warahmatullah ... dokter Brama, anda kemari? bagaimana jika ada perawat yang lihat? nanti mereka menaruh curiga pada kita,'' ucap dokter Brama dengan sedikit panik jika sampai ada yang mencium bau hubungan mereka yang baru saja terjalin.


''Itu terdengar lebih bagus, biarkan saja sama orang tahu tentang hubungan kita. Kamukan calon istriku?'' ujar Brama dengan suara lantang, sehingga ada perawat yang lewat dan tak sengaja dengar ucapan mereka.


''Shuttttt, kau terlalu berani mengutarakan itu semua. Yakin, ingin semua orang tahu kalau kita sekarang sudah meyakinkan hati untuk saling melangkah ke jenjang lebih serius?'' tanya dokter Yashinta sambil menempelkan jari telunjuknya pada bibirnya yang tertutup cadar agar Brama bisa menahan ucapannya.


''Aku justru ingin semua orang tahu kalau saat ini kita sedang ta'arufan dan dua hari lagi akan segera lamaran.'' Brama terlihat santai sambil menyiapkan nasi kotak untuk diberikannya pada Yashinta.

__ADS_1


''Apa aku tidak salah lihat dan mendengar dokter Brama mengatakan hal itu pada dokter yashinta? bukankah sebelumnya mereka begitu sangat menjaga jarak? atau jangan-jangan diam-diam mereka telah menjalin hubungan tanpa sepengetahuan publik?'' seru seorang perawat dengan mendongkakkan sedikit kepalanya mengintip pada ruang kerja dokter Yashinta.


''Husss, jangan keras-keras nanti kedengaran dokter Brama dan dokter Yashinta bisa berabe ceritanya pekerjaan kita jadi taruhannya!'' seloroh perawat yang satunya lagi.


''Sudahlah, lebih baik kita istirahat dan makan siang daripada membahas kedua dokter yang memang tampak serasi itu. Ku kira itu jauh lebih baik jika mereka mulai mengukir janji, semoga saja dokter Brama dan dokter Yashinta segera menikah, agar tidak menimbulkan fitnah diantara mereka. Sudah sejak lama mereka bersahabat akan tetapi baru hari ini mereka terlihat begitu dekat,'' sela seorang perawat yang satunya lagi.


Menyadari jika ada yang mengintai interaksi antara dirinya dan Yashinta, Brama pun semangkin menampakkan sisi romantis dan perhatiannya pada Yashinta.


''Makan siang sekarang ya? ini special nasi kotak untukmu, ada ayam betutu kamu pasti suka? sambalnya juga enak, ada lalapannya juga. Kamu boleh makan menghadap ke sana, jika khawatir terlihat olehku. Jika sudah halal untuk saling berinteraksi baru aku akan menjadi suami siaga seperti Rasulullah untuk mu!'' Brama sengaja menekan kata suami siaga, membuat perasaan Yashinta semakin campur aduk oleh perhatian dokter Brama yang sangat berlebihan terhadapnya.


''Apa yang terjadi dengan mu dokter Brama? kenapa dirimu mendadak romantis seperti ini? padahal sebelumnya kau begitu cuek dengan wanita?'' tanya Yashinta sambil menikmati santapan siangnya sambil membelakangi dokter Brama agar tidak melihatnya yang sedang menikmati makanan dengan mengangkat sedikit cadarnya, kemudian ia pun makan dengan lahapnya.


''Aku mencoba untuk menjadi, sosok calon suami yang baik untuk mu. Dan aku tidak ingin membiarkan mu kesulitan sedikit pun, karena dirimu adalah calon istriku!'' tegas dokter Brama dengan mengulangi kalimatnya.


''Awww, sakitttt! kau menginjakku,'' seru seorang perawat yang berada di barisan tahun depan.


''Aku tak sengaja, dia yang mendorong ku sehingga aku rak sengaja menginjak kakimu!'' ujar perawat yang satunya lagi.


''Iya, maaf. Aku yang salah, akan tetapi aku tiba-tiba terkejut mendengarkan penuturan dokter Yashinta dan dokter Brama yang sedang membahas hubungan mereka menuju pelaminan, padahal sebelumnya kau tahu sendiri dokter Brama kerap kali menjauhi dokter Yashinta, namun apa yang terjadi semuanya berbanding terbalik dokter Brama sekarang begitu sangat perhatian pada dokter Yashinta. Sepertinya mereka akan menjadi pasangan yang serasi,'' ucap seorang perawat yang kini terlihat canggung ketika mendapati dokter Yashinta kini telah berdiri di hadapan mereka.

__ADS_1


''Kalian sedang apa di sini? kenapa tidak segera makan siang? belum ada interuksi tugas untuk kalian, insya Allah sehabis istirahat nanti akan banyak tugas untuk kalian!'' seru dokter Yashinta sambil melipat kedua tangan di dadanya.


''Ma-af, kami tidak sengaja melewati ruang kerja dokter Yashinta. Kami berangkat dulu untuk makan siang,'' ucap ketiga perawat tersebut dengan terbata.


Brama dan Yashinta terkekeh geli melihat ketakutan yang terpancar dari ketiga perawat yang telah menjauh dari hadapan mereka.


''Ini semua gara-gara kamu dokter Brama! kau lihat mereka terlihat gugup dan takut ketika mendengarkan percakapan kita yang tanpa sengaja!'' Yashinta mengintrogasi calon suaminya.


''Itu vitamin untuk siapa yang sering kepo dengan urusan hidup orang lain,'' seloroh dokter Brama sambil terkekeh kecil melihat beberapa perawat yang tidak sengaja mengintai kebersamaan mereka.''


''Ya sudah, sekarang pak dokter habisin dulu makanannya. Aku pun masih sedikit lagi,'' ujar dokter Yashinta sambil menunjukkan makanan dokter Brama yang masih banyak.


''Baiklah, aku akan menghabiskannya! akan tetapi, dengan satu syarat kau tetap disini menemaniku agar aku bisa menikmati makanan ini dengan lahapnya!'' pinta dokter Brama yang memang tidak ingin jauh dari dokter Yashinta.


''Siaaappp, calon imamku! aku benar-benar tidak menyangka jika dirimu terlihat manja seperti ini, bagaimana jika sudah menjadi suami? aku kira akan lebih dari ini,'' pungkas Yashinta yang tidak bisa menolak keinginan calon suaminya yang mulai terlihat manja itu.


***


Di perusahaan PT Fortuna Gyantara.

__ADS_1


''Sayang, hari ini mas ada meeting mendadak dan klien. InsyaAllah, mas pulang agak malam. Jika pukul sembilan mas belum kembali juga, tolong kau tutup toko herbalmu lebih awal! istirahat yang cukup dan jangan lupa makan siang dan makan malam dengan teratur. Vitaminnya jangan lupa dikonsumsi!'' titah Abiseka dari seberang telfon.


''Baiklah suamiku, kau pun jangan lupa makan. Jika sudah selesai dengan urusan pekerjaannya segera pulang!'' ucap Tiara terdengar lirih.


__ADS_2