Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
Bab 64. Suami Posesif


__ADS_3

''Dasar, suami posesif!'' umpat Tiara yang lebih memilih untuk tidak merespon pesan suaminya.


Tiara duduk santai di kursi kebesarannya, sambil menunggu para customer berbelanja di toko herbalnya. Dering panggilan dari suaminya sama sekali tak dipedulikannya. Isi pesan dari suaminya tak satupun dibalas olehnya, membuat sang suami semakin posesif dan bertanya-tanya.


''Awas saja, jika ia benar-benar berhubungan dengan dokter Brama. Aku akan menghukumnya dengan yang lebih berat lagi. Berani-beraninya ia mengabaikan ku, apa ia tidak menyadari jika aku begitu mengkhawatirkannya. Bisa-bisanya dia mengacuhkan ku, ini tidak bisa di biarkan. Aku harus kembali ke toko, pekerjaan ku pun sudah selesai.''


Abiseka menyambar kunci mobilnya, akan tetapi pergerakannya tertahan ketika Mama Starla dan Papa Reyhan tiba-tiba masuk ke dalam ruangan kerjanya tanpa mengetuk terlebih dahulu.


''Kau mau kemana, Gala Abiseka Gyantara? nanti pukul satu kita ada meeting dengan klien di Cafe XX, mereka ingin membahas kerja sama dengan kita. Mereka hendak menawarkan hasil perkebunan kelapa sawit mereka pada perusahaan kita, yang insya Allah nanti akan di impor langsung ke pabrik penyulingan minyak goreng Fortuna milik kita dan ini akan menjadi wadah untuk semakin mengembangkan bisnis minyak goreng kita yang mana kini telah merambah didalam dan diluar negeri,'' Mama Starla yang memang memiliki kemampuan khusus dalam bidang marketing yang belum bisa disaingi oleh siapapun.


Karena selalu di dampingi oleh istrinya yang memiliki kecerdasan yang luar biasa, Reyhan Gyantara pun bisa mempertahankan PT Fortuna Gyantara group selama kurang lebih 26 tahun usia pernikahan mereka. Hingga sekarang perusahaan minyak goreng mereka semakin berjaya dan di kenal oleh masyarakat luas.


''Ma, Pa. Gala mau menemui Tiara, buat antarkan makan siangnya. Nanti, sebelum pukul satu Gala akan kembali lagi kemari,'' terang Abiseka hendak beranjak pergi dari hadapan kedua orang tuanya.


''Mama lihat kau terdeteksi bucin parah terhadap istri mu, baiklah 25 menit dari sekarang kau harus segera kembali. Jika untuk kesehatan menantu dan calon cucu mama kau boleh pergi,'' ucap mama Starla dengan tersenyum senang melihat putranya yang sangat perhatian dan bertanggung jawab pada Tiara.


''Ingat, kembali tepat waktu! jangan sampai kau kembali menyerahkan pekerjaan mu pada asisten pribadi mu Alex. Ingattt, kau sudah punya istri dan calon anak. Jadi, belajarlah untuk bertanggungjawab. Tidak ada lagi waktu untuk bersantai ria.'' Papa Reyhan ikut menimpali.


''Siappp, Pa ... Ma.''

__ADS_1


Abiseka pun beranjak pergi dari ruangannya dan bergegas untuk menemui istri tercintanya. Ia pun singgah di supermarket Kyswara Mart milik keluarga Brama Adyaksa Kyswara guna membelikan berbagai macam camilan untuk ibu hamil.


Namun, pandangannya tertuju pada sepasang muda-mudi yang sedang berdebat di tengah pengunjung yang sedang ramai namun suara mereka tersamarkan sebab di dalam super market tersebut sedang di putar musik yang cukup menggema di telinga, sehingga para pengunjung lebih menikmati alunan musik yang sedang berjalan di bandingkan celotehan sepasang muda-mudi itu.


''Biar aku yang bawa semua barang belanjaan mu. Aku tidak ingin melihat mu kerepotan. Sudah ku katakan jika ingin kemana-mana hubungi aku dulu. Aku hampir saja kehilangan jejak mu, dan sudah ku tegaskan jangan berani-berani lagi kau mengenakan pakaian kurang bahan itu. Kau lihat semua pasang mata memandang mu dengan penuh nafsu,'' ujar Daniel sambil menarik tangan Stefanie dan mengenakan jaketnya pada gadis bermata biru itu.


''Apa yang sudah kau lakukan? apa kau tidak malu dilihat orang-orang, sudah ku bilang jangan mengikuti ku. Kenapa kau masih saja terus-menerus mengikuti ku?'' sela Stefanie dengan mengancingkan jaket yang di kenakan Daniel padanya.


Entah kenapa, Stefanie seakan terhipnotis dengan perlakuan manis Daniel padanya. Kehadiran pemuda tersebut seolah-olah benar-benar memberikan kesejukan tersendiri baginya, setelah sempat patah hati oleh kepenghianatan kekasih hatinya Gala Abiseka terhadapnya.


''Istri yang baik dan penurut,'' ucap Daniel sambil mengusap lembut pucuk kepala Stefanie.


Daniel terpaksa melakukan itu semua lantaran cemburu ketika ada para pria hidung belang yang dengan sengaja melirik dan memandang lekuk tubuh Stefanie tanpa berkedip.


''Suami Posesif,'' ucap Stefanie yang tiba-tiba refleks mengecup pipi Daniel dengan satu kecupan lembut. Hingga membuat tubuh Daniel seketika meremang.


Degh, detak jantung Daniel seakan berdetak hebat ketika menyaksikan tingkah absurd Stefanie yang di luar ekspektasinya.


''Ayo sayang ... temani aku berbelanja lagi. Maaf, aku pergi tanpa izin mu!'' ucap Stefanie dengan ikut mengsukseskan sandiwara yang di buat Daniel. Sehingga, membuat para pemuda yang sebelumnya tampak mengerumuni dan mengejar Stefanie kini menjauh dari hadapan gadis yang memiliki wajah bak Barbie tersebut.

__ADS_1


''Sayang, kenapa menatap ku seperti itu?'' ucap Stefanie dengan bergelayut manja di lengan Daniel. Membuat jantung Daniel semakin berdebar-debar oleh tingkah polah Stefanie yang lebih agresif darinya.


''Jadi, mereka sudah sedekat itu? syukurlah jika Tefa sudah move on dari ku, semoga mereka berjodoh!'' gumam Abiseka yang tak sengaja menguping percakapan Daniel sepupunya dengan Stefanie yang pernah menjadi masa lalunya.


''Syukurin loe Niel, kau akan sering kena spot jantung mendadak jika beneran menjadi kekasih Stefanie.''


Abiseka nampak terkekeh ketika menyaksikan keunikan antara Daniel dan Stefanie yang begitu sangat menggelitik hatinya.


Abiseka pun beranjak pergi dari super market tersebut, setelah membayar semua belanjaannya. Ia sangat bersyukur kedua anak muda yang sangat dikenalnya itu tidak sempat melihat dirinya lantaran terbuai dengan asmaranya sendiri.


''Untung saja mereka tidak melihat ku, kalau saja mereka tahu keberadaan ku disini bisa kacau jadinya.'' Abiseka pun kembali menjalankan mesin mobilnya menuju toko herbal milik istrinya.


''Assalamu'alaikum,'' ucap Abiseka sebelum memasuki ruangan yang ada di dalam toko.


''Wa'alaikumsalam warahmatullahi, iya sebentar!'' ucap Tiara dari balik tirai. Ia masih membenarkan hijabnya yang memang ia buka didalam.


Tiara pun menyembulkan kepalanya dari balik tirai, ia mengira ada customer yang hendak belanja di toko herbalnya.


Ketika melihat wajah tampan suaminya yang nyeringai senang melihat dirinya nampak tergopoh-gopoh dari dalam hendak menyambut siapa yang datang membuat membuat Tiara menampakan wajah masamnya.

__ADS_1


''Ku kira siapa? ternyata suami posesif datang lagi,'' sela Tiara sambil melongos masuk ke dalam tanpa memperdulikan kehadiran suaminya yang telah berjuang habis-habisan untuk menemuinya di jam makan siangnya.


''Waittttt, suami datang bukan di sambut. Malah di tinggal pergi!'' protes Abiseka dengan mendorong etalase herbal dan bergegas masuk menyusul Tiara ke dalam ruangan pribadinya.


__ADS_2