
Satu bulan sudah berlalu, setelah pernikahan Brama dan Yashinta. Hari ini tibalah saatnya janji suci Daniel dan Stefanie yang sempat tertunda.
Stefanie terlihat sangat cantik berbalut gaun pengantin syar'i yang dikenakannya. Ia memilih warna merah marun sebagai gaun pernikahannya dan Daniel. Gadis itu selalu menyukai warna merah menantang, menurutnya itu lebih menunjukkan sisi keberaniannya yang memang tidak ingin terlihat seperti wanita cengeng dan lemah. Ia selalu ingin terlihat cantik dan energik.
Gadis bermata biru itu, begitu sangat bahagia menyambut hari pernikahannya yang insya Allah berapa menit lagi akan menyandang status menjadi nyonya Daniel Mahesa Syailendra.
''Maa syaa Allah, you are very beautiful my princess!'' ujar mommy Isabelle pada putrinya Stefanie.
''Thanks, mommy. I'am very happy because I will marry the man of my choice, moms!'' ucap Stefanie sambil mematut wajahnya di cermin.
''Alhamdulillah, akhirnya princess daddy and mommy menemukan kebahagiaannya sendiri. Maafkan kami yang selalu sibuk dengan urusan bisnis sehingga membiarkan dirimu berdiri sendiri tanpa ada yang membimbing dan menemani. Namun, percayalah mommy dan daddy sangat menyayangimu sayang!'' Mommy Isabelle mengecup kening putrinya dengan sangat lama.
''No problem, mommy! terima kasih karena mommy dan daddy sudah menyempatkan waktu untuk datang ke Indonesia menghadiri pernikahan aku dan mas Daniel.'' Stefanie memeluk erat tubuh bidadari tak bersayapnya.
''Tok ... tok ... tok,'' suara ketukan dari balik pintu kamar sejenak menghentikan percakapan ibu dan anak itu.
''Siapa? silakan masuk!'' seru mommy Isabelle dari dalam kamar.
''Ini daddy, moms. Keluarga mempelai prianya sudah datang,'' seru daddy Gilbert Richardo dari balik pintu.
''Iya, dad. Kami akan segera keluar!'' ucap mommy Isabelle.
Mereka pun keluar dari dalam kamar untuk menyambut kedatangan Daniel dan keluarganya.
__ADS_1
Stefanie berjalan layaknya ratu di kerajaan Inggris, didampingi oleh mommy dan daddynya, juga seorang Mua dan dua asisten pribadi yang telah merias dirinya turut mengantarkan Stefanie menuju keluar menyambut sang mempelai pria.
Orang-orang nampak berdecak kagum melihat kecantikan Stefanie yang mirip sekali dengan ratu Elizabeth.
''Maa syaa Allah, calon menantu kami. Kau cantik sekali!'' seru Ameera Shaqeena Rafaella, ibunya Daniel Mahesa Syailendra.
''Terima kasih mama mertua,'' ucap Stefanie dengan tersipu malu.
Daniel pun nampak terpesona dengan penampilan calon istrinya yang sangat berbeda seperti biasanya.
''Maa syaa Allah, aku berasa seperti menikahi ratu dari negeri dongeng!'' batin Daniel tak berkedip memandang wanita yang akan segera melakukan ijab qobul dengannya.
Tidak ingin menunda-nunda waktu, papa Dylan Jesselon Syailendra pun segera mengajak anak istrinya untuk segera memasuki tempat khusus untuk acara ijab qobul dimulai.
''Baiklah, sepertinya anda sudah tidak sabaran lagi tuan untuk menjadikan putri kami menantu yang sah!' ucap daddy Gilbert dengan di selipi sedikit canda tawa mengingat ini untuk kedua kalinya ia bertemu calon besannya. Setelah proses lamaran Daniel dan Stefanie tempo hari. Dylan pun ikut terkekeh mendengar ucapan Gilbert daddy-nya Stefanie.
Daniel mengecup lembut kening Stefanie, begitupun Stefanie ia mencium punggung tangan suaminya dengan begitu takzim. Ia tidak menyangka jika kini telah resmi menjadi istri seorang Daniel Mahesa Syailendra, setelah sebelumnya ia sempat bermimpi menjadi isteri seorang Gala Abiseka Gyantara yang memang dulu sempat menyemat sebagai calon suaminya, yang akhirnya menikah dengan Tiara Chandani Putri karena peristiwa one night stand yang tak mereka duga-duga.
''Terimakasih atas ketulusan dan kesetiaan mu terus membersamai ku sejauh ini mas,'' lirih Stefanie dengan air mata bahagianya.
''Sama-sama sayang, kau adalah bidadari dunia dan akhiratku!'' ucap Daniel sambil mengusap lembut pucuk kepala Stefanie, ia pun kembali mengecup lembut kening wanita yang kini telah halal untuk disentuhnya.
Keluarga kedua belah pihak dan semua yang hadir mengucapkan selamat atas pernikahan Daniel dan Stefanie. Mulai dari orang tua mereka, sampai akhirnya pasangan pengantin Brama dan Yashinta yang baru hangat-hangatnya satu bulan ini menikah pun ikut memberi ucapan selamat pada sepupunya.
__ADS_1
''Maa syaa Allah, selamat brother! akhirnya kau bisa mengakhiri masa lajangmu ,'' ucap Brama sambil memeluk dan menepuk tubuh Daniel sepupunya. Keduanya pun sama-sama melebarkan tawanya, terlihat mereka begitu sangat bahagia atas apa yang telah di anugerahkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala dalam kehidupan mereka saat ini.
''Oh ya, Abiseka dan Tiara kemana? mereka tidak ikut bersama kalian?'' tanya Daniel sambil celingukan ke kiri dan ke kanan mencari keberadaan dua pasangan yang begitu fenomenal itu.
Brama tertegun sejenak, semenjak satu bulan menikah dengan Yashinta, ia lebih banyak mengisi waktu luangnya bersama istrinya di apartemen mereka. Menikmati indahnya bulan madu, meskipun hanya berdiam diri di rumah saja itu adalah hal yang begitu sangat istimewa bagi pasangan baru itu.
Yashinta saling menyalami dan berpelukan erat dengan Stefanie, keduanya tampak tersenyum satu sama lain. Yashinta nampak mendengarkan percakapan antara suaminya dan Daniel.
''Aku jarang bertemu dengan mereka, kami selalu disibukkan dengan menikmati indahnya pacaran setelah nikah!'' Brama mengungkapkan kejujuran hatinya.
Daniel pun ikut terkekeh mendengar penuturan Brama, ia begitu sangat memahami hakikat pengantin baru sudah pasti ingin selalu berdekatan.
Tidak lama kemudian, sosok yang mereka bicarakan pun hadir di acara pernikahan tersebut.
''Maa syaa Allah, panjang umurnya brother! baru saja kami membicarakan mu,'' seru Daniel sambil merangkul erat tubuh Abiseka. Ketiga saudara sepupu itu pun saling tertawa tidak ada lagi duka dan kesedihan yang meliputi mereka. Yang ada hanyalah senyum kebahagiaan.
Tiara, Yashinta juga Stefanie pun terlihat akrab dan tersenyum bahagia seperti suami-suami mereka.
Semua anggota keluarga mereka, bunda Pieska, ayah Prasetyo orang tuanya Tiara. Papa Rakha dan mama Naraya orang tuanya Brama dan mama Arla beserta suaminya Reyhan Gyantara dan kedua orang tua Daniel dan Stefanie begitu sangat bahagia melihat anak-anak mereka terlihat akur. Mereka pun mengabadikan momen kebersamaan itu melalui fotografer dan juga kamera ponsel mereka. Begitu banyak pose yang telah tersimpan di memori HP masing-masing sebagai kenang-kenangan bahwa mereka pernah merasakan kebahagiaan yang tiada taranya di hari bahagia Daniel dan Stefanie.
Tamu undangan semakin berdatangan memenuhi pesta pernikahan Daniel dan Stefanie dari berbagai kalangan. Baik kolega atau rekan bisnis, para pejabat tinggi, bahkan orang biasa pun ikut menghadiri hari bahagia itu.
Hiburan yang di persembahkan oleh Gyantara music grup yang dimainkan oleh teman-teman music Daniel dan Abiseka yakni Andre, Diman yang berkolaborasi dengan grup musik lainnya terus mengalun di tengah meriahnya pesta. Semua orang nampak berbahagia sampai di akhir acara Daniel dan Stefanie tetap terlihat bersemangat di hari bahagianya.
__ADS_1
''Mas, ternyata begini rasanya menjadi raja dan ratu sehari!'' ujar Stefanie sambil menghempaskan tubuhnya di kasur karena baru merasakan lelahnya setelah dari pagi sampai sore melayani para tamu undangan yang tidak ada habisnya, tapi ia begitu merasa lega akhirnya janji suci pernikahan mereka terikrar sudah.
Daniel memandangi wajah istrinya dengan tatapan penuh cinta, ''Alhamdulillah ... rasa lelah kita terbayar sudah. Diriku dan dirimu telah sah menjadi pasangan suami istri, malam ini detik ini juga aku adalah milikmu begitu juga sebaliknya!'' ucap Daniel sambil mengecup kening Stefanie.