Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
Bab 43. Kecewa


__ADS_3

Stefanie masih tetap menunggu jemputannya dengan rasa dongkol, kecewa ... itulah yang dirasakan olehnya saat ini. Marah, sudah pasti terhadap Gala Abiseka kekasihnya, yang sama sekali tak peduli padanya dan membiarkan dirinya menunggu dengan sangat lama. Apalagi, sampai menyuruh orang lain untuk menjemputnya.


''Maaf, menunggu lama.'' Daniel tiba-tiba telah berdiri di hadapan Viola yang terlihat sedang kecewa dengan raut wajah yang kusut, akan tetapi gadis itu tetap terlihat imut seperti boneka barbie. Style yang dikenakan olehnya pun begitu sangat perfect yang menandakan jika dirinya bukan wanita sembarangan.


Stefanie memiliki talenta yang sangat luar biasa di usia mudanya, ia memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi, ia wanita yang smart dan mandiri. Akan tetapi, dalam urusan cinta ia sangat lemah, ia juga bukan wanita yang suka tebar pesona meskipun banyak laki-laki yang mengaguminya dan ingin mendekatinya, ia lebih menjaga kesetiaannya terhadap Gala Abiseka.


Namun, ketika rasanya begitu terabaikan dan tidak di hargai oleh lelaki yang di cintainya membuat Stefanie hilang harapan dan semangat untuk menjalani hari-harinya.


''Jika tahu kenyataannya seperti ini lebih baik aku tidak usah terburu-buru pulang ke Indonesia, jika yang terkasih pun tidak tampak di pelupuk mata,'' seloroh Stefanie dengan segala rasa kecewanya. Ia pun mengusap air matanya ketika melihat kehadiran Daniel di hadapannya.


Daniel yang notabenenya belum pernah pacaran dengan seorang wanita pun kebingungan bagaimana caranya menghibur Stefanie yang sedang di rundung kecewa dan patah hati.


Daniel pun segera membantu Stefanie untuk menyeret dua koper besar yang di bawah oleh gadis cantik nan imut tersebut. Bisa di bilang wajah Stefanie seperti baby face.


''Dia cantik, sayang sekali jika sampai menanggung kemalangan dan harus kecewa serta patah hati akibat kepenghianatan sepupu ku Gala Abiseka, bagaimana jadinya jika ia sampai mengetahui jika Abiseka sudah punya istri?'' Daniel memijit pelipisnya yang terasa pusing memikirkan segala hal yang ada, ia tidak sampai hati melihat kekecewaan di mata Stefanie.

__ADS_1


''Andai gadis ini tertutup hijab tentunya ia akan terlihat cantik dan anggun seperti Tiara, sayang sekali jika auratnya harus terbuka seperti ini. Akan tetapi, Stefanie lebih terlihat feminim tidak terlalu menonjol seperti Viola Arzeta yang terang-terangan menampakkan lekuk tubuhnya. OMG, kenapa aku jadi kepikiran gadis bermuka dua itu, banyak hal yang harus ku pecahkan. Aku harus mengumpulkan bukti-bukti atas kekejian wanita beracun itu.''


Daniel terus bermonolog di dalam hatinya, sedangkan Stefanie hanya diam, ia enggan membuka suaranya. Ia menyandarkan tubuhnya dikepala kursi mobil yang saat ini sedang dikendarai oleh Daniel.


''Maaf, sepupu ku Abiseka belum bisa menjemput mu. Ia memiliki kesibukan yang padat, aktivitas musicnya pun telah ia tinggalkan. Sudah satu bulan terakhir ini ia bergelut dalam bisnis keluarganya di PT. Fortuna Groups yang bergerak dalam bidang penyulingan minyak goreng yang terkenal di dalam dan luar negeri itu, aku yakin kau pun tahu akan hal itu.''


Daniel mencoba untuk mencairkan suasana dan memecahkan keheningan. Ia pun belum siap untuk memberitahukan Stefanie jika Gala Abiseka sudah menikah.


Bukannya Daniel hendak berbohong ataupun menutupi aib saudara sepupunya. Akan tetapi, dirinya tidak ingin membuat suasana hati Stefanie bertambah runyam, sebab saat ini waktunya belum tepat untuk mengatakan hal itu semua.


''Tapi, tidak begini juga keadaannya, tidak bisa kah ia meluangkan waktunya untukku barang 1 menit hanya untuk menjemput saja. Ia anggap aku apa? aku sudah berusaha untuk bersabar menjalani ikatan bersamanya meski dari jarak jauh. Bahkan, ribuan atau jutaan kali aku bersabar menghadapi sikap labilnya yang selalu gonta-ganti pacar tapi aku masih tetap menunggunya. Tidak kah semua pengorbanan dan waktuku yang kuberikan untuknya sama sekali tidak dihargai olehnya. Mungkin aku yang terlalu bodoh mencintai seseorang yang sama sekali tak menganggapku ada. Apalah arti kepulanganku kemari batang hidungnya pun tak bisa kulihat?'' Stefanie meluapkan segala yang ia rasakan saat ini dihapan Daniel, dirinya benar-benar kecewa terhadap kekasihnya Gala Abiseka.


Daniel yang tak tega melihat seorang wanita menangis pun berusaha untuk menenangkan gadis yang sedang terisak di sampingnya.


''Jangan terlalu meratapi kesedihan, dunia ini sangat luas. Di luar sana aku yakin banyak pemuda yang mengagumimu. Jangan habiskan waktumu hanya untuk memikirkan sesuatu yang belum jelas untuk kita miliki. Sejatinya, jodoh rezeki dan maut kita sudah ditentukan oleh Allah. Jadi, kenapa harus bersedih hanya karena seorang laki-laki? Aku yakin, kau bisa mendapatkan lebih baik daripada Abiseka. Jangan buang-buang waktumu untuk sesuatu yang tidak pasti, kau berhak untuk bahagia.''

__ADS_1


Daniel terpaksa berucap kata seperti itu pada Stefanie, mengingat jika dirinya sudah mengetahui jika Gala Abiseka sudah menikah dengan Tiara wanita yang sangat dikagumi oleh Daniel.


Sebenarnya, Daniel pun kecewa mengenai itu semua. Akan tetapi, dirinya tidak ingin terlalu larut dalam kesedihan. Sebab, mau ia menangis darah pun kini Tiara sudah menikah dengan Abiseka dan dirinya hanyalah salah satu dari seseorang yang tersisih mencintai dan mengagumi seseorang yang tidak bisa ia miliki.


''Tapi, aku sangat mencintai mas Abi. Kami pun telah dijodohkan, aku akan mengunjungi tante Starla dan Om Reyhan setelah dari sini kau antarkan aku ke apartemen ku, setelah itu antarkan aku ke rumah keluarga Gyantara. Aku ingin meluruskan hubunganku dengan Abiseka, sepertinya setelah wisuda nanti aku harus segera menikah dengan mas Abi, dengan begitu aku akan selalu ikut ke mana ia pergi. Aku akan merangkap sebagai sekretaris pribadinya nanti di PT Fortuna Gyantara Groups, perusahaan mereka pun bekerja sama dengan perusahaan keluargaku,'' terang Stefanie dengan menghapus air matanya.


Stefanie berusaha untuk mengubur rasa kecewanya, dan berusaha untuk membangkitkan semangatnya bagaimanapun juga ia sangat mencintai Abiseka. Ia ingin pernikahannya akan segera digelar bersama pemuda tersebut bagaimanapun caranya.


Daniel yang sudah tahu jika Abiseka sudah menikah dengan Tiara hanya bisa memijit kepalanya dan memendam apa yang ada dalam hati dan pikirannya agar jangan sampai keceplosan mengatakan sesuatu yang dapat membuat semangat hidup Stefanie memudar.


''Biarlah, nantinya ia akan tahu sendiri jika pemuda yang didambakannya sudah menikah,'' batin Daniel dengan terus melajukan kendaraannya menuju apartemen Stefanie.


***


Di RSUD xx.

__ADS_1


''Besok aku mau pulang ke rumah ayah dan bunda. Aku pun ingin kembali beraktivitas di toko herbalku dan kau jangan coba-coba untuk melarang ku. Kau ingat, pernikahan kita hanya sebatas di atas kertas saja. Setelah anak ini lahir kita akan bercerai!'' ucap Tiara dengan memalingkan wajahnya dari hadapan Gala Abiseka.


''Tapi, aku sangat mencintai mu dan calon bayi kita Tiara! aku tidak mungkin menceraikanmu,'' tegas Abiseka dengan rahang yang mengeras menahan rasa kecewa yang sangat menyesakkan dadanya akibat penuturan Tiara yang selalu berharap kata perpisahan darinya.


__ADS_2