Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
Bab 117. Berdamai Dengan Masa Lalu


__ADS_3

Tiara merasa begitu merasa sangat bahagia ketika suaminya Gala Abiseka Gyantara telah membebaskan Viola.


''Viooo!'' Tiara setengah berlari seraya menyeru nama Viola, sahabat yang sangat dirindukan olehnya.


''Tiara,'' lirih Viola. Airmatanya berlinang membasahi wajah kuyunya yang memang akhir-akhir ini kerapkali menangis pilu meratapi segala kedukaannya serta menyesali segala dosa-dosa yang pernah diperbuatnya membuat gadis itu tak henti-henti menderaikan air matanya.


Kedua sahabat yang telah lama berseteru itu kini telah berdamai dengan masa lalunya, mereka berpelukan sangat erat sehingga orang-orang yang menyaksikannya nampak terharu dengan kebersamaan yang tercipta di antara keduanya.


''Maafkan aku Tiara!'' hanya tiga kata yang terucap dari lisan Viola Arzeta, ia tidak mampu lagi berucap kata, hanya derai air mata dan bahasa tubuh mewakili apa yang saat ini ia rasakan.


''Aku sudah memaafkanmu, Vio!'' Tiara pun ikut menitikkan air matanya. Keduanya larut dalam perasaannya masing-masing.


''Terima kasih, kau telah membebaskanku dari balik jeruji ini. Terima kasih juga untuk jalinan persahabatan yang masih ingin kau simpul bersamaku, betapa bodohnya aku selama ini tidak merasakan dan menyadari begitu tulusnya hatimu. Maafkan aku Tiara!'' Viola kembali terisak dalam tangisnya, ia semakin erat merangkul tubuh Tiara, seolah tak ingin melepaskannya. Keduanya pun terus meluapkan segala rasa yang selama ini terpendam.


Antara rasa benci rindu dan dendam kini telah berganti menjadi momen yang mengharukan, keduanya seolah merasa kini mereka benar-benar telah berdamai dengan masa lalu, tak ada lagi rasa kebencian dan permusuhan yang ada hanyalah rasa cinta dan kasih yang begitu erat mengikat ikatan tali persahabatan mereka yang kini kembali menyatu seperti dulu lagi.


''Maaf, bukannya aku mengabaikanmu. Kau tahu, aku sangat merindukan sahabatku. Terima kasih untuk dirimu yang senantiasa menemaniku hingga aku berada di titik seperti ini,semoga allah membalas kebaikanmu dengan yang lebih baik! kau telah menyatukan kembali aku dengan sahabatku Tiara Chandani Putri.''


Viola melirik ke arah Gerry, pemuda yang dulunya pernah menjadi orang bayarannya untuk menjatuhkan Tiara, akan tetapi Gerry justru berbuat sebaliknya, ia menyelamatkan Tiara dari kecaman viola kala itu hingga membuatnya dibebaskan dari penjara. Gerry tersenyum ke arah Viola, seolah mengisyaratkann jika dirinya ikut merasakan kebahagiaan yang terpancar dari binar wajah Viola Arzeta.


Dan, kini ... justru Gerry hadir untuk mendekati Viola agar berhenti dari kekejiannya dan bertaubat atas segala dosa-dosanya. Gerry berhasil meluluhkan Viola Arzeta setelah banyak waktu yang ia lalui untuk menyadarkan gadis itu dari sumur dosa yang menyesatkannya.


Kesabaran Gerry membuahkan hasil yang maksimal, tinggal satu langkah lagi ia ingin meraih hati gadis itu untuk menjadi seorang yang istimewa di hatinya.

__ADS_1


Viola telah menjelma menjadi wanita muslimah layaknya seperti Tiara, dokter Yashinta, dan Stefanie mereka semuanya kini menyatu dalam ukhuwah islamiyah.


Tanpa Viola sadari, kini pasangan dokter Yashinta dan dokter Brama serta pasangan Daniel dan Stefanie kini pun hadir menyusul untuk menyambut kehadiran Viola yang baru keluar dari ruangan tahanan selama 4 bulan ini mengukungnya.


''Assalamu'alaikum ... '' kedua pasangan yang baru hadir itu pun mengucapkan salam kehormatan, membuat Viola dan juga Tiara merasakan haru yang perlahan meresapi di kedalaman hati masing-masing. Mereka pun menjawab salam itu dengan salam yang lebih sempurna.


''Wa'alaikumsalam warahmatullah, dokter Brama, dokter Yashinta, Daniel, Stefanie, kalian?'' Tiara dan Viola segera merangkul tubuh Yashinta dan Stefanie. Ke empat wanita-wanita berhijab itu pun saling merangkul erat meluahkan segala rasa bahagia yang kini menyeruak dalam hati masing-masing.


Sementara para laki-laki tersenyum melihat pasangan masing-masing yang kini telah berdamai dengan masa lalu, mereka ikut bahagia melihat wanitanya kini nampak akur dan saling menyayangi satu sama lain.


''Mas Abi, terima kasih untuk semuanya!'' Tiara menghamburkan diri dalam pelukan Gala Abiseka suaminya. Ia merasa sangat bahagia dengan kejutan yang dipersembahkan oleh suaminya.


''Sama-sama, sayang!'' Abiseka mengecup lembut kening Tiara di hadapan semua yang ada di sana.


Stefanie yang merasa iri melihat kemesraan Tiara dan Gala Abiseka yang dulu pernah menjadi masa lalunya, pun menempelkan dirinya pada Daniel. Ia pun dengan sangat manja bergelayut di lengan Daniel serta menyandarkan kepalanya pada bahu suaminya. Semua yang hadir di sana nampak melebarkan tawanya melihat tingkah absurd Stefanie yang tak kala manjanya menunjukkan sisi romantisnya pada Daniel Mahesa Syailendra suaminya.


Sedangkan, dokter Brama dan dokter Yashinta saling melemparkan senyumannya, meski tersembunyi di balik cadar senyum dan keanggunan Yashinta dapat dirasakan oleh dokter Brama Adyaksa Kyswara. Brama menggenggam erat jemari tangan Yashinta, menyalurkan rasa cinta dan kasihnya terhadap istrinya yang kini sudah halal untuk ia menyentuhnya.


Hanya Gerry dan Viola Arzeta yang tertunduk malu, sebab keduanya belum saling mengungkapkan rasa dan belum halal untuk saling menyentuh. Hanya bahasa tubuh yang menunjukkan jika keduanya memiliki rasa yang sama.


''Ehemmm, ada yang masih single. Baiknya kita jangan terlalu menunjukkan kemesraan, nanti ada yang baper!'' seloroh Stefanie disertai canda tawa, semua yang hadir pun ikut tertawa mendengar Stefanie yang memang sering blak-blakan.


''Baiklah, acara kangennya sudah selesai. Sekarang waktunya kita berkumpul di rumah ayah dan bunda Tiara. Mereka telah mempersiapkan acara untuk menyambut kehadiran Viola Arzeta,'' ungkap Abiseka menjelaskan.

__ADS_1


Viola dan Tiara sungguh tidak mengira jika Abiseka telah mempersiapkan semuanya dengan begitu detailnya.


''Maa syaa Allah, terimakasih kak Abi! sungguh aku tidak pernah menduga jika kak Abi berkenan untuk melakukan semua ini pada diriku yang dulu pernah hendak menzhalimi istri dan calon bayi kalian.'' Viola kembali terisak dalam tangisnya, Tiara berusaha untuk menenangkan Viola.


''Semua ini terjadi atas kehendak Allah, Allah subhanahu wa ta'ala jualah zat yang membolak-balikkan hati, aku pun tidak menyangka jika suamiku bisa memberikan suprise seperti ini padaku!'' Tiara pun ikut terharu, melihat kebahagiaan yang tergambar dari wajah Viola.


''Mas Abi, kau adalah anugerah terindah yang pernah Allah berikan padaku. Sungguh aku sangat bersyukur bersuamikan dirimu, wahai kau imam dunia dan akhiratku!''


Tiara memeluk erat tubuh suaminya, tak peduli semua mata memandang ke arahnya, ia seolah menunjukkan pada dunia bahwa ia bahagia berjodohkan dengan Gala Abiseka Gyantara meski sebelumnya pernikahan mereka diwarnai karena keterpaksaan karena peristiwa one night stand yang terjadi diantara keduanya. Namun, kini Tiara begitu sangat bersyukur, suaminya kini telah menjelma menjadi laki-laki sholeh yang begitu sangat menyayanginya juga meratukannya bak bidadari syurga.


''Sama-sama sayang, kau adalah bidadari syurgaku! karena dirimulah menjadi wasilah ku hingga bisa menjadi seperti ini, aku mencintaimu karena Allah istriku!'' Abiseka mendekap erat tubuh Tiara dalam dada bidangnya. Ia mengusap lembut pucuk kepala Tiara yang masih terhalang hijab, menunjukkan rasa jika dirinya begitu sangat mencintai Tiara lebih dari separuh nafasnya.


Semua yang ada di sana menjadi baper menyaksikan keromantisan antara dua pasangan muda yang paling fenomenal itu.


Brama Adyaksa Kyswara, yang dulu pernah menjadi seorang masa lalu dalam hidup Tiara pun ikut terharu menyaksikan keharmonisan yang tercipta diantara sepupunya Abiseka dan Tiara yang pernah menjadi masa lalunya.


''Kau telah menemukan kebahagiaanmu sendiri Tiara Chandani Putri, aku ikhlas melepasmu dengannya, karena kini aku pun telah menemukan kebahagiaanku yang memang telah ditakdirkan oleh Allah subhanahu wa ta'ala untukku!'' Dokter Brama menundukkan pandangannya dari menyaksikan kemesraan yang tercipta antara Abiseka dan Tiara.


Brama pun telah berdamai dengan masa lalunya, ia pun menggenggam erat jemari tangan istrinya, menyalurkan rasa cinta terhadap pasangan halalnya dokter Yashinta Patrisia Gertrudis.


Yashinta yang menyadari apa yang dirasakan oleh suaminya, iapun balas menggenggam erat jemari tangan sosok pria yang kini telah halal untuk disentuhnya.


''Mas!'' hanya satu kata terucap dari lisan Yashinta, ia sangat yakin jika kini suaminya begitu sangat mencintainya setelah banyak waktu dan proses yang telah mereka lewati akhirnya kebahagiaan itu pun mereka raih.

__ADS_1


Benar jika ungkapan kata indah terukir, ''CINTA ITU AKAN PERGI YANG DATANG ADALAH JODOH!'' itulah yang terjadi pada pasangan yang ada di novel SEBENIG DUKAMU.😊😊


Author ikut merasa bangga dan bahagia, akhirnya bisa melihat senyuman yang terukir dalam masing-masing pasangan dalam cerita ini. Buat semua reader setiaku, terima kasih ku haturkan atas kesetiaan kalian yang masih stay tune dalam ceritaku. InsyaAllah ... sedikit tambahan bab lagi novel ini akan tamat, love you all!😊😘😘


__ADS_2