
''Wa'alaikum-salam, aku Stefanie. Apa kau sudah hilang ingatan, sampai tidak mengetahui siapa yang menghubungimu. Tumben kau mengucapkan kalimat salam yang sempurna? sudah taubat apa kesambet?'' seloroh Stefanie dengan menampakkan gigi putihnya, menertawakan sikap pacarnya yang terlihat berubah dengan cara ucapannya yang tak biasa didengarnya.
''Kau, sudah kubilang aku sibuk. Apa Daniel tidak memberitahu mu, jika aku tidak boleh diganggu?'' tegas Abiseka dengan ucapan yang sama sekali tidak memberikan kesempatan untuk Stefanie terus mendekatinya.
Seketika senyuman dan tawa yang terukir dari wajah Stefanie pun meredup, ketika mendengar ucapan Abiseka yang begitu sangat serius dan tanpa main-main.
''Sebenarnya apa yang terjadi pada mu? kenapa kau selalu menjauhi ku? apa arti diriku di mata mu? aku sudah jauh-jauh dari luar negeri meninggalkan segenap aktivitas ku hanya untuk bertemu dengan mu, akan tetapi kenapa dirimu mengacuhkan ku hingga detik ini? bagaimana dengan perjodohan kita? Aku harus menemui Tante Starla dan Om Reyhan agar pernikahan kita segera di percepat, aku tidak ingin kau terus mengacuhkan ku dan main hati dengan wanita lain dibelakang ku,'' pungkas Stefanie yang tidak tahan dengan sikap Abiseka yang terkesan menjauhinya.
''Kita harus bicara, temui aku di taman xx sekarang juga!'' Abiseka terpaksa putar balik arah. Ia ingin segera menyelesaikan hubungannya dengan Stefanie agar tidak terus berlarut-larut. Ia tidak ingin Stefanie terus berharap padanya, sementara kini dirinya sudah menikah dengan Tiara dan berapa bulan lagi ia akan menjadi ayah untuk anak yang kini sedang di kandung oleh Tiara istrinya.
Abiseka pun terpaksa menyerahkan semua urusan pekerjaannya hari ini pada asisten pribadinya Alex. Ia pun segera menuju taman xx untuk bertemu dengan Stefanie wanita yang sebelumnya telah ia jadikan kekasihnya atas restu kedua orang tuanya.
''Oke hubby, aku segera kesana!'' ucap Stefanie dengan begitu antusiasnya. Ia pikir Abiseka akan melepas rindu padanya.
Stefanie pun berdandan secantik mungkin untuk memikat hati sang kekasih yang ia pikir begitu sangat mendambakannya. Ia pun memutar tubuhnya dihadapan cermin.
''Yes, perfect n beuty!'' ucap Stefanie dengan style yang ia kenakan saat ini, jangan lupa high heels menjadi pelengkap gaya modisnya demi tampil sempurna hanya untuk bertemu dengan sosok kekasih hatinya Gala Abiseka Gyantara.
__ADS_1
''Hemmm, ia hendak kemana?'' gumam Daniel sambil memperhatikan gerak-gerik Stefanie lewat rekaman CCTV di rumah Stefanie yang terhubung dengan ponselnya. Daniel benar-benar menjadi detektif untuk Stefanie. Kemana pun gadis itu pergi Daniel mengetahui setiap pergerakannya. Daniel benar-benar menjalankan tugasnya yang di berikan oleh sepupunya Abiseka padanya.
Daniel melakukan itu semua bukan untuk Abiseka, akan tetapi lebih menjaga hati Tiara Chandani Putri wanita yang masih bertahta di hatinya saat ini. Ia tidak ingin Stefanie sampai melabrak Tiara dan berbuat hal yang tidak baik kepada gadis yang tidak berdosa itu lantaran menikah dengan Abiseka sepupunya tanpa sengaja.
''Dia menuju jalan xx?'' Daniel bergumam sendiri sambil mengikuti arah tujuan Stefanie melalui taksi online yang sedang ditumpangi gadis tersebut.
''Ia ingin bertemu siapa ditaman itu?'' Daniel bertanya-tanya dalam hatinya sambil terus membuntuti perjalanan Stefanie.
''Demi keselamatan dan menjaga harga dirimu aku rela melakukan apa saja, meskipun ku tahu cinta itu tak harus memiliki,'' gumam Daniel yang masih belum bisa melupakan begitu saja sosok Tiara Chandani Putri wanita yang dikaguminya. Ia rela untuk terus menelusuri jejak Stefanie pergi kalau-kalau gadis itu mengetahui pernikahan Tiara dan Abiseka sebelum Abiseka sendiri yang mengatakan kebenarannya.
''Stop disini Pak!'' seru Stefanie dengan suara lembutnya, sambil menyerahkan selembar uang kertas merah pada sopir taksi online tersebut.
''Kembaliannya ambil saja, Pak!'' Stefanie nampak terburu-buru ingin menemui Abiseka kekasihnya. Sopir taksi itu pun tak berkedip memandang wajah ayu Stefanie.
''Ya Allah, yang maha pencipta segala bentuk dan rupa mengapa ia berpenampilan seperti itu? bagaimana jika ada orang ingin berniat jahat padanya?'' ujar Daniel ketika melihat penampilan Stefanie yang nampak menggoda iman dengan dress merah menyala di atas lutut yang dikenakannya.
''Ia pikir disini sedang digelar contest model ternama apa?'' gerutu Daniel yang terlihat kepanasan melihat penampilan Stefanie yang lebih menantang lagi dari sebelumnya.
__ADS_1
Entah kenapa ada rasa tidak rela di hati Daniel melihat penampilan Stefanie yang menampakkan auratnya begitu tertampang sempurna.
''OMG, jadi ... ia ingin bertemu Abiseka Gyantara? aku harus mengikutinya secara diam-diam, semoga saja Abiseka jujur dengan statusnya yang sekarang ini jika dirinya sudah menikah dengan Tiara. Kalau sampai ia berbohong aku harus memberi pelajaran padanya agar kapok mempermainkan perasaan wanita,'' pungkas Daniel sambil mengepalkan tinjunya.
''Ada apa denganku? aku cemburu pada siapa? Stefanie atau Tiara? sepertinya waras ku sedang tidak berfungsi dengan baik? ini akibat terlalu mengikuti keinginan Abiseka, justru pikiranku yang tiba-tiba kacau seperti ini.'' Daniel mengoceh pada dirinya sendiri.
''Mas Abi, aku merindukanmu!'' ujar Stefanie sambil memeluk erat tubuh kekasihnya yang sudah satu tahun terakhir ini tidak di temuinya lantaran kesibukannya menempuh pendidikan di luar negeri hingga membuat mereka harus berhubungan lewat jarak jauh melalui media ponsel.
Abiseka mematung di tempatnya, ia tidak menyambut pelukan hangat dari kekasihnya. Sebab kini ada hati yang harus ia jaga. Ia pun perlahan mengurai pelukan gadis yang begitu terlihat sangat mencintai dan merinduinya.
''Maaf,'' ucap Abiseka dengan mendudukkan dirinya di bangku taman. Dirinya tampak menjaga jarak dari Stefanie, membuat Stefanie sedikit kecewa dengan sikap Abiseka yang tak seperti biasanya.
''Ada apa denganmu? kau terlihat berubah?'' cecar Stefanie dengan seribu tanda tanya yang bergelayut dalam hati dan jiwanya.
''Aku sudah menikah, maafkan aku! detik ini juga aku memutuskan hubungan kita, kau bebas untuk memilih laki-laki manapun untuk menjadi pendamping hidup mu. Perjodohan kita dibatalkan, aku harap jangan pernah kau temui aku lagi. Aku tidak ingin istri ku pun tahu jika dirimu pernah menjadi kekasih ku. Lupakan aku, lupakan tentang kita. Anggap saja aku tak pernah ada. Kau berhak membenci ku,'' ucap Abiseka dengan menundukkan wajahnya. Ia tidak sanggup melihat kepedihan yang terpancar dari sorot mata Stefanie yang sudah berapa tahun ini menjadi kekasihnya.
Bagaikan petir disiang bolong, tak ada angin tak ada hujan kilatan petir seolah menyambar sang wanita pemilik sejuta pesona itu. Bibirnya terasa kelu untuk berucap. Dadanya terasa bergetar hebat, gemuruh emosi yang berkecamuk di hatinya kini membuat wanita cantik tersebut terasa lemah dan tak berdaya ketika mendengar penuturan laki-laki yang selama ini begitu sangat dirindukannya.
__ADS_1
''Katakan jika yang kudengar ini adalah salah mas Abi, kau tidak mungkin menikah dan mengkhianati kepercayaan yang kuberikan padamu?'' cecar Stefanie dengan menggoyang tubuh Abiseka dengan linangan air mata yang begitu deras membasahi pipi mulusnya.