Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
Bab 68. Gagal Making Love


__ADS_3

''Sayang, hari ini kita pulang ke apartemen ya? tokonya tutup sekarang saja, tidak usah sampai malam. Mas ingin menjenguk baby kita,'' bisik Abiseka di telinga istrinya hingga membuat tubuh Tiara kembali meremang.


''Dasar mesum!'' ucap Tiara sambil mendorong pelan tubuh suaminya yang masih erat memeluknya.


''Mesum sama istri sendirikan boleh, tak dilarang agama. Justru sangat dianjurkan,'' ucap Abiseka dengan tatapan yang menggoda.


''Hemmm, itukan maunya Mas Abi pakai berdalih dengan membawa nama agama pula. Iya deh, yang dalam proses hijrah!''


Tiara balik menggoda suaminya sambil melanjutkan ngemil rujak buahnya memanjakan lidahnya untuk terus menikmati makanan yang seolah wajib untuk dikonsumsi bumil yang sedang ngidam di seantero jagat raya.


''Tapi kamu suka, kan?'' goda Abiseka yang kembali disergapi gairah kabut nafsu jika terus berada di dekat istrinya.


Abiseka seperti kecanduan jika sehari saja tidak menikmati indahnya syurga dunia bersama istrinya.


''Masih sore juga Mas, oh ya bagaimana pekerjaan hari ini? meeting dengan kliennya?'' tanya Tiara yang memang sengaja mengalihkan pembicaraan demi menetralkan detak jantungnya yang tak karuan oleh tingkah absurd suaminya yang terus-menerus ingin memakannya tanpa ampun.


Tiara bergidik ngeri jika membayangkan bagaimana suaminya begitu bernafsu beraktivitas di atas tubuhnya.


''Aku gagal meeting sayang, seharian Mas mencarikan rujak buah untuk mu. Alhamdulillah, dapat.''


Abiseka tidak memberitahukan jika dirinyalah yang membuat rujak buah tersebut atas bantuan Bi Inah asisten rumah tangganya, lantaran tidak menemukan tukang rujak keliling.


Tiara menghentikan menikmati rujak buah yang ada di hadapannya, ia pun menatap suaminya dengan rasa bersalahnya.


''Bagaimana ini Mas, papa dan mama pasti marah lantaran Mas gagal melakukan hubungan kerja sama dengan klien,'' ucap Tiara yang tiba-tiba baper.


Mood bumil Tiara, tiba-tiba merasakan kesedihan yang teramat sangat oleh sebab telah merepotkan suaminya hingga pekerjaan suaminya terbengkalai hanya karena permintaan konyolnya.

__ADS_1


''Sayang, jangan di bawa perasaan ya? kau tenang saja pekerjaan ku telah diselesaikan oleh asisten pribadi ku dan juga Papa dan Mama yang mendampingi, jadi jangan khawatir ya?'' ucap Abiseka dengan mengecup sekilas bibir mungil istrinya yang sedang di landa kesedihan.


Netra Tiara membola sempurna ketika mendapati suaminya kembali melakukan aksinya di luar dugaannya.


''Mas Abiiiii, nakalll. Istri lagi bersedih, yang dipikirkan hanya itu saja!'' ucap Tiara pura-pura merajuk.


''Kita tutup toko dulu ya, sayang. Mas benar-benar menginginkan mu,'' ucap Abiseka dengan gairah yang membuncah dapat Tiara rasakan jika hasrat suaminya saat ini telah mencapai ubun-ubun.


Tiara membalas dengan anggukan lantaran tak sampai hati melihat rona wajah suaminya yang sedang terbakar kabut gairah yang begitu sangat bergelora.


''Pemanasan dulu ya, sayang?'' ucap Abiseka sebelum menutup toko herbal milik istrinya.


Abiseka mengecup lembut bibir ranum istrinya yang teramat menggoda, Tiara pun membalas ciuman itu dengan lenguhan yang semakin membakar kabut gairah suaminya.


''Masss, eumhhh!'' lenguh Tiara dengan mengeluarkan suara desah*nnya yang semakin membuat suaminya menggila untuk terus beraktivitas diatas bibirnya.


Kedua pasangan yang halal tersebut pun terus menikmati ciuman panasnya. Suara sesapan lidah keduanya pun seakan membangkitkan kabut gairah keduanya untuk melakukan hal yang telah menjadi ladang pahala untuk keduanya saling memadu kasih menuntaskan segala hasratnya yang semakin bergelora.


''Sebentar, Mas tutup toko dulu ya sayang? kita lanjut dengan making love,'' bisik halus nan menggoda yang di bisikan oleh Gala Abiseka di dekat daun telinga istrinya membuat gairah Tiara pun sudah sampai di titik yang sangat urgent dan ingin segera di salurkan.


''Iya Mas,'' angguk Tiara sambil menggigit bibir bawahnya sambil menahan gejolak rasanya yang juga sudah sampai di ubun-ubun.


''Sabar ya sayang?'' Abiseka mengecup sekilas bibir Tiara sebelum ia menyingkap tirai pembatas etalase toko untuk menutup toko herbal mereka dan segera melanjutkan sesi bercinta dengan istrinya yang begitu sangat menggoda jiwanya.


''Assalamu'alaikum sayang, papa dan mama datang menjenguk kalian. Penasaran kenapa anak mama yang ganteng ini sampai gagal meeting lagi, apa ia benar-benar terdeteksi bucin parah?'' gumam mama Starla sambil tersenyum melihat Abiseka yang baru menyembulkan kepalanya keluar dari balik Tirai.


''Mama, Papa. Kalian kemari?'' tanya Abiseka dengan menahan gejolak rasanya yang sudah sampai di ubun-ubun.

__ADS_1


''Alamat, gagal making love!'' batin Abiseka sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.


''Ucapan salam orang tua itu mesti di jawab dengan salam yang lebih sempurna. Bukan dengan nyengir kuda, itu kenapa wajah mu terlihat merah padam? marah jika mama dan papa kemari? oh tidak bisa, mama juga ingin menjenguk menantu dan calon cucu mama,'' ucap mama Starla sambil bersedekap dada menunggu persetujuan anaknya untuk masuk ke dalam ruangan pribadi mereka demi untuk menemui Tiara menantunya.


''Maaf, wa'alaikumsalam warahmatullahi, silahkan masuk Ma, Pa?'' ucap Abiseka dengan menggeserkan etalase toko guna memberikan celah untuk kedua orangtuanya masuk ke dalam ruangan pribadi mereka.


Mama Starla dan Papa Reyhan pun masuk ke dalam sambil menenteng berapa kresek kantong plastik yang berisi buah tangan khusus untuk ibu hamil.


''Ma, Pa.'' Tiara terlihat santai sambil mencium punggung tangan kedua mertuanya dengan takzim.


Sebelum kedua mertuanya masuk ke dalam Tiara sudah berusaha mengontrol denyut jantungnya yang tidak beraturan lantaran berperang melawan hasratnya yang sempat membuncah oleh sebab ciuman panasnya bersama suaminya yang gagal untuk melanjutkan nikmatnya syurga dunia lantaran tiba-tiba kedatangan kedua orang tua suaminya yang datang tanpa pemberitahuan dahulu.


''Sayang, apa kabar? sehat?'' tanya Mama Starla sambil merangkul dan mengecup kening menantunya.


''Alhamdulillah, sehat Ma.''


Tiara terlihat bahagia dari binar wajahnya. Kedua mertuanya dapat menangkap kebahagiaan yang terpancar dari raut wajah anak menantunya, bahwa pasangan pengantin tersebut sudah menerima pernikahan mereka yang sebelumnya terjadi dengan keterpaksaan.


''Syukurlah, jika begitu Nak!'' ucap Mama Starla lagi.


''Ini kami bawakan buah tangan untuk mu, Nak!'' ucap Papa Reyhan yang memang sangat irit bicara kecuali membahas hal-hal yang penting saja.


''Terima kasih Pa, Ma!'' pungkas Tiara sambil mengambil alih buah tangan dari papa mertuanya dan segera meletakkan buah tangan tersebut pada nakasnya.


Abiseka mengekori istrinya ke arah dapur dan membiarkan kedua orang tuanya duduk lesehan di ruang tengah sambil menonton tayangan televisi yang menayangkan kabar berita terupdate hari ini.


''Sayang, kita gagal making love.'' Abiseka terlihat manyun, sementara Tiara tersenyum mendengar bisikan kecil suaminya dengan raut wajah memerah menahan kabut gairahnya.

__ADS_1


''Nggak apa-apa sayang. Nanti kita lanjutkan diapatermen mu,'' bisik Tiara sambil menyeduh minuman untuk mertuanya.


__ADS_2