Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
Bab 39. Terpaksa Bersandiwara


__ADS_3

Gala meraup wajahnya kasar, hampir saja dirinya mati rasa. Ia merasa takut jika sampai Stefanie datang dengan tiba-tiba bersama-sama dengan Daniel sepupunya. Ia tidak bisa membayangkan jika sampai Stefanie mengamuk di rumah sakit jika mengetahui dirinya telah menikah dengan Tiara yang kini sedang mengandung anaknya, benih yang tidak sengaja ia semai dirahim wanita malang tersebut di malam pesta ulang tahunnya.


''Tiara, apa kabar mu? selamat ya atas pernikahannya!'' tanya Daniel dengan berusaha terlihat setenang mungkin, dirinya sengaja tidak menyapa Gala sepupunya karena rasa kesalnya terhadap pemuda tersebut.


''Terima kasih,'' ucap Tiara terdengar lesu.


Sebenarnya sampai detik ini, Daniel tidak rela jika Tiara ternoda oleh Gala sepupunya. Dirinya yakin jika Tiara merasa tertekan dengan pernikahannya. Akan tetapi, Daniel berusaha untuk menghibur dan mendo'akan yang terbaik untuk Tiara gadis pujaannya.


''Cinta memang tak harus memiliki, akan tetapi kenapa hatiku sakit melihat Tiara terlihat terpuruk seperti ini. Harusnya, ia bahagia dengan pernikahannya. Akan tetapi, terlihat jelas guratan kekecewaan dari sorot matanya.'' Daniel terus membisikkan rasa kesedihan dalam hatinya.


Sampai akhirnya, keheningan itu pun tercairkan dengan kehadiran Viola Arzeta di dalam ruangan VVIP tersebut.


''Tiara, aku datang. Maaf, aku terlambat!'' ucap Viola terlihat menampakkan wajah sendunya sambil mengecup pipi kiri dan kanan Tiara yang masih terbaring di brankarnya.


''Selamat ya atas pernikahannya!'' ucap Tiara di buat semanis mungkin, agar terlihat lembut dan baik di mata Tiara dan semua yang hadir di sana.


''Terima kasih, sudah berkenan hadir. Aku sangat merindukanmu Vi,'' ucap Tiara dengan air mata berlinang di pipinya. Baru dengan sahabatnya Viola, Tiara terlihat bersemangat.


Tiara sama sekali tidak tahu dengan akal bulus Viola, yang begitu bahagia di atas penderitaannya. Tiara mengira jika Viola adalah sahabat baiknya. Ia sama sekali tidak mengetahui jika sahabatnya itu adalah musuh dalam selimut, yang tega menusuknya dari belakang.


Daniel yang melihat tingkah sok manis yang diperlihatkan oleh Viola tersebut merasa sangat jijik dan muak melihat tingkah yang dibuat-buat oleh gadis yang menurutnya tak lebih dari ular kepala dua.


''Sekarang kau bisa menikmati sandiwaramu, akan tetapi awas ... cepat atau lambat seiring berjalannya waktu aku akan membongkar kedokmu sehingga kau tidak dapat berkutik lagi!'' batin Daniel merasa geram melihat tingkah Viola yang tidak selaras dengan lisan dan hatinya.


''Dasar wanita munafik, kau bisa saja membohongi semua orang dengan tingkah sok manismu, tapi tidak dengan ku.'' Daniel tampak mengepalkan tinjunya, dirinya benar-benar kesal melihat makhluk yang ada di hadapannya.


''Hey, kok bengong. Wajah mu kenapa ditekuk seperti itu? habis kesambet ya? Atau jangan-jangan kau tertarik dengan Viola?'' ujar Gala Abiseka tanpa filter.

__ADS_1


''Dia bukan selera ku, wanita idaman ku itu yang lembut nan sholihah,'' ucap Daniel dengan menatap sekilas ke arah Tiara yang sedang bercengkrama dengan Viola.


''Dan aku telah menemukan wanita tersebut, meskipun tak bisa untuk ku miliki!'' batin Daniel meringis pilu. Kata-kata terakhir tersebut hanya dirinya yang bisa mendengarkan dan merasakannya.


Tiara, wanita yang sangat dicintainya di dalam hatinya kini telah menjadi istri sepupunya Gala Abiseka.


''Kau pun bukan tipe ku, jadi jangan terlalu kepedean ya? lelaki idaman ku itu seperti dok---?''


Viola hendak menyebutkan nama dokter Brama, akan tetapi cepat-cepat ia mengatup rapat mulutnya khawatir keceplosan dan terdengar oleh Tiara dan semua yang ada di dalam ruangan tersebut.


Hanya Daniel yang mengetahui sedikit banyak apa yang ada dalam pikiran Viola. Akan tetapi, ia tidak ingin berbuat kericuhan lantaran ada Tiara dan Abiseka di sini.


''Mimpinya jangan ketinggian, Neng! orang yang baik jodohnya orang baik juga sedangkan orang yang buruk jodohnya, ya ... sama-sama buruk juga. Jadi, intinya perbaiki diri dahulu jika ingin mendapatkan jodoh yang baik,'' sela Daniel sehingga viola merasa tertohok mendengarnya.


''Kau pikir, kau terlihat baik. Masih jomblo karatan juga, wajahnya saja yang tampan akan tetapi lidahnya pedas seperti saus cabe campur saos tomat, gimana gitu rasanya!''


''Vio, sudah ... nanti kalian jodoh beneran,'' sela Tiara sambil menahan tawanya melihat tingkah kocak Viola sahabatnya dan Daniel yang tiada hentinya berdebat.


Tanpa sadar, Tiara pun berangkat dari pembaringannya dan menyandarkan tubuhnya di kepala brankar.


''Sayang, hati-hati!'' ucap Gala dengan gerakan cepat menopang kepala istrinya agar tidak terbentur dan bisa duduk dengan teratur.


Mau tidak mau Tiara pun terpaksa menerima uluran tangan Gala yang telah resmi menjadi suaminya. Ia tidak ingin sahabatnya Viola maupun Daniel mengetahui akan kegamangan hatinya yang sama sekali tidak menerima pernikahannya dengan Gala.


Tiara terpaksa bersandiwara di hadapan semua, ''Terima kasih, Mas!'' ujar Tiara dengan senyum yang dipaksakan.


Hati Gala terasa berbunga-bunga ketika mendengar Tiara menyebutnya dengan panggilan Mas.

__ADS_1


''Mas suapi makan, ya? kamu pasti lapar,'' ucap Gala dengan gerakan cepat. Ia ingin segera melayani istrinya sebagaimana perhatian seorang suami pada wanitanya yang kini telah halal menjadi pendamping hidupnya.


''Terima kasih, aku belum lapar. Sebaiknya mas keluar dulu bersama sahabatmu Daniel. Izinkan aku untuk bercengkrama dengan sahabatku Viola Arzeta,'' pinta Tiara dengan terpaksa terus bersandiwara di hadapan teman-temannya.


Bagaimana pun, Gala Abiseka telah menyandang status sebagai suaminya jadi sebisa mungkin di hadapan semua orang sebagai sosok wanita muslimah sudah sepantasnya Tiara memuliakan suaminya meskipun hatinya sedikitpun tidak memiliki rasa terhadap pemuda yang kini telah menjadi suami sahnya.


Bayangan dan impian tentang merajut kebersamaan dalam ikatan suci pernikahan bersama dokter Brama Adyaksa Kyswara hingga detik ini masih terus melekat dan terngiang-ngiang dalam hati dan pikiran Tiara. Raganya menikah bersama Abiseka, akan tetapi hatinya untuk Brama. Tiara tidak bisa menampikkan rasanya saat ini, bahwa hanya Brama yang bertahta di hatinya tiada yang lain.


''Baiklah, mas keluar dulu. Jaga kesehatan mu dan calon bayi kita!'' Abiseka refleks mengusap lembut perut Tiara yang masih rata tertutup dengan gamis yang dikenakannya.


Melihat pemandangan yang sangat tidak mengenakan itu hati Daniel merasa sangat tercubit, dirinya merasa cemburu atas kemesraan yang tercipta antara Abiseka dan Tiara.


Kedua anak manusia itu sangat apik memainkan sandiwaranya menjadi sepasang suami istri yang terlihat harmonis walau sebenarnya hatinya terasa hancur berkeping-keping, menikah tanpa cinta begitu menyesakkan dada untuk Tiara akan tetapi tidak dengan Abiseka, dirinya begitu sangat mencintai Tiara dengan sepenuh hati dan jiwanya kendatipun Abiseka sudah miliki kekasih namun rasa di hati Abiseka, kini hanya untuk Tiara Chadani Putri istrinya. Hingga hari ini ia mengabaikan kepulangan kekasih hatinya Stefanie yang sudah hampir 2 jam menunggu kedatangannya di bandara.


''Maafkan aku Tefa, aku sudah punya istri. Pada saatnya nanti akan jelaskan semua padamu dan kuharap kau pun mengerti dan bisa melupakanku dengan mencari pengganti yang lebih baik dariku,'' batin Gala yang merasa sangat bersalah karena mengabaikan isi pesan dan panggilan dari Stefanie.


Gala sangat yakin jika Stefanie saat ini sedang merajuk padanya, apalagi Daniel sepupunya yang ia minta untuk menjemput kekasihnya itu kini masih berada di rumah sakit. Tentu saja hal itu akan membuat wanita yang masih berstatus kekasihnya itu akan merasa sangat berang lantaran harus menunggu lama.


Di sini di ruangan ini, baik Tiara maupun Viola tidak mengetahui jika Daniel dan Gala Abiseka adalah saudara sepupu sebagaimana dengan dokter Brama, mereka semuanya adalah tiga sepupu yang mencintai satu orang wanita yang sama.


''Ya Allah, kenapa hatiku terasa perih seperti ini melihat kemesraan yang tercipta antara Tiara dan Abiseka?'' bathin Daniel dengan menahan rasa sesak di dadanya, matanya terasa panas dan ingin mengeluarkan butiran bening akan tetapi ia mampu untuk menahannya. Daniel terlihat begitu tegar di tengah kerapuhannya.


''Beginilah, rasanya mencintai seseorang dalam diam,'' bisikan hati Daniel terus meratapi kesedihannya.


Di sisi lain, mereka yang ada di dalam ruangan tersebut tidak menyadari jika dari luar pintu kaca dokter Brama Adyaksa Kyswara menatap penuh kepiluan ketika melihat calon istri yang diharapkannya satu bulan lagi akan berdampingan dengannya di pelaminan kini telah menjadi istri dari saudara sepupunya Gala Abiseka Gyantara.


''Ya Allah, kenapa takdir ini begitu menyengsarakan jiwaku? aku tidak sanggup hidup tanpamu Tiara. Kenapa kau hujam jantung hatiku dengan tusukan mawar berduri, hingga ada luka yang tak berdarah kini bersemayam di hatiku!'' bathin dokter Brama meringis pilu.

__ADS_1


__ADS_2