
Dalam waktu lima belas menit, Daniel telah sampai di cafe xx. Ia pun segera memasuki gerbang pintu cafe xx yang sudah terbuka lebar oleh security yang bertugas di sana. Daniel segera memarkirkan mobilnya, ia turun dengan langkah gontai menuju pos security.
"Assalamu'alaikum, selamat pagi Pak? saya hendak menjemput sepupu saya Gala Abiseka, dia semalam menginap di cafe ini. Tadinya kami mengira ia sudah pulang duluan semalam!" terang Daniel apa adanya.
"Jadi, benar tuan Gala masih berada di dalam? lalu siapa gadis yang keluar dalam keadaan sempoyongan pagi tadi? Ia pun sekitar dua puluh menit yang lalu berlalu pergi dari sini." Security tersebut nampak terkejut mendengar pernyataan Daniel jika Gala semalaman menginap di cafe.
"Maksud bapak seorang gadis cantik mengenakan hijab, kulit putih mulus. Bulu mata lentik, berwajah imut nan ayu. Tutur katanya lembut nan santun, tubuh tinggi ideal seperti artis Nabila Syakieb atau setara artis Inara Rusli?" tanya Daniel terperinci membuat security tersebut tampak melongo mendengar penuturan anak muda yang kini berada di hadapannya.
"Kurang lebih begitulah den, namun gadis tersebut terlihat semerawut dan acak-acakan!" terang security tersebut apa adanya.
"OMG, ini tidak benar!" Daniel mengepalkan tinjunya dan langsung menerobos masuk ke dalam menemui Gala Abiseka dengan raut wajah merah menyala menahan emosi jiwanya.
"Jika sampai ia menodai kepolosan Tiara, aku akan menghajarnya habis-habisan!" gerutu Daniel yang tak terima jika sepupunya Gala Abiseka sampai merusak kesucian Tiara Chandani Putri, wanita yang diam-diam di kagumi olehnya berapa bulan terakhir ini.
Melihat kehadiran Tiara yang tak terduga di cafe xx semalam membuat Daniel secara diam-diam pun terpukau dengan pesona Tiara. Kedatangan Tiara menghadiri pesta ulang tahun Gala Abiseka sepupunya menjadi hal yang sangat istimewa untuk Daniel. Walaupun akhirnya ia harus menyaksikan gadis yang di sukainya berada dalam dekapan sepupunya Gala Abiseka.
Mencintai dan mengagumi Tiara dalam diamnya adalah hal yang istimewa untuk seorang Daniel Mahesa Syailendra dari sejak pertama kali dirinya bertemu dengan Tiara di salah satu pengajian ustadz Abu Ammar tempo hari di Mesjid Al Istiqlal satu bulan yang lalu ketika dirinya baru akan belajar memahami sedikit ilmu tentang syari'at Islam yang selama ini masih banyak hal yang belum dipahami olehnya. Dari semenjak itu Daniel semakin rutin mengikuti kajian di sela-sela kesibukannya. Ia pun mulai belajar mendalami ilmu agamanya agar pada saat yang tepat dirinya bisa ta'arufan dengan Tiara melalui ustadz Abu Ammar, guru pengajiannya.
Akan tetapi mendengar penuturan security yang menjaga cafe xx barusan membuat semangat hidup Daniel jadi melemah, ia kecewa jika memang benar Gala Abiseka melakukan hal yang tidak senonoh pada Tiara Chandani Putri wanita yang sangat dikagumi olehnya.
"Gala Abiseka Gyantara, apa yang telah kau lakukan pada Tiara Chandani Putri!" Daniel menarik kerah baju kemeja Gala Abiseka.
"Tenangkan diri mu! datang-datang langsung memberikan interogasi yang tak jelas. Ini adalah area privasi ku dengan Tiara, kau tidak perlu ikut campur. Biarkan aku menyelesaikan masalahku sendiri!" tegas Abiseka tanpa berniat memberikan penjelasan pada Daniel Mahesa Syailendra sepupunya.
__ADS_1
"Ini juga menjadi urusanku Gala, kau adalah saudara sepupuku. Sepatutnya, aku peduli padamu!" ucap Daniel dengan mode serius.
"Kita pulang sekarang!" ucap Gala terdengar dingin.
"Tidak bisa, kau harus menjawab pertanyaanku dulu Gala!" tandas Daniel dengan terus menginterogasi Gala Abiseka sepupunya.
Gala memutar tubuhnya, dan menatap tajam kearah Daniel. Dengan nafas berat ia pun terpaksa berkata jujur pada saudara sepupunya itu, "Aku telah menodai Tiara!" ucap Daniel dipenuhi rasa bersalah.
"Brukkk!" Daniel mendorong tubuh Gala hingga membentur di tembok. Tidak sampai disitu ia pun melayangkan bogem mentah pada Gala, sehingga sudut bibir pemuda itu pun berdarah.
"Bugh ... bugh ... bugh!" Daniel terus melayangkan tinjunya pada tubuh Gala dengan dipenuhi rasa emosi terhadap sepupunya itu.
"Syaitan apa yang telah merasukimu! Tante Starla dan Om Reyhan tidak pernah mengajarimu berbuat hal yang tidak senonoh. Kau mencoreng nama baik keluarga dan juga reputasi Gyantara Music Group yang selama ini mewarnai music tanah air kita. Aku tidak habis pikir tega-teganya dirimu menodai gadis lugu nan polos seperti Tiara."
Gala pun bangkit dan juga ikut menyandarkan tubuhnya ditembok. Ia memang sengaja tidak melawan serangan dadakan dari Daniel Mahesa sepupunya, sebab dirinya tahu jika dirinya bersalah.
Sebenarnya, mudah bagi Gala untuk melumpuhkan kekuatan Daniel Mahaesa dengan ilmu bela dirinya. Namun, wajah dan kelembutan hati Tiara kini menghiasi hati dan pikirannya sehingga rasa sakit oleh pukulan Daniel terhadapnya tidak dirasakan olehnya. Kepedihan dan kedukaan yang dialami oleh Tiara karena terenggutnya mahkota berharganya lebih berat dibandingkan rasa sakit yang dirasakan oleh Gala akibat pukulan dari Daniel sepupunya.
"Puas kau menghancurkan masa depan Tiara!" bentak Daniel yang masih dipenuhi rasa emosi pada Gala Abiseka sepupunya.
"Kami tidak sengaja melakukannya! semua di luar kesadaran, seperti ada seseorang yang menjebak kami sehingga menyebabkan aku dan Tiara melakukan hubungan terlarang itu setelah kami meneguk minuman di acara pesta semalam!" terang Gala Abiseka dengan mengingat kembali hasratnya semalam bersama Tiara Chandani Putri.
"Maksudmu ada yang membubuhi sesuatu pada minuman kalian?" tanya Daniel agak melemah.
__ADS_1
"Iya!" Angguk Gala.
"Kita pulang sekarang!" ucap Daniel tanpa melihat kearah Abiseka yang terlihat bonyok oleh bogem mentahnya.
Gala pun bangkit dari duduknya dan mengekori Daniel dari arah belakang dalam keadaan terhuyung dan tak beraturan.
Daniel tiba-tiba kepikiran dengan ucapan Viola Arzeta semalam. "Apa mungkin ini ada hubungannya dengan Viola? gadis itu benar-benar bahaya dan sangat beracun, awas saja jika memang terbukti ia yang telah menjebak Tiara dan Gala. Aku akan membuat perhitungan padanya!" batin Daniel dengan dibumbuhi rasa emosi, ia merasa tidak ikhlas melihat kenyataan jika Tiara kini sudah ternodai oleh Gala sepupunya.
"Tiara oh Tiara, betapa perihnya penderitaan mu. Andai kau halal bagiku, inginku hapus kesedihanmu agar segala kedukaan di hatimu berganti menjadi butiran salju yang menenangkan dan menenteramkan jiwa mu!" bathin Daniel meringis pilu.
Kedua saudara sepupu itu pun beranjak pergi dari cafe xx, keduanya pun keluar dari pintu gerbang.
"Den Gala, kenapa jalannya sempoyongan dan wajahnya terlihat bonyok?" sela security yang jaga ketika melihat wajah Gala terlihat tidak beraturan padahal semalam Gala terlihat tampan dan apik-apik saja, namun pagi ini sudah terdapat luka lebam di mana-mana.
"Dapat serangan mendadak dari Buser!" celutuk Gala sambil mengusap wajahnya yang terasa pedas oleh pukulan Daniel yang bertubi-tubi padanya. Ia pun segera masuk kedalam mobil dan menyandarkan kepalanya di kursi mobil. Sementara Daniel tidak peduli atas keluhan Gala, baginya Gala pantas mendapatkan itu semua, sebagai hukuman karena telah merusak kesucian Tiara yang ternyata wanita yang sangat dicintai olehnya.
"Apa mungkin ia dipukuli oleh aden yang di sebelahnya? ckk ... ckk ... ckkk, anak muda zaman sekarang sukanya gontok-gontokan, pasti yang diperebutkannya adalah seorang wanita!" batin security tersebut dengan menggeleng-gelengkan kepalanya mengingat tadi ia melihat jelas seorang gadis keluar dari cafe xx dalam keadaan yang berantakan seolah-olah sesuatu yang buruk telah terjadi.
Namun, security tersebut tidak ingin terlalu ikut campur dengan urusan para anak muda tersebut. Kedua anak muda itu pun hilang dari pandangannya, tinggallah security tersebut menatap penuh keprihatinan mengingat hal yang tak terduga terjadi di hadapannya.
***
"Hiks ... hiks ... hiks," Tiara meringis pilu di dalam kamar mandi. Ia memilih pulang ke toko Chandani Herbal miliknya ketimbang harus pulang ke rumah orang tuanya dalam keadaan yang acak-acakan dan tidak baik-baik saja.
__ADS_1
"Aku benci pada mu Gala Abiseka, kau telah merusak masa depan hidupku!" gumam Tiara sambil mengguyuri tubuhnya dengan air shower untuk menghilangkan jejak percintaannya dengan Gala Abiseka semalam.