Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
Bab 120. Extra Part 2 ( Melahirkan Secara Spontan )


__ADS_3

Sejak dari pagi hingga hampir menjelang sore Tiara dan keluarganya dengan sabar menanti kelahiran bayi mungil mereka.


"Mas, aku ingin berjalan menelusuri pelataran rumah sakit. Mana tahu setelah itu aku bisa melahirkan secara spontan," ujar Tiara dengan turun dari brankarnya.


''Iya, sayang hati- hati! mumpung papa dan mama lagi di luar kita pun ikut keluar. Mas juga capek dari sejak pagi tadi menunggu kelahiran baby twins kita, ia pun belum menampakkan wajahnya di atas muka bumi ini.'' Abiseka pun menuntun Tiara menelusuri koridor rumah sakit.


''Mas, aku bisa sendiri! semoga saja usaha kita ini membuahkan hasil. Aku ingin secepatnya melahirkan," ujar Tiara dengan terus berjalan tanpa alas kaki menelusuri jalan yang di lalui orang- orang yang ada di rumah sakit Permata Bunda.


Tiga puluh menit sudah Tiara menelusuri koridor rumah sakit, ia pun terlihat kelelahan sambil memegang perutnya yang buncit.


''Mas, Tia mau minum, mau ngemil buah kurma juga biar nantinya proses melahirkan lebih mudah. Aku juga mau makan nasi Padang mas, perut ku lapar sekali. Sepertinya baby kita makan banyak sebelum mommy melahirkan,'' ucap Tiara bersemangat. Keringat mengucur deras di dahinya, Abiseka pun mengusap lembut peluh wanita terkasihnya dengan sapu tangan.


''Minum dulu airnya, ini buah kurmanya silahkan dimakan dulu. Mas akan belikan nasi Padang untuk mu. Kau tunggu disini, aku akan panggilkan mama untuk menemani mu,'' ujar Abiseka dan di angguki oleh Tiara.


''Ma, tolong temani istri Abi Ma. Abi hendak membelikan nasi padang buat Tiara, katanya ia lapar,'' ujar Abiseka dengan menemui mamanya yang sedang duduk di bangku tunggu yang ada di luar ruangan rawat Tiara.


''Baiklah nak, jangan lama- lama nanti khawatir istrimu tiba-tiba melahirkan. Sebagai seorang ayah kau harus siap menemani istrimu yang akan melahirkan,'' ujar mama Arla mengingatkan.


''Siap, ma!'' Abiseka pun bergegas mengendari mobilnya menuju rumah makan padang demi untuk memenuhi keinginan sang istri.


Tidak butuh waktu lama Abiseka pun sudah kembali, ia membelikan empat bungkus nasi padang untuk Tiara, mamanya, papa Reyhan dan juga untuk dirinya sendiri.


''Assalamual'aikum, sayang! lihat apa yang mas bawakan untuk mu, nasi padang paling enak yang pernah ada. Kau pasti menyukainya, dan yang ini special untuk mama dan papa. Juga untuk mas sendiri,'' ujar Abiseka sambil mengeluarkan kantong kresek berisi nasi padang.


''Wa'alaikumsalam warahmatullahi,'' semua yang ada di dalam ruangan menjawab serempak salam dari Abiseka. Mereka pun mengucapkan terima kasih pada Abiseka.


''Sayang, mas suapi ya? biar baby twins-nya merasakan kasih sayang daddy-nya.''


''Oke, dad." Tiara terlihat manja.

__ADS_1


Abiseka pun menyuapi istrinya dengan telaten, Tiara begitu sangat menikmati nasi padang suapan suaminya.


Waktu pun telah menunjukkan pukul 17.40 wib, di pertengahan suapannya Tiara merasakan ada sesuatu yang keluar dari area sensitifnya.


"Mas, apa yang terjadi? Mengapa aku merasakan basah di area sensitif ku?" keluh Tiara. Hanya dengan seperkian detik gamis yang dikenakan Tiara sudah terlihat basah di bagian bokongnya.


"Ma, apa yang terjadi dengan istri ku?" pekik Abiseka histeris, ketika melihat ada cairan yang membasahi pakaian yang dikenakan istrinya.


Mama Arla tampak tertawa menampilkan deretan gigi putihnya, melihat tingkah unik Abiseka puteranya. "Itu namanya air ketuban, Nak! itu menandakan istrimu akan segera melahirkan," ujar mama Arla sambil tersenyum.


Abiseka kegirangan bercampur haru, ia pun menekan tombol gawat darurat. Selang berapa detik para suster pun segera berlari masuk ke dalam ruangan Tiara.


"Suster, istriku akan segera melahirkan!'' seru Abiseka, ketika mendapati para suster sudah berada di dalam ruangan.


"Baiklah, bapak yang tenang ya? kami akan menangani istri tuan dengan baik," ujar suster tersebut sambil tersenyum melihat tingkah Abiseka yang begitu menggemaskan.


Ketiga suster dan seorang dokter yang menangani Tiara pun dengan cepat mengatasi permasalahan tersebut.


"Sabar, ya sayang. Demi baby twins kita bertahanlah!" ujar Abiseka sambil mengusap perut Tiara untuk menguatkan istrinya.


''Ini terasa mulas sekali mas, seperti ingin buang air besar. Tapi, ini sangat menyakitkan."


Rasanya Tiara ingin turun dari brankarnya menahan rasa mulas di perutnya. Abiseka pun terus mensupport istrinya. ''Baby twins- nya Daddy dan mommy cepat-cepat keluar dari perut mommy ya, nak? kasian mommy,'' ujar Abiseka sambil berinteraksi dengan bayi kembar yang ada di dalam perut Tiara.


Setelah interaksi Abiseka terhadap kedua bayi kembar mereka, Tiara pun merasakan pulas yang semakin menjadi-jadi. Ia benar-benar tidak kuat lagi menahan rasa pulasnya.


''Tenang nyonya, tarik nafas dan hembuskan pelan!'' ujar dokter ahli kandungan dan dibantu oleh 3 orang perawatnya.


Tiara pun mengikuti interupsi sang dokter. Seorang suster pun memeriksa area kewanit**n Tiara.

__ADS_1


''Ini sudah pembukaan 1, 2, 3, 4, 5 dan seterusnya, sebentar lagi Nyonya akan segera melahirkan!'' ujar suster yang memeriksa jalan lahir Tiara.


Dokter pun segera menginterupsi dua suster yang lain agar siap siaga. Tiara pun di infus dan diberikan injeksi pada selang infusnya untuk memberikan tenaga pada ibu muda itu.


Dokter ahli kandungan dan tiga orang susternya nampak terus menyemangati Tiara. ''Sedikit lagi, nona muda, sedikit lagi! kepala bayinya mulai terlihat, kita pakai alat bantu ya?" seru seorang suster.


Atas interupsi dokter spesialis kandungan seorang suster pun mengarahkan gunting stainless yang berkilau tajam pada area sensitif Tiara.


Tiara memejamkan matanya ketika benda tajam itu menyobek miliknya di bawah sana. Antara rasa sakit digunting dan melahirkan bercampur menjadi satu. Tiara bergidik ngeri ketika menyaksikan benda tajam itu dengan mudahnya menyayat area kewanit**nnya.


''Sabar ya sayang, kuatkan dirimu!" Abiseka memejamkan matanya ketika menyaksikan pemandangan yang sangat menyeramkan itu. Ia tidak dapat membayangkan bagaimana rasa sakit ketika seorang ibu berjuang hidup dan mati dalam melahirkan anak- anaknya.


Abiseka seolah meringis kesakitan, ia seolah merasakan rasa sakit yang dirasakan istrinya. Seiring nafas Tiara yang seolah tinggal separuh, baby yang berjenis kelamin perempuan itu pun keluar lewat jalan lahir yang memang begitu sangat mudahnya. Meskipun jalan lahir itu harus disayat demi untuk mempermudah proses persalinan.


Kumandang adzan Maghrib pun bergema seiring kelahiran baby selanjutnya, tangisan dua bayi kembar itu pun saling bersahutan mengikuti gemanya adzan.


"Alhamdulillah,'' ucapan rasa syukur terucap dari lisan kedua pasangan muda tersebut.


Tiara terus mendawamkan dzikir dalam hatinya dari sejak mulai ia ingin melahirkan hingga sekarang dua pasang bayi kembar itu telah lahir secara spontan dari rahimnya dalam kurun waktu dua puluh lima menit saja Tiara dapat melahirkan secara normal. Ia merasa lega karena telah menjadi ibu dan istri yang sempurna untuk anak dan suaminya.


''Terima kasih, sayang!'' ujar Abiseka sambil mengecup kening istrinya.


Dua bayi kembar itu pun masih terlihat memerah, para suster dan dokter yang menangani Tiara ikut merasakan kebahagiaan kedua orang tua itu. Mereka begitu gemas dengan dua bayi kembar yang berjenis kelamin perempuan itu.


''Maa syaa Allah, baby twins kita benar-benar duplikat daddy-nya,'' ujar Abiseka sambil tersenyum melihat kehadiran tangan- tangan mungil itu di boxnya.


Tiara pun ikut tersenyum melihat buah hati mereka yang kini telah hadir mewarnai kehidupan mereka. Rasa sakit melahirkan itu pun berganti dengan rasa kebahagiaan yang tiada tara. Tiara benar-benar tidak menyangka jika ia bisa melahirkan bayi kembar dari Gala Abiseka Gyantara laki-laki yang dulu begitu sangat dibencinya. Namun, kini ia justru tidak bisa hidup tanpa Abiseka walau hanya sedetik saja.


Kedua orang tua Abiseka pun segera memasuki ruangan rawat inap Tiara, setelah proses persalinan itu selesai.

__ADS_1


''Maa syaa Allah, cucu omma!" seru Starla sambil menyentuh lembut kedua tangan- tangan mungil cucu kembarnya.


__ADS_2