Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
Bab 49. Aku Bukan Boneka


__ADS_3

''Iya, untuk sementara waktu kau dalam pengawasan ku. Jadi, jika kau ingin kemana-mana atau butuh apa-apa aku siap untuk menemani mu. Sementara waktu Abiseka belum bisa untuk ditemui. Jika ada hal yang ingin kau tanyakan tentang Abiseka kau bisa menghubungi ku langsung tanpa harus menganggu aktivitasnya,'' terang Daniel membuat Stefanie semakin curiga dengan tingkah aneh Daniel yang tidak masuk akal.


''Jika kau tak ingin mengantar ku, biar aku saja yang pergi sendiri ke rumah Tante Starla dan Om Reyhan. Kau tidak perlu menemani ku, dan aku bukan boneka yang semau kalian hendak menguasainya. Sebaiknya kau pergi dari apartemen ku dan jangan coba-coba untuk menganggu ku apalagi memantau gerak-gerik ku, aku bisa berdiri sendiri tanpa ada siapapun yang mendampingi ku. Aku tidak butuh bodyguard, kau pergilah dari hadapan ku!'' usir Stefanie sambil menutup pintu apartemennya dengan menekan tombol kata sandi yang ia kira tak seorang pun tahu kode masuk apartemennya. Padahal, Daniel sudah lebih duluan mengetahui itu semua tanpa sepengetahuan Stefanie.


''Tefa, tunggu!'' pekik Daniel histeris, dengan mengetuk-ngetuk pintu apartemen Stefanie.


''Gawatttt, jika ia nekad mendatangi kediaman Tante Starla dan Om Reyhan semuanya akan terbongkar sebelum Gala Abiseka memberitahukan semuanya jika ia sudah menikah, pasti akan terjadi perang dunia kedua. Tidak mungkin aku selalu berdiri tegak di sini mengawasinya, aku pulang saja. Gerah juga seharian menemani seorang wanita, yang lebih banyak diamnya ketimbang bicaranya. Sekali bicara langsung pada akarnya. Beginilah jika berhadapan dengan wanita yang terbiasa hidup mandiri, kecerdasannya sangat luar biasa,'' gumam Daniel sambil menghidupkan mesin mobilnya dan meninggalkan Stefanie sendiri di apartemennya.


''Aneh, aku harus menyelidiki kebenarannya. Kenapa Mas Abi dan Daniel begitu terlihat kompak untuk membatasi ruang gerak ku. Apa yang terjadi sebenarnya? ada hal yang mereka sembunyikan dari ku. Awas saja jika Abiseka sampai berselingkuh dan membohongi ku. Aku tidak akan pernah memaafkannya.'' Stefanie menghempaskan tubuhnya di atas ranjang king sizenya.


''Ya Allah, perutku lapar sekali. Mana stok makanan belum ada. Terpaksa aku pesan online,'' gumam Stefanie sambil memegang perutnya yang terasa sakit dan perih akibat menahan lapar.


Bunyi bel apartemennya pun berulang kali berbunyi tanpa henti, sehingga membuat Stefanie terpaksa bangkit dari pembaringannya.


''Siapa sih yang menganggu ku, jangan bilang itu Daniel. Jika iya, biarkan aku memukulnya dengan teflon biar kapok menganggu ku.''


Stefanie pun menenteng teflon miliknya dan berniat untuk memukul Daniel agar kapok untuk menjadi bodyguardnya.


''Siapa?'' Stefanie hampir memukul seseorang yang kini ada di hadapan pintu apartemennya.

__ADS_1


''Maaf, ini ada titipan untuk nona Stefanie!''


Petugas pengantar makanan tersebut pun memberikan beberapa snacks dan makanan yang ada di kantong kresek yang di pesan Daniel special untuk Stefanie, ia tidak ingin membiarkan gadis itu kelaparan barang sesaat pun. Sebab, ia diberikan wewenang oleh sepupunya untuk mengawasi pergerakan gadis itu meskipun dari jarak jauh sekali-sekali.


''Terima kasih, ini titipan dari siapa? makanannya banyak sekali?'' Stefanie membolakan matanya dengan sempurna, ia yang sedang kelaparan pun merasa tidak sabaran untuk membuka satu persatu isi kantong kresek itu, akan tetapi ia masih berusaha untuk menahan diri sebelum petugas pengantar makanan itu pergi dari hadapannya.


''Dari seorang pemuda tampan, katanya ini spesial untuk Nona.'' Petugas COD itu pun pergi dari hadapan Stefanie yang masih patung di tempatnya sambil menenteng lima kantong kresek yang berisi makanan tersebut.


''Siapakah yang telah mengirimnya kemari? Mas Abi tidak mungkin, ia kan tidak begitu memperdulikan kedatanganku. Jika aku tidak menghubunginya, ia pun tidak menghubungiku? ia terkesan cuek padaku, tapi ya sudahlah ... perutku pun sudah lapar lebih baik aku nikmati semua hidangan ini. Setelah kenyang baru aku akan menelusuri jejak mas Abi, kesibukan apa yang telah ia lakukan sampai melupakan pacarnya sendiri?'' gumam Stefanie sambil mengecek semua makanan yang ada di dalam kantong kresek tersebut.


''Ada Snack dan buah-buahan juga, hemmm ... ayam geprek ala Indonesia beserta lalapannya. Pedas level 1? darimana ia mengetahui semua makanan favoritku, meskipun berada cukup lama di luar negeri aku memang sangat menyukai makanan khas Indonesia. Sudah sangat lama lidah ku tidak mencecapi makanan khas Indonesia, sudah bosan rasanya bergelut dengan makanan khas luar negeri, sekarang saatnya menikmati hidangan tanah kelahiran sendiri.''


''Ding.'' Bunyi pesan masuk di ponsel milik Stefanie seolah mengganggu aktivitas makannya.


''Siapa sich yang menganggu aktivitasku? semenjak pulang ke Indonesia aku tidak tenang, selalu ada saja yang menerorku dalam keadaan apapun. Mereka pikir aku boneka apa yang selalu di perhatikan seketat ini? aku tidak butuh bodyguard,'' ujar Stefanie sambil meraih benda pipihnya.


📲 ''Jangan, makan terburu-buru! takkan lari gunung dikejar, semua itu memang kusiapkan untukmu. Tidak akan ada yang berebutan makanan denganmu.'' By : Daniel Mahesa Syailendra.


''Dia lagi, apa ia tidak bosan terus menjadi detektif ku?'' Stefanie tampak mengomel, ia merasa risih selalu diikuti oleh Daniel dari segala arah.

__ADS_1


Tanpa diketahui oleh Stefanie, Daniel telah memasang CCTV khusus yang telah tersambung dengan ponsel pribadinya dengan kediaman Stefanie. Ponsel gadis itu pun terhubung dengan ponsel milik Daniel melalui sambungan GPS khusus. Apa pun yang di lakukan oleh Stefanie, Daniel mengetahui setiap pergerakannya. Daniel pun telah memasang alat CCTV tersembunyi di setiap sudut apartemen Stefanie, kecuali kamar mandi sehingga dirinya terus bisa memantau pergerakan gadis tersebut kemanapun ia pergi.


Stefanie pun tidak merespon isi pesan Daniel. Ia lebih memilih fokus menikmati makanannya ketimbang mempedulikan ocehan Daniel.


''Jadi ia yang mengirimkan makanan untukku? Bodoh amat, yang penting perut ku kenyang. Nanti juga ia kewalahan jika terus memonitoring ku. Aku berasa seperti selebritis ada yang meng-follow.''


Stefanie terus mengunyah makanannya tanpa mempedulikan setiap pesan Daniel yang tak jelas menurutnya.


Sementara, Daniel tersenyum melihat tingkah polah Stefanie yang sangat menggemaskan dalam pandangannya.


''Ia terlihat manis sekali, seperti boneka Barbie. Kenapa Abiseka menyia-nyiakan wanita sesempurna Stefanie? Jika terus dibimbing aku yakin gadis itu bisa menjadi wanita shalihah. Sayang sekali jika nantinya ia harus patah hati saat mengetahui laki-laki pujaannya telah menikah. Syukurlah aku bisa move on dari Tiara yang belum sempat untuk ku dekati lantaran sudah keduluan di sambar Abiseka. Aku kalah satu langkah dari dirinya dan Brama pun yang sudah menjabat status calon suami pun harus mundur terpaksa oleh sebab calon istrinya duluan di embat Abiseka secara tidak sengaja,'' gumam Daniel sambil terus melihat setiap pergerakan Stefanie dari ponselnya.


''Lumayan untuk hiburan khusus mengobati luka hatiku sebab kecewa lantaran wanita yang ku puja telah menikah dengan saudara sepupuku.'' Daniel menopang dagunya sambil terus memperhatikan Stefanie yang begitu sangat menikmati makanannya. Gadis itu sama sekali tidak menyadari jika dirinya menjadi pusat perhatian dari seorang Daniel Mahesa Syailendra lewat rekaman CCTV pribadi milik Daniel.


***


''Kau di luar saja, tidak usah masuk ke dalam! Baru di tinggal 3 hari saja toko ini sudah sangat berantakan dan penuh debu di mana-mana, ini semua gara-gara mu, kalau saja aku tidak hamil anak mu tidak akan ada adegan pingsan di kamar mandi dan aku pun saat ini pasti masih bersama mas Brama,'' gerutu Tiara yang masih belum bisa menerima pernikahannya dengan Gala Abiseka.


''Kau kini telah menjadi istri ku, ku mohon jangan pernah menyebut nama laki-laki lain di hadapan ku! setidaknya kau bisa menghargai ku sebagai suami mu, meskipun belum ada cinta di hati mu!'' tegas Abiseka sambil menahan rasa sesak di dadanya oleh sebab Tiara selalu menyebut nama Brama di hadapannya.

__ADS_1


__ADS_2