Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
Bab 60. Tak Bisa Melupakannya


__ADS_3

Daniel mengemudi mobilnya dengan kecepatan tinggi, pasalnya ia sedang berusaha melawan pergolakan batinnya.


''Oh Tuhan, inikah rasanya sesuatu yang menjalar dan menyengat bagaikan aliran listrik seperti yang dirasakan oleh orang-orang yang pernah melakukan hubungan dengan pasangannya. Gadis itu benar-benar telah meluluhkan dan melumpuhkan diri ku. Bisa-bisanya aku tertipu padanya hingga melemahkan biduk keimanan ku?'' Daniel terus menggerutuki kebodohannya, akibat terbuai oleh sentuhan lembut Stefanie yang sengaja menjeratnya dengan sikap manjanya yang seolah-olah merasa kecewa dan tersakiti oleh keadaan.


Nyatanya, Stefanie sengaja memanfaatkan keadaan untuk meluluhkan hati dan benteng pertahanan Daniel yang selalu merendahkan gadis tersebut dengan kata-kata yang sangat menusuk jantung hati.


''Tefa, kenapa kau membuat ku menjadi gamang seperti ini?'' Daniel menyentuh bibirnya yang baru saja di cumbui oleh gadis yang kini telah mencuri hatinya tanpa ia sadari rasa itu pun perlahan bertumbuh tanpa bisa ia mengelak lagi.


''Arghhhh, apa yang terjadi pada ku? bisa-bisanya aku terhipnotis dengan pesonanya, ia benar-benar telah mempengaruhi hati, pikiran dan jiwa ku.'' Daniel mengacak-acak kasar rambutnya. Tanpa sadar ia pun telah sampai di halaman rumahnya.


''Untung saja papa dan mama sedang keluar kota mengurusi urusan bisnisnya. Jika tidak, mereka pasti akan bertanya-tanya kenapa aku pulang-pulang dalam keadaan acak-acakan begini,'' gerutu Daniel dengan segera membuka pintu gerbang rumahnya dan kemudian menjalankan mesin mobilnya masuk ke dalam dan memarkirkannya dengan terburu-buru.


''Oh shittt, kenapa si Junior ku masih berdiri tegak seperti ini. Untuk saja Bi Surti dan Mang Udin sedang cuti, jika tidak aku bakal ketahuan seperti cacing kepanasan.'' Daniel terus mengoceh seperti ibu-ibu arisan.


''Ding,'' bunyi pesan masuk di ponselnya sedikit menganggu kepalanya yang sedang pusing memikirkan jalan keluar dari permasalahannya yang baru kali ini dialaminya.


📲 ''Sayang, kamu dimana? aku yakin kau kini sedang kepanasan. Maafkan aku ya telah membuat mu seperti ini? main sendiri juga bisa, kok!''


Isi pesan Stefanie yang terdengar vulgar, ia sengaja memantik gairah Daniel yang sebelumnya telah menginjak harga dirinya.


Stefanie sengaja menggoda dan memanas-manasi Daniel yang sedang berperang melawan keinginan nafsunya yang sudah mencapai ubun-ubun. Gadis itu terkekeh, sambil membenamkan tubuhnya di bathtub. Setelah berhasil mengerjai dan mengelabui Daniel, gadis itu tampak tersenyum senang.

__ADS_1


''Tak dapat akar rotan pun jadi,'' gumam Stefanie yang merasa kecewa dengan kepenghianatan Abiseka terhadapnya. Hingga ia nekad menjadikan Daniel sebagai pelampiasan cintanya yang kandas dan gagal memiliki Abiseka seutuhnya sebagai pendamping hidupnya.


''Not bad, ia baik juga. Tak ku sangka ia pun menikmati dan membalas ciumanku. Meskipun terlihat masih kaku, apa ia belum pernah beraktivitas di bibir wanita. Ia terlihat lugu dan polos sekali!''


Stefanie terus memikirkan tentang Daniel, tepatnya ia tidak bisa melupakan adegan nekadnya menyambar bibir Daniel dengan di ikuti kabut hawa nafsunya yang memang tak bisa ia kontrol.


''Harusnya aku marah dan sakit hati yang teramat sangat dengan Abiseka yang telah mengkhianati ku. Secepat itukah aku move on darinya? kenapa kehadiran Daniel dalam hidup ku justru menjadi pemantik gairah dan semangat ku? gila, apa yang terjadi pada ku? sepertinya aku harus dibawa ke psikiater untuk terapi akal sehat ku,'' gumam Stefanie sambil terus merendamkan tubuhnya dengan air mawar yang semerbak di bathtubnya.


''Kira-kira apa yang sedang ia lakukan sekarang? apa pesanku di balas olehnya?''


Stefanie pun menyelesaikan ritual mandinya dan segera mengenakan handuk dan kimononya.


''Ya, nggak ada balasan!'' Stefanie mendecak frustasi sambil menggigit jari telunjuknya, entah kenapa ia merasa kesal ketika melihat kenyataan pesannya tidak digubriskan oleh pemuda yang berapa menit lalu di cumbuinya.


Daniel hendak menganti bajunya dengan pakaian santai, akan tetapi benda pipihnya terlihat menyala menandakan ada pesan yang masuk.


''Stefanieeee, ia benar-benar memancing ku untuk memangsanya. Awas saja, jika nantinya ia telah menjadi istri ku akan ku buat ia tidak bisa berjalan lagi. Astaga, apa yang terjadi dengan ku? sepertinya pikiran ku telah terkontaminasi pengaruh buruknya, ahhhhhhh ... gadis itu benar-benar membuat ku gila. Kenapa aku sama sekali tidak bisa melupakannya? Apa aku akhirnya menjilati ludah ku sendiri?'' pekik Daniel dengan terus menggerutuki kebodohannya sendiri.


''Ding!'' giliran Daniel yang tak tahan jika tidak membalas isi pesan wanita yang kini tiba-tiba mengisi relung hati dan jiwanya.


📲 ''Jaga diri baik-baik! aku akan mempertanggung jawabkan perbuatan ku pada mu. Aku akan segera menikahimu!'' by: Daniel Mahesa Syailendra.

__ADS_1


Isi pesan itu mampu membuat gadis yang sedang mengalami patah arang tersebut melongo dan tidak menyangka jika Daniel yang mulanya sangat tidak menginginkannya akhirnya berlutut dan menawarkan diri untuk segera menikahinya.


''Whattttt, apa ia tidak sadar dengan apa yang diucapkannya? bukankah itu hanya sekedar ciuman? ia kan tidak menghamili ku, kenapa harus bertanggung jawab? ia memang benar-benar pria terpolos yang pernah ku temui,'' gumam Stefanie terdengar pelan.


''Aku cuekin saja deh, tak perlu membalas pesannya. Dan tak perlu mengirimkan pesan apa-apa lagi. Aku ingin lihat seperti apa tanggung jawabnya, apa ia akan tetap mencari ku?'' gumam Stefanie sambil memoles kukunya dengan nail henna. Gadis itu tampak tersenyum senang, hatinya merasa terhibur dengan kehadiran Daniel disisinya.


Meskipun mulanya Stefanie merasa risih akan kehadiran Daniel yang tiada henti mengekorinya menjadi detektif dan bodyguard tanpa bayaran untuknya justru kini ia sangat merindukan kehadiran laki-laki tersebut setelah aksi nekadnya mencium paksa bibir laki-laki yang kini telah bertahta di hatinya. Tanpa mereka sadari perasaan keduanya pun tidak bertepuk sebelah tangan. Justru tanpa mereka sadari secara perlahan rasa itu pun bertumbuh menyelimuti hati keduanya.


***


Di Toko Chandani Herbal.


''Sayang, sarapan dulu! aku sudah memasak sayur bening untuk mu. Kau cukup duduk manis di situ, dan aku yang akan menyuapimu.''


Abiseka melepaskan apron memasaknya, sedangkan Tiara lebih fokus memainkan ponselnya setelah melakukan ritual mandinya akibat aktivitas panasnya di pagi hari bersama suaminya.


Tiara belum berniat untuk membuka toko herbal miliknya, mengingat area sensitifnya yang masih terasa sakit akibat terus digempur habis-habisan oleh suaminya yang sedikit pun tidak memberinya celah untuk sekedar bernafas lega.


''Buka mulutnya, aaaaa ....''


Abiseka hendak menyuapi istrinya, akan tetapi Tiara terus menolaknya. Mood bumilnya tiba-tiba kembali meradang.

__ADS_1


''Aku belum lapar,'' sela Tiara sambil menutup rapat mulutnya dengan tangan kanannya.


__ADS_2