Sebening Dukamu

Sebening Dukamu
Bab 57. Ceraikan Aku dan Lanjutkan Dia!


__ADS_3

Tiara hendak mengangkat tubuh suaminya, akan tetapi dirinya tidak mempunyai kekuatan untuk itu. Sebab, Abiseka memiliki tubuh yang sangat kekar hingga Tiara kesulitan untuk memapahnya.


Andre dan Dimas pun membantu Tiara membopong Abiseka ke dalam mobil, sehingga Tiara hanya perlu duduk manis di dalam mobil menunggu kedua anak muda itu mengangkat suaminya.


''Terima kasih, tolong salah satu dari kalian bawa motor matic ku ke toko herbal xx. Malam ini kami menginap di sana, mobil Mas Abi biar aku yang kemudi.'' Tiara pun menjalankan mobil suaminya dan membiarkan sang empunya mobil tertidur lelap.


''OMG, istrinya Abiseka cantik sekali. Beruntung si Abi bisa mendapatkan gadis sekece itu,'' pungkas Andre di penuhi rasa kagum terhadap sosok Tiara Chandani Putri.


''Lebih beruntung lagi karena Abi mendapatkan istri solehah yang bukan hanya parasnya saja yang cantik tetapi hatinya begitu memancarkan cahaya keimanan yang begitu terlihat jelas dari bahasa tubuh dan sinar matanya serta ucapannya yang lembut. Aku tidak habis pikir bisa-bisanya si Abi menodai gadis sebaik dan sepolos Tiara.'' Dimas tampak berpikir keras.


''Apa mungkin ada yang menjebak mereka?'' pungkas Dimas lagi dengan mengambil kesimpulan berdasarkan pemikirannya yang jernih.


''Mungkin saja, akan tetapi siapa ya?'' sela Andre sambil menaruh jari telunjuknya di dagunya tanda berfikir keras.


''Apa mungkin si Viola ya? sebab malam itu terlihat sekali gelagat aneh jika dirinya hendak mencelakai Tiara, jika itu benar terjadi ini tidak bisa dibiarkan kita harus memberikan hukuman yang setimpal pada Viola untuk memberikan efek jera atas perbuatannya yang tak beradab.'' Dimas terlihat sangat geram, entah mengapa dirinya pun tidak rela jika Tiara dinodai oleh Abiseka sahabatnya.


''Kenapa kau yang terlihat berang dan kepanasan bro?'' tanya Andre dengan menepuk-nepuk pundak Dimas.


''Bukan apa-apa bro, aku tidak suka saja jika ada yang menzholimi orang lain. Apalagi wanita itu sangat baik dan tak bersalah, apa motifnya coba sampai tega melakukan perbuatan keji seperti itu?'' Dimas sangat yakin jika semua itu adalah ulah Viola Arzeta sahabat akrab Tiara sendiri.


''Itu ranah pribadi wanita bro, aku tidak ingin terlalu memikirkan hal-hal yang bisa membuat kepalaku pusing. Makanya aku lebih betah menjadi jomblo sejati daripada mempunyai pacar apalagi pendamping hidup, ribet mengenal karakter wanita membuang waktuku saja,'' sela Andre yang memang dari sejak dulu betah untuk menjadi jomblo akut sama juga seperti Daniel yang termasuk salah satu anggota grup band mereka juga sama-sama jomblo sejati.

__ADS_1


Di antara mereka berempat, hanya Abiseka yang mendapat gelar play boy cap gayung. Dimas pernah pacaran tapi baru satu kali setelah itu ia tidak ingin lagi menempuh pacaran sebab trauma diselingkuhi pacarnya yang kemudian menikah dengan pria lain.


Sedangkan Andre memang hobby memuji wanita cantik, akan tetapi ia tidak punya nyali untuk mendekati mereka apalagi sampai pacaran. Ia hanya ingin berteman saja, hatinya belum terketuk untuk mempunyai kekasih hati. Dirinya lebih tenang sendiri, dan mempunyai sejuta kebebasan untuk berkarya tanpa ada yang mengekang.


''Ya sudah ... biar aku yang bawa motor Tiara. Kau cukup mengekoriku dari belakang,'' titah Dimas sambil menyerahkan kunci motor sportnya pada Andre.


''Oke brother, gue siap jadi pengawal kalian!'' seloroh Andre yang memang ketika pergi ke tempat hiburan tersebut ia berduaan dengan Dimas. Mereka memang suka nongkrong di tempat hiburan, Cafe dan sejenisnya. Akan tetapi, satu hal mereka tidak mudah untuk celap-celup sana sini dengan sembarang wanita.


''Shitttt,'' Dimas menginjak rem mendadak ketika Tiara tiba-tiba telah sampai di depan toko herbalnya. Dimas yang tidak pernah mengendarai motor matic pun terpaksa mengimbangi pergerakan Tiara yang masih sangat labil dalam mengendarai mobil di depannya.


Andre yang berada di arah belakang seketika tertawa melihat gaya kaku Dimas yang tak biasa mengendarai motor matic wanita.


Tiara dengan wajah polosnya pun turun dari dalam mobil milik suaminya, ''Merepotkan sekali, bisa-bisanya ia tertidur pulas setelah apa yang ia perbuat. Sampai menyentuh minuman haram pula, jika ia sudah punya kekasih kenapa ia nekat untuk menikahiku setelah berkali-kali aku menolaknya? Aku pun bisa membesarkan anakku sendiri, dan mas Brama kemarin pun berkenan untuk menikahiku, tapi ketika dirinya hadir kedua orang tua kami malah mendukung menikah dengannya. Nyatanya ia pun belum bisa menjadi sosok suami yang bertanggung jawab, ia benar-benar berbeda dengan mas Brama. Seperti bumi dan langit,'' gerutu Tiara di dalam hatinya.


Dimas dan Andre pun sigap membantu Tiara membopong tubuh Abiseka masuk ke dalam toko. Setelah itu, kedua pemuda itu pun berpamitan karena tidak ingin mengganggu area privasi Tiara dan suaminya.


Tiara pun menyandarkan tubuhnya di kursi goyang yang ada di ruangan etalase herbal. Sedangkan Abiseka ia biarkan terlelap di kasurnya.


Bumil itu pun memejamkan matanya seiring keheningan malam yang dingin beralaskan kursi kebesarannya sebagai tempat tidurnya.


Keesokan paginyanya, tepat pukul 04.00 wib Abiseka pun terjaga dari tidurnya, perlahan ia membuka matanya. Ia memegang kepalanya yang masih terasa sakit karena terlalu banyak menegak minuman yang tidak halal untuk ia konsumsi, hingga menyebabkan kepalanya pun masih terasa pusing efek dari minuman haram tersebut.

__ADS_1


''Tiara istriku, ia dimana?'' ucap Abiseka ketika kesadarannya hampir sempurna.


Abiseka menyingkap tirai toko Tiara, dirinya merasa kaget dan merasa sangat berdosa ketika melihat istrinya tertidur pulas di kursi dengan raut wajah yang terlihat sangat lelah.


''Tiara, maafkan aku!'' ucap Abiseka sambil menyentuh wajah istrinya. Hingga membuat Tiara mengerjapkan netranya ketika merasakan ada yang menyentuhnya.


''Singkirkan tangan mu, dan jangan berani-beraninya untuk menyentuhku lagi!'' sentak Tiara dengan menepis tangan Abiseka agar menjauh darinya.


Tiara terlihat merajuk. Ia merasa kecewa lantaran suaminya tidak jujur padanya jika ia sudah memiliki kekasih.


Tiara juga kecewa ketika mengetahui suaminya menegak minuman keras yang sangat dibenci olehnya.


''Tia, maafkan aku!'' ucap Abiseka dengan kesadaran penuh, pasalnya ia kaget karena dirinya tiba-tiba telah berada di dalam toko padahal sebelumnya ia sedang berada di tempat hiburan xx.


''Apa yang terjadi padaku sebenarnya? siapa yang membawa aku kemari? sepertinya aku telah mabuk berat kemarin malam?'' batin Abiseka dengan menyesali segala kecerobohannya. Ia khawatir istrinya akan memarahinya habis-habisan lantaran telah melakukan kesalahan yang besar.


''Jangan berpura-pura bodoh Gala Abiseka Gyantara, siapa gadis itu? kenapa kamu menyembunyikannya dariku? kenapa kau tidak jujur padaku jika dirimu sudah mempunyai kekasih dan kalian akan segera menikah? kenapa demi dirinya kau rela sampai menegak minuman haram itu?'' cecar Tiara dengan serentetan pertanyaannya sehingga membuat Abiseka bungkam dan tidak bisa harus berkata apa ketika istrinya begitu sangat marah dan kecewa oleh sebab perbuatannya yang telah melanggar aturan.


''A-aku, aku bisa jelaskan semua itu secara baik-baik. Aku harap kau tenang dulu, kemarin aku--?''


Abiseka hendak menjelaskan apa yang telah terjadi pada dirinya sebenarnya dan pertemuannya yang memang telah sengaja ia atur bersama Stefanie mantan kekasihnya hingga menyebabkan dirinya terbebani dan akhirnya melangkahkan kakinya menuju tempat hiburan xx dan menegak minuman haram yang sangat banyak hingga menyebabkan dirinya mabuk.

__ADS_1


''Kau tidak perlu menjelaskan apa-apa lagi, ceraikan aku dan lanjutkan dia!'' tegas Tiara tanpa sedikitpun menatap wajah suaminya yang begitu sangat dibencinya.


__ADS_2