
''Iya Nak, ada urusan penting yang harus mama dan papa selesaikan!'' ucap Mama Arla dengan terburu-buru menarik pergelangan tangan suaminya.
Papa Reyhan pun mengikuti langkah istrinya bagaikan kerbau ditusuk hidung. Ia sama sekali tidak mengetahui pekerjaan apa yang disebutkan oleh istrinya, akan tetapi sebagai sosok suami yang selalu siaga papa Reyhan pun menuruti apa mau mama Arla.
''Sebenarnya, ada apa sih Ma? pekerjaan apa yang belum selesai, hingga membuat Mama terlihat panik seperti ini? bagaimana jika anak menantu kita berpikiran yang macam-macam tentang sikap Mama yang tiba-tiba seperti ini?'' tanya papa Reyhan dengan nada sedikit serius.
''Apa papa lupa atau pura-pura tidak ingat? Abiseka telah kita jodohkan dengan putri Gilbert Richardo dan Isabelle Gantari Lavanya. Apa yang harus kita jelaskan pada mereka jika anak kita sekarang sudah menikah? mama pusing untuk menjelaskannya Pa,'' ujar Mama Arla sambil memijit kepalanya yang terasa sakit.
''Astaghfirullah, papa benar-benar lupa Ma. Papa terlalu fokus dengan pekerjaan dan juga fokus dengan hubungan anak kita dan Tiara sehingga melupakan keberadaan Stefanie yang dari sejak lama menunggu anak kita.''
Papa Reyhan pun ikut gamang memikirkan permasalahan anaknya. Ia merasa bersalah sebab telah melanggar janji mereka pada keluarga Gilbert.
''Pa, tunggu dulu! itu sepertinya keponakan kita Daniel Mahesa Syailendra, rasanya mama tidak asing lagi dengan wanita yang ada bersamanya itu. Mereka terlihat akrab sekali, bukankah itu Stefanie anaknya Gilbert dan Isabelle?'' Mama Arla menggosok-gosok matanya khawatir salah dengan apa yang dilihatnya.
''Shitttt!'' Papa Reyhan menginjak rem secara mendadak sambil melihat ke arah taman yang ditunjukkan oleh istrinya.
''Bukankah Stefanie sedang menempuh pendidikan di luar negeri? mungkin itu hanya kemiripan saja Ma,'' sela Papa Reyhan.
''Mama tidak mungkin salah lihat, itu benar-benar Tefa Pa.''
''Jika itu memang benar Tefa, apa sebaiknya sekarang kita temui dia dan katakan yang sebenarnya jika Abiseka sudah menikah,'' timpal Papa Reyhan.
''Mana bisa begitu, Pa. Semuanya butuh waktu Pa, Tefa pasti kaget dan kedua orang tuanya pasti akan marah pada kita dan batalkan kerjasamanya dengan perusahaan kita. Aduh, gimana ini pa ... mama pusing.''
__ADS_1
''Mama telepon Daniel saja deh, suruh ia dan Tefa berkunjung ke rumah kita untuk membicarakan dari hati ke hati mengenai masalah ini agar tidak ada kesalahpahaman. Jangan sampai terjadi permusuhan dan ketegangan antara anak kita dengan Tefa juga menantu kita Tiara yang tidak tahu apa-apa mengenai masalah ini,'' ujar Papa Reyhan.
''Tapi, Pa. Daniel dan Tefa kok terlihat seperti sepasang kekasih? coba deh Papa lihat, Daniel menyuapi Tefa dengan ice cream. Dan gadis itu pun terlihat sangat manja, jangan bilang jika ada hubungan spesial di antara mereka.'' Mama Arla mengambil kesimpulan berdasarkan pengamatannya sendiri.
''Syukurlah, jika itu benar Ma. Kita tidak perlu repot-repot untuk menjelaskan apa-apa setidaknya dibelakang Abiseka anak kita Tefa pun main hati dengan sepupu anak kita,'' ucap Papa Reyhan terdengar santai.
''Kalau begitu kita ambil foto kebersamaan mereka Pa, sebagai bukti Tefa pun bermain hati di belakang anak kita. Jadi, baik Abiseka maupun Stefanie sama-sama ingkar janji.''
Mama Arla pun diam-diam diam-diam mengambil foto kemesraan antara Daniel dan Stefanie sebagai bukti jika sewaktu-waktu Stefanie berkilah atas perselingkuhannya dengan Daniel, yang sebenarnya Stefanie tidak pernah berkhianat, akan tetapi Abiseka lah yang mengingkari janji sehingga membuat Stefanie melampiaskan semua kekecewaannya dengan mendekati Daniel sebagai penenang hatinya yang sedang rapuh.
''Sudah, Pa. Kita kembali ke rumah sekarang, Mama sudah gerah biarkan saja dua anak muda itu saling menikmati kebersamaannya. Toh, anak kita pun sudah menikah, tinggal nanti bagaimana caranya menyelesaikan perkara ini agar Tefa dan keluarganya mengetahui jika anak kita sudah menikah secara baik-baik.''
''Satu bulan lagi kita adakan resepsi pernikahan anak kita kemarin kan mereka menikah mendadak di rumah sakit, sepertinya sudah saatnya kita mengumumkan pernikahan mereka agar semua khalayak mengetahui jika anak kita sekarang sudah mengakhiri statusnya lajangnya,'' ujar Papa Reyhan.
''Benar juga, Pa. Kita harus segera membahas masalah ini pada besan kita dan juga anak menantu kita,'' ujar Mama Arla dengan binar wajah bahagia.
Sementara Daniel dan Stefanie nampak asyik merajut kebersamaan mereka di taman kota, seolah dunia hanya milik mereka berdua.
Daniel yang semula tidak mudah untuk dekat dengan wanita dan belum pernah menyentuh wanita meskipun hanya seujung kukunya, ketika bersama Stefanie, Daniel seolah terbuai dengan makhluk Tuhan yang telah menyentuh hatinya secara perlahan hingga ia pun pelan-pelan bisa mengikis rasanya pada Tiara yang sebelumnya begitu sangat dikaguminya.
Begitu pun Stefanie, perlahan ia pun bisa mengikis rasanya terhadap Abiseka yang telah mengkhianati kepercayaannya menikah dengan wanita lain di belakangnya.
''Kau terlihat menggemaskan sekali, seperti anak kecil!'' gumam Daniel sambil membersihkan sisa ice cream di sudut bibir Stefanie.
__ADS_1
''Terima kasih untuk semua perhatiannya,'' ucap Stefanie yang merasakan embun kesejukan ketika berada di dekat Daniel Mahesa Syailendra.
Keduanya larut dalam perasaan masing-masing, sehingga tidak menyadari kehadiran papa Reyhan dan mama Arla yang barusan lewat menyaksikan keromantisan mereka.
***
Di sisi lain, di Apartemen milik Abiseka Gyantara.
''Sayang, kita lanjutkan yang tadi ya? aku sudah tidak sabaran untuk menjenguk bayi kita. Baru pukul lima sore, sekalian nanti mandi bersama.'' Abiseka tampak menggoda istrinya ketika keduanya baru saja sampai di apartemen.
Abiseka merengkuh tubuh Tiara dari belakang dan meletakkan dagunya di ceruk leher istrinya tak sambil mengendus aroma tubuh istrinya dengan gairah yang membuncah. Meskipun belum mandi, bagi Abiseka Tiara tetap saja menggoda untuknya.
Abiseka menagih janji istrinya yang mengatakan akan menemaninya sampai kelelahan bergelut di atas ranjang setelah kepulangan orang tuanya dan tiba di apartemen milik suaminya.
''Mas, kepala ku pusing sekali. Perutku rasanya seperti di aduk-aduk,'' ucap Tiara yang mulai merasakan mual tiba-tiba.
''Kau tidak apa-apa sayang? wajah mu terlihat pucat? maaf jika aku terlalu bernafsu, sehingga terkesan memaksa mu untuk melakukan hubungan suami-istri.'' Abiseka bergerak cepat menggosokkan minyak aroma terapi di tengkuk istrinya sambil memijit pelan pelipis dan tengkuk leher istrinya agar lebih rileks dan nyaman.
''Mas, aku ingin muntah.'' Tiara merasakan mual-mual yang teramat sangat.
Abiseka pun segera mengangkat tubuh istrinya ala bridal dan membawanya ke toilet yang ada di dalam kamar pribadinya.
''Hoekkk ... hoekkk.'' Tiara memuntahkan semua isi perutnya, ia terlihat sangat pucat dan lemas.
__ADS_1
''Sayang, kita ke dokter ya?'' Abiseka terlihat sangat cemas dengan keadaan istrinya.
''Tidak apa-apa Mas, ini hal yang biasa untuk ibu hamil trimester pertama seperti ku. Maafkan aku ya Mas, kita harus gagal lagi melakukannya,'' ucap Tiara merasa sangat bersalah pada suaminya. Sebab, ini yang kedua kalinya mereka gagal making love.😁😁